Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Masalah Baru


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Setelah selesai menemani Vandi mengobati luka lengan nya di ruangan dokter Hendra, baik Varel, Vandi, maupun dokter Hendra pun kembali ke depan ruang UGD untuk bersama-sama menunggu dokter Ryan keluar mengabarkan keadaan Vania


Baru saja rasanya mereka sampai, dokter Ryan pun juga keluar dari dalam ruang UGD membuat Varel berlari ke arahnya dengan harapan kabar yang baik


"Bagaimana keadaan istri dan calon bayi ku dok?"


"Dokter bagaimana keadaan Vania?"


"Kedua janin sangat kuat Tuan Muda sehingga mereka baik-baik saja dan untuk Nona Muda kami sudah memeriksa semaksimal mungkin dan hasil nya baik-baik saja hanya Nona Muda belum sadarkan diri"


"Kapan istri ku sadarkan diri?"


"Kemungkinan besar Nona Muda akan sadarkan diri besok pagi Tuan Muda. Nona Muda harus banyak beristirahat agar kembali pulih seperti biasanya. Kami akan memindahkan Nona Muda ke ruang rawat inap sekarang Tuan Muda"


"Lakukan yang terbaik dok"


"Tentu Tuan Airlangga"


Dokter Ryan pun permisi kembali ke dalam ruang UGD untuk menyiapkan segala hal terkait pemindahan Vania ke ruang rawat inap.


*****


Depan Ruang VVIP no. 1


"Nak, mengapa kau tidak masuk?"


tanya Mama Kusuma saat melihat Varel hanya duduk di depan ruangan Vania


"Varel ingin berbicara dengan Dimas sebentar Ma, Mama masuk saja dahulu nanti Varel menyusul"


"Baik lah kami masuk dahulu nak"


Mama Kusuma dan Papa Lyno pun masuk ke dalam ruangan Vania mendatangi Mama Melinda dan Daniel yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam


Di luar ruangan Vania hanya tersisa Varel, Sebastian, dan sekretaris Dim karena Vandi sudah berada di ruang keluarga di temani oleh Casandra yang datang setelah di telfon sekretaris Dim


"Ada yang perlu ku lakukan kak?"


"Pecat kedua pengawal yang ku perintahkan untuk menjaga Vania. Mereka benar-benar tidak becus bekerja"


"Ta-tapi kak, Dion dan Mike sudah memberikan keterangan sejujur-jujurnya dengan Dion yang terkunci di toilet dan Mike yang di ikat di pohon besar dekat gerbang kampus kak Vania"


"Sepertinya orang yang menabrak Vania benar-benar sudah merencanakan semuanya dengan matang Rel"


"Apa pun alasan mereka aku tidak perduli"


ucap Varel dingin yang membuat sekretaris Dim mau tidak mau menelfon Pak Alex untuk memecat kedua pengawalnya


"Dim, apa belum ada informasi dari anak buah ku?"


"Semua pengawal sedang melaksanakan perintah mu kak dan sampai sekarang aku belum mendapat informasi apa pun"


"Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berani berurusan dengan ku terlebih membahayakan istri dan kedua bayi ku"


"Apa kau tidak mencurigai orang dalam Rel?"


"Apa maksud mu Bas?"


"Bukan kah tidak ada orang luar yang mengetahui tentang kehamilan Vania?"


"Kau benar, tapi aku tidak bisa menyimpulkan semuanya tanpa bukti. Dim kerahkan anak buah ku dari geng mafia untuk menyelidiki kecelakaan ini dan untuk menjaga keluarga ku"


"Rel, kau masih menjadi kepala geng mafia itu? Geng mafia terbesar di Asia?"


tanya Sebastian dengan raut wajah terkejut sedangkan Varel hanya mengangguk pelan


"Astaga, apa kau gila? Bagaimana jika Vania mengetahui nya?"

__ADS_1


"Aku membuat geng mafia untuk melindungi orang-orang ku Bas dan kau tau hal itu"


"Tapi geng itu berbahaya Rel, kau mempunyai banyak musuh dan bagaimana jika orang-orang mu bersatu dengan musuh mu untuk menghancurkan mu?"


"Aku mempercayai mereka"


Tiba-tiba ponsel sekretaris Dim berdering menandakan sebuah panggilan masuk


"Ada apa Pak Adi?"


"Tu-tuan Dimas, Nona kecil dan Tuan kecil menghilang"


"APA??!! Bagaimana bisa Pak?"


"Pulang sekolah tadi Tuan kecil izin ke toilet lalu Nona kecil juga meminta izin kembali ke kelas karena ada sesuatu yang tertinggal namun sudah sepuluh menit mereka tidak kembali sehingga saya dan Bi Ijah menyadari bahwa mereka menghilang Tuan"


"Bagaimana dengan para pengawal yang biasanya menjaga?"


