
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Vania, sekarang tolong ceritakan kepadaku bagaimana kau bisa menjadi korban tabrak lari?"
tanya Anna saat Varel dan sekretaris Dim sudah keluar dari ruangan tersebut
"Hem aku tidak tertarik untuk menceritakan hal itu Anna. Aku lebih tertarik mendengar ceritamu"
ucap Vania tersenyum tipis
"Ceritaku? Maksudmu apa?"
tanya Anna setengah gugup yang membuat tawa Vania meledak seketika sehingga ruangan tersebut dipenuhi oleh gelak tawa istri Tuan Muda
"Kau sangat buruk dalam berakting, jadi berhentilah"
"Ceh"
desis Anna lalu terkekeh pelan
"Ceritakan lah padaku Anna"
"Aku sungguh tak mempunyai cerita yang harus ku ceritakan padamu Van"
"Hubunganmu dengan sekretaris Dim misalnya?"
"Aku dan Dimas tidak mempunyai hubungan khusus. Kami hanya tidak sengaja bertemu di parkiran tadi"
"Lalu? Bagaimana kau tau aku di rumah sakit bahkan aku jadi korban tabrak lari?"
tanya Vania yang membuat Anna menghela nafas berat
"Sebenarnya tiga atau empat hari yang lalu Dimas menolongku saat aku hampir tertabrak pengendara motor yang ugal-ugalan. Setelah kejadian itu kami semakin akrab dan rasa canggung mulai hilang hingga kemarin malam aku menerima pesan darinya yang mengatakan bahwa kau sedang berada di rumah sakit. Saat aku ingin mengunjungimu, Dimas mengatakan bahwa kau belum sadarkan diri makanya aku berniat untuk kemari pagi ini dan menanyakan Dimas dimana ruangan mu, jadi aku tak sengaja bertemu dengan Dimas di parkiran dan ia mengajakku bersama ke ruangan mu"
ucap Anna menjelaskan
"Ceh, itu hanya akal-akalan sekretaris Dim saja. Aku yakin dia menunggumu di parkiran tadi"
"Tapi sungguh Van, saat aku sampai mobil Dimas juga baru sampai parkiran"
"Kau tidak berpikir bahwa sekretaris Dim menunggumu di pinggir jalan, lalu saat kau sampai di rumah sakit ia pun menjalankan mobilnya seakan-akan pertemuan yang tidak disengaja?"
ucap Vania dengan raut wajah serius membuat Anna yang melihatnya tak tahan untuk tidak tertawa
"Astaga Vania berhentilah, mengapa kau selalu berpikiran negatif padanya?"
tanya Anna disela-sela gelak tawanya
"Entahlah, aku hanya menyampaikan apa yang kupikirkan"
ucap Vania terkekeh pelan
"Sepertinya hormon kehamilan membuatmu memikirkan hal-hal negatif tentang Dimas ya?"
"Hahaha....Mungkin saja dede bayi kesal melihat wajah uncle mereka yang selalu datar"
"Sudahlah jangan menggosip. Tidak baik untuk kehamilan mu, nanti mereka bisa jadi teman gosip mu"
ucap Anna terkekeh pelan
"Oh iya Anna, bolehkah aku meminta bantuan mu?"
"Tentu saja, kau ini berhentilah canggung"
"Ehm, boleh kah kau membelikan ku ice cream di cafe rumah sakit? Varel tidak menyediakan ice cream di kulkas"
"Apa ibu hamil sedang mengidam?"
__ADS_1
"Hahaha...Sepertinya"
"Baiklah kau ingin rasa apa? Ini pertama kalinya aku membelikan sesuatu untuk orang yang sedang mengidam"
ucap Anna terkekeh pelan
"Strawberry toping kacang di cup besar ya. Tenang saja saat kau hamil nanti aku akan membelikan sesuatu juga untukmu"
"Hei kau ini, jangan memikirkan yang aneh-aneh. Bagaimana dengan Tuan Muda yang belum kembali? Kau sendirian disini"
"Mereka sedang berbicara di luar ruangan ini saja Anna, tenanglah"
"Baiklah"
"Anna berhentilah, aku belum memberikanmu uangnya"
"Pakai uangku saja cantik"
Anna pun permisi keluar ruangan dengan tak sengaja mendengar obrolan Varel dan sekretaris Dim yang membahas kasus tabrak lari Vania.
*****
"Permisi Tuan Muda"
"Ada apa Anna?"
"Vania meminta saya untuk membelikannya ice cream, jadi saya akan meninggalkannya sendirian"
"Oh tidak masalah, aku akan segera masuk. Anna maaf merepotkan mu"
"Itu tidak merepotkan Tuan Muda"
"Dim, antarkan Anna"
"Baik kak"
ucap sekretaris Dim
Lalu Varel pun masuk ke dalam ruangan menemui istrinya meninggalkan sekretaris Dim dan Anna di luar
Mereka pun mulai berjalan menuju cafe rumah sakit
"Ehm, Dim?"
panggil Anna pelan yang membuat sekretaris Dim menoleh
"Berhati-hatilah dan jangan sampai terluka"
ucap Anna yang membuat sekretaris Dim mengerutkan kening
"Sebelumnya maaf karena aku sudah tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan Tuan Muda, namun sungguh aku hanya mendengar saat kau memohon untuk bertanggung jawab atas kasus tabrak lari Vania"
lagi-lagi Anna dengan cepat berbicara sebelum sekretaris Dim menjawab
"Terima kasih sudah menghawatirkan ku adiknya Elsa"
ucap sekretaris Dim lalu tersenyum tipis.
