Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kedatangan Andri


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Hari-hari Vania disibukkan dengan mengecek laporan dari tiga tempat usahanya sekarang, restoran, toko roti, dan hotel


Namun Varel tetap tidak ingin membuat istrinya terlalu kelelahan terlebih kandungan Vania sudah memasuki bulan kelima. Vania sangat ingat saat mereka memeriksa kandungan dengan dokter Ryan, Varo dan Lista memaksa dokter Ryan untuk memberitahukan mereka tentang jenis kelamin bayi kembar namun baik Varel dan Vania sama-sama tidak ingin mengetahuinya, biarlah itu jadi kejutan


Flashback On


Ruangan Dokter Ryan


"Dokter, apa mereka cantik sepertiku?"


"Sayang, bukankah Daddy dan Mommy sudah bilang jika dirahasiakan saja? Cantik atau ganteng mereka, Varo dan Lista sudah janji bukan untuk menyayangi mereka dan membantu menjaganya?"


"Bagaimana jika mereka lebih cantik dari Lista, Mom?"


"Kau tidak ingin adik perempuan?"


"Sangat ingin karena Lista akan merias mereka, tapi kan Lista ingin hanya Lista yang jadi princess"


"Lalu jika mereka perempuan bagaimana?"


tanya Varo lalu menatap adiknya


"Princess juga butuh teman kan?"


jawab Lista yang membuat Varel dan Vania tersenyum


"Dan jika dia laki-laki?"


tanya Varel yang membuat Lista mengerutkan kening


Karena tidak mendengar jawaban sang anak, Varel pun menjadi cemas dan bertanya kembali


"Kau tidak senang jika adikmu laki-laki?"


Seketika Vania menoleh karena tadi dirinya sedang berbincang-bincang mengenai kehamilan bersama dokter Ryan


"Astaga Daddy mengapa tidak sabar? Lista sedang berpikir"


gerutu Lista yang membuat Varel terkekeh


"Hem kalau dede kembar laki-laki semua maka Lista berdoa semoga mereka tidak seperti Abang Varo"


"Memangnya ada apa denganku?"


"Kau seperti mayat hidup"


"Apa maksudmu?"


"Bukankah kau selalu diam saat aku mengajakmu bercerita? Kau seakan hidup hanya untuk bernafas tanpa berinteraksi dengan orang lain"


Lalu perdebatan-perdebatan kecil masih terjadi di ruangan dokter Ryan hingga membuat Vania dan Varel menggeleng kepala karena tidak habis pikir dengan kedua anaknya yang tidak bisa akur


Flashback Off


*****


Restoran VA


Saat ini Vania sedang berada di restoran karena jadwalnya memeriksa laporan mingguan dengan ditemani Clara yang menjadi manajer restoran seperti yang dijanjikan Varel waktu itu


Varel menamai restoran itu menjadi Restoran VA seperti nama hotel yang ia berikan untuk sang istri bahkan toko roti Vania pun diganti dengan nama Bakery VA


Saat Vania menanyakan mengapa harus VA, Varel pun menjawab agar semua orang tau bahwa Vania hanya miliknya karena memang ditulis juga nama Vania Andreas di hotel, restoran, dan toko rotinya. Astaga, Tuan Muda benar-benar bucin ya..


Baru saja Vania menyelesaikan pemeriksaannya, ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk, siapa lagi kalau bukan dari Varel


Varel selalu menelfon Vania setiap dua jam sekali dengan alasan hanya ingin memastikan istrinya baik-baik saja dan tidak terlalu kelelahan, padahal itu hanya akal-akalannya karena memang sudah menjadi suami bucin


"Halo?"


"Apa istriku sudah makan siang?"


"Kau menelfon ku setiap satu jam sekali hari ini. Ada apa sayang?"


"Aku merindukanmu"

__ADS_1


"Bukankah kau sudah puas memelukku pagi tadi sampai aku terlambat berangkat?"


ketus Vania dengan kesalnya


Untunglah Clara sudah pamit keluar dari ruangan Vania jadi tidak ada yang mendengarnya yang sedang telfonan dengan sang suami


"Hahaha...Sayang, jangan terlalu sering memarahiku nanti baby twin akan memusuhi ku"


"Hem apa kau sudah makan siang?"


"Aku tidak selera makan"


"Hei ini sudah hampir lewat jam makan siang. Ada apa denganmu? Apa kau mengidam?"


"Aku ingin makan steak di restoranmu"


rengek Varel dengan manjanya


"Apa ada jadwal bertemu klien?"


"Ya, aku akan rapat sebentar lagi"


"Makanlah dahulu di cafe kantormu"


"Aku tidak berselera sayang"


"Lalu kau akan rapat dengan perut kosong?"