"Para pengawal juga sedang mencari Tuan kecil dan Nona kecil, Tuan"


"Baiklah Pak. Kabari jika ada informasi"


ucap sekretaris Dim lalu memutuskan panggilan


"Berita buruk Dim?"


tebak Varel lalu menatap sekretaris Dim


"Va-varo dan Lista menghilang kak"


"APA??!!"


"Astaga mengapa masalah datang bertubi-tubi? Bagaimana jika Vania sudah sadar dan anak-anak belum di temukan?"


"Perintahkan Pak Alex untuk mencari Varo dan Lista, Dim dan biarkan Bram menyelidiki kasus tabrak lari Vania"


ucap Sebastian memberi perintah yang membuat Varel menatapnya seraya mengerutkan kening


"Baiklah. Lakukan seperti yang dikatakan Bas, Dim"


"Baik kak"


"Setelah kau selesai masuk dan bergabung lah di dalam Dim"


ucap Varel lalu masuk ke dalam ruangan Vania di ikuti oleh Sebastian di belakangnya.


*****


Ruang VVIP no. 1


"Varel? Kemari lah nak"


ucap Mama Kusuma saat melihat Varel masuk ke dalam ruangan


Lalu Varel pun mendekati Mama Kusuma dan duduk di kursi yang ada di samping ranjang rumah sakit


"Apa ada masalah Rel?"


tanya Papa Lyno saat melihat Varel yang seakan tidak bersemangat dan menatap Vania dengan sendu


"Ma, sebaiknya Mama dan Mama Kusuma beristirahat di ruang keluarga"


Seakan mengerti bahwa Varel hanya ingin berbicara dengan para lelaki, akhirnya Mama Melinda dan Mama Kusuma pun pamit untuk beristirahat ke ruang keluarga bersamaan dengan sekretaris Dim yang masuk ke dalam ruangan


"Ada apa Rel?"


"Varo dan Lista menghilang Pa"


"Astaga, bagaimana bisa?"


"Sejak kapan Rel?"


"Varel juga tidak tau bagaimana bisa mereka menghilang, anak buah Varel sedang mencari keberadaan mereka Pa"

__ADS_1


"Apa kau perlu bantuan pengawal Papa nak?"


"Akan Varel minta jika pengawal Varel belum menemukan anak-anak"


"Astaga mengapa kita mengalami masalah lagi?"


"Apa ini ada hubungan nya dengan kecelakaan Vania?"


"Semoga saja tidak Pa. Varel bahkan belum mendapat laporan tentang penyelidikan kecelakaan itu dan sekarang kedua anak Varel menghilang dan tidak tau kemana"


"Tenangkan diri mu nak, dalang di balik semua ini akan senang jika melihat mu tidak bisa menahan diri karena itu yang ia inginkan"


"Apa kau mencurigai seseorang Rel?"


"Aku tau kau memikirkan seseorang yang sama dengan ku El"


ucap Sebastian tiba-tiba


"Dinda?"


gumam Varel pelan


"Bukan kah Dinda sudah diasingkan Dimas ke desa terpencil?"


"Kau tidak berpikir bahwa ini semua ulah Jashon?"


"Jashon? Bagaimana bisa? Dia sudah berada di penjara sejak lama"


"Jika dalang di balik semua ini adalah Jashon, kau pantau ponsel mu atau ponsel Dimas pasti kepala kepolisian akan menelfon tentang hilangnya Jashon"


"Jika tidak?"


"Berarti kau mempunyai musuh lain yang benar-benar membenci mu bahkan ingin menghancurkan mu"


Saat kelima lelaki tersebut sedang larut dalam pikiran mereka masing-masing, tiba-tiba


"Ada satu hal yang kita lewatkan"


ucap Daniel yang membuat semua orang menatapnya


"Apa? Katakan"


"Kita belum makan siang sejak tadi"


gumam Daniel pelan


"SHIT! Kau membuat kami takut Daniel"


ketus Sebastian kesal sedangkan Varel menatap Daniel dengan tajam


"Nak, kau bisa membuat Papa jantungan"


"Astaga, Daniel hanya bercanda Pa setidaknya mengisi keheningan tadi"


ucap Daniel terkekeh pelan sedangkan sekretaris Dim hanya tersenyum tipis


"Apa Papa tidak menyesal sudah membesarkan nya dan memberinya makan selama ini?"


"Benar om, jika aku yang jadi om akan menyesal punya anak seperti Daniel"


"Kau iri saja kan Bas denganku karena aku tidak dituntut menikah"


cibir Daniel yang membuat Sebastian menatapnya kesal


"Jangan membawa pernikahan El"


ketus Sebastian yang membuat semua orang terkekeh mendengarnya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2