
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Kamar Tamu
"Ma, Varel memberikan kita hadiah"
ucap Papa Lyno saat ia baru saja menyusul istrinya di kamar
"Hadiah? Hadiah apa Pa?"
"Bukalah"
Mama Kusuma pun mengambil sebuah kotak kecil dari tangan Papa Lyno dan mulai membukanya
"I-ini janin siapa?"
tanya Mama Kusuma dengan raut wajah terkejut
"Kita akan mempunyai cucu lagi Ma"
"Vania sedang hamil?"
"Ya, Vania hamil anak kembar dan usia kandungannya sekitar 8 minggu"
"Astaga Papa serius? Mengapa mereka tidak mengabarkannya saat makan malam tadi?"
"Vania ingin memberikan kejutan untuk Melinda tepat pukul 12 malam nanti"
"Astaga Mama benar-benar bersyukur, putri kita mendapatkan kebahagiaannya sekarang. Pantas saja Melinda sempat menaruh curiga terhadap mereka karena Varel terlalu menunjukkan perasaan bahagianya sejak tadi"
"Lalu bagaimana?"
"Kau tau putrimu benar-benar bisa diandalkan Pa. Vania menjawab dengan santainya membuat kecurigaan Melinda hilang"
"Astaga putri kita memang benar-benar hebat"
"Tidurlah sekarang. Kita akan ikut merayakan ulang tahun Melinda nanti"
"Kau sama seperti kedua cucumu Ma, mereka juga benar-benar bersemangat".
*****
Kamar Utama
Varel baru saja menyelesaikan permainan online nya bersama para lelaki dan kembali ke kamar utama dimana ia disambut oleh Vania yang sudah tertidur
"Astaga dia bahkan tidak menungguku tidur"
ucap Varel terkekeh pelan lalu naik keatas tempat tidur dan memeluk istrinya
"Selamat tidur dan untuk kalian juga baby"
gumam Varel pelan seraya mengelus perut Vania dengan gemas.
*****
Masih di Kamar Utama
Vania terbangun dari tidurnya pada pukul 23:00 WIB karena bunyi alarm sudah memenuhi kamar utama
"Sayang"
ucap Vania pelan seraya menggoyangkan lengan suaminya
"Bangunlah. Kau tidak ingin melewatkan kejutan untuk Mama bukan?"
"Hello Daddy"
Lagi-lagi Vania harus berusaha ekstra untuk membangunkan Varel dengan cara mengelus pucuk kepalanya dan sukses membuat sang suami membuka mata
Namun, bukan Varel namanya jika tidak ber manja-manja dahulu sebelum mengumpulkan nyawa nya
"Mengapa bayi besar ini sangat manja sekali?"
tanya Vania terkekeh pelan saat melihat Varel kembali membaringkan kepalanya dipangkuan Vania
"Kau benar-benar antusias ya"
gumam Varel pelan
"Tentu saja sayang, aku tidak sabar melihat raut wajah Mama saat membuka kotak kecil ini"
ucap Vania tersenyum senang
"Bagaimana kabar Baby? Bolehkah aku mengunjungi mereka?"
"Mengunjungi? Maksudmu bagaimana?"
tanya Vania mengerutkan kening
"Bermain sebentar"
ucap Varel menampilkan wajah memelasnya membuat Vania membulatkan mata dan memukul keras lengan suaminya
"Dasar mesum"
__ADS_1
"Sayang, mereka ingin dikunjungi oleh Daddy nya"
"Berhenti bertingkah atau kau tidak mendapat jatah selama tiga bulan"
"Astaga, juniorku tidak bisa berpuasa lama sayang"
gumam Varel pelan yang membuat Vania kembali memukul keras lengannya
"Aku bercanda sayang"
ucap Varel terkekeh pelan
"Bangunlah sekarang. Aku harus menyiapkan kue ulang tahun nya"
"Apakah Ibu Negara perlu bantuan?"
