Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Hamil?


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Sayang, boleh ya Yeontan tidur di kamar" pinta Vania menampilkan puppy eyes nya


"Tidak tidak, pelayan saja tidak pernah masuk ke kamarku" ketus Varel


"Sayang, tapi aku benar-benar ingin tidur dengannya" ucap Vania pelan


"Hei jika kau tidur dengannya lalu aku bagaimana? Masa iya posisi ku digantikan olehnya?"


"Lalu Yeontan tidur dimana?" tanya Vania menatap sang suami


"Dia akan tidur di taman belakang ada pelayan yang selalu memperhatikannya, kau tenang saja saat pulang bekerja kau bisa bermain dengannya namun jika malam hari kau harus bermain denganku" ucap Varel tersenyum penuh arti membuat Vania mendengus kesal


"Sayang, sepertinya kepalaku sangat pusing" lirih Vania memegang kepalanya


"Akting mu sangat tidak lucu" ketus Varel yang membuat Vania cengengesan


"Apa kau sudah siap hamil?"


Deg


Jantung Vania terasa ingin lepas saat mendengar pertanyaan dari sang suami


"H-hamil?" ulangnya ter gugup


"Aku sangat ingin memberikan cucu untuk Mama, menemaninya di masa tua, apalagi aku sangat tidak sabar melihat Varel dan Vania versi kecil pasti sangat menggemaskan" ucap Varel tersenyum sedangkan Vania hanya diam dan larut dalam pikirannya


Hamil? Tidak!! Aku tidak ingin terluka lagi.-Vania


**


Mengapa dia seakan terbebani dengan kehamilan?-Varel


"Hei mengapa kau diam saja?" tanya Varel mengerutkan keningnya


"Ti-tidak apa-apa" jawab Vania tersenyum kecil


"Kau belum menjawab ucapan ku, kau siap hamil?" tanya Varel lagi


"Bo-bolehkah kita menundanya dahulu, Sayang?" tanya Vania berhati-hati


"Untuk apa menundanya?" tanya Varel balik. Diam


"Jangan bilang kau mau mencoba kabur lagi dariku?". Diam


"Hei jawab" bentak Varel yang membuat Vania maupun Yeontan terkejut


"Sayang, kau terkejut ya Mommy juga" ucap Vania mencium Yeontan dan mengelusnya membuat Varel mengerutkan kening


"Sayang bukan begitu, aku bahkan tidak pernah berpikir untuk kabur darimu, kemana aku kabur? Bahkan ke ujung dunia pun kau dengan mudah mengetahuinya. Alasan ku ingin menunda nya karena aku sama sekali belum memikirkan tentang kehamilan ku" jawab Vania menjelaskan


"Apa lagi yang kau pikirkan? Kau wajar hamil karena kau mempunyai suami, untuk pengeluaran kekayaan ku bahkan bisa menghidupi tujuh turunan kita, untuk pengasuh aku bisa mempekerjakan berpuluh-puluh jika kau mau. Lalu apa yang membuatmu harus memikirkannya lagi?" tanya Varel mengerutkan kening

__ADS_1


Mantan kekasihmu!! Itu yang membuatku ragu hamil anakmu.-Vania


"Berikan aku waktu untuk memikirkannya" lirih Vania pelan.


*****


Rumah Keluarga Fernandez


"Selamat sore, Tuan Muda dan Nona Muda" ucap Pak San menundukkan kepala


"Pak San ini anak anjing istriku namanya bekantan, rawatlah" ucap Varel kepada Pak San yang menyambut kepulangan mereka


"Tidak, Pak San jangan merawatnya biarkan saya saja, dan namanya Yeontan bukan bekantan" ucap Vania cepat


"Ya itulah maksudku" jawab Varel santai


"Sayang, aku akan memberinya makan" ucap Vania kepada Varel


"Sayang kau lapar ya? Ayo sini makan sama Mommy" ucap Vania mencium gemas Yeontan membuat Pak San mengerutkan keningnya


"Jangankan kau Pak San, aku yang suaminya saja dibuatnya heran" ucap Varel terkekeh.