"Tidak, aku sudah makan berkas-berkas yang bertumpuk jadi perut ku tidak kosong"


"Ceh, berhenti bercanda Varel"


"Sayang, aku tidak pernah mengajarimu tidak sopan dengan memanggil suami dengan nama"


ucap Varel sudah seperti orang tua yang menasehati anaknya


"Hahaha...Baiklah suamiku"


"Setelah rapat aku akan menemui mu"


"Tidak ada jadwal sore?"


"Ada"


"Dimas akan menanganinya, hanya mengecek perkembangan proyek saja"


"Baiklah"


"Aku tutup dahulu sayang. Nanti ku kabari jika ingin ke restoran"


"Iya sayang"


Panggilan pun terputus bertepatan dengan Clara yang mengetuk pintu ruangan Vania


"Masuklah"


"Van, ada pria yang mencari mu"


"Mencari ku? Siapa Ra?"


"Entahlah aku tidak mengenalnya. Katanya dia teman masa SMU mu"


"Baiklah. Aku akan mengunjunginya sebentar lagi"


ucap Vania lalu bersiap-siap menemui pria tersebut.


*****


"Kak Andri?"


"Vania?"


ucap mereka bersamaan.


"Vania, kau apa kabar?"


tanya Andri menyodorkan tangannya namun Vania refleks mundur


Terlebih saat kejadian di masa lalu kembali lagi dan membuat wajah Vania benar-benar pucat sekarang


"Van, aku ingin menjelaskan semuanya, semua yang terjadi enam tahun yang lalu tidak seperti yang kau bayangkan"

__ADS_1


ucap Andri menjelaskan kedatangannya terlebih saat melihat reaksi Vania yang seakan menolak kehadirannya


"A-apa yang ingin kau jelaskan lagi Kak? Semua sudah cukup, aku tidak ingin mendengarnya lagi. Mengapa kau hadir kembali?"


ucap Vania dengan tangan yang sudah bergetar hebat


"Vania, beri aku kesempatan untuk menjelaskannya padamu"


"Stop Kak!! Aku tidak ingin mendengarnya. Tolong Kak Andri pergi"


"Aku tidak bisa pergi jika belum menjelaskan semuanya padamu Vania"


"Kak, aku mohon pergilah"


ucap Vania yang tanpa sadar sudah mengeluarkan air mata


"Van-"


"Aku mohon Kak"


Dengan memberanikan diri, Vania menatap Andri yang juga menatapnya. Tatapan Andri mengingatkan Vania akan masa lalu nya yang kelam hingga ia benar-benar terpuruk dan kembali sakit hati saat kembali menatap mata Andri


"Van, aku akan kembali lagi. Aku tidak bisa hidup tenang jika kau menaruh dendam dan benci terhadapku"


"Bagaimana aku tidak membencimu Kak? Kak Andri yang kukenal baik selama dua tahun ternyata berbuat jahat denganku bahkan memberikan kenangan yang begitu buruk"


"Vania, dengarkan aku dulu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu agar kau tidak salah paham denganku"


"Apa lagi yang perlu kau jelaskan Kak? Sudah cukup, kumohon pergilah dan jangan pernah mengusikku lagi"


"Vania-"


"Kak, apa kau tidak mengerti bahasa Indonesia?"


tanya Vania dengan tatapan tajamnya membuat Andri menghela nafas berat karena masih belum bisa menjelaskan kesalahpahaman Vania enam tahun yang lalu


"Ada apa ini?"


Tiba-tiba suara berat Varel terdengar hingga membuat Vania menegang


"Sa-sayang? Kau sudah datang?"


"Kau siapanya istriku? Dan mengapa kalian berdebat?"


tanya Varel menatap Andri dengan tajam


"Aku teman SMU Vania"


"Lalu? Untuk apa kau kemari bertemu dengannya bahkan memperdebatkan sesuatu yang sepertinya cukup penting?"


"Ini rahasia diantara kami Tuan"


"Sayang, kau bisa jelaskan sekarang?"


tanya Varel lalu menatap Vania


"Kak Andri, pergilah"


ucap Vania dengan tatapan rapuhnya membuat Andri mau tak mau mengalah dan pergi.


*


*


*


Detik-detik masalah besar akan terjadi.


*


Dan apa kesalahpahaman yang dilakukan Andri enam tahun yang lalu hingga memberikan bekas luka yang sangat dalam untuk Vania?


*


Apakah Andri bisa diberikan kesempatan untuk menjelaskan semuanya?


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa juga mampir di novel aku yang berjudul "Tentang Kesya", klik profil aku ya😍🥰..


__ADS_2