Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Pesta Mama Melinda


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Pagi ini Varel bangun dari tidurnya lalu menuju ruang kerja setelah memerintahkan sekretaris Dim untuk menyuruh Pak San, Pak Alex, Pak Adi, Dika dan Ziva untuk menuju ruangannya


Tak lama pintu pun terbuka dan masuklah para orang kepercayaan Varel ditemani sekretaris Dim


"Maaf mengganggu pagi kalian semua. Saya ingin memberikan kabar baik untuk semua nya. Saat ini istri saya sedang hamil anak kembar dan usia kandungannya sekitar 8 minggu"


ucap Varel tersenyum yang membuat semuanya terkejut sekaligus bahagia


"Selamat Tuan Muda dan Nona Muda"


ucap semuanya bersamaan


"Terima kasih atas ucapannya. Pak Alex, tolong tingkatkan lagi pengawasan disekitar keluarga saya terutama istri dan anak-anak saya karena sebentar lagi saya akan mengumumkan kehamilan Vania ke publik"


"Baik Tuan Muda. Akan saya perketat pengawasannya"


"Untuk Pak Adi, Dika dan juga Ziva berhati-hatilah di perjalanan karena kita tidak tau seperti apa rencana busuk orang-orang nantinya. Pak Alex akan memerintahkan para pengawal untuk mengikuti kalian nantinya terutama Dika dan Ziva yang menjadi supir dan pengawal pribadi istri saya, tapi ingat jangan terlalu percaya dengan orang-orang yang mengaku menjadi utusan Pak Alex jika Pak Alex tidak mengkonfirmasikannya"


"Baik Tuan Muda. Akan kami jalankan perintah Tuan Muda"


"Pak San, hari ini Mama berulang tahun dan ia ingin mengadakan pesta kecil-kecilan dengan mengundang tetangga dan anak-anak panti asuhan tapi Mama ingin menyiapkan semuanya, dari dekorasi hingga makanan. Turuti saja keinginan Mama, perintahkan satu atau dua orang saja yang membantu mereka memasak dan sisanya akan bertugas saat pesta dimulai"


"Baik Tuan Muda"


"Ziva, pergilah ke dapur dan bantu para wanita yang sedang menyiapkan makanan"


"Baik Tuan Muda. Saya permisi"


Ziva pun keluar dari ruang kerja menuju dapur, dimana sudah ada Mama Melinda, Mama Kusuma, Vania, Casandra, Nike, Bi Ijah, Lista dan juga Echy


Setelah kepergian Ziva, Varel kembali membuka suara


"Saya benar-benar memohon jaga istri saya dengan baik karena bukan hanya istri saya yang kalian jaga tetapi dua janin yang ada di rahim nya"


Varel benar-benar takut jika hal yang pernah di alami oleh sang Ibu juga dialami oleh istrinya


"Baik Tuan Muda, kami akan menjaga Nona Muda dengan baik"


"Terima kasih sudah bertahan bertahun-tahun di keluarga ini. Terima kasih juga kalian tidak pernah berpikir untuk mengkhianati keluarga ini"


ucap Varel tersenyum bangga.


*****


Sedangkan suasana di dapur sangat seru karena Mama Melinda dan Mama Kusuma benar-benar mengambil alih kegiatan masak-memasak ini


"Besan, cobalah dicicipi bagaimana rasanya?"


tanya Mama Kusuma dengan wajah khawatir lalu Mama Melinda mulai mencoba masakan yang sedang dimasak oleh besannya


"Wah ini benar-benar baik"


"Kau serius? Astaga aku sangat gugup sekali karena sudah lama aku tidak memasak untuk porsi banyak"


ucap Mama Kusuma yang membuat semua orang tertawa mendengarnya


"Hahaha...Kita ternyata memiliki banyak kesamaan besan"


jawab Mama Melinda disela-sela gelak tawanya


"Vania, coba cicipi bagaimana rasanya?"


Vania pun berjalan mendekat dan mulai mencicipi makanan buatan sang Mama


"Wow, Mama sepertinya bisa membuka restoran"


"Kau ini bisa saja ngomongnya"


"Vania serius Ma"


ucap Vania terkekeh pelan lalu berjalan mendekati meja dan mulai memegang beberapa bahan

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan sayang?"


"Vania ingin membuat kue kering setelah kita sarapan Ma, saat ini Vania hanya ingin menyiapkan beberapa bahan saja"


"Tidak, pergilah ke kamarmu setelah sarapan dan jangan melakukan pekerjaan apapun. Istirahatlah"


"Ma, Vania tidak bisa hanya berdiam diri"


"Kau harus ingat ada cucu Mama didalam rahim mu"


"Vania tidak lelah Mama sayang, cucu Mama juga janin yang benar-benar kuat"


ucap Vania tersenyum tipis seraya mengelus pelan perutnya


"Dan jika Vania kembali ke kamar akan bahaya Ma, Varel akan membuat Vania kelelahan"


"Aku mendengarnya sayang"


ucap Varel yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Vania


"Hei sejak kapan kau disitu?"


