Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Panik


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Saat sedang mengobrol dengan kedua pengantin, tanpa sadar Varo berjalan mendekati seorang anak kecil


“Abang Varo?”


“Lista?”


Deg


Vania benar-benar terkejut mendengar ucapan sang anak yang ternyata bertemu dengan Lista


“Abang kemana saja?” tanya Lista yang sudah menangis kencang membuat Varo langsung memeluknya


“Hei bodoh, kenapa kau menangis?” gerutu Varo kesal seraya mengelus punggung Lista


Dan semua itu disaksikan oleh Vania, ia benar-benar terkejut melihat kedatangan Lista yang tiba-tiba namun tak menutup kemungkinan bahwa Vania menangis terharu melihat kedua anaknya yang berpelukan dan saling menyalurkan rasa rindu masing-masing


Vania berbalik tanpa berani menatap mereka lebih lama karena rasa sakit yang ia rasakan.


Maaf, nak.-Vania


Vania diam, menahan air mata yang akan jatuh membasahi wajahnya, menatap Daniel yang juga mematung seolah meminta jawaban akan apa yang ia lakukan setelahnya


Tiba-tiba


“Mommy”


Vania sakit, hatinya benar-benar sakit mendengar Lista kembali memanggilnya setelah beberapa bulan meninggalkan putri kecilnya


“Apa Mommy tidak merindukan Lista?” tanya Lista dengan suara yang bergetar hebat membuat hati Vania benar-benar luluh dibuatnya


Dengan meruntuhkan segala keegoisannya, akhirnya Vania berbalik menatap Lista setelah ia menghapus air mata yang tiba-tiba saja mengalir membasahi wajahnya


“Kemari lah” ucap Vania tersenyum tipis


Lista yang melihat sang Mommy berbalik dan memintanya untuk mendekat pun langsung berlari memeluk kaki Vania dengan sangat erat


“Hei, jangan menangis cantik” ucap Vania yang berusaha menenangkan Lista


Varo yang melihat itu pun langsung ikut mendekat dan mengelus punggung Lista


“Mommy..Lista rindu Mommy..rindu abang juga” ucap Lista disela-sela isak tangisnya


“Hei, Sayang. Jangan menangis” ucap Vania lembut seraya menghapus air mata Lista


“Kau menjadi jelek jika menangis, make up mu akan hilang” ucap Varo menanggapi


“Lista tidak peduli, Lista rindu Mommy dan abang. Kenapa Mommy meninggalkan Lista?”


Vania hanya diam tanpa berani menjawab apa-apa dan hal itu disaksikan oleh Daniel yang masih belum beranjak dari sebelah Sebastian dan Tika


“Mengapa kau tidak menyapa keponakanmu?” tanya Sebastian pelan

__ADS_1


“Apa kau sudah melihat dia?” tanya Daniel dengan tatapan yang tak lepas dari Vania yang masih memeluk erat Lista dan Varo


“Tidak, aku bahkan baru saja melihat Lista disini. Mungkin Varel akan terlambat atau masih berbincang dengan orang lain didepan sana” ucap Sebastian jujur


“Bagaimana jika mereka bertemu?” tanya Daniel pelan


“El..”


Daniel menoleh seketika saat mendengar nada bicara Sebastian berubah


“Untuk kali ini, bisakah kau mempertemukan mereka?”


“Bas, kau tau-“


“Aku tau, aku benar-benar mengetahui bagaimana perasaanmu. Tapi, apakah kau pernah memikirkan anak-anak mereka yang harus berpisah tanpa tau alasan mengapa mereka dijauhkan?”


Daniel hanya diam menatap Sebastian tanpa tau harus berkata apa


“Izinkan mereka bertemu sekarang dan membicarakan semuanya. Jika kau tidak ingin meninggalkan Vania berdua dengan Varel, kau bisa bersama dengan Vania. Apapun yang akan diputuskan oleh adikmu, kau harus terima itu.


