
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Tapi sayang, kau serius Bas akan menikah?"
"Apa wajahku terlihat sedang bercanda?"
"Tapi kenapa dia tidak membicarakannya pada kami?"
"Apa? Kau tidak tau itu?"
"Bas tidak menceritakannya, sayang. Siapa gadis yang akan dinikahi pria tua itu?"
"Tika"
"APA??!!"
"Kau mengejutkan mereka"
gerutu Vania lalu mengelus perut buncitnya
"Astaga, maafkan Daddy"
ucap Varel lalu berjongkok dihadapan Vania dan mengelus perutnya seraya sesekali menciumnya membuat Vania tersenyum tipis
Itu hanya akal-akalan Vania yang mengatakan bahwa bayinya terkejut karena ucapan Varel, padahal ia hanya ingin Varel mengelus perut buncitnya namun Vania sungguh malu untuk memintanya langsung
"Sayang, kau serius? Tika karyawan mu?"
"Iya, sayang"
"Bagaimana bisa?"
"Eum, nanti kita dengar ceritanya dari Kak Bas. Bagaimana jika kita menelponnya?"
"Aku akan mengambil ponsel dulu"
ucap Varel lalu mencium pucuk kepala istrinya
Tak lama kemudian, Varel pun kembali dengan ponselnya lalu duduk kembali di sebelah istrinya
"Kita telpon sekarang ya"
Setelah panggilan ketiga barulah Sebastian mengangkatnya
"Ada apa?"
"Kau ingin menikah?"
"Hei darimana kau tau hal itu?"
"Siapa wanita menyedihkan itu? Bagaimana bisa dia menerima pria tua sepertimu?"
"Sial, kau mengetahuinya dari siapa? Vania, ya?"
"Kau benar-benar ya, bagaimana bisa kau tidak memberitahukan kami?"
"Aku akan memberitahukan kalian saat mencetak undangan"
"Cih. Apa kau mencintainya, Bas?"
"Entahlah, perasaanku masih bimbang tapi aku tidak ingin dia dimiliki orang lain"
"Itu namanya egois, Kak"
celetuk Vania tiba-tiba
"Vania"
"Hai, Kak Bas"
"Tika menceritakannya padamu?"
"Oh, jadi yang menikah denganmu Tika?"
ucap Varel yang membuat Sebastian mendengus kesal
"Apa kau menyiapkan semua, Bas? Kapan pernikahan mu?"
"Empat bulan lagi"
"Kenapa lama sekali?"
"Aku dihukum Papi karena Papi mengetahui bahwa aku selalu bermain wanita. Jadi Papi menunda pernikahan kami dan meminta Tika untuk memikirkannya dengan matang apa siap untuk bersama ku dengan masa lalu yang kelam atau berhenti dan mencari pria yang lebih baik"
ucap Sebastian serius membuat Varel tertawa melihat wajah Sebastian yang serius
"Mengapa kau tertawa, bodoh?"
__ADS_1
gerutu Sebastian dengan kesalnya
"Aku mendukung Om Kelvin"
ucap Varel disela-sela gelak tawanya
"Kak Bas?"
"Kenapa, Vania?"
"Bagaimana jika Tika berhenti dan mencari pria lain?"
tanya Vania menahan tawa karena melihat ekspresi Sebastian yang terkejut
"Apa kalian tidak mendukungku?"
"Berubah lah untuk diri Kak Bas sendiri dan tolong perlakukan Tika dengan baik karena jika aku tau Kak Bas menyakitinya, maka mungkin aku harus menahan Bram untuk menikah agar Bram melumpuhkan kaki Kak Bas dan berada dirumah sakit"
ucap Vania yang membuat Sebastian dan Varel menelan saliva kasar
"Vania, kenapa semenjak hamil kau terdengar sangat menakutkan?"
tanya Sebastian pelan
"Atau mungkin apa aku harus memotong Jerry agar Kak Bas tidak bisa bermain wanita lagi?"
Tentu saja ucapan Vania membuat Sebastian dan Varel refleks memegang benda pusaka mereka masing-masing
"Hei sayang, ada apa dengan wajah pucat mu? Aku tidak akan memotong Varel junior jika sikapmu baik-baik saja"
ucap Vania yang tak bisa menahan tawa melihat wajah pucat Varel dan Sebastian saat panggilan masih berlangsung
"Aku berjanji, sayang"
ucap Varel pelan lalu mencium wajah istrinya membuat Sebastian mendengus kesal
"Berhenti memberikanku tontonan gratis"
"Makanya menikah sekarang"
"Aku ingin menikah tapi Papi jahat sekali"
"Bagaimana Om Kelvin bisa mengetahui bahwa kau pria brengsek?"
"Selama ini Papi mengawasi keberadaan ku bahkan Papi tau betul berapa jumlah wanita yang pernah tidur denganku"
ucap Sebastian lemah
"Hei selama bertemu Tika, aku sudah tidak pernah lagi bermain wanita"
"Itu artinya Kak Bas mencintai Tika"
"Mengapa kau bisa menyimpulkannya begitu?"
