Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Evivania Amanda Airlangga


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Pagi ini Daniel kembali menjenguk Varel di rumah sakit sekalian berpamitan karena ia akan terbang ke Amerika pukul 10:45 wib.


Vania selalu berada di dekat Daniel karena ia merasa tidak rela jika kakak angkatnya kembali ke Amerika dan berjauhan lagi dengannya membuat Varel kesal melihatnya


"Hei mengapa kau selalu didekatnya?"


tanya Varel untuk yang kesekian kalinya


"Kak El apa tidak bisa menunda keberangkatannya?"


Pertanyaan yang selalu Vania tanya membuat Daniel tertawa sedangkan Varel hanya menahan tawanya


Apa-apaan dia? Merengek terus dengan Daniel, denganku saja selalu diam dan menurut.-Varel


"Sayang, kakak harus membantu Papa di perusahaan kakek sebentar setelah itu kakak harus mengurus perpindahan kakak di perusahaan Airlangga"


jelas Daniel berulang-ulang


"Mengapa kau seperti anak kecil sih?"


goda Daniel lalu mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video kepada sang Mama


"Ada apa El? Kau jadi berangkat pagi ini?"


tanya Mama Kusuma saat panggilan tersambung


"Ma, bagaimana Daniel berangkat jika ada little princess yang merengek terus?"


ejek Daniel lalu mengarahkan ponselnya kepada Vania


"Mama"


"Vania sayang"


ucap mereka bersamaan


"Ma, Vania kangen Mama"


"Mama juga kangen sayang, bertahun-tahun kamu tidak pernah menghubungi Mama dan Papa disini"


ucap Mama Kusuma menangis


"Ma jangan menangis, maafkan Vania ya, Vania kehilangan kontak Mama, Papa dan juga kak El"


"Tidak apa-apa sayang, Daniel juga sudah menceritakan semuanya kepada Mama, nanti Papa akan mengurus jadwal luangnya Mama dan Papa akan mengunjungimu"


Vania pun mengangguk dan tersenyum


"Oh iya kata Daniel kamu sudah menikah ya dengan Varel, selamat ya sayang"


"Iya Ma terima kasih ya Ma ucapannya"


jawab Vania tersenyum


"Mama mau ngomong tidak dengan menantu Mama?"


tanya Daniel lalu mengambil alih ponsel dan memberikannya kepada Varel


"Varel kau kenapa?"


tanya Mama Kusuma khawatir saat melihat Varel memakai pakaian pasien


"Hanya luka ringan tante"


jawab Varel tersenyum


"Nak jaga putri tante ya, hanya Vania dan Daniel kebahagiaan om dan tante"


"Pasti tante, Varel pasti akan menjaga istri kecil Varel.


Oh iya, nanti jika Varel punya waktu luang juga kami akan menjenguk tante dan om di sana"


"Wah ide yang bagus nak"


ucap Mama Kusuma tersenyum


"Mama ingin bicara kepada Daniel nak"


Lalu Varel pun memberikan ponsel kepada Daniel

__ADS_1


"El bagaimana? Apa kau akan menunda kepulangan mu?"


"Tidak bisa Ma, jika Daniel menunda kepulangan pasti kepindahan Daniel juga akan tertunda bagaimana bisa Daniel dekat dengan little princess ini?"


"Yasudah apa yang menurutmu baik Mama akan mendukung, Papa juga sudah berjanji kan jika nanti Mama dan Papa akan menghabiskan masa tua kembali ke Indonesia"


"Vania Mama tutup dulu ya nak"


"Iya Ma"


Lalu panggilan pun terputus


Setelah berbincang-bincang bersama, akhirnya Daniel pun berpamitan kepada Varel dan Vania karena jet pribadinya sudah menunggu di atap rumah sakit


Sepeninggalnya Daniel, Varel merasa badannya sangat gerah dan lengket


"Aku ingin mandi, badanku sangat lengket"


"Sayang, kata dokter Hendra tidak boleh mandi dulu, bagaimana jika aku memanggil perawat pria untuk membasuh badanmu?"


usul Vania yang membuat Varel bergidik ngeri


Apaaa??!! Tidak-tidak!!! Bagaimana bisa dia mengusul perawat pria menyentuh tubuhku? Membayangkannya saja sudah membuatku jijik.-Varel


"Hei kau sudah tidak waras? Aku tidak ingin ada pria yang menyentuh tubuhku"


bentak Varel menggeleng cepat


"Kau saja membasuh tubuhku atau jika kau tidak mau panggilkan saja perawat wanita"


ucap Varel tersenyum


Huh katanya tidak suka disentuh tapi cari-cari kesempatan agar perawat wanita menyentuh tubuhnya. Dasar Tuan Muda mesum!!!!-Vania


