Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Hadiah Vania


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Mommy, kakak ganteng itu siapa? Astaga kenapa mereka ganteng sekali?"


bisik Lista pelan namun terdengar jelas oleh yang lainnya


"ASTAGA!! Apa? Daddy tidak salah dengar bukan? Kau menyebut mereka ganteng?"


tanya Varel mengerutkan kening membuat Lista menatapnya heran


"Apa Daddy tidak mengetahui definisi ganteng?"


cibir Lista menatap Varel dengan malas


"Hahaha...Dia benar-benar anak kak Varel. Pecicilan, genit, dan bicaranya blak-blakan"


ucap Bryan lalu berjalan mendekati Lista dan berjongkok tepat dihadapan keponakannya tersebut


"Hai cantik, kenalkan nama Uncle Bryan, kau boleh memanggil Uncle Bry atau Uncle tampan"


ucap Bryan mengedipkan sebelah matanya


Seakan tidak ingin kalah, Billy pun mengikuti Bryan dan berjalan mendekati Lista untuk berkenalan


"Dan kenalkan aku kak Billy"


ucap Billy mengulurkan tangan dan disambut cepat oleh Lista


"Uncle Bry dan kak Billy, namaku Lista"


"Nama yang cantik"


ucap Bryan terkekeh pelan


"Tentu saja seperti orangnya"


jawab Lista tak mau kalah membuat Varel menghela nafas berat melihat kelakuan putrinya


"Lista, kemari lah Oma akan memperkenalkan mu kepada adik kandung Oma"


ucap Mama Melinda memanggil sang cucu


Tak lama kemudian Lista pun berjalan dan duduk dipangkuan Oma nya


"Ini namanya Grandma Melia dan Grandfa Richard"


ucap Mama Melinda lalu memperkenalkan adik kandung dan adik iparnya


"Halo Lista cantik"


"Halo juga Grandma dan Grandfa"


ucap Lista tersenyum


"Dimana kakakmu?"


"Lista hanya punya kak Nike dan kak Billy, Grandma mencari kakak Lista yang mana?"


"Maksud Grandma abang Varo, sayang"


ucap Vania menatap Lista


"Oh, abang Varo sedang bersama kak Tian, sahabatnya"


"Oh ya? Lalu Lista tidak ingin kembali kesana? Bukankah Lista bilang kak Tian sangat tampan?"


tanya Melia tersenyum saat melihat cucu dari kakak kandungnya begitu aktif


"Tidak, Lista tidak bisa berlama-lama disana Grandma, nanti Lista bisa pingsan"


"Loh mengapa pingsan?"


tanya Mama Kusuma yang sedang menyimak pembicaraan Lista dan Melia


"Astaga Oma, bagaimana Lista tidak pingsan jika kak Tian selalu menatap Lista dan mengajak Lista berbicara"


ucap Lista dengan cadelnya membuat semua orang tertawa mendengarnya


"Astaga, mewarisi sifat siapa dia ini?"


tanya Melia lalu menatap Varel


"Tentu saja mewarisi kak Varel, Mom. Mommy tidak ingat dulu kak Varel sangat genit dengan kak Cherry?"


"Apa? Dengan Mommy ku?"

__ADS_1


tanya Billy tidak percaya


"Yup, kak Varel dulu sangat genit dan aku mengetahuinya saat kak Cherry bercerita padaku"


"Mengapa Mommy tidak pernah menceritakannya padaku?"


"Mungkin karena kau bukan anak kesayangannya"


jawab Bryan santai


Sedangkan Varel yang mendengar kedua bocah tengik yang sedang membicarakannya pun langsung naik darah


"Berani sekali kalian membicarakan ku?"


"Karena itu faktanya kak"


Lagi-lagi Bryan dengan santainya menjawab ucapan Varel


"Astaga"


pekik Bryan terkejut


"Ada apa denganmu?"


tanya Daniel menatapnya heran


"Aku baru menyadari bahwa disini ada wanita cantik. Apa dia masih jomblo?"


tanya Bryan menatap Alea


"Maksud Uncle Bry yang ada disebelah Papa El?"


tanya Lista mengerutkan kening


"Ya, Lista mengenalnya?"


tanya Bryan yang membuat Daniel menatapnya tajam


"Uncle tidak lihat Papa El sedang menatap Uncle tajam? Itu berarti Mama Ya milik Papa El"


ucap Lista dengan cadelnya


"Jangan mengambil milik Daniel. Carilah gadismu sendiri"


ucap Varel mengingatkan


"Yah sayang sekali. Salam saja ya kakak cantik"


Entah kenapa Daniel benar-benar merasa risih dan kesal padahal dirinya tidak ada hubungan apapun dengan Alea bahkan mereka tidak pernah berbicara apapun


"Sayang, lihat raut wajah kak El"


bisik Vania kepada Varel


"Ada baiknya Bryan menggoda Alea, agar Daniel bisa mengerti perasaannya terhadap Alea"


ucap Varel pelan.