"Cih, percuma jadi Presdir di perusahaan besar jika masalah cinta saja masih o'on"
gerutu Vania yang membuat Varel dan Sebastian melongo
Semenjak hamil Vania memang suka berbicara ceplas ceplos seperti anak ABG bahkan terkadang ancaman yang diberikan Vania sangat menyeramkan jika dibayangkan
Maka dari itu, Varel harus selalu menyiapkan diri lahir batin untuk mendengar ucapan-ucapan sang istri yang terkadang membuat Varel tidak percaya bahwa ucapan itu keluar dari mulut istrinya
"Apa Kak Bas tidak pernah berpacaran?"
"Entahlah, aku tidak mengingatnya"
"Sayang, Bas itu bodoh sejak kecil"
"Jangan seperti itu dengan sahabatmu"
ucap Vania memukul lengan suaminya pelan
"Tapi jika boleh jujur memang Kak Bas sedikit o'on bahkan masalah percintaan saja dia tidak paham"
gumam Vania pelan yang membuat Varel tak bisa menahan tawa sedangkan Sebastian mendengus kesal
"Vania, bagaimana bisa semenjak hamil mulutmu tidak bisa dikontrol?"
ketus Sebastian dengan kesalnya
"Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku, Kak"
ucap Vania disela-sela gelak tawanya
"Oh iya, kita telpon Daniel"
Varel pun menelpon Daniel agar bisa melakukan panggilan video bersama, bukan bukan alasannya agar bisa mengerjai Sebastian bersama
"Apa kalian tidak punya pekerjaan?"
gerutu Daniel dengan wajah kesalnya saat panggilan tersambung
__ADS_1
"Kak El"
ucap Vania yang tiba-tiba menyerobot ponsel Varel
"Hei sayang, ada apa?"
"Apa Kak El tau berita Kak Bas?"
"Berita apa? Bas menghamili wanita? Atau Bas ditampar wanita didepan umum? Cih menyedihkan sekali"
ucap Daniel yang membuat Sebastian kesal
"Kak Bas akan menikah"
"APA??!!"
teriak Daniel histeris sehingga terlihat Vania dan Sebastian sama-sama menjauhkan ponsel dari hadapan mereka
"Bagaimana bisa? Bas menikah? Astaga, siapa wanita yang menyedihkan itu? Bagaimana bisa ia memberikan hidupnya untuk pria brengsek seperti Bas?"
tanya Daniel beruntun membuat Sebastian benar-benar kesal
"Apa aku terlalu brengsek hingga tidak pantas untuk menikah?" ketus Sebastian
"Kau bahkan menyadari bahwa dirimu benar-benar brengsek"
ucap Varel pelan sedangkan Vania hanya terkekeh mendengar perdebatan mereka lagi
"Bas, setidaknya berubah lah dahulu sebelum kau menyakiti wanita yang akan menjadi istrimu"
"Aku sudah berubah, bodoh"
"Sejak mengenal Tika, Bas perlahan berubah menjadi pria baik"
"Tika? Siapa dia? Wanita menyedihkan itu?"
"Dan lebih parahnya dia karyawan di toko roti Vania"
"Astaga, benar-benar menyedihkan. Bagaimana bisa dia menerima Bas? Ya, ku akui Bas memang tampan dan kaya tapi percuma saja jika brengsek"
ucap Daniel yang sengaja menekankan kata brengsek
"Sial, apa kalian bersama-sama mengerjai ku? Aku butuh nasihat bukan ejekan"
gerutu Sebastian yang membuat semuanya tertawa
"Kau membutuhkan nasihat apa?"
tanya Daniel disela-sela gelak tawanya
"Empat bulan lagi pernikahanku karena Papi menghukum ku"
"Om Kelvin menghukum mu karena apa?"
"Papi tau jika aku sering bermain wanita"
"Lalu?"
"Makanya Papi menunda pernikahanku dengan meminta Tika berpikir panjang jika ingin hidup bersama ku dengan masa lalu yang kelam"
"Jika dia mencintaimu dengan tulus maka masa lalu tidak akan menjadi penghalang kalian. Tapi pertanyaannya apa kau mencintainya?"
"Kak Bas tidak tau perasaannya, Kak"
celetuk Vania
"Apa aku harus menjadi dokter cinta lagi? Dulu saat awal-awal pernikahan kalian, Varel juga tidak mengerti tentang perasaan yang ia alami dan jika tidak mendengar nasihatku maka mungkin Varel sampai sekarang masih bodoh masalah cinta"
ucap Daniel yang mengingat saat dimana Varel harus menahan diri
"Apa? Kak El serius?"
tanya Vania terkejut
"Tidak sayang, Daniel hanya mengarang saja"
kilah Varel cepat
"Aku tidak bertanya padamu"
"Hahaha...Iya Vania, suami mu juga seperti Bas yang bodoh masalah cinta"
"Astaga, kenapa bisa mereka berdua memimpin perusahaan terbesar?"
gerutu Vania yang membuat Daniel tertawa seketika sedangkan Varel dan Sebastian hanya diam tanpa tau harus mengatakan apa.
*
*
*
__ADS_1