
Author : Hai readers, Vania dan Varel balik lagi nih😍
Readers : Lama bet thor up nya😑
Author : Maaf banget ya author sibuk UAS sampai lupa up🥺
Readers : Sibuk mulu😏
Author : Jangan marah dong, mau kelanjutan Vania dan Varel gak?😏
Readers : Dih author baperan😝
Author : Oke kita lanjut aja ya. Semoga readers masih setia nungguin up novel ini. Salam sayang semuanya🥰😍
Readers : Gak usah banyak bacot deh thor, lanjutannya mana?🙄
Author : Sabar sayang❤️❤️❤️
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Ruang VIP no. 5
Tempat dimana Reza dirawat dan Clara yang masih setia menemaninya
"Istirahatlah sekarang kak"
"Kau ingin kabur dariku?"
tanya Reza menyelidik
"Astaga, aku tidak akan pergi sebelum tante kembali, jadi tenanglah aku tidak akan meninggalkan kak Reza sendirian disini"
"Sayang, bisakah kau disini saja dan jangan pulang?"
Tidak kak, aku tidak bisa meninggalkan Raja.-Clara
"Kak Reza, aku besok ada kelas pagi jadi setelah selesai aku janji akan kembali"
"Huh lama sekali, mengapa ka-"
Ucapan Reza terhenti karena ponsel Clara berdering menandakan sebuah panggilan masuk
"Aku angkat telfon sebentar"
ucap Clara yang hendak berdiri namun Reza menahannya agar duduk kembali
"Disini saja"
Akhirnya Clara pun duduk dan mengangkat panggilan dari Daffa
"Halo?"
"......................"
"Apa? Di rumah sakit mana?"
".............................."
"Lo berdua di mana sekarang?"
"................"
"Oke gue kesitu, kebetulan gue juga di rumah sakit Tuan Muda"
"........."
Panggilan pun terputus.
"Ehm kak Reza?"
"Kau ingin meninggalkanku?"
tanya Reza menatap Clara dengan kesal
"Bukan maksudku seperti itu, tapi sahabatku kecelakaan dan sedang dirawat di rumah sakit ini juga. Bisakah aku pergi melihat keadaannya?"
"Sahabatmu? Sahabatmu yang mana?"
"Cih kau melupakannya, dulu saja kau menggodanya tepat di depanku"
gumam Clara pelan namun masih terdengar oleh Reza
"Astaga sayang kau serius? Apa aku sebajingan itu?"
tanya Reza dengan raut wajah terkejut sedangkan Clara hanya diam seraya merutuki dirinya karena keceplosan berbicara
"Maaf, maafkan kekasihmu yang brengsek ini"
lirih Reza pelan seraya mencium punggung tangan Clara berkali-kali
"Kak, berhentilah aku hanya salah bicara"
"Tidak-tidak, berhenti berbohong kepadaku. Mulai sekarang katakan saja semuanya kekesalan mu, kecemburuanmu, kekecewaan mu terhadapku"
ucap Reza tegas
"Baiklah"
__ADS_1
jawab Clara malas.
*****
Ruang VVIP no.1
"Sayang, pergilah ke ruang keluarga disana ada Oma dan Opa, mereka sangat mencemaskan kalian"
"Benarkah Daddy? Astaga maafkan kami"
ucap Varo menundukkan kepala
"Kalian tau kan jalan menuju ruang keluarga?"
"Astaga Daddy, itu hanya beberapa langkah"
"Daddy hanya cemas siapa tau kalian akan kabur lagi"
ucap Varel terkekeh pelan
"Tidak Dad, kami janji tidak akan melakukannya lagi"
"Sudahlah sekarang pergilah ke ruang keluarga"
Varo dan Lista pun pergi menuju ruang keluarga dimana sudah ada Mama Melinda, Mama Kusuma, Papa Lyno, Daniel, Sebastian, Vandi, dan Casandra.
*****
Depan Ruangan VVIP no.1
"Ra? Lo kok bisa sama Reza?"
tanya Bimo terkejut saat melihat Clara sedang mendorong kursi roda Reza kearah dirinya dan Daffa
"Gue bisa jelaskan nanti"
ucap Clara pelan
"Sayang, mereka siapa?"
"WHAT??!! Sayang?"
ucap Bimo dan Daffa bersamaan
"Kenapa?"
tanya Reza mengerutkan kening
"Kak, mereka sahabatku ini Bimo dan ini Daffa"
ucap Clara memperkenalkan kedua sahabatnya
"Oh ya? Maaf aku tidak mengenali mereka"
"Kita masuk dulu, keadaan Vania yang utama sekarang"
ucap Clara dengan ketusnya seraya mendorong kursi roda Reza dan masuk kedalam dimana ada Varel dan sekretaris Dim yang sedang menunggu Vania
"Selamat siang Tuan Muda"
"Kemari lah jika kalian ingin melihat keadaannya"
ucap Varel pelan
Lalu mereka pun berjalan mendekati ranjang rumah sakit dimana Vania yang sedang tak sadarkan diri
"Bagaimana keadaan Vania Tuan?"
"Nona Muda dan kandungannya baik-baik saja, hanya menunggu Nona Muda sadarkan diri"
ucap sekretaris Dim sopan
"Tuan Muda, maafkan kami yang meninggalkan Vania sendirian di parkiran"
"Jangan salahkan diri kalian"
ucap Varel pelan namun tegas.