*****
Gudang Lama
Disinilah sekretaris Dim berada ditemani beberapa pengawal yang ia bawa dari rumah sakit. Saat baru saja menginjakkan kaki di area gedung, sekretaris Dim melihat ada begitu banyak pengawal yang berjaga, pengawal utusan Bram yang dikerahkan langsung dari geng mafia milik Tuan Muda Varel
"Tuan Dimas?"
panggil Bram saat melihat tangan kanan bos nya telah sampai
"Bagaimana Bram?"
"Keadaannya sangat menyedihkan"
__ADS_1
"Itu belum seberapa"
jawab sekretaris Dim dingin
Lalu mereka pun masuk ke dalam gudang yang hanya diterangi oleh lampu remang-remang. Langkah sekretaris Dim terhenti saat ia melihat seorang wanita yang terduduk lemas tepat dihadapannya
"Apa masih belum puas?"
Suara sekretaris Dim terdengar begitu dingin dan menusuk membuat wanita tersebut mengangkat kepala dan menatap mata elang sekretaris Dim
"Tidak akan puas jika Varel tidak kembali padaku"
jawab wanita tersebut setengah berteriak
Plak
Plak
Plak
Dengan amarah yang memuncak, sekretaris Dim pun menampar keras wajah wanita tersebut sehingga mengeluarkan darah segar dari hidungnya
"Berani sekali kau sekretaris sialan"
"Bagaimana? Apa anda bisa memberikan saya kepastian kapan anda akan memecat saya dan memegang nama Nyonya Fernandez?"
tanya sekretaris Dim dengan senyum diwajahnya
"Berhentilah sekarang. Anda salah menjadikan Nona Muda sebagai musuh karena semua orang akan melindungi Nona Muda bahkan Tuan Muda ingin turun tangan"
"Tidak, Varel tidak mencintainya. Lihat saja, Varel akan kembali padaku"
"Bagaimana bisa anda mengatakan Tuan Muda tidak mencintai istrinya? Lalu mengapa Nona Muda bisa hamil jika Tuan Muda tidak mencintainya"
"VAREL MENCINTAIKU DAN TIDAK DENGAN WANITA JALANG ITU!!!!"
teriak wanita tersebut dengan penuh amarah
Plak
"Mulut anda tidak pantas meneriaki Nona Muda. Dan harus anda ketahui bahwa wanita jalang itu bukan Nona Muda, tetapi anda sendiri Nona Dinda. Bukankah anda selalu menghabiskan malam dengan pengusaha-pengusaha muda bahkan dengan pengusaha yang tua bangka sekalipun?"
"DIAM KAU SIALANNN!!!"
"Bram, lemparkan dia ke desa terpencil dan jangan berikan akses untuk kembali ke Indonesia"
"Baik Tuan Dimas"
"DIMAS KAU SIALANNN!!!!"
"Tapi sepertinya tidak seru jika langsung melemparnya Bram, tunggu sebentar setelah ia melihat berita"
ucap sekretaris Dim lalu menelfon seseorang dan mengajak Bram keluar dari ruangan tersebut.
*****
Tak berapa lama sekretaris Dim dan Bram pun kembali mendekati Dinda yang sudah tak berdaya namun terpancar amarah saat ia melihat sekretaris Dim
"Anda perlu membaca berita sebelum pergi Nona"
ucap sekretaris Dim lalu melemparkan ponsel kearah Dinda
Begitu banyak berita yang sedang trending hanya dalam waktu beberapa menit, berita yang benar-benar membuat semua orang terkejut melihatnya. Berita tentang Dinda yang menjadi wanita simpanan para pengusaha ditambah dengan banyaknya foto panas yang beredar membuat semua netizen menyerang Dinda dengan komentar-komentar pedasnya
Melihat hal itu Dinda sangat marah namun ia terlalu malu untuk memarahi sekretaris Dim, ia hanya menangis meratapi nasibnya ke depan dimana ia tidak bisa kembali lagi ke Indonesia bahkan namanya sudah buruk di mata orang-orang, tidak ada lagi Dinda si model ternama, yang ada hanya Dinda wanita simpanan para pengusaha. Sekretaris Dim memang memberikan hukuman yang sangat berat untuknya
"Sekarang lempar dia ke desa terpencil dan jangan berikan akses untuk kembali ke Indonesia"
ucap sekretaris Dim kepada Bram lalu pergi meninggalkan gudang tersebut.
*
__ADS_1
*
*