Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Ke Kantor


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Sayang, boleh kah Mama minta tolong membangunkan Kakak mu? Sudah jam segini dia belum turun juga"


"Tentu, Ma. Sebentar ya, Vania akan membangunkan Kak El"


"Sekaligus bawa Varo kemari"


ucap Papa Lyno


"Kamar Kak El di sebelah kiri kamar Vania, kan? Siapa tau Vania tersesat di sini"


ucap Vania terkekeh yang membuat Papa Lyno dan Mama Kusuma tergelak


"Astaga, Sayang. Kau akan terbiasa disini nantinya"


"Jika tersesat pun pasti Papa akan melihatmu dari cctv"


"Ah syukurlah kalau begitu. Vania ke atas ya, Ma, Pa"


Vania pun berjalan menuju lantai atas untuk membangunkan Kakak nya


Setelah sampai didepan kamar Daniel, Vania pun mulai mengetok pintu berkali kali namun tidak terdengar suara Daniel di dalam sana sehingga Vania mencoba untuk membuka pintu dan masuk ke dalam kamar


Terlihatlah Daniel yang masih tertidur nyenyak bahkan mungkin sedang bermimpi indah karena Vania melihat senyuman tipis di bibir sang Kakak


"Akhirnya senyuman itu kembali lagi"


gumam Vania tersenyum


Lalu Vania pun berjalan mendekati Daniel dan mulai membangunkannya


"Kak El". Hening


"Kak, bangunlah". Hening


"Kak El, apakah Kak El tidak pergi ke kantor?"


tanya Vania seraya menggoyangkan lengan Daniel


Masih tidak ada jawaban hingga Vania berjalan mendekati jendela dan membukanya. Karena cahaya matahari masuk dan mengganggu tidur Daniel, ia pun menggeliat dan mulai membuka mata


"Apa Vania mengganggu tidur Kak El?"


tanya Vania lalu berjalan mendekati sang Kakak


"Ah tidak. Kemari lah"


ucap Daniel yang enggan bangun dari tidurnya


Lalu Vania pun berjalan mendekati Daniel dan duduk di pinggir tempat tidur


"Ada apa, Sayang?"


tanya Daniel hangat


"Mama meminta Vania untuk membangunkan Kak El karena sudah hampir jam 7 pagi namun Kak El belum turun"


"Kak El tidur sangat nyenyak ya"


ucap Daniel terkekeh pelan


"Kak El, maafkan Vania yang sudah menyusahkan Kakak hingga membuat Kak El kelelahan"


lirih Vania pelan


"Hei"


Daniel pun bangun dari tidurnya dan menatap hangat gadis kecil kesayangan nya


"Dengerin ya, Sayang. Kau itu Adik kesayangan Kakak yang harus Kak El jaga dengan sepenuh hati karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kak El. Kau tidak pernah menyusahkan Kakak jadi stop berbicara yang tidak tidak, mengerti?"

__ADS_1


ucap Daniel tegas yang membuat Vania hanya menunduk


Terdengar helaan nafas berat dari pria yang berada dihadapan Vania hingga membuat Vania mengangkat kepalanya dan menatap Daniel intens


"Kak El tidak suka melihat mu selalu menunduk"


"Ma-maaf, Kak"


"Tidak perlu meminta maaf, Cantik. Kedepan nya berhenti lah menunduk karena kau berhak mengangkat kepala dihadapan semua orang"


"Baiklah"


jawab Vania pelan yang membuat Daniel tersenyum tipis


"Kembali lah ke bawah, sebentar lagi Kak El akan menyusul, Kakak ingin mandi dahulu"


Lalu Vania pun beranjak dari kamar Daniel menuju perpustakaan yang berada tidak jauh dari kamar itu untuk menemui Varo yang hingga saat ini belum keluar


Perpustakaan


"Sayang?"


panggil Vania saat menatap sang putra nya sangat serius membaca buku


"Eh-Mommy, ada apa Mom?"


tanya Varo yang menyadari kehadiran sang Mommy


"Apa yang sedang Varo baca?"


