Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Dinda Lagi.


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Mommy"


teriak Varo dan Lista saat melihat Vania sedang menunggu mereka di halaman sekolah


"Hai anak-anak Mommy"


ucap Vania lalu mencium satu per satu pucuk kepala anak-anaknya


"Mommy sudah pulang sekolah?"


"Sudah dong makanya Mommy kesini jemput anak Mommy"


"Mom kita ke kantor Daddy yuk"


ajak Lista yang membuat Vania terkejut


"Sayang, Daddy sedang sibuk kerja"


"Boleh Lista pinjam ponsel Mommy?"


Vania pun memberikan ponselnya tanpa menanyakan sesuatu kepada sang putrinya


Tiba-tiba


"Halo Daddy?"


".............."


"Tante siapa?"


"..............."


"Mom kok tante yang jawab?"


tanya Lista lalu memberikan ponselnya kepada Vania


"Halo?"


"Vania ya?"


Deg


Jantung Vania terasa hendak keluar.


Bagaimana tidak? Ternyata yang mengangkat telfonnya adalah Dinda


"I-ini benar ponsel Varel?"


"Oh iya Van ini ponsel Varel"


"Kalau boleh tau apa Varel bersama Nona Dinda?"


tanya Vania hati-hati


"Iya Varel sedang di kamar mandi"


Lagi-lagi jantung Vania terasa hendak keluar saat mendengar ucapan Dinda


"Oh begitu, Nona Dinda maaf jika saya mengganggu"


ucap Vania lalu memutuskan panggilan.


*****


"Apapun caranya aku akan mendapatkan Varel kembali. Tenanglah Vania, kita hanya akan bermain cantik"


ucap Dinda tersenyum penuh kemenangan.


*****


"Varo Lista nanti jangan kasih tau ke Daddy ya kalau ada tante yang angkat telfon"


"Kenapa Mom?"


"Varo dan Lista sayang Mommy kan? Turuti kata Mommy ya nak"


"Iya Mom"


"Sayang janji ya jangan tinggalin Mommy"


"Mommy kok ngomong gitu?"


"Apa karena tante tadi?"


"Tidak, Mommy hanya tidak ingin anak-anak Mommy pergi meninggalkan Mommy karena hanya Varo dan Lista harta yang paling berharga bagi Mommy"


lirih Vania pelan lalu memeluk kedua anaknya


Apa aku sebodoh itu hingga tidak menyadari hubungannya dengan Nona Dinda? Sadarlah Vania, kau dan Varel tidak akan pernah bisa bersatu.-Vania


"Mommy kenapa menangis?"


"Mommy tidak menangis sayang"


ucap Vania menghapus sisa air matanya


"Nona Muda kenapa?"


tanya Bi Ijah saat kembali ke parkiran

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bi, apa Bibi sudah ke toilet? Jika sudah kita akan kembali sekarang"


"Iya Nona Muda, maaf sudah membuat Nona Muda menunggu"


"Tidak masalah Bi"


Mereka pun menuju mobil dan Vania melajukan mobilnya


"Bi Ijah, ke supermarket dulu ya beli camilan anak-anak"


"Iya Nona Muda"


*****


"Mom Lista mau jelly banyak-banyak ya"


"Nanti ompong loh"


"Mommy, Lista kan suka gosok gigi"


"Ya udah ambil tapi jangan banyak, nanti Lista cari camilan yang lain lagi"


"Siap Mommy"


ucap Lista bersemangat.


*****


Tak terasa sore hari pun tiba dimana Varel baru saja pulang dari kantor mendapati anak dan istrinya sedang bermain di taman belakang


"Hello anak-anak Daddy"


ucap Varel namun Varo dan Lista tidak menanggapinya


"Mereka kenapa?"


tanya Varel heran saat Vania berjalan mendekatinya


"Aku juga tidak mengerti, apa kau ingin mandi?"


jawab Vania setelah mencium tangan Varel


"Iya aku sudah gerah sekali"


Gerah? Apa mereka? Sial, memikirkannya saja sudah membuat hatiku sakit.-Vania


Setelah berpamitan kepada kedua anaknya, Vania pun berjalan menuju kamar utama menyiapkan air untuk Varel mandi.


*****


Sepeninggalnya Vania, Varel berjalan dan duduk tepat ditengah-tengah anak-anaknya yang sedang bermain bersama hewan peliharaan mereka


"Hei anak Daddy kenapa?"


tanya Varel mengelus pucuk kepala Varo dan Lista


teriak Lista lalu berlari menuju kamarnya


Sedangkan Varo hanya diam seraya tangannya memindahkan kandang hewan peliharaan ke tempatnya semula lalu menjauh meninggalkan Varel yang heran dengan sikap mereka


"Apa yang salah?"


gumam Varel pelan.


*****


"Ada apa dengan anak-anak?"


"Mungkin Lista marah karena aku tidak mengijinkannya pergi ke kantormu.


Dia tadi ingin ke kantormu tapi aku melarangnya, aku takut kau sibuk bekerja"


ucap Vania menjelaskan namun selalu menghindar tatapan langsung dengan Varel


Dia bahkan tidak memanggilku sayang. Ada yang mereka sembunyikan dariku. Aku akan mencari tau.-Varel


"Aku akan menemui mereka untuk meminta maaf"


ucap Vania hendak keluar namun Varel menahannya


"Aku saja yang menjelaskan kepada mereka"


Varel pun berjalan keluar menuju kamar anak.


