Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Selamat Datang Varo dan Lista


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Bakery E&A


"Selamat datang, Tuan Muda" ucap Tika saat melihat Varel memasuki toko roti milik istrinya


"Dimana istri dan anak saya?" tanya Varel mengerutkan kening


"Mbak Vania, Varo dan Lista ada di dapur, Tuan Muda" ucap Tika menunduk sopan


Lalu Varel pun berjalan menuju dapur tanpa membalas satu patah kata pun ucapan Tika.


*****


Dapur


"Ya Tuhan" ucap Varel terkejut saat melihat kedua anaknya sudah bermandikan tepung


"Daddy" teriak Lista lalu berlari dan memeluk Varel tanpa sadar pelukannya membuat jas Varel menjadi putih terkena tepung


"Mengapa mereka senang sekali?" tanya Varel mengerutkan kening lalu berjalan mendekati sang istri yang sedang membereskan alat-alat


"Lista mengira itu bedak bayi makanya dia sangat senang bahkan menaburi nya di kepala Varo" jawab Vania terkekeh


"Lalu mengapa kau membiarkannya?" tanya Varel heran


"Sayang, biarkan saja mereka bermain seperti itu, aku tidak melarangnya selagi masih dalam pengawasanku" ucap Vania tersenyum


"Daddy, ayo main" ajak Varo mendekati Varel


"Tidak, itu kotor Sayang" jawab Varel menggeleng cepat


"Tapi Daddy kan sudah kotor" ucap Varo lalu menunjuk jas Varel yang sudah terkena noda


"Ya Tuhan, Lista" ucap Varel meninggikan suara membuat Varo dan Lista tertawa


Lalu Varel pun berjalan mendekati Lista yang bersembunyi di belakang tubuh Varo dan menggelitik kedua anaknya hingga gelak tawa Varo dan Lista terdengar sampai ke luar dapur


"Anak-anak mainnya sudah ya, sekarang bersihkan semuanya, cuci tangan lalu kita pulang" ucap Vania menghentikan aktivitas suami dan anak-anaknya


"Tidak perlu, aku akan menyuruh pelayan membereskan tempat ini" ucap Varel berdiri


"Tidak-tidak" jawab Vania cepat


"Kenapa?" tanya Varel heran


"Varo, Lista, Mommy mau tanya yang main ini tadi siapa?" tanya Vania menatap kedua anaknya


"Varo dan Lista, Mom" jawab keduanya bersamaan


"Berarti yang membersihkan ini siapa?"


"Varo dan Lista juga, Mom" lagi-lagi mereka menjawabnya bersamaan


"Pintar, sekarang Varo dan Lista bersihkan semuanya ya, Daddy juga" ucap Vania lalu menatap Varel yang mau tak mau harus membereskan kekacauan tersebut


Vania tidak ingin memanjakan kedua anaknya, karena ia ingin agar Varo dan Lista bisa bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan.


Itu memang harus diajarkan sejak dini


*****


"Tika, Mbak pulang dulu ya, nanti toko ditutup sesuai jamnya aja, jangan lembur karena pesanan juga tidak banyak dan masih bisa diselesaikan besok" ucap Vania yang terlebih dulu keluar dari dapur


"Iya Mbak, astaga" pekik Tika saat melihat pakaian Varel dan anak-anak terkena tepung


"Tenang saja dapur sudah beres" ucap Vania terkekeh lalu pamit pergi diikuti Varel dan anak-anaknya di belakang


Sesampainya di dekat mobil, Vania berhenti dan mengeluarkan tissue basah dari dalam tasnya lalu mengelap wajah kedua anaknya hingga bersih.


Setelah itu ia dengan refleks berjalan mendekati sang suami dan mulai mengelap wajah Varel sehingga membuat mata mereka bertemu


"Cie cie" goda Varo dan Lista tertawa


Karena merasa malu, Vania pun menghentikan aktivitasnya yang sedang mengelap wajah sang suami lalu membuang muka.