Aku memang tidak punya adik bahkan aku anak tunggal, tapi aku tau kau sudah melakukan tugasmu sebagai seorang kakak yang baik, El. Kau sudah menjaga adikmu dengan baik. Namun, sekarang adikmu sudah mempunyai keluarga sendiri, dan keputusan untuk masalah rumah tangga mereka ada ditangan Varel dan Vania” ucap Sebastian panjang lebar membuat Daniel menghela nafas berat


Aku tidak tau betapa egoisnya aku selama ini.-Daniel


Daniel melayangkan pandangannya menatap kearah Vania dan anak-anaknya


Apa yang kulakukan ini sudah benar?-Daniel


*****


“Sayang, maafkan Mommy jika Mommy meninggalkan Lista lagi”


“Mommy..Mommy mau pergi?” tanya Lista dengan mata yang berkaca-kaca


“Maaf, Sayang. Lista harus jadi anak yang pintar dan dengarkan semua nasihat Daddy ya”


Vania berdiri, berjalan mendekati Daniel meninggalkan Lista yang menatapnya


“Kak, ayo pulang” ucap Vania yang membuat Daniel bahkan Sebastian terkejut


“Pulang?”


“Iya, pulang kerumah”


“Van-“


“Ini pilihanku, kak Bas” ucap Vania tersenyum tipis


Senyum itu hanya senyum palsu untuknya menutupi kesedihan dalam hati kecilnya. Vania benar-benar tidak tau apakah semua itu sudah benar. Ia belum siap jika harus bertemu dengan Varel, terlebih saat melihat Lista yang terus menangis membuat hatinya sangat amat terluka


Saat sudah berpamitan dengan kedua mempelai, Vania berbalik


Deg


Matanya terkunci menatap mata elang yang juga sedang menatapnya


“Aw”


Varel berlari mendekat saat melihat Vania yang tiba-tiba memegang perutnya seraya mengeluh kesakitan

__ADS_1


“Sayang..Sayang, ada apa?” tanya Varel khawatir


Ya Tuhan, bahkan tatapan dan raut wajah itu masih sama.-Vania


“Apa bayi nya akan keluar? Varel, gendong dan bawakan ke rumah sakit” ucap Sebastian yang tak kalah khawatir


“Gendong istrimu dan bawa ke mobilku”


Daniel berlari keluar setelah memberikan perintah kepada Varel dan dengan segera Varel menggendong Vania dan membawanya keluar gedung. Sedangkan Varo dan Lista akan bersama Sebastian untuk segera menyusul setelah pesta berakhir


“Sayang..apa masih sakit?” tanya Varel dengan raut wajah khawatir


“Tidak, sekarang sudah tidak sakit” ucap Vania pelan


Tak lama kemudian, Varel sudah mendudukkan Vania di kursi penumpang namun ia malah keluar dari dalam mobil seraya menatap Vania dengan tatapan penuh arti


“Kau gila? Masuk cepat” gerutu Daniel dengan kesalnya


Varel terkejut mendengar ucapan Daniel yang memintanya untuk masuk ke dalam mobil juga. Ia kira Daniel tidak akan pernah mengijinkannya lagi untuk bersama Vania


Dengan cepat Varel masuk ke dalam mobil dan duduk disebelah Vania seraya meletakkan tangan Vania diatas punggung tangannya


“Kau bisa mencengkeram ku jika merasakan sakit lagi” ucap Varel pelan


Vania hanya diam, tanpa berani berbicara ataupun menatap mata elang yang terus menerus menatapnya dengan tatapan penuh khawatir. Hingga beberapa kemudian, ia merasakan tangan tersebut mengelus pelan perut buncitnya


“Hei, jangan menyakiti Mommy kalian. Aku tidak akan berbaik hati jika kalian menyakiti Mommy” gerutu Varel seraya mengelus pelan perut buncit Vania membuat sang istri tanpa sadar terkekeh pelan


“Mengapa kau tertawa seperti itu?” tanya Varel mengerutkan kening


“Ah, tidak” jawab Vania singkat seraya menahan senyum


“Hei, kalian. Dengarkan aku, awas saja jika kalian merepotkan Mommy. Aku akan menghukum kalian dengan tidak berbicara selama satu bulan”


Lucu sekali.-Vania


“Apa kalian tidak bisa keluar langsung tanpa menyakiti Mommy? Kalian ini, menyusahkan saja”


Plakk


Pukulan pelan mendarat di kepala Varel membuat dirinya dan Vania benar-benar terkejut


“Kau gila? Anak sendiri dikatakan menyusahkan” ketus Daniel dengan kesalnya


“Lagian, siapa suruh mereka menyakiti Mommy nya? Ingat pesanku, kalian akan kumasukkan dalam catatan hitam”


Astaga, bagaimana bisa ia begitu menggemaskan?-Vania


*


Benar-benar sudah tidak waras.-Daniel


*


Ya Tuhan, terima kasih. Sungguh aku sangat berterima kasih.-Varel


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2