"Cukup dengan kau tidak mendekati ku saja"
ucap Vania mengedipkan sebelah matanya membuat Varel menghela nafas berat lalu bangun dari tidurnya diikuti oleh Vania yang berjalan menuju lemari es untuk mengambil kue ulang tahun dan mulai menyiapkan nya
Beberapa menit kemudian, setelah semuanya selesai Vania pun kembali berjalan menuju tempat tidur dimana sedang ada Varel yang menunggunya seraya mengecek laporan-laporan di tablet nya
"Kau sedang apa?"
"Hanya mengecek laporan sayang"
"Sudah selesai?"
"Sudah"
"Minta tolong bangunkan anak-anak"
"Baiklah Nona Muda"
ucap Varel lalu turun dari tempat tidur tak lupa untuk memberikan ciuman di bibir istrinya.
*****
Semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga termasuk Casandra yang baru saja tiba karena juga ingin ikut merayakan ulang tahun calon Mama mertuanya
Sedangkan Angeline dan Alea tidak bisa datang karena benar-benar sedang sibuk dan mereka akan berusaha untuk berkunjung esok hari
"Sepertinya malam ini Mama dibanjiri dengan banyaknya kue ulang tahun ya"
ucap Vania terkekeh pelan
Bagaimana tidak, bahkan hampir semua orang sedang memegang kue ulang tahun. Entah itu kue ulang tahun dari Trio Tengik (Varel, Daniel, dan Sebastian) dan tak lupa sekretaris Dim, Casandra dan Vandi, Papa Lyno dan Mama Kusuma, Vania, bahkan Lista dan Varo pun memegang kue ulang tahun di tangan mungil mereka
"Sayang kau sudah membawa pemantik kan?"
"Siap sudah Ibu Negara"
"Ayo kita sekarang ke kamar Mama, lima menit lagi pukul 12"
Mereka pun bersama-sama berjalan menuju kamar Mama Melinda untuk merayakan ulang tahun nya
*****
Kamar Mama Melinda
"Happy birthday happy birthday happy birthday Mama"
Nyanyian semua orang memenuhi ruangan Mama Melinda membuat yang punya kamar terbangun karena saking terkejutnya
"Astaga"
"Mama make a wish dulu lalu tiup lilinnya"
ucap Vandi lalu Mama Melinda pun menurutinya dan mulai berdoa
Setelah selesai berdoa, Mama Melinda pun meniup semua lilin yang ada di kue-kue yang dibawakan oleh semua orang
"Ayo cucu Oma, bantu Oma meniup lilinnya"
ujar Mama Melinda karena sudah lelah meniup lilin yang begitu banyak
Acara kejutan pun ditutupi dengan semua orang yang memberikan Mama Melinda hadiah termasuk Lista dan Varo yang sangat antusias membuat sesuatu untuk hadiah ulang tahun Oma mereka
Setelah semuanya berpamitan untuk kembali ke kamar masing-masing termasuk Casandra yang diharuskan untuk bermalam, Vania dan Varel berjalan mendekat dan duduk tepat disebelah Mama Melinda
"Ma, Vania hanya bisa memberikan Mama hadiah kecil ini"
"Sayang mengapa kau repot-repot memberikan Mama hadiah?"
"Bukalah sekarang Ma"
Mama Melinda pun membuka kotak kecil tersebut dan raut wajahnya berubah seketika saat melihat isinya
"Sayang, kau hamil?"
Vania pun mengangguk seraya tersenyum bahagia saat melihat raut wajah kebahagiaan dari wajah Mama mertuanya
"Anak kembar?"
