
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Kamar Anak
Setelah pergi dari kamar karena perdebatannya dengan Varel, saat ini Vania benar-benar sedang berada di kamar anak menatap kedua anaknya yang sedang tertidur dengan nyenyak
"Hello anak Mommy, apa kalian begitu kelelahan hingga tertidur nyenyak bahkan tidak tau bahwa Mommy disini?"
tanya Vania terkekeh pelan tanpa menyadari bahwa air mata nya sudah lolos keluar membasahi wajah cantiknya
"Mengapa aku sangat cengeng sekali? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, aku bahkan terlihat sangat menyedihkan"
"Sayang, Mommy merindukan tawa kalian, bangunlah dan hibur Mommy sekarang, air mata Mommy tidak bisa berhenti keluar"
ucap Vania yang masih menatap satu per satu wajah kedua anaknya
"Bahkan kalian di mata Mommy terlihat seperti Varel junior, Varo dengan bulu mata melantik dan bibir tipis yang sama dengan Varel lalu Lista dengan hidung mancung yang benar-benar mirip Varel. Mengapa wajah kalian mirip Daddy sih? Mengapa tidak ada yang mirip Mommy? Untuk sifat pun kalian mewarisi sifat Daddy"
gumam Vania terkekeh pelan lalu mencium pucuk kepala anak-anak nya secara bergantian
Tok tok tok
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar, Vania pun berjalan dan hendak membuka pintu namun seseorang tiba-tiba berbicara
"Nona Muda, saya Pak San, Nyonya Besar mengajak Nona Muda untuk makan bersama. Tuan Muda sudah turun ke bawah sekitar 5 menit yang lalu"
Vania pun membuka pintu saat tau bahwa bukan Varel yang mengetuk
"Pak San, tolong katakan kepada Mama bahwa aku tidak ikut makan bersama karena aku masih kenyang"
"Baiklah Nona Muda akan saya sampaikan. Nona Muda, Tuan Muda memerintahkan saya untuk memberikan ini kepada Nona Muda"
ucap Pak San seraya memberikan ponsel Vania yang dipinjam Varel tadi
Untuk apa dia mengembalikan ponselku? Apa dia ingin aku semakin sedih karena membaca semua komentar netizen?-Vania
"Terima kasih banyak Pak San"
ucap Vania sopan.
*****
Baru saja rasanya Vania ingin menyimpan ponselnya di atas nakas, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah pesan masuk
Group Tanpa Nama
Clara menambahkan anda
Gue udah nambahin Vania nih @Daffa @Bimo.-Clara
@Evivania Van, lo nggak kenapa-kenapa kan?-Clara
Vania alamat lo dimana? Kita mau ke rumah lo sekarang.-Bimo
Vania, balas chat kita kalo lo nggak kenapa-kenapa.-Daffa
Astaga, bahkan mereka yang baru saja mengenalku sudah sebaik dan seperhatian ini kepadaku.-Vania
Gue nggak kenapa-kenapa kok.-Vania.
__ADS_1
Van, kita tau gimana pedas nya komentar netizen, kita mau ketemu lo sekarang bisa lo kasih tau alamat lo?-Daffa.
Jangan nutupin kesedihan dari kita Van, kita teman lo.-Clara
Berbagi ke kita.-Bimo
Makasih banyak semuanya tapi gue benar-benar nggak kenapa-kenapa dan gue juga nggak bisa kasih alamat gue karena sekarang gue lagi nggak ada di rumah.-Vania
Itu guna nya teman. Ya udah lo tetap semangat ya.-Clara
Lo nggak niat bunuh diri kan Van?-Daffa.
Daffa benar-benar bego!-Bimo.
Hahaha nggak lah tenang aja.-Vania
Terima kasih Tuhan untuk orang-orang yang masih perduli denganku.-Vania
*****
Meja Makan
"Vania dimana Pak?"
tanya Mama Melinda saat melihat Pak San turun dari lantai atas sendirian
"Nona Muda menolak untuk makan bersama Nyonya dikarenakan Nona Muda sudah kenyang"
"Apa yang sebenarnya terjadi Varel? Apa masalah berita itu?"
"Iya Ma"
jawab Varel singkat
bisik Vandi kepada Mama Melinda yang membuat Varel menatapnya tajam
"Ada apa Vandi?"
