
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Mommy ngapain dekat-dekat Daddy?"
"Sayang jangan marah dong sama Daddy, Daddy tidak salah loh"
"Tapi Daddy bikin Mommy nangis"
"Daddy sudah minta maaf kok, jadi Lista harus maafin Daddy juga ya"
"Tapi Daddy jahat Mom"
"Nanti Daddy belikan ice cream ya?"
"Lista udah beli banyak ice cream tadi"
"Istana Barbie?"
"No"
"Sepeda?"
"Lista udah punya"
"Liburan ke pantai?"
"Tidak"
"Apapun yang Lista mau Daddy turuti deh"
"Apapun? Daddy jangan bikin Mommy sedih lagi. Udah itu aja"
"Daddy janji. Jadi sekarang Daddy dimaafin?"
"Tergantung sikap Daddy"
jawab Lista santai lalu membaringkan kepalanya dipangkuan Vania
"Dewasa sebelum umur"
ucap Varel menggelengkan kepala sedangkan Vania hanya tersenyum kecil seraya mengelus pucuk kepala Lista.
*****
"Kau masih tidak mempercayaiku?"
tanya Varel seraya memeluk Vania dari belakang saat sang istri sedang duduk di depan meja rias
"Sayang tidurlah"
ucap Vania tersenyum lalu berdiri diikuti Varel yang mau tidak mau berdiri juga
Setelah keluar dari kamar mandi, Vania membaringkan tubuhnya membelakangi Varel yang sedang sibuk dengan laptop
Astaga kamar ini menjadi seram sekali. Aku lebih suka saat dia mengoceh daripada diam seperti ini.-Varel
"Hei"
Tidak ada jawaban
"Kau sudah tidur?"
Lagi-lagi tak ada jawaban yang keluar dari mulut Vania
Varel pun mematikan laptopnya dan meletakkannya di atas meja lalu berbaring dan memeluk Vania dari belakang
Mengapa kau masih mendiami ku padahal kau tau itu hanya salah paham? Huh dasar wanita susah untuk dimengerti.-Varel
*****
Sekitar pukul 10:00 WIB, Vania pergi menuju TK Mentari untuk menjemput kedua anaknya karena hari ini dia tidak ada kelas
"Mommy"
teriak Lista senang karena melihat Vania yang sedang menunggunya
"Hei sayang, ini siapa?"
"Ini Echy teman Lista, Mom"
"Oh ya? Echy kenalkan tante Mommy nya Lista dan Varo"
"Mom boleh tidak jika kita mengantar Echy pulang?"
"Biasanya Echy dijemput siapa?"
"Echy biasanya dijemput Ibu Aini tetangga Echy tapi tadi pagi Ibu Aini sedang sakit, jadi Echy tunggu kak Nike dulu buat jemput Echy"
"Nanti tante antar ya"
__ADS_1
"Tapi kata kak Nike Echy tidak boleh pulang sama orang asing"
"Echy, Mommy aku baik kok"
"Begini saja kalau Echy ragu, tante akan antar Echy ke sekolah kak Nike biar kak Nike tau kalau Echy ada sama tante. Echy tau kan dimana sekolahnya kak Nike?"
"Tau tante"
"Yasudah kita ke sekolah kak Nike ya"
Setelah meminta ijin dengan kepala sekolah, akhirnya Vania membawa Echy menuju sekolah kakaknya
Namun ditengah jalan Echy mengatakan agar Vania menghentikan mobilnya tepat di taman
"Kenapa sayang?"
"Itu ada kak Nike di taman tante"
"Oh ya? Yasudah kita ke sana ya"
Vania pun mengajak mereka ke taman dengan Echy yang langsung berlari mendekati seorang gadis mungil yang sedang menunduk
"Kak Nike"
teriak Echy yang membuat Nike terkejut seraya menyembunyikan sebuah amplop di tasnya
"Echy? Kenapa kau disini?"
"Aku yang mengajaknya pulang bersama, kenalkan aku Mama nya Lista"
"Nike, Nona"
Mereka pun berjabat tangan.
"Varo ajak dede dan Echy beli ice cream ya nanti ditemani Bi Ijah"
"Siap Mom"
Ketiga anak kecil tersebut pergi menuju kedai ice cream dengan Bi Ijah yang menemani meninggalkan Vania bersama Nike di sebuah bangku taman
"Kenapa kau disini? Bukannya masih jam sekolah?"
"Ti-tidak ada apa-apa Nona"
"Amplop apa yang kau sembunyikan tadi?"
"I-itu bukan apa-apa"
ucap Vania mengelus pucuk kepala Nike membuat gadis mungil itu meneteskan air mata
"Sa-saya tidak bisa membayar uang sekolah yang menunggak selama 3 bulan Nona, jika dalam 3 hari saya tidak bisa membayar maka saya tidak bisa mengikuti ulangan semester dan tidak naik kelas"
lirih Nike pelan
"Ya Tuhan kejam sekali, apa kau bekerja?"