"Iya Ma, usia kandungannya sekitar 8 minggu"
"Astaga selamat sayang, Mama sangat senang mendengarnya bahkan Mama tidak sabar untuk melihat kedua cucu Oma"
ucap Mama Melinda tanpa sadar air mata keluar membasahi wajahnya
__ADS_1
"Ma jangan menangis"
"Mama sangat terharu"
"Oh iya Ma, Varel ingin bertanya memangnya bisa hamil anak kembar padahal tidak ada gen kembar? Varel bingung karena memang Varel dan Vania tidak memiliki saudara kembar"
ucap Varel yang membuat raut wajah Mama Melinda berubah sendu
"Mama baik-baik saja?"
tanya Vania khawatir
"Mungkin ini saatnya kalian tau"
ucap Mama Melinda pelan yang membuat Vania dan Varel saling tatap
"Nak, sebenarnya kau mempunyai saudara kembar"
"A-apa? Mama bicara apa?"
"Benar sayang, saat itu usia kandungan Mama menginjak 12 minggu, Mama jatuh dari tangga dan pendarahan, saudara kembar mu tidak bisa diselamatkan"
lirih Mama Melinda yang membuat Vania dan Varel terkejut bukan main
"Mama benar-benar terpukul bahkan hingga saat ini Mama masih merasakan kesedihan itu, dimana Mama tidak bisa menjaga janin Mama sendiri"
"Ma, berhentilah menyalahkan diri sendiri. Mungkin ini cara Tuhan mengirimkan anak kembar untuk kita agar bisa menggantikan saudara kembar Varel"
ucap Varel pelan seraya memeluk sang Mama
"Varel benar Ma, jangan menyalahkan diri Mama sendiri, ini semua takdir Tuhan"
"Nak, berjanjilah untuk menjaga istrimu karena Mama tidak ingin kejadian Mama terulang lagi"
"Baik Ma, Varel akan menjaga istri dan anak-anak Varel"
"Terutama orang yang membenci pernikahan kalian"
"Maksud Mama?"
"Setelah mengetahui bahwa Mama sedang hamil, hampir setiap hari Mama diteror oleh mantan tunangan Papa kalian bahkan dengan teganya dia mendorong Mama dan menyebabkan saudara kembar mu tidak bisa diselamatkan"
"Astaga"
ucap Vania menutup mulut tidak percaya
"Baik Ma, Varel akan memperketat penjagaan"
"Vania sayang, berhati-hatilah dan jagalah bayi kalian. Kau pasti tau betapa banyaknya orang yang membenci suami mu dan jika mereka berbuat jahat, pastilah keluarga Varel yang diutamakan"
"Vania akan lebih berhati-hati Ma. Terima kasih nasihatnya"
"Sekali lagi selamat untuk kalian ya sayang. Oh iya, besok Mama akan mengadakan syukuran kecil-kecilan hanya mengundang tetangga dan anak-anak panti asuhan saja"
"Akan Varel siapkan Ma"
"Undang lah Paman dan Bibi istrimu"
"Tentu. Mama kembali lah beristirahat, kami juga akan kembali ke kamar"
"Baiklah. Selamat beristirahat sayang"
"Selamat beristirahat Ma"
"Varel jangan kau ajak istrimu begadang"
ucap Mama Melinda yang menatap Varel tajam
"Astaga Mama seperti bisa membaca pikiran Varel saja"
"Jangan terlalu sering melakukannya, terlebih istrimu sedang hamil muda"
"Tapi dokter menyarankannya Ma"
"Dokter menyarankan tapi tidak untuk setiap hari bukan? Kau ingin Vania mencari pria lain karena sudah bosan melayani mu setiap hari?"
"Astaga ucapan Mama sangat menakutkan"
"Jangan membuat menantu Mama kelelahan malam ini"
Lagi-lagi Mama Melinda menegur sang anak sedangkan Vania hanya tersenyum melihat Mama mertua dan suaminya yang sedang memperdebatkannya
"Varel mengerti Ma"
"Apa yang kau mengerti?"
"Jangan membuatnya kelelahan malam ini. Jadi besok dan seterusnya boleh dong?"
tanya Varel dengan wajah polosnya membuat Mama Melinda dan Vania menatapnya tajam
"Baiklah kedua Ibu Negara, aku hanya bercanda"
gumam Varel pelan.
*
*
*
__ADS_1