"Varo membaca buku sejarah dunia"


jawab Varo yang membuat Vania terkejut


"Sayang, kenapa membaca itu? Bukan kah Varo pergi ke perpustakaan untuk membaca komik punya Papa El?"


tanya Vania heran


"Tidak, Mom. Sejak awal Varo tidak hanya ingin membaca komik saja tapi ingin membaca semua buku yang menarik dan tadi Varo melihat ada buku ini yang membuat Varo tertarik jadi Varo membacanya"


ucap Varo terkekeh pelan


"Lalu ini?"


"Oh itu buku dasar dasar berbisnis sudah selesai dibaca"


"Astaga. Apakah dari tadi Varo tidak membaca komik dan hanya membaca buku buku ini?"


tanya Vania terheran yang membuat Varo mengangguk bersemangat


"Sayang, bukan kah ini buku buku yang sulit untuk dipahami oleh anak seumuran Varo?"


"Varo mengerti, Mom. Bahkan Varo ingin berbisnis"


Tentu saja ucapan Varo membuat Vania melongo seketika hingga kondisi wajah Vania membuat Varo tak bisa menahan tawa


"Hahaha...Bukan sekarang, Mom. Tunggu Varo sudah bisa mencari uang sendiri maka Varo akan berbisnis"


"Apa Varo tertarik dengan bisnis?"


"Tentu saja"


"Astaga, anak siapa ini? Kenapa sangat pandai sekali?"


"Anak Mommy dong"


*****


Meja Makan


Vania, Varo, dan Daniel pun sudah berada di meja makan bersama sama dengan Papa Lyno dan Mama Kusuma untuk sarapan bersama


"Apakah Varo bisa ikut Papa?"


tanya Varo ditengah tengah sarapan pagi mereka


"Ke kantor?"

__ADS_1


tanya Daniel memastikan membuat bocah kecil itu mengangguk cepat


"Boleh saja. Tapi boleh Papa El tanya alasan Varo yang bersemangat pergi ke kantor Papa?"


"Varo ingin belajar, Pa"


"Belajar bisnis?"


"Iya"


"Wow, apakah cucu Oma tertarik dengan bisnis?"


"Sepertinya begitu, Oma"


jawab Varo tersenyum tipis


Setelah selesai sarapan bersama, Varo pun naik ke lantai atas untuk pergi ke kamar agar bersiap siap. Tak lupa dengan Vania yang mengikuti nya dari belakang


Kamar Vania


"Mom, mengapa kemari? Varo bisa sendiri, Mom"


"Mommy hanya ingin melihat pakaian yang dipilih anak Mommy"


ucap Vania tersenyum tipis


"Varo terlihat tampan dengan pakaian apapun, bukan?"


tanya Varo dengan percaya diri membuat Vania tak bisa menahan tawa


"Benar sekali, anak Mommy kan sangat tampan"


"Ah, Varo pakai ini aja ya, Mom"


ucap Varo seraya mengangkat pakaian yang dipilihnya


"Bagus. Ganti dulu jangan lama lama ya"


"Aye aye captain"


teriak Varo lalu berlari mengganti pakaiannya


Sedangkan Vania langsung terdiam saat mendengar kata kata itu. Pikirannya langsung tertuju pada Lista yang berada di Indonesia


Mommy kangen putri kecil Mommy.-Vania


*****


"Wow, cucu siapa ini? Tampan sekali"


ucap Papa Lyno saat melihat Varo yang sudah siap pergi ke kantor


"Aset negara loh ini, Opa"


ucap Varo yang membuat semua orang tak bisa menahan tawa


"Ingat ya jangan menggoda karyawan Opa di kantor"


"Jika mereka yang menggoda Varo bagaimana? Apa Varo boleh menggoda mereka balik?"


"Astaga, jangan seperti Papi yang playboy"


"Hahaha...Tentu tidak Mommy ku sayang"


"Ah, Varo juga mau pakai kacamata"


ucap Varo saat melihat Daniel yang turun dengan setelan rapi dan kacamata hitam nya


"Sebentar, Oma minta pekerja untuk mengambilkannya"


Tak lama pekerja yang diperintahkan pun datang membawa beberapa kacamata agar Varo bisa mencoba nya hingga pilihannya tertuju pada kacamata berwarna cokelat


Akhirnya setelah selesai Daniel pun mengajak Varo untuk pergi ke kantor. Sedangkan Papa Lyno akan pergi ke proyek yang sedang di bangun.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2