Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Girls Time


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Beberapa menit yang lalu sebelum Vania dan Varel mengikuti sekretaris Dim ke ruangan Anna


Ruangan Presdir


Setelah sekretaris Dim keluar dari ruangan Varel, Vania yang tingkat kekepoannya sangat tinggi pun langsung berlari kecil menuju meja kerja Varel untuk melihat cctv yang tersambung di iPad


"Sayang, hati-hati"


tegur Varel yang membuat Vania terkekeh pelan


"Kau ingin melihat Dimas lagi?"


tanya sang suami yang tiba-tiba sudah ada di dekat Vania


"Aku yakin jika sekretaris Dim sedang menuju ke ruangan Anna dan ingin menyatakan perasaannya"


"Kenapa kau berpikir begitu?"


"Apa kau ingin taruhan?"


"Ceh"


desis Varel terkekeh pelan


"Aku serius, jika aku benar maka aku langsung pergi girls time bersama yang lain tanpa mu"


"Tidak-"


"Dan jika kamu yang benar maka aku akan pergi kemana-mana bersamamu dan menuruti semua perintah mu"


"Sayang, aku tidak mengizinkanmu pergi sendiri karena kau sedang hamil besar"


ucap Varel yang memberikan pengertian pada Vania


"Ya, aku sangat tau itu. Tapi aku juga butuh waktu bersama sahabat-sahabatku, Sayang. Ayolah, izinkan aku sekali ini saja dan mungkin aku hanya akan bersama Ale mendatangi apartemen Clara"


"Kenapa hanya bertiga?"


"Elin sedang ke luar kota mengantar dokter Hendra yang mendatangi pertemuan antar dokter dan Sandra sangat sibuk di rumah sakit"


"Baiklah aku setuju dengan taruhan mu"


ucap Varel yang membuat Vania sangat senang lalu tatapan mereka beralih ke cctv yang memperlihatkan sekretaris Dim sudah berada di ruangan Anna


"Dan aku menang"


ucap Vania bahagia membuat Varel menghela nafas berat


"Kau sudah setuju, bukan?"


"Iya, Sayang. Pergilah bersama Ziva"


"Aku akan menelpon Dika"


"Ziva, Sayang. Telpon Ziva"


ucap Varel penuh penekanan membuat Vania tergelak seketika


Bagaimana tidak? Varel benar-benar tidak mengizinkan Vania menyimpan nomor pria lain selain dirinya, Papa Lyno, Daniel, Vandi, dan Sebastian


Bahkan nomor karyawan pria tempat Vania bekerja pun tidak disimpan karena itu permintaan Varel dan Vania hanya bisa menuruti semua ucapan Tuan Muda itu


"Tentu, Sayang. Maksudku aku akan menelpon Ziva"


ucap Vania disela-sela gelak tawanya.


*****


Setelah kembali dari ruangan Anna dan menggoda sekretaris Dim juga Anna, Vania pun pamit kepada Varel karena Dika dan Ziva sudah menunggunya


Dan dengan berat hati Varel melepaskan istrinya namun tetap dengan penjagaan yang ketat. Sebenarnya Varel sangat ingin menemani istrinya kemana pun, tapi dirinya sedang memiliki setumpuk pekerjaan yang terdapat beberapa kesalahan pengeluaran laporan hingga membuat Varel mungkin akan lembur di kantor saat ini


Didalam Mobil


Saat ini Vania sedang berada di perjalanan menuju butik sahabatnya setelah tadi ia sudah menelpon Alea dan mengatakan bahwa dirinya akan kesana bahkan mengajak Alea mendatangi apartemen Clara


"Aku akan mengabari Clara dulu"


gumam Vania pelan lalu melakukan panggilan suara dengan Clara


"Halo?"

__ADS_1


"Ra, kau dimana?"


"Di apartemen, Van"


"Bagaimana keadaan Raja?"


Seperti yang diketahui Vania bahwa hari ini Clara meminta izin tidak masuk bekerja karena Raja tiba-tiba demam hingga membuatnya harus merawat Raja di apartemen


Vania hanya mengetahui bahwa Raja adalah anak dari Clara dan Reza namun Clara masih belum punya kesempatan untuk menceritakan semuanya pada Vania dan sepertinya sekarang tingkat kekepoan Vania bertambah hingga dirinya harus meminta Clara untuk bercerita


"Sudah baikan Van dan sekarang sedang tidur bersama Kak Reza di kamar"


"Waktu yang tepat untuk kau menceritakannya"


"Ceh, kau kemari?"


"Ya, bersama Alea"


"Anak-anak mu ikut?"


"Tidak, Ra. Aku dari kantor Varel"


"Oh ya? Jika mereka ikut, aku akan membuat puding"


"Tidak perlu repot-repot"


ucap Vania yang membuat Clara terkekeh pelan


"Baiklah. Sampai nanti"


panggilan pun terputus.


*****


Butik Alea


"Hai, Ale"


"Hei, Van. Cepat sekali kau datang"


"Hihihi, aku kan dibawa oleh pembalap"


ucap Vania yang membuat Ziva disebelahnya tersenyum tipis


"Apa hanya aku yang tidak memiliki pasangan disini?"


"Aku akan menjodohkan mu dengan Kak El"


"Hei, jangan macam-macam, Vania"


"Kenapa kau takut, Ale?"