"Sudah sudah ayo masuk ke dalam mobil" ucap Vania lalu berjalan terlebih dulu dan masuk ke dalam mobil meninggalkan Varo dan Lista masih yang menggoda Varel


"Mommy malu ya, Dad?" tanya Lista dengan cadelnya


"Entahlah, yasudah ayo kita masuk nanti Mommy marah" ucap Varel terkekeh lalu mereka pun mulai masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


*****


Halaman Rumah Keluarga Fernandez


"Rumah Daddy besar sekali" ucap Varo takjub


"Iya dong Daddy kan artis" jawab Lista tertawa


"Sayang, ayo masuk" ajak Varel lalu menggendong Lista dan menggenggam tangan Varo sedangkan Vania mengikuti mereka dari belakang


Tiba-tiba


"Welcome to home Varo dan Lista"


Suara teriakan yang sangat Vania kenal


"Ale? Elin?" ucap Vania terkejut karena melihat kedua sahabatnya yang sudah kembali


"I really miss you" teriak Alea dan Angeline lalu berlari memeluk erat sahabatnya


"Ya Tuhan, kapan kalian kembali?" tanya Vania saat mereka melepaskan pelukannya


"Nanti aja ngobrolnya, gue mau kenalan sama ponakan gue" ucap Angeline


"Oh iya lupa, Sayang ini namanya tante Elin dan tante Alea" ucap Vania memperkenalkan kedua sahabatnya


"Jangan panggil tante, panggil Mama Ya dan Mami Yin aja ya" ucap Alea terkekeh


"Oke deh, Mama Ya" ucap Varo dan Lista bersamaan


"Van, laki lo cakep banget sih" bisik Angeline yang masih bisa didengar oleh Varel


"Eh laki orang jangan di gebet, walaupun bener-bener ganteng sih" ucap Alea tanpa sadar


"Ya ampun maaf, Tuan Muda" ucapnya lalu menunduk takut


"Jangan panggil saya Tuan Muda, panggil Varel saja karena kalian sahabat istri saya" ucap Varel tersenyum yang membuat Alea dan Angeline melongo


"Woi kenapa Kak Elin dan Kak Ale seperti tidak pernah bertemu cowok?" ejek Vandi yang membuat Alea dan Angeline cengengesan


"Van, kok lo bisa tahan ya didekat laki lo? Nggak meleleh gitu?" tanya Angeline mengerutkan kening


"Lo kira Vania lilin" ketus Casandra


"Ayo kita duduk di ruang keluarga aja" ajak Mama Melinda lalu mereka pun berkumpul di ruang keluarga.


*****


"Siapa yang mau?" tanya Vandi saat keluar dari dapur membawa sebuah nampan


"Itu apa?" tanya Varel mengerutkan kening


"Pudding buatan chef Vandi, ice cream, cokelat, buah-buahan, dan kue buatan Mama tersayang dan Sandra" ucap Vandi memperkenalkan makanan ringan yang ia bawa


"Jadi Mama doang yang disayang, Sandra gimana?" ejek Mama Melinda yang membuat Vandi terkekeh


"Mom, Lista boleh tidak makan cokelat?" tanya Lista menatap sang Mommy


"Nanti giginya ompong gimana? Kan malu cantik-cantik tidak punya gigi" celetuk Varel yang membuat Lista manyun


"Boleh kok tapi nanti gosok gigi ya jangan dengerin kata Daddy" ucap Vania tersenyum


"Varo mau makan apa?" tanya Alea antusias


"Varo mau kue, Mama Ya" ucap Varo tersenyum lalu Alea pun memberikan kue kepada Varo


"Gimana? Udah cocok belum jadi Ibu?" tanya Alea bangga


"Cocok sih, tapi—" ucap Casandra menggantung


"Tapi apa?" tanya Alea bingung


"Gimana bisa jadi ibu? Nikah aja belum.


