Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Varo dan Lista


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Masih di Ruang VVIP no. 1


Di sini lah Varel berada sendiri di ruangan Vania untuk menemani istrinya yang masih belum sadarkan diri ditambah ia belum menerima laporan tentang hilangnya kedua anaknya


"Sayang"


panggil Varel pelan seraya menggenggam erat tangan Vania lalu menempelkannya di wajahnya


"Bangunlah sayang"


Lagi-lagi Varel hanya bergumam pelan


"Apa kau tidak merindukan ku?"


Tanpa sadar air mata yang terkumpul di pelupuk mata pun sudah lolos keluar membasahi wajah putih dan tampan milik Tuan Muda


Entah perasaan apa yang dirasakan dengan raut wajah yang menampilkan kesedihan dan ketakutan akan kehilangan sang istri, hanya dirinya lah yang mengetahui itu semua


"Maafkan aku, maafkan suami mu yang jahat ini. Aku benar-benar menyesal telah menjauhi mu selama ini. Bangun lah dan pukul aku sekarang"


lirih Varel pelan seraya mencium punggung tangan sang istri berkali-kali


"Aku merindukan omelan mu, bangun lah sekarang sayang"


Tak berapa lama pintu ruangan terbuka dan masuk lah Dika da Ziva yang menggendong kedua anak nya, Varo dan Lista


"Tuan Muda?"


panggil Dika sopan seraya menurunkan Varo yang ada di gendongan nya


"Daddy?"


"Mommy kenapa Dad?"


"Sayang, kalian dari mana saja?"


tanya Varel lalu memeluk Varo dan Lista yang berlari ke arahnya


"Maafkan Varo dan Lista ya Dad"


ucap Varo pelan seraya menundukkan kepala karena takut jika Varel memarahi mereka


"Sekarang bisa kah Varo cerita ke Daddy kalian dari mana dan kenapa bisa bertemu om Dika dan tante Ziva?"


Varo pun mulai menceritakan semuanya


Flashback On


Malam hari sebelumnya Varo ingin turun ke bawah untuk mengambil iPad nya yang tertinggal di atas meja makan saat ia mengambil ice cream sekitar lima menit yang lalu


Namun saat melewati ruangan kerja Varel, pintu tersebut terbuka sedikit lalu membuat Varo melangkah mendekat karena ingin menutup pintu nya


Tapi tanpa sengaja ia mendengar percakapan Varel dengan sekretaris Dim


"Dim, kerahkan anak buah ku untuk mencari makam orang tua kandung Varo dan Lista lalu pindahkan ke makam keluarga"


Tanpa ingin mendengar lebih lanjut, akhirnya Varo berjalan kembali menuju kamar nya dan melupakan iPad yang hendak ia ambil di meja makan


Kamar Anak


Saat masuk ke kamar, Varo pun menceritakan kepada Lista tentang perintah yang diberikan Varel kepada sekretaris Dim


"Abang, coba ulangi sekali lagi apa perintah Daddy?"


"Daddy meminta om Dimas agar memerintahkan pengawal untuk mencari makam kedua orang tua kandung kita"


"Ja-jadi maksudnya Daddy dan Mommy bukan orang tua asli kita?"

__ADS_1


"Ya, kau benar. Mommy dan Daddy hanya orang tua angkat kita"


"Apa disaat dede kembar sudah ada di sini Mommy dan Daddy akan membuang kita?"


tanya Lista yang sudah meneteskan air mata membuat Varo mau tak mau berjalan mendekati sang adik dan memeluknya erat


"Berhentilah mengoceh yang tidak-tidak, apa kau tidak berpikir bahwa jika Mommy dan Daddy membuang kita, untuk apa mereka sangat menyayangi kita selama ini? Kau lihat bukan bagaimana Mommy dan Daddy memberikan kasih sayang dan cinta untuk kita? Tapi kita harus sadar diri"


"Aku tidak mengerti"


lirih Lista pelan yang membuat Varo menghela nafas berat


"Jika kau tidak mengerti berhentilah memikirkan hal aneh"


"Apa kau tidak ingin mencari makam orang tua kita?"


"Aku ingin mencarinya, apa kau ingin ikut?"


"Bang, kita mencarinya dimana? Kau hafal jalan kota ini?"


"Itulah mengapa aku menyebutmu bodoh, kita hanya perlu pergi ke panti asuhan dan menanyakan ke ibu panti"


"Kau yang bodoh, apa kau tau jalan ke panti asuhan?"


"Kita bisa menanyakannya kepada orang-orang"


"Kau tidak tau diculik?"


"Masih ada orang baik di dunia ini".


