
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Gedung Fernandez Group
Semua karyawan tak terkecuali mang Johan yang menjadi security terkejut saat melihat mobil Fernandez Group baru saja berhenti tepat di depan kantor gedungnya
Dengan cepat, keluarlah sekretaris Dim lalu membuka pintu belakang yang diyakini bahwa itu adalah Presdir perusahaan dan benar saja yang keluar adalah
Varel Andreas Fernadez.
Bagaimana tidak para karyawan terkejut? Sejak setelah kejadian yang membuat Varel begitu terlihat menyedihkan hingga kurang lebih hampir dua bulan yang lalu, perusahaan Fernandez Group benar-benar mengalami penurunan yang drastis hingga saham pun menurun anjlok dan sekarang terlihatlah pemiliknya berada di depan gedung perusahaan membuat para karyawan benar-benar ingin mengucap syukur kepada Sang Pencipta karena pemimpin mereka sudah kembali dan harapan mereka tidak akan kehilangan pekerjaan
"Selamat pagi, Tuan Muda"
ucap semua para karyawan dengan sopan
"Pagi"
jawab Varel singkat
Lalu ia pun berjalan menuju lift khusus tentu bersama dengan sekretaris Dim
"Dim, apa jadwal pagi ini?"
tanya Varel saat mereka sudah berada di lift khusus
"Sebenarnya pagi ini ada pertemuan bersama rekan yang dari London tapi karena Tuan Muda baru kembali ke perusahaan, apa kita perlu mengadakan rapat besar untuk membahas tentang saham perusahaan yang anjlok?"
saran sekretaris Dim yang membuat Varel menatapnya
"Atur pertemuanku saat makan malam saja. Hari ini kita mengadakan rapat"
"Baik, Tuan Muda"
*****
Ruangan Presdir
..."Rapat akan dimulai 10 menit lagi, Tuan Muda"...
ucap sekretaris Dim sopan
"Sebentar, Dim. Anak ku menelpon"
Lalu Varel mengangkat panggilan video dari Lista yang ternyata masih berada di sekolah
"Daddy"
"Ada apa, cantik?"
tanya Varel terkekeh pelan saat ia melihat wajah Lista yang belepotan karena sedang makan
__ADS_1
"Hei, anak Daddy sedang makan apa?"
"Lista sedang makan cilok, enak tau. Daddy mau?"
"Cilok?"
"Iya cilok, Dad. Disini juga ada siomay, ada bakso, ada pempek, ada banyak"
ucap Lista yang membuat Varel menatapnya heran
"Lista sedang bersama bi Ijah?"
"Iya, jangan memarahi Nenek. Lista yang mengancamnya tadi agar mengantar Lista membeli makanan disini"
"Apa memang begitu enak?"
tanya Varel yang sudah menelan lidah saat melihat anaknya begitu lahap
"Lista akan membelikan untuk Daddy. Sampai bertemu lagi di kantor. Pay pay"
Belum sempat Varel menjawab, Lista dengan cepat menutup panggilan membuat Daddy nya hanya menghela nafas berat
Anak itu benar-benar seperti Vania.-Varel
"Mari, Tuan Muda"
ucap sekretaris Dim yang mengajak Varel menuju ke ruangan rapat.
*****
Sudah hampir dua jam, namun belum ada tanda-tanda bahwa rapat akan selesai karena ada begitu banyak berkas yang harus dibahas bersama dengan tujuan agar mengambil kembali saham yang anjlok
ucap sekretaris Dim mengingatkan
"Baiklah, istirahat 30 menit lalu kembali lagi ke ruang rapat"
ucap Varel lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan rapat disusul oleh sekretaris Dim dan Anna.
Bertepatan dengan keluarnya Varel dari ruang rapat, dihalaman gedung terlihat mobil Sebastian dan baru saja terparkir rapi bersamaan dengan mobil Pak Adi yang diyakini bahwa itu Lista yang membawa cilok dan teman-temannya
"Benar-benar kesempatan yang bagus"
gumam Sebastian saat ia melihat Lista yang baru saja keluar dari mobil
Karena ia tau, mau bagaimana pun dirinya ingin berbicara terhadap Varel, tak akan bisa ia menerobos keamanan di Fernandez Group karena Varel benar-benar tidak memberi celah untuknya menjelaskan apa yang terjadi dua bulan terakhir
Dan ternyata, semesta berpihak kepadanya hari ini karena ia akan memakai Lista untuk bisa berbicara kepada Varel karena Sebastian tau bahwa ia menunggu hari ini
Sebastian pun turun bersama dengan Tika, tunangannya dan berjalan menghampiri Lista yang masih belum mengetahui keberadaannya
"Hello anak Papi"
"Papi Bas"
teriak Lista lalu berlari menghampiri Sebastian yang sudah berjongkok dihadapannya
"Jangan lari-lari, cantik"
__ADS_1
ucap Sebastian tersenyum tipis lalu mengelus pucuk kepala Lista
"Jangan seperti itu, Lista akan jelek dihadapan om Dimas"
gerutu Lista dengan wajah kesalnya membuat Sebastian dan Tika tak bisa menahan tawa
"Hahaha baiklah. Lista ingin bertemu Daddy?"
tebak Sebastian yang membuat Lista mengangguk cepat
"Baiklah sini Papi gendong, ayo kita ke ruangan Daddy"
Sebastian pun menggendong Lista seperti seorang ayah menggendong bayi perempuannya membuat Lista tergelak karena ia merasa bahwa dirinya seperti bayi
"Bukan seperti itu, Papi."
ketus Lista memanyunkan mulutnya
"Nenek, pulanglah bersama Kakek. Lista mau bertemu Daddy, sini cilok nya Lista saja yang bawa"
"Apa Mami boleh membawanya?"
tanya Tika menawarkan diri
"Mami tidak keberatan?"
"Tidak, sayang"
Akhirnya Sebastian, Tika, dan Lista pun berjalan memasuki gedung kantor dengan Tika yang membawa plastik cilok pesanan Varel dan Sebastian yang menggendong Lista
Mereka pun berjalan menuju lift khusus untuk sampai ke ruangan Varel. Saat keluar dari lift, semesta lagi-lagi berpihak pada Sebastian karena dirinya dan Varel bertemu di depan ruangan Presdir
Tentu saja Varel langsung masuk ke dalam ruangan dan membanting pintu tanpa menyadari bahwa gadis kecilnya sedang bersama Sebastian hingga Lista pun meminta untuk turun dan langsung masuk ke dalam ruangan Varel dengan diyakini Sebastian bahwa ia akan memarahi Daddy nya
"Daddy"
ucap Lista menatap Varel dengan kesal
"Ah sayang, maaf Daddy sedang sakit kepala jadi tidak melihatmu"
"Mommy mengatakan bahwa itu tidak sopan. Membanting pintu dan mengacuhkan Papi di depan sana"
tegur Lista yang membuat Varel terdiam
Ya, Lista akan selalu menegur Varel tak lupa dengan kalimat "Mommy mengatakan" membuat Varel tentu sangat merindukan istrinya yang ia yakini pasti sudah sering merasakan interaksi dengan bayi kembar mereka
"Maaf, sayang. Daddy sedang pusing"
"Papi sudah jauh-jauh kesini untuk bertemu Daddy, jadi Daddy harus menemui nya atau-"
Karena tau anaknya akan mengancam, akhirnya Varel memotong pembicaraan Lista dan mengatakan kepada sekretaris Dim yang sedari tadi diam untuk menyuruh Sebastian dan Tika masuk ke ruangannya
"Begitu dong, harus jadi Daddy yang pintar."
*
*
__ADS_1
*