"Ba-baiklah"


ucap Vania lalu berjalan dan hendak menekan tombol yang ada di samping tempat tidur Varel


Namun Varel bergerak cepat, ia menahan tangan Vania dan menariknya hingga mata mereka terkunci dan wajah mereka berdekatan.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dengan cepat Varel mencium bibir sang istri membuat Vania terkejut dan membulatkan matanya, namun tak lama kemudian Vania pun mulai mengikuti permainan sang suami hingga pintu tiba-tiba terbuka membuat Vania membuka matanya


Varel tidak menghiraukan siapa yang masuk, ia masih mencium Vania walaupun Vania tidak bereaksi apa-apa, karena kesal akhirnya Vania menggigit bibir bawah suaminya membuat Varel meringis pelan


bentak Varel kesal


"Sa-sayang ada yang masuk"


bisik Vania menunduk


"Bagaimana Tuan Varel? Apa sudah selesai bercintanya?"


tanya seorang pria yang sudah duduk di sofa


"Sialan, bagaimana bisa selesai kau saja mengganggu"


ketus Varel saat melihat siapa yang datang


"Hei aku menjenguk mu"


ucap Sebastian lalu berjalan mendekati Varel


"Apa dia istrimu?"


tanya Sebastian menatap Vania intens


"Iya, sayang kenalkan dia sahabatku"


"Vania"


"Hai Nona manis, apa kau tidak mengenalku?"


Hei siapa yang mengenalmu? Bertemu denganmu saja aku baru pertama.-Vania


Vania pun menggeleng pelan membuat Sebastian heran


Apa? Bagaimana bisa ada seorang wanita yang tidak mengenalku? Apa seorang Sebastian Alexandre, CEO di Alexandre Group tidak seterkenal itu?-Sebastian


"Apa aku tidak terkenal ya?"


gumam Sebastian yang membuat Varel tertawa


"Aku Sebastian, kau bisa memanggilku Bas atau panggil sayang juga boleh"


ucap Sebastian mengedipkan mata

__ADS_1


"Heh jangan menggoda istri orang"


ucap Varel menatap Sebastian tajam


"Sebentar, sepertinya aku pernah melihat istrimu"


ucap Sebastian berpikir keras


Melihatku? Dimana?-Vania


"Aku ingat, kau office girl yang pernah bekerja di Alexandre Group kan?"


"I-iya saya mantan office girl di Alexandre Group, apakah Tuan Presdirnya?"


tanya Vania hati-hati


"Rel apa kau yakin menikahinya? Dia mantan office girl"


bisik Sebastian yang masih terdengar di telinga Vania membuat Vania menunduk malu


"Aku tau banyak tentangnya karena aku suaminya"


ucap Varel penuh penekanan lalu mengambil ponselnya dan melemparkannya kepada Sebastian


"Apa? Ja-jadi dia anak perempuan Airlangga Group?"


tanya Sebastian terkejut


"Dia adiknya Daniel?"


Varel pun tersenyum dan mengangguk


"Sayang lihatlah berita terbaru"


ucap Varel memerintah Vania


Lalu Vania pun membuka ponselnya dan membaca berita terbaru, betapa terkejutnya ia melihat banyak berita yang membicarakan namanya


"Setelah bertahun-tahun, akhirnya terungkap wajah asli anak perempuan pemilik Airlangga Group, Evivania Amanda Airlangga"


*


"Daniel Efrata Airlangga mempunyai seorang adik perempuan?"


*


"Beginilah potret kebersamaan kedua anak pemilik Airlangga Group"


*


"Seperti pasangan serasi kedekatan kakak beradik Daniel dan Evivania membuat semua orang iri"


Dan banyak lagi judul-judul berita dan foto-foto yang beredar membicarakan tentang dirinya yang menjadi anak Lyno Airlangga dan Kusuma Airlangga


Akun media sosial Vania pun melambung tinggi, banyak sekali orang yang mengikutinya setelah beredar berita bahwa dia anak dari pasangan pemilik Airlangga Group


"Ya Tuhan, si-siapa yang merencanakan ini?"


gumam Vania terkejut


"Sepertinya itu ide dari om Lyno dan tante Kusuma"


jawab Varel santai


"Aku harus menanyakan Mama"


ucap Vania pelan


"Andai saja aku tau bahwa Daniel mempunyai seorang adik perempuan yang cantik dan manis, aku yang akan bergerak duluan untuk mendekatinya"


celetuk Sebastian


"Jika kau mendekatinya dahulu pun dia tidak akan memilihmu"


ketus Varel kesal membuat Sebastian tertawa.


Evivania Amanda Airlangga? Itukah namaku sekarang? Airlangga, nama keluarga yang harus aku jaga dan aku pegang mulai saat ini.-Vania


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2