"Wajahnya sangat angkuh dan aku sangat takut melihatnya"


bisik Alea yang membuat Vania tertawa lepas


"Bagaimana? Kau bilang Kak El angkuh? Ceh, kau tidak melihat persahabatan mereka saja. Yang sangat angkuh itu Varel dan Kak Bas"


"Tapi wajahnya sangat menyeramkan, Van"


"Hei, dia itu sangat tampan. Kau tidak melihatnya?"


"Ya ku akui dia memang tampan tapi tetap saja wajahnya terlihat sangat menyeramkan"


"Hahaha...Jodoh baru tau rasa"


"Ya Tuhan, tidak-tidak"


ucap Alea cepat seraya mengetuk kepalanya dan meja bergantian


"Kau ini. Ayo pergi sekarang"


ucap Vania terkekeh.


*****


Apartemen Clara


Clara menyambut keduanya dengan sangat baik bahkan dirinya harus menerima hadiah dari Vania dan Alea yang diberikan kepada Raja


"Aku ambilkan minum dulu"


"Jangan repot-repot, keluarkan saja semuanya"


ucap Alea yang membuat semuanya tertawa


Clara sudah cukup akrab dengan sahabat Vania karena mereka memang sering berkumpul di restoran Vania hingga membuat Clara mengenal baik Alea, Angeline, dan Casandra


Tak lama kemudian Clara kembali dengan membawa nampan yang berisi tiga gelas jus jeruk dan beberapa kue kering

__ADS_1


"Bagaimana kandungan mu?"


tanya Clara basa-basi


"Mungkin mereka akan keluar setelah pernikahan Tika"


ucap Vania yang membuat Alea tersedak karena saat itu Alea sedang meminum jus jeruk nya


"Apa? Tika ingin menikah?"


"Oh ya belum di publikasikan. Iya, Tika akan menikah dengan Kak Bas"


"Astaga, kau serius? Wah aku turut bahagia"


ucap Clara tersenyum


"Apa hanya aku yang akan menjadi perawan tua?"


gerutu Alea seraya memakan kue kering membuat Vania dan Clara tertawa seketika


"Oh ya, jelaskan sekarang Ra"


"Ceh, ibu hamil benar-benar sangat penasaran"


ucap Clara terkekeh pelan


Lalu Clara pun mulai menceritakan semuanya dari awal saat dirinya dan Reza melakukan hubungan terlarang dan tentang kelahiran Raja yang membuatnya harus banting tulang hingga kebohongan Reza yang pura-pura hilang ingatan agar Clara memberinya kesempatan


Tak ada yang Clara tutupi dari Vania dan Alea bahkan keduanya hampir tidak berkedip mendengar cerita Clara


"Lalu bagaimana sekarang?"


"Apa tanggapan kedua orang tuamu dan orang tua Reza?"


"Apa mereka menerima Raja?"


"Bisakah kalian berdua bergantian untuk bertanya? Aku hanya punya satu mulut untuk menjelaskannya"


ketus Clara yang membuat Vania dan Alea sadar bahwa mereka memberikan pertanyaan betubi-tubi bahkan sebelum Clara menjawabnya


"Sekarang keadaannya membaik dan Ayah Ibu memang sejak awal tidak membenci Kak Reza, jadi dengan mudah mereka menerima Kak Reza bahkan Ayah bangga dengan ide pura-pura hilang ingatan itu"


"Kau serius? Hahaha...Bagaimana bisa Ayah mu bangga dengan ide nya?"


"Entahlah, aku tidak mengerti dengan Ayah. Untuk Mama dan Papa Kak Reza juga menerima Raja dengan baik. Jadi tidak ada masalah apapun lagi"


"Kapan kalian akan merencanakan pernikahan?"


"Beberapa bulan kemudian setelah berita putusnya Kak Reza dengan kekasihnya mereda dan aku ingin memberikan Kak Reza sedikit hukuman"


ucap Clara terkekeh pelan


"Apa kalian sudah tinggal bersama?"


"Kau gila? Tentu saja tidak. Lewat dari pukul 10 malam Kak Reza masih disini saja akan dimarahi Papa nya"


Tiba-tiba pintu kamar Clara terbuka dan keluarlah Reza dengan gaya khas bangun tidur hingga tidak menyadari bahwa sedang ada Vania dan Alea di apartemen Clara


"Panjang umur, baru saja dibahas orangnya sudah keluar"


"Sayang"


teriak Reza dengan suara khas bangun tidur membuat Vania dan Alea menahan tawa sedangkan Clara hanya mendengus kesal


"Hai Kak Reza"


Mata Reza membulat seketika saat mendengar suara Vania dan tatapannya terpaku pada tiga perempuan yang sedang duduk di sofa dan menatapnya bahkan tatapan Clara sangat tajam


"Eum, kalian lanjutkan saja"


ucap Reza menggaruk tengkuknya lalu berlari masuk ke kamar


"Hahaha...Bagaimana bisa dia seperti anak kecil? Apa kau yakin itu Reza si playboy kampus?"


"Rasanya seru mengubah playboy menjadi bucin"


ucap Clara yang membuat Alea mendengus kesal


"Berhenti menceritakan kemesraan kalian padaku"


"Oh maaf, aku lupa jika ada jomblowati disini"


"Sial".


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2