Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Trauma


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Masih di Restoran VA


"Sayang"


lirih Vania pelan tanpa berani menatap wajah suaminya


"Bisa kau jelaskan sekarang?"


tanya Varel dingin namun juga enggan untuk hanya menatap sang istri


Sungguh, saat ini hingga entah sampai kapan Vania masih tidak kuat untuk menceritakan tentang masa lalunya secara langsung walau pun itu untuk suaminya sendiri


Saat hendak berbicara pun tangan Vania kembali bergetar karena begitu hebat kenangan buruk yang ditinggalkan Andri padanya dimasa lalu


Karena mengetahui sang istri tidak menjawab ucapannya, untuk pertama kalinya Varel meruntuhkan egonya tanpa memikirkan kenangan buruk sang istri karena yang hanya dipikirkannya adalah istrinya baik-baik saja


"Kemari lah"


pinta Varel pelan seraya merentangkan tangannya membuat Vania memberanikan diri untuk mendekat dan memeluk suaminya dengan erat


"Sudahlah jangan memikirkannya, kasihan bayi kita akan sedih jika Mommy nya juga sedih"


ucap Varel pelan sedangkan sang istri hanya terisak seraya mengeratkan pelukannya


"Kau tau? Aku juga memiliki trauma yang bahkan tak pernah ku ceritakan kepada semua orang. Aku sama sepertimu, sangat berat untuk menceritakan trauma itu kepada orang lain bahkan orang terdekat kita. Jangan paksa dirimu untuk menceritakannya padaku, aku memang penasaran tapi rasa khawatirku padamu lebih besar dari itu. Aku lebih mengkhawatirkan dirimu dan bayi kita dibandingkan mendengar kau menceritakan trauma mu


Entah apa yang telah diperbuat oleh pria itu hingga meninggalkan luka yang sangat dalam bagimu. Bahkan kau tau? Ini pertama kalinya kau memperlihatkan raut wajahmu yang benar-benar ketakutan bahkan tanganmu tidak berhenti bergetar karena masih mengingatnya


Tenanglah, aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan padaku. Namun, jika aku mengetahui cerita sebenarnya dari orang lain, maka aku tidak yakin jika pria itu masih hidup dengan baik"


Varel pun membalas pelukan sang istri seraya sesekali mengelus dan mencium pucuk kepalanya


"Maafkan suamimu yang benar-benar bodoh ini. Aku bahkan tidak tau apa yang terjadi dengan istriku di masa lalu"


lirih Varel pelan karena dirinya merasa bersalah dengan trauma istri yang tidak diketahui olehnya


"Tidak sayang, jangan meminta maaf dan merasa bersalah"


ucap Vania lalu menatap sang suami


"Aku tidak bisa melihatmu tersiksa seperti ini. Tersenyumlah untukku dan anak-anak"


ucap Varel dengan wajah memelas membuat Vania tersenyum melihatnya


"Aku sungguh menyukai senyummu dari pada aku harus melihat wanitaku terluka"


*****


"Sampai kapan Van? Sampai kapan aku harus menanggung semua kesalahpahaman mu? Aku sungguh tidak bisa hidup dengan tenang jika kau masih membenci dan dendam terhadapku. Itu bukan salahku lalu mengapa aku yang harus menanggung semuanya?"


lirih Andri pelan saat melihat Varel dan Vania dari jauh


Andri hanya bisa melihat Vania dari jauh selama ini, tidak ada keberanian untuknya menjelaskan semua namun entah kenapa hari ini Andri bertekad untuk memunculkan wajahnya dihadapan Vania dengan maksud meluruskan semua kesalahpahaman selam enam tahun terakhir. Namun, ini yang dinamakan ekspektasi tak sesuai dengan realita, ia mengira Vania akan memberikan kesempatan untuknya menjelaskan semua tapi ia salah, Vania bahkan masih takut terhadapnya yang tidak tau apa-apa


Kesalahpahaman yang terjadi enam tahun yang lalu membuat Andri harus hidup dengan bayang-bayang masa lalu. Ia ingat sekali bagaimana tatapan jijik Vania kepadanya saat ia menolong Vania yang terkunci di gudang sekolah. Andri hanya tiba di gedung saat mendengar teriakan Vania yang memohon ampun dan meminta tolong, namun semuanya kacau karena seseorang yang menculik Vania hingga menjebak Andri untuk masuk ke perangkapnya hingga sekarang.