*****


Kamar Anak


"Lista sayang kenapa Lista marah sama Daddy?"


"Karena Daddy jahat"


ucap Lista yang berbaring membelakangi ayahnya


"Jahat?"


gumam Varel mengerutkan kening


"Daddy bikin Mommy nangis"


bentak Lista


Nangis? Kenapa lagi dengannya? Pantas saja tadi matanya sembab.-Varel


"Sayang bisa minta tolong jelaskan ke Daddy?"

__ADS_1


Lista pun menggeleng namun tetap membelakangi Varel


Tak lama masuklah Varo dan hendak menuju kamar mandi namun ucapan Varel menghentikan langkahnya


"Varo bisa bicara sebentar dengan Daddy?"


Tanpa menjawab, Varo pun berjalan mendekati Varel


"Nak, minta tolong jelaskan ke Daddy kenapa Varo dan Lista marah"


"Daddy bikin Mommy nangis"


jawab Varo menunduk


"Mommy kenapa menangis? Tolong jelaskan ke Daddy ya"


"Tadi dede mau pergi ke kantor Daddy tapi kata Mommy tadi Daddy sedang sibuk bekerja terus dede pinjam ponsel Mommy buat telfon Daddy, tiba-tiba kata dede ada tante yang angkat lalu dikasih ke Mommy.


Kalau Varo tidak salah mendengar Mommy tadi nyebut nama Nona Dinda sama yang angkat telfon Daddy"


Dinda? Apa lagi yang kau rencanakan?-Varel


"Varo percaya kalau Daddy bilang Daddy kehilangan ponsel dan Daddy tidak tau dede ada menelfon Daddy?"


"Daddy, ponselnya hilang?"


tanya Varo lalu menatap Varel


"Iya sayang, ponsel Daddy hilang saat di restoran tadi"


"Jadi tante itu yang nemu ponsel Daddy?"


"Daddy juga tidak tau. Yasudah Daddy ke kamar ya buat minta maaf ke Mommy karena Mommy salah paham"


"Iya Dad, maafkan Varo dan dede juga ya udah marah ke Daddy"


"Tidak masalah sayang"


ucap Varel lalu mendekati Lista yang ternyata tertidur


"Maafkan Daddy sayang"


Varel pun meninggalkan kamar anak dan menuju kamar utama.


Kamar Utama


"Apa kau tadi menelfon ku dan Dinda yang mengangkatnya?"


tanya Varel yang membuat Vania terkejut


Bagaimana bisa dia mengetahuinya? Oh aku lupa dia bisa mengetahui apapun.-Vania


"Kau percaya jika aku mengatakan bahwa ponselku hilang?"


Hilang? Kau ingin membodohi ku lagi? Aku sudah tidak percaya kepadamu. Aku jelas-jelas mendengar suara orang yang sedang mandi saat panggilan masih berlangsung.-Vania


"Diam mu ku anggap tidak percaya. Tunggu saja penjelasan dari Dimas karena aku yakin kau tidak akan percaya jika aku yang menjelaskannya"


Beberapa jam kemudian setelah makan malam, sekretaris Dim datang membawa ponsel baru untuk Varel dan ponsel yang sempat hilang tadi pagi


"Tuan-eh kak Varel aku sudah mendapatkan ponselnya"


"Dimana kau mendapatkannya Dim?"


"Di restoran tempat dimana kita bertemu klien tadi pagi. Padahal siang itu aku sudah mencari di sana namun tidak menemukannya. Tapi tiba-tiba manager restoran menelfon ku mengatakan bahwa ponsel ada di atas meja pelanggan"


"Kau sudah memeriksa cctv-nya?"


"Sudah kak. Silahkan dilihat"


ucap sekretaris Dim seraya memberikan ponselnya kepada Varel sedangkan Vania hanya diam mendengarkan


Dinda lagi. Aku mengerti sekarang, kau ingin membuat pernikahanku mengalami banyak masalah? Kau ingin hubunganku dan Vania berjauhan? Lalu setelah itu kami bercerai?


Baiklah aku ikuti permainanmu.-Varel


"Dim jelaskan padanya"


"Nona Muda-"


"Bukan jam kerja Dim"


ucap Varel dingin


"Kak Vania, tadi pagi kami bertemu klien di salah satu restoran, saat itu kak Varel kehilangan ponselnya. Dan dia baru mengetahui saat sudah kembali ke kantor.


Siangnya aku kembali ke restoran untuk mencari ponsel kak Varel tapi aku tidak menemukannya.


Setelah mengantarkan kak Varel tadi, tiba-tiba manager restoran menelfon ku mengatakan bahwa ada ponsel kak Varel di atas meja pelanggan. Setelah melihat cctv, ternyata Dinda yang menemukan ponsel kak Varel dan membawanya pergi, namun di sore hari ia kembali lagi ke restoran untuk menaruh ponsel kak Varel di atas meja"


ucap sekretaris Dim menjelaskan


Jadi? Aku salah paham?-Vania


"Maaf"


ucap Vania menunduk


"Pulanglah Dim"


Sekretaris Dim pun pulang setelah berpamitan.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2