Gimana mau nikah? Cowok aja nggak punya" ejek Angeline yang membuat Alea mendengus kesal


"Varo dan Lista tadi kemana aja?" tanya Casandra mengalihkan pembicaraan


"Tadi jalan-jalan sama Mommy, terus bikin kue sama Daddy" jawab Lista bangga


"Kue? Lalu kuenya dimana sekarang?" tanya Mama Melinda


"Itu" jawab Varo dan Lista menunjuk Varel


"Ya ampun Varel Mama tidak menyadari bahwa kau mandi tepung" ucap Mama Melinda terkejut

__ADS_1


"Tinggal dipanggang aja tuh kuenya" ejek Vandi tertawa


"Itu cucu Oma jahil" ketus Varel kesal


"Sudah-sudah mandi sana" ucap Mama Melinda


"Sayang, ayo ikut Mommy dan Daddy, kita mandi dulu" ajak Varel menggandeng Varo dan Lista


"Vania ke atas dulu ya, Ma" pamit Vania lalu mengikuti sang suami dan anak-anak.


*****


"Ini kamar Varo dan Lista" ucap Varel lalu membuka pintu ruangan yang disebelah kamar utama membuat Varo dan Lista bahkan Vania tercengang


Bagaimana tidak? Dua ruangan yang berada disebelah kamar utama disulap menjadi kamar anak dan ruang bermain. Tempat tidur Varo dan Lista dibatasi oleh tirai, ditempat Varo berwarna biru banyak dihiasi poster ultraman sedangkan ditempat Lista berwarna pink banyak dihiasi poster hello kitty. Ada dua ruang berganti pakaian, meja belajar, televisi, dan dua lemari khusus untuk boneka dan berbagai macam robot ultraman, spiderman, dll.


"Sayang, kau menyiapkan semuanya?" tanya Vania terkejut


"Tentu saja" jawab Varel santai


Pagi tadi saat Varel, Vania, dan Vandi telah berpamitan datanglah beberapa orang suruhan Varel untuk menyulap dua ruangan kosong menjadi kamar anak dan ruang bermain


"Ayo sekarang mandi" ucap Varel membuyarkan lamunan Vania


"Bagaimana kalau mandinya lomba aja? Siapa yang menang itu yang akan tidur sama Mommy dan Daddy" usul Vania tersenyum


"Iya, Mom"


"Tidak"


"Kenapa, Sayang?" tanya Vania heran


"Nanti mereka mengganggu" bisik Varel pelan


"Sekarang Varo mandi sama Daddy dan Lista mandi sama Mommy ya" ucap Vania tanpa menghiraukan ucapan sang suami.


Beberapa menit kemudian


"Mom kita seri" ucap Varo


"Seri ya? Jadi Varo dan Lista malam ini tidur sama Mommy dan Daddy" ucap Vania tersenyum yang membuat Varo dan Lista kegirangan sedangkan Varel mendengus kesal


"Sekarang Varo dan Lista ke bawah ya Mommy dan Daddy mau mandi juga" ucap Varel mengusir kedua anaknya yang membuat Vania menggeleng pelan


Setelah anak-anak turun, Varel dan Vania pun berjalan menuju kamar utama.


*****


Kamar Utama


Tiba-tiba Varel menarik pinggang Vania lalu menciumnya


"Sayang, pintu tidak dikunci bagaimana jika Varo atau Lista masuk?" tanya Vania terkejut


Namun Varel tak menggubris nya, ciuman tersebut turun ke leher hingga tiba-tiba


Tok tok tok


"Sayang, ada orang" ucap Vania berusaha menghentikan aktivitas sang suami


"Mommy Daddy, apa kalian didalam?" teriak Varo dari luar


"Sayang, Varo memanggil"


"Biarkan saja" bisik Varel lalu mencium daun telinga Vania


"Mom kata Ayah Vandi, Mommy dan Daddy jangan mandi bersama, nanti bahaya" lagi-lagi Varo berteriak keras


"Vandi mengganggu saja" gerutu Varel lalu menghentikan aktivitasnya


"Sayang, kau marah?" tanya Vania mengulum senyum


"Tidak, mandilah dulu" ketus Varel kesal


"Apa kau tidak mau mandi bersama?" tanya Vania menggoda


"Ayo" ajak Varel bersemangat


"Tapi sepertinya ucapan Varo benar, nanti bahaya" bisik Vania lalu berlari ke kamar mandi dan tak lupa untuk menguncinya meninggalkan Varel yang menggerutu kesal karena baru saja dikerjai sang istri.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2