"Kak Varel berusaha untuk menutupi berita itu dari kak Vania tapi tanpa sepengetahuan nya kak Vania sudah tau berita itu"
ucap Vandi mengadu kepada sang Mama
"Besan, aku akan ke kamar atas mendatangi putri ku"
ucap Mama Kusuma lalu pergi membawa nampan berisi makanan dengan raut wajah kecewa
"Ada apa yang sebenarnya Varel? Kau tidak lihat wajah kecewa dari mertua mu? Mengapa kau tidak ingin membereskan semua ini?"
tanya Mama Melinda pelan saat di meja makan hanya tersisa Varel, Vandi, dan sekretaris Dim
"Tidak ada apa-apa Ma, hanya Varel tidak ingin mengurus sesuatu yang tidak penting. Varel sudah selesai, permisi"
ucap Varel lalu pergi membuat Mama Melinda dan Vandi menghela nafas berat.
*****
Kamar Anak
Tok tok tok
"Nak, ini Mama boleh kah Mama masuk?"
ucap Mama Kusuma saat ia sudah berada didepan pintu kamar kedua cucunya
__ADS_1
Vania pun berjalan dan membuka pintu seraya menyuruh sang Mama untuk masuk
"Makan lah, Mama tau kau pasti lapar"
ucap Mama Kusuma saat mereka sudah duduk di sofa kecil
"Ma, Vania tidak lapar"
"Setidaknya pikirkan kedua cucu kembar Mama"
Karena Mama Kusuma sudah berkata begitu, tak ada alasan lagi untuk Vania menolak dan akhirnya Vania pun mulai memakan makanan yang dibawa oleh sang Mama
"Kau bisa menceritakan semuanya kepada Mama"
"Menceritakan apa Ma?"
"Habiskan dahulu makanan mu, Mama akan menemani mu, jarang sekali ya kita punya waktu berdua"
ucap Mama Kusuma terkekeh pelan membuat Vania tersenyum kecil melihatnya
Setelah selesai makan, Mama Kusuma kembali berbicara
"Mengapa kau tidak ikut makan malam sayang?"
"Tidak ada apa-apa Ma, hanya saja Vania benar-benar kenyang"
"Kau kecewa dengan tindakan suami mu?"
tanya Mama Kusuma seraya mengelus pucuk kepala sang putri sedangkan Vania hanya menunduk dan menggeleng pelan
"Mama mengerti perasaan mu. Membaca semua komentar negatif dari orang-orang membuat diri mu down dan kau pasti membutuhkan seseorang untuk menghibur mu. Jika boleh jujur, Mama juga sangat kecewa dengan tindakan yang diambil oleh suami mu bukannya menemani mu, dia malah menyibukkan diri"
"Ma, maafkan Vania yang membuat nama baik keluarga menjadi negatif dimata media"
lirih Vania pelan
"Sayang jangan menyalahkan dirimu. Untuk masalah berita ini, jika suamimu tidak ingin mengurus dan membereskan nya, Papa mu bersedia membereskan semua ini. Bahkan jika mungkin, Papa mu pasti akan mengajak mu pergi dari sini"
"Ma, maaf merepotkan Mama dan Papa tapi untuk nama baik Vania biarkan saja, tidak perlu diurus seperti ucapan Varel akan hilang dengan sendirinya saja. Vania hanya benar-benar tidak enak terhadap Mama dan Papa"
"Hei tidak boleh berkata seperti itu karena kau putri Mama dan Papa. Apapun akan Mama dan Papa lakukan untukmu sayang"
"Terima kasih banyak Ma. Vania bersyukur memiliki Mama dan Papa dan juga kak El"
ucap Vania lalu memeluk Mama Kusuma dengan erat
"Bisa kah Mama meminta satu hal kepada mu?"
tanya Mama Kusuma pelan seraya mengelus pucuk kepala sang anak
"Tentu Ma, katakan saja"
"Jaga jarak lah dengan suami mu saat ini agar dia mengerti dan memahami bahwa kau perlu waktu sendiri untuk menenangkan pikiranmu karena dia tidak ingin menemani dan menghiburmu. Jangan terlalu stress karena Papa akan mengurus semuanya"
"Baik Ma, terima kasih"
"Jangan lupa bersikap seperti biasa dihadapan cucu-cucu Mama, jangan pernah menunjukkan permasalahan kalian dihadapan mereka"
ucap Mama Kusuma lalu menatap kedua cucunya yang benar-benar sudah tertidur nyenyak.
*
*
__ADS_1
*