*****


"Kak Vania"


teriak Dewi saat dirinya baru saja punya kesempatan untuk bertemu sang kakak


"Hei sayang, kau ada disini? Mengapa kak Vania tidak melihatmu?"


"Kak Vania sibuk dengan Tuan Muda"


bisik Dewi terkekeh pelan


"Paman, Bibi"


ucap Vania lalu mencium tangan Paman dan Bibi nya


"Selamat ulang tahun ya nak. Semoga kau selalu diberi kebahagiaan"


ucap Paman Bram dengan tulus sedangkan Bibi Tya tidak berbicara apa-apa


"Terima kasih Paman"


ucap Vania tersenyum senang


"Nak, Paman ingin berpamitan"


"Paman sudah mau pulang?"


"Ya, sudah larut malam. Kasihan kedua adikmu besok sekolah"


"Baiklah. Berhati-hatilah Paman"

__ADS_1


"Kapan-kapan kak Vania ajak Dewi jalan-jalan ya"


ucap Vania lalu mengelus pucuk kepala Dewi


"Cih"


ketus Bibi Tya dan Dita bersamaan.


*****


Presidential Suite Hotel VA


Disinilah Varel dan Vania berada setelah menikmati pesta yang baru saja berakhir, sebenarnya Vania tidak ingin mereka bermalam di hotel karena merasa tidak enak dengan keluarga tante Melia namun karena berbagai macam ucapan yang keluar dari mulut Varel akhirnya Vania menyetujuinya walau pun masih dengan wajah ditekuk


Hahaha...Jangan panggil dia Varel jika tidak bisa melakukan apapun (tentu dengan bantuan sekretaris Dim)


"Sayang"


"Apa?"


ketus Vania dengan kesalnya


"Astaga mengapa ibu hamil marah-marah sih?"


tanya Varel lalu memeluk sang istri dari belakang karena Vania sedang duduk didepan meja rias


"Kau ini benar-benar keras kepala. Sudah ku katakan kita seharusnya tidak boleh meninggalkan keluarga tante Melia yang tidur di rumah"


ucap Vania menjelaskan panjang lebar


"Kau sudah berkali-kali mengatakan itu sayang"


"Tapi tetap saja tidak bisa masuk di telingamu"


ketus Vania lagi-lagi dengan wajah kesalnya


Sabar Varel sabar, kau hanya harus menunggu beberapa bulan lagi menghadapi mood ibu hamil yang berubah-ubah.-Varel


"Jagan khawatir sayang, tante Melia pasti akan paham"


ucap Varel lalu mencium pucuk kepala istrinya


"Ceh"


desis Vania lalu tersenyum tipis


"Tuan Muda benar-benar sudah bucin ya sekarang"


ucap Vania terkekeh pelan


"Sayang"


panggil Varel tiba-tiba


"Ada apa sayang?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Apa baby twin tidak merindukan Daddy nya?"


bisik Varel tepat di telinga Vania


"Dasar modus"


teriak Vania saat merasakan benda pusaka Varel mengeras mengenai punggung nya


"Sayang, ayolah"


rengek Varel dengan manjanya


"Astaga, kau ini benar-benar sudah tidak waras ya?"


"Dia sudah berdiri, apa kau tega membiarkanku mandi semalaman?"


Lagi-lagi Varel mengerek membuat Vania terkekeh melihatnya


"Ini hadiah untukmu malam ini sayang"


ucap Varel yang membuat Vania menatapnya heran


"Apa maksudmu?"


"Tubuhku adalah hadiah untukmu. Kau yang memimpin"


bisik Varel lalu mencium bibir sang istri dengan lembut hingga mengajak istrinya menuju tempat tidur


Akhirnya, malam itu menjadi malam panjang bagi sepasang suami istri yang merasa seperti pengantin baru, tentu saja dengan Vania yang memimpin membuat Varel tersenyum bangga.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2