"Sejak ada yang membicarakan ku"


"Katakan kepada Mama jika Varel membuatmu kelelahan setiap malam"


ucap Mama Melinda seraya menatap Varel dengan tajam


"Astaga Mama, Varel bisa mengendalikan diri"


"Mama tidak yakin"


"Vania juga tidak yakin Ma"


ucap Vania tiba-tiba yang membuat semua orang tertawa


"Sayang kau meragukan ku?"


tanya Varel dengan wajah memelasnya


"Hahaha...Aku hanya bercanda, sekarang coba lah masakan Mama"


"Enak. Mama bisa membuka restoran sepertinya"


"Kau serius? Mama bisa berbisnis?"


"Tidak"


jawab Varel singkat


"Anak nakal"


Plakkkkk....


Mama Melinda pun memukul kepala sang anak membuat tawa Lista dan Echy pecah seketika


"Astaga mengapa Mama sangat jahat sekali?"


gumam Varel pelan seraya mengelus kepalanya


"Karena kau anak nakal, Mama ingin berbisnis saja kau tidak mau mengizinkannya"


ketus Mama Melinda dengan kesalnya.


*****


"Meja sudah siap tertata dengan rapi"


ucap Casandra yang baru tiba di dapur


"Wah calon menantu Mama ini"


ucap Mama Melinda tersenyum


"Anak-anak Daddy panggil semuanya untuk makan"


"Aye-aye captain"

__ADS_1


teriak Lista dan Echy bersamaan lalu berlari untuk memanggil yang lain


"Kau kenapa masih disini? Sana pergi ke meja makan"


"Varel ingin melihat istri Varel"


jawab Varel santai yang membuat Mama Melinda mendengus kesal sedangkan Mama Kusuma dan Vania hanya bisa terkekeh pelan melihat sang Mama dan anak yang berdebat sejak tadi


"Mama mengapa tidak menikah saja?"


Tiba-tiba Varel berbicara dan


Plakkkk....


Lagi-lagi Mama Melinda memukul kepalanya


"Astaga, Varel bertanya serius Ma, mengapa Mama selalu memukul Varel?"


"Mama sudah punya cucu dan akan bertambah dua lagi, bagaimana bisa Mama menikah?"


"Bisa saja, Mang Johan menunggu kok"


"Dasar anak durhaka"


ketus Mama Melinda kesal sedangkan Varel tertawa senang karena berhasil menggoda sang Mama.


*****


Acara pun dimulai, diawali dengan nyanyian selamat ulang tahun dan meniup lilin lalu berdoa bersama untuk keluarga Fernandez dan diakhiri dengan makan-makan bersama


Tentu saja Paman Bram dan Bibi Tya hadir bersama kedua anaknya, Dita dan Dewi. Sekretaris Dim bahkan memerintahkan supir untuk menjemput mereka karena utusan dari Tuan Muda nya


"Vania"


"Paman, apa kabar? Maaf Vania jarang bertukar kabar dengan Paman"


"Cih baru menjadi istri Tuan Muda saja kau sudah sombong bahkan tidak pernah mengunjungi keluarga kandungmu"


ketus Tya karena iri melihat Vania yang hidup dengan layak sekarang


Tahan Vania tahan, jangan dengarkan ucapan Bibi. Astaga mengapa hatiku sangat sakit mendengarnya? Apa ini hormon kehamilan?-Vania


"Kak, Dewi sangat rindu kak Vania"


"Berkunjunglah kapan-kapan ke toko kakak"


"Tentu saja"


ucap Dewi yang tidak mau melepaskan pelukannya membuat Bibi Tya bahkan Dita menatap mereka dengan kesal


"Nak, kau sudah hidup bahagia disini"


ucap Paman Bram bangga


"Semua orang memperlakukan Vania dengan baik Paman"


ucap Vania tersenyum


"Apa kau hamil nak?"


tanya Paman Bram seraya menatap perut Vania yang sedikit terlihat buncit


"Iya Paman, Vania hamil anak kembar"


Tentu saja Bibi Tya dan Dita terkejut mendengarnya karena tidak menyangka bahwa penerus keluarga Fernandez berada di rahim Vania


"Bu, mengapa dia hamil? Bukankah Tuan Muda tidak mencintainya?"


bisik Dita kepada sang Ibu


"Ibu juga tidak tau mengapa Tuan Muda ingin tidur dengannya"


ucap Bibi Tya pelan.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2