*****


Kamar Utama


"Hei mengapa kau membawanya kesini?" bentak Varel saat Yeontan berlari dan menjilat kakinya


"Sayang, dia senang bersamamu" ucap Vania tersenyum


"Jauhkan dia dariku" ucap Varel kesal


"Kau bilang apa tadi?" bentak Varel


"Kau tampan, Sayang" jawab Vania cengengesan


"Huh kau kira aku tuli" ketus Varel lalu berjalan mendekati Vania


"Sa-sayang kau mau apa?" tanya Vania gugup


"Kau berani ya sekarang menyebut ku jahat" bisik Varel mencium singkat telinga Vania lalu turun mencium leher dan meninggalkan stempel kepemilikannya di sana


"Sa-sayang, aku belum mandi" ucap Vania gugup dan berusaha menghentikan aktivitas suaminya


"Aku tidak bertanya, aku hanya ingin mencium mu" jawab Varel santai lalu berjalan menuju kamar mandi


Sial aku mengira ia akan melakukan itu, oh otak mengapa kau mesum sekali.-Vania


*****


Tok tok tok


"Sebentar" ucap Vania lalu berjalan mendekati pintu dan membukanya


"Nyonya Besar meminta saya untuk memanggil Tuan Muda dan Nona Muda untuk makan malam" ucap Pak San menundukkan kepala


"Baiklah Pak San, kami akan turun sebentar lagi" jawab Vania tersenyum sopan

__ADS_1


Lalu Pak San pun pamit kembali ke dapur setelah melihat majikannya yang sibuk sendiri, Varel yang berkutik dengan laptopnya sedangkan Vania yang sangat bahagia bermain bersama Yeontan membuat Pak San mengerutkan keningnya


Nona Muda sangatlah unik.-Pak San


*****


Meja Makan


"Kak Vania, apa kak Vania sudah membeli anak anjing nya?" tanya Vandi saat mereka sedang menyantap makan malam


"Sudah, dia imut sekali namanya Yeontan" ucap Vania bersemangat menceritakan anak anjingnya


"Yeontan bukannya nama anjing V BTS?" tanya Vandi yang membuat Varel, Mama Melinda bahkan Vania mengerutkan kening


"Kau mengenal orang itu?" tanya Varel


"Iya, Sandra sangat menyukai boyband itu dan hampir setiap hari ia menceritakannya kepadaku, katanya dia sangat menyukai Jin BTS" jawab Vandi menjelaskan


"Boyband?" ulang Mama Melinda


"Iya Ma, boyband asal korea" jawab Vandi cengengesan


"Begitu ya, oh iya Sayang apa malam ini Yeontan tidur bersamamu?" tanya Mama Melinda tersenyum


"Tidak" jawab Varel cepat


"Jika Varel tidak mengijinkannya, kau boleh tidur bersama Mama atau di kamar tamu" usul Mama Melinda yang membuat Varel semakin frustasi


"Mama" ketus Varel


"Tidak Ma, Yeontan tidur di kandangnya saja" jawab Vania tersenyum


"Kak Varel frustasi sekali ya, Ma" ejek Vandi


"Sayang, kau tidur bersama Mama saja" lagi-lagi Mama Melinda menggoda anak pertamanya


"Ma, malam ini sepertinya hujan deras, masa iya Mama ingin menyuruhku tidur sendirian?" ketus Varel yang membuat Mama Melinda, Vania, Vandi, bahkan Pak San yang berdiri di sudut ruangan pun tertawa mendengarnya


"Hei Pak San, mengapa kau ikut tertawa?" ketus Varel kesal


"Maaf, Tuan Muda" ucap Pak San menundukkan kepala


"Huh sudahlah" ucap Varel kesal


"Bagaimana kami semua tidak tertawa? Kau sangat manja sekali setelah menikah, bahkan tidur sendiri pun kau sangat frustasi, mengatakan malam ini akan hujan deras sebagai alasanmu padahal kau ingin selalu dekat dengan istrimu dan tidur memeluknya" ucap Mama Melinda disela-sela gelak tawa mereka.


Semoga saja kak Varel serius menjalin hubungannya dengan kak Vania.-Vandi


**


Nak, semoga kehadiran Vania bisa membantu mu mencari dirimu yang sesungguhnya.-Mama Melinda


**


Tuan Muda semoga anda selalu berbahagia bersama Nona Muda.-Pak San


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2