*****
Tak berapa lama pintu pun kembali terbuka dan masuklah Angeline, Alea, Casandra, dan Vandi
"Kak Varel, bagaimana keadaan Vania?"
"Hanya menunggu dia sadarkan diri"
"Reza? Lo kok bisa ada disini?"
tanya Alea terkejut saat melihat Reza yang duduk di kursi roda
"Kau siapa?"
tanya Reza mengerutkan kening
Alea pun berjalan mendekati Reza dan
Plakkkkk.....
"Dasar sepupu kurang ajar"
ketus Alea kesal
__ADS_1
"Maaf Nona, kak Reza sedang hilang ingatan karena kecelakaan"
ucap Clara pelan
"Astaga, lo serius? Reza amnesia?"
ucap Alea terkejut sedangkan Clara hanya mengangguk pelan
"Itu seriusan sepupu lo Ale?"
tanya Angeline mengerutkan kening
"Iya, Reza sepupu gue"
"Sepupu kok lo gak tau dia amnesia?"
"Ya kan kak Ale lagi sibuk kencan sama kak Hen makanya sepupu amnesia aja dia gak tau"
ucap Vandi dengan polosnya yang membuat semua orang tertawa sedangkan Alea berusaha untuk membela diri bahwa ia dan dokter Hendra tidak sedang berkencan.
*****
Ruang VVIP no.1
Sekitar pukul 19:00 WIB, Varel kembali ke ruangan istrinya untuk menemani Vania yang masih enggan untuk sadar
Sejak tadi Varel sibuk mendekorasi ruangan tersebut ditemani sekretaris Dim karena ia ingin memberikan kejutan ulang tahun jika sang istri sudah sadar
Ruangan Vania didekorasi dengan sangat simpel namun terlihat elegan ditambah begitu banyak bingkisan kado yang tersusun rapi di atas meja dekat sofa
Di ulang tahunnya yang ke-23 ini Vania kebanjiran banyak bingkisan kado dan ucapan selamat, walau pun ia sedang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit, tidak menjadi alasan bagi semua orang untuk tidak memberikan ucapan selamat kepadanya terlebih dirinya dikenal sebagai Putri Airlangga
"Sayang bangunlah, apa kau tidak ingin membuka hadiah yang begitu banyak ini?"
tanya Varel saat dirinya sudah duduk di kursi dekat ranjang rumah sakit seraya tangannya menggenggam erat tangan mungil sang istri yang sedang diinfus
"Hei mengapa kau sepanjang hari ini tidur sangat nyenyak? Apa kau ingin membalas dendam pada suami jahat mu ini?"
"Astaga sayang, kau benar-benar ya. Lihat saja nanti aku akan menghukum mu saat kau sudah bangun"
Lagi-lagi Varel hanya berbicara sendiri dengan tangan yang enggan untuk melepaskan genggaman dari sang istri.
*****
Kamar Anak
"Apa kau sudah memberikan bingkisannya?"
"Sudah abang, aku sudah menyimpannya di atas meja dimana sudah banyak berkumpul hadiah-hadiah"
"Mommy harus membuka bingkisan itu setelah bangun"
"Ya kau benar, hadiah itu harus dibuka paling pertama"
"Aku akan menelfon Daddy"
ucap Varo lalu mengambil iPad nya dan menelfon Varel
"Halo Dad?"
"Ada apa Son?"
"Bagaimana keadaan Mommy?"
"Mommy masih tidur dengan nyenyak"
"Dad, jika Mommy sudah bangun berikan bingkisan hadiah dariku dan Lista"
"Mommy akan membuka semua hadiahnya Son"
"Tapi Mommy harus membuka hadiah itu paling pertama"
"Apa yang kalian rencanakan?"
"Daddy akan melihatnya saat Mommy membuka hadiah itu nanti"
"Hasil karya tangan kalian?"
"Oh Dad, berhentilah menebak. Akan ku tutup panggilannya. Selamat tidur dan katakan juga untuk Mommy"
"Baiklah anak pintar. Selamat tidur"
Bisa terdengar bahwa Varel diseberang sana terkekeh mendengar suara Varo yang kesal karena Daddy nya selalu menebak isi hadiah yang diberikan mereka di ulang tahun Vania mau pun ulang tahun Mama Melinda saat itu.
*****
Kembali ke Ruang VVIP no.1
"Sayang, kau mendengarnya? Anak-anak meminta agar kau membuka bingkisan hadiah yang diberikan dahulu"
ucap Varel terkekeh pelan saat panggilan terputus
"Bagaimana bisa takdir mempermainkan perasaanku? Yang dulunya untuk menatapmu saja aku tidak mau namun sekarang aku selalu ingin menatap wajah cantikmu. Dulunya seorang gadis yang selalu memperhatikanku bahkan disaat aku membentaknya, memarahinya, dan bermain kasar sekarang menjadi seorang wanita yang sangat-sangat ku jaga, wanita yang benar-benar mengubah kehidupan dan kepribadianku selama ini
Terima kasih sayang untuk semuanya, untuk ketulusan hatimu, untuk kesabaran dan kebaikanmu, kau berhasil membuat seorang yang berhati dingin ini menaruh cinta yang begitu besar padamu, pada gadis kecil yang disayang semua orang"
ucap Varel yang mencurahkan semua isi hatinya selama ini.
*
*
__ADS_1
*