*****


Keesokan harinya, setelah berhasil membohongi Pak Adi dan Bi Ijah, Varo dan Lista pun berjalan kaki menuju panti asuhan


Saat sudah lumayan menjauh dari TK Mentari, mereka pun berhenti di bawah pohon karena merasa lelah, akhirnya Varo mengeluarkan lima bungkus roti dan 2 kotak susu dari dalam tasnya


"Abang, kau mendapatkannya dari mana?"


"Berhenti mengatai ku bodoh"


"Baiklah Lista cantik, aku mengambil roti dan susu ini dari kulkas di kamar kita karena kita pasti akan kelelahan berjalan jauh jadi aku menyediakan nya"


ucap Varo yang membuat Lista membulatkan mulut tanda mengerti


Setelah selesai memakan roti dan meminum susu, akhirnya Varo dan Lista melanjutkan perjalanan mereka


Namun saat baru saja mereka hendak melangkah, tiba-tiba Dion dan Mike kedua pengawal Varel yang dikenal oleh Varo pun menghampiri mereka dengan tergesa-gesa


"Tuan Kecil, Nona Kecil"


"Om Dion, om Mike?"


ucap Varo dan Lista bersamaan


"Tuan Kecil dan Nona Kecil sedang apa disini?"


"Om yang sedang apa? Itu wajah om kenapa?"


tanya Lista khawatir


Lalu ia pun berjalan mendekati Dion dan Mike dan mencoba untuk menyentuh wajah mereka yang lebam karena dihajar habis-habisan oleh anak buah Varel lainnya


"Om, sakit ya?"


"Tidak Nona Kecil, hanya luka ringan saja"


"Om coba duduk sebentar, Lista punya kotak P3K di dalam tas, Lista bantu obati ya?"


"Nona Kecil, itu tidak perlu"


"Berhentilah berbicara formal om Dion"


ucap Varo yang berjalan mendekat

__ADS_1


"Sekarang om Dion dan om Mike jangan banyak bicara dan ikuti perintah Lista"


ucap Lista yang membuat Dion dan Mike mau tidak mau menurutinya


Setelah selesai diobati oleh Lista, Dion dan Mike pun bertanya mengapa mereka berada di pinggir jalan dan Varo pun menjelaskan apa yang terjadi hingga akhirnya Dion dan Mike memberikan penjelasan kepada kedua anak kecil tersebut dan membawa mereka menuju rumah sakit dimana Varel dan Vania berada.


Flashback Off


"Maaf Daddy"


"Tidak masalah sayang, jangan mengulanginya lagi. Mommy dan Daddy tidak akan pernah membuang kalian karena kalian anak-anak Daddy"


"Ta-tapi Dad-"


"Daddy sudah menganggap kalian seperti anak kandung Daddy sendiri begitu juga dengan Mommy, jadi berhenti mencemaskan bahwa Daddy akan membuang kalian. Oke?"


"Ba-baiklah Daddy"


"Sekarang berhentilah bersikap canggung, Daddy sepertinya kehilangan sifat heboh anak-anak Daddy"


ucap Varel dengan wajah memelas membuat Lista dan Varo terkekeh melihatnya


"Daddy bisa jelaskan mengapa anak buah Daddy memukuli om Dion dan om Mike?"


tanya Lista yang membuat Varel terkejut


"Lista mengetahuinya dari mana sayang?"


"Didepan rumah sakit saat om Dion dan om Mike mengantar Varo dan Lista mendatangi om Dika, tiba-tiba anak buah Daddy yang berjaga dihalaman langsung memukuli om Dion dan om Mike"


ucap Varo menjelaskan


Astaga Dimas, mengapa kau membuat Varo dan Lista melihatnya?-Varel


"Daddy?"


"Eh-iya sayang, ada apa?"


"Perintahkan anak buah Daddy untuk berhenti memukuli om Dion dan om Mike karena mereka tidak bersalah"


"Baiklah sayang, om Dimas akan menghentikan mereka"


"Dan Daddy, bisakah Daddy jelaskan mengapa Mommy ada di rumah sakit?"


"Mommy hanya kelelahan sayang"


"Apa dede kembar baik-baik saja?"


"Tentu, bukankah dede kembar kuat seperti Varo dan Lista?"


"Lista tidak sabar bertemu mereka Dad"


"Jika mereka perempuan habislah aku"


gumam Varo pelan


"Mengapa begitu nak?"


tanya Varel mengerutkan kening


"Dengan Lista saja aku seperti badut yang dipukuli massal Dad, bagaimana jadinya jika mereka ikut mengerjai ku?"


"Tapi kau tetap menyayangi adik-adikmu bukan?"


"Tentu"


jawab Varo mantap.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2