"Iya Nona, saya bekerja paruh waktu disebuah cafe kecil. Saat ini cafe tersebut sepi jadi gaji saya tidak bisa saya tabung untuk uang sekolah terlebih saya harus menghidupi adik saya dan membayar uang sekolahnya.
Dulu saya pernah mengikuti lomba cerdas cermat dan menang, hadiahnya saya gunakan untuk membayar uang sekolah saya dan adik saya"
"Kau tinggal hanya dengan Echy?"
"Iya Nona kami mengontrak di salah satu kontrakan kecil"
"Ayo ikut aku"
"Kemana Nona?"
"Kita akan membayar uang sekolahmu"
"Tidak Nona, itu tidak perlu, saya akan berhenti sekolah saja agar bisa bekerja untuk membiayai hidup dan sekolah Echy"
"Hei kau pintar, jangan sia-siakan kepintaran mu.
Ayo, aku akan membayar uang sekolahmu agar kau bisa bersekolah lagi"
"Tap-"
"Aku tidak ingin ada penolakan"
Hahaha apa aku sudah seperti Varel yang ucapannya tidak bisa dibantah?-Vania
Mau tidak mau Nike mengikuti Vania yang berjalan mendekati anak-anak untuk berpamitan
"Bi Ijah sebentar lagi Pak Adi akan menjemput, bawa anak-anak pulang langsung ya.
Saya ada urusan bersama Nike"
"Baik Nona Muda, oh iya Nona ini uang Nona Muda terlalu banyak"
"Ambil saja untuk anak-anak jika ada yang ingin beli camilan. Sisanya untuk Bi Ijah saja"
Setelah berpamitan, Vania mengajak Nike menuju mobil yang akan melaju ke sekolah Nike.
__ADS_1
*****
"Maaf, ada perlu apa ya?"
tanya kepala sekolah saat melihat Vania dan Nike mendatangi ruangannya
"Pak, saya ingin melunasi uang sekolah Nike"
"Dengan ibu siapa?"
"Vania, Pak"
"Ibu siapanya Nike?"
"Saya keluarganya. Apa bisa dibayar menggunakan kartu, Pak?"
"Oh boleh boleh Bu"
Vania pun membuka dompetnya ingin mengeluarkan kartu atm pribadinya tapi ternyata kartu atmnya tertinggal, terpaksa ia menggunakan kartu atm yang diberikan Varel untuknya
Pakai ini saja dulu nanti ku ganti.-Vania
Setelah selesai Vania dan Nike pun berpamitan.
*****
"Nona terima kasih banyak, saya beruntung sekali bertemu Nona yang sangat baik kepada orang asing"
"Tidak masalah Nike"
"Saya tidak bisa membalas kebaikan Nona"
"Nike tinggallah bersama kami, aku akan membiayai sekolahmu dan Echy hingga sarjana"
"Saya tidak pantas menerima semua kebaikan Nona"
"Hei jangan seperti itu, ayolah tinggal bersama kami"
"Tap-"
"Jika tidak kau bekerjalah denganku"
"Mau Nona saya mau bekerja dengan anda"
"Kau hanya perlu menemani anak-anak bermain saja saat di rumah. Saat kau ingin belajar, belajarlah dan anggap saja aku membayar uang sekolahmu dan Echy adalah hasil dari gaji mu"
"Tapi Nona pekerjaan saya tidak sebanding dengan gaji. Apa boleh saya membantu membersihkan rumah Nona?"
Hei aku bahkan tidak tau berapa jumlah pelayan di rumah. Jangankan kau ingin membantu, untuk urusan memasak saja orangnya lebih dari lima.-Vania
"Terserahlah jika kau mau, tapi tugas utama mu hanya menemani anak-anak.
Sekarang kita ke kontrakan mu untuk mengambil barang-barang mu"
Mereka pun melajukan mobilnya menuju kontrakan kecil Nike.
*****
Baru saja Vania keluar dari mobil, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk
"Varel?"
gumam Vania
Huh baru saja aku akan menelfon nya.-Vania
"Halo?"
"Kau dimana?"
"Aku sedang diluar"
"Untuk apa kamu ke SMA?"
Oh iya aku lupa, pemberitahuan kartu kan terkirim ke dia.-Vania
"Sayang aku membayar uang sekolah Nike, kakaknya Echy. Nanti saja aku ceritakan ya"
"Lalu sekarang kau dimana?"
"Sedang di kontrakan Nike sayang, dia mau tinggal bersama kita. Aku sedang membantunya mengemasi barang-barang"
"Yasudah"
Tut tut tuuttttt....
Huh selalu saja menutup telfon semaunya. Aku belum selesai bicara Tuan Muda!!!-Vania
*
*
*
__ADS_1