__ADS_1


*****


Kamar Utama


"Sayang?"


panggil Varel pelan


"Ya? Ada apa?"


tanya Vania saat melihat suaminya yang baru saja selesai mandi


"Kau tidak lelah?"


"Tidak. Aku tidak melakukan pekerjaan yang berat Varel, hanya memeriksa laporan saja"


ucap Vania terkekeh pelan


"Kau ingin ikut denganku?"


"Kemana?"


"Pergi ke desa"


"Hah? Kau ingin ke desa? Untuk apa?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Aku harus mengurus sesuatu disana sayang, mungkin selama 2 atau 3 hari. Anak-anak antusias untuk ikut, apa kau ingin ikut juga?"


"Dokter Ryan memberi izin?"


"Baiklah aku ikut. Aku sudah lama tidak melihat pemandangan desa"


Bahkan aku merindukan makam Ayah dan Ibu yang sudah kurang lebih satu tahun tak pernah ku kunjungi lagi setelah berhubungan dengan Varel.-Vania


"Kapan kita akan berangkat?"


"Sekarang"


"Apa? Kau bercanda Varel? Aku bahkan belum mengemasi barang-barang kita"


"Hahaha...Aku serius, kita akan berangkat sore ini. Tenang saja aku membawa Bi Ijah dan Pak Adi juga beberapa pengawal karena Dimas tidak bisa ikut. Dan untuk urusan barang-barang sudah disiapkan pelayan"


"Astaga, kau benar-benar selalu mengajakku berpergian secara mendadak"


ucap Vania mengelus dadanya


"Sekarang bersiaplah, kita akan pergi sebentar lagi. Aku akan turun menemui anak-anak"


pamit Varel setelah mencium singkat bibir sang istri.


*****


Desa


"Sa-Sayang, ka-kau mengajakku kesini?"


tanya Vania terkejut


Bagaimana tidak? Setelah perjalanan kurang lebih dua jam menuju desa, mobil yang membawa mereka berhenti tepat di halaman rumah Ayah dan Ibu Vania. Rumah impian yang ingin Vania beli dengan uang hasil kerja kerasnya. Dan sekarang rumah itu sudah berada didepan matanya bahkan tak pernah terpikirkan olehnya jika Varel akan mengajak mereka menuju rumah ini

__ADS_1


"Hei sayang, kau tidak ingin masuk ke rumah Ayah dan Ibu?"


Belum sempat Vania menjawab ucapan sang suami, tiba-tiba kedua anaknya sudah berlari menuju Vania dan Varel


"Daddy, ini rumah siapa?"


"Ini rumah Kakek dan Nenek kalian sayang"


"Kakek dan Nenek?"


"Ya, rumah Ayah dan Ibu nya Mommy"


"Benarkah? Apa Kakek dan Nenek ada didalam?"


tanya Lista bersemangat membuat Varel terdiam seketika


Vania yang mendengarnya pun langsung tersadar dari lamunannya


"Sayang, Kakek dan Nenek sudah di surga bertemu dengan Mommy dan Daddy nya Echy"


ucap Vania tersenyum


"Ayo masuk"


ajak Varel kepada keluarga kecilnya


Semuanya pun masuk ke dalam rumah tersebut ditemani oleh Bi Ijah dan Pak Adi juga beberapa pengawal yang mengangkat barang-barang Varel sekeluarga sedangkan pengawal lainnya berjaga-jaga di halaman rumah membuat para tetangga heran sekaligus terkejut melihat kedatangan tiba-tiba rombongan orang kaya


"Sayang, bagaimana bisa-"


"Tidak salah lagi, kau benar-benar meragukan ku"


"Astaga, bukan begitu sayang"


"Aku sudah lama membeli rumah Ayah dan Ibu sejak kau mengatakan ini salah satu impianmu. Tapi aku baru mengatakannya padamu karena hanya di hari ulang tahun mu lah saat yang tepat untukku mengatakan dan memberikannya sebagai hadiah"


"Bahkan tidak terpikir olehku jika kau benar-benar membuat semua mimpi ku tercapai"


"Aku hanya ingin membahagiakan wanitaku saja"


ucap Varel terkekeh pelan.


*


*


*


Sabar ya, masalahnya ditunda dulu, akan datang beberapa part lagi wkwkwk


*


Jangan bosan dengan Varel dan Vania yang penuh kejutan ya🥰..


*


*


*


Jangan lupa juga mampir di novel aku yang berjudul "Tentang Kesya", klik profil aku ya😍🥰..

__ADS_1


__ADS_2