
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
“Nak, Daddy merindukan Mommy mu..”
Deg
Lista benar-benar terkejut mendengar ucapan Varel yang tiba-tiba
Jadi, selama ini Daddy juga merindukan Mommy?-Lista
Tiba-tiba Lista merasakan tangannya ditenggam oleh Daddy nya membuat Lista diam-diam membuka mata menatap Varel yang terlihat menunduk
Daddy kembali menangis?-Lista
“Daddy”
Lista memberanikan diri untuk bersuara membuat Varel benar-benar terkejut
“Sayang?”
Varel memeluk sang anak dengan sangat erat membuat Lista bertanya-tanya mengapa Daddy nya memeluknya secara tiba-tiba seperti ini
“Lista merasakan apa? Apa ada yang sakit? Biarkan Daddy memanggil Om Hendra”
ucap Varel yang hendak berjalan untuk menekan tombol yang ada disamping ranjang namun Lista segera menahan tangannya
“Kenapa, Sayang?” tanya Varel khawatir
“Apa Lista boleh memeluk Daddy?” tanya Lista pelan
“Hei, tentu saja boleh. Sini peluk Daddy”
Varel segera mendekat dan memeluk kembali sang putri yang sungguh ia rindukan.
Varel merindukan pelukan hangat dari putrinya, Varel tau jika selama ini hubungannya dan Lista menjadi semakin asing dan semakin berjarak karena keegoisannya sendiri
Semuanya diam dengan pikiran masing-masing hingga terdengar isak tangis Lista yang membuat Varel semakin khawatir terhadapnya
“Sayang, hei ada apa? Kenapa anak Daddy menangis?”
tanya Varel seraya mengangkat kepala Lista agar menatap manik mata putrinya
“Lista hanya ingin memeluk Daddy” ucap Lista menunduk
Varel segera memeluk sang anak yang isak tangisnya semakin lama semakin terdengar sangat perih di hati Varel
“Sayang, mengapa Lista menangis? Apa ada yang sakit?”
tanya Varel seraya mengelus-elus punggung Lista
“Dad..”
“Ya, Sayang. Daddy disini”
“Apa Daddy pernah merindukan atau sekedar memikirkan Mommy?” tanya Lista pelan
Deg
Jantung Varel berdetak sangat kencang setelah mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut putri kecilnya membuatnya semakin salah tingkah karena takut sang anak yang melihatnya tadi menangis
Apa Lista melihatku?-Varel
“Kenapa Lista tiba-tiba menanyakan Mommy?”
“Lista merindukannya” ucap Lista pelan
__ADS_1
Varel terdiam, ia tak tau harus menjawab dan merespon bagaimana sehingga suara Lista kembali terdengar
“Apa Mommy tidak ingin kembali bersama kita?”
“Nak, Daddy juga merindukan Mommy mu..”
*****
Saat ini, Vania sedang berada disebuah rumah sakit ditemani oleh Daniel dan Varo yang akan mengantarkannya untuk memeriksa kandungan karena kandungan Vania sekarang semakin membesar dan sekarang sudah jalan sembilan bulan sehingga membuat Daniel setiap harinya khawatir jika sang adik tiba-tiba melahirkan. Makanya hari ini Daniel mengajaknya untuk memeriksa kandungan di tempat yang tentunya tak bisa diketahui oleh Varel dan lainnya
“Kak El, jangan pucat seperti itu”
ucap Vania terkekeh pelan
Bagaimana tidak? Sejak dari rumah tadi Daniel selalu mengkhawatirkannya bahkan melarang Vania untuk melakukan hal yang berat. Benar-benar mirip dengan perlakuan Varel saat mengetahui bahwa Vania sedang hamil.
Ah, ia merindukan suaminya.
“Kak El, bagaimana menghadapi Vania jika mereka akan keluar nanti? Saat memeriksa kandungan saja Kak El sudah pucat”
Lagi-lagi Vania menggoda sang kakak hingga membuat Varo tertawa kencang sedangkan Daniel hanya menggaruk tengkuknya
“Apa yang Papa takutkan?” tanya Varo heran
“Memangnya kau tidak takut?” tanya Daniel balik
“Tidak, Mommy kan kuat”
jawab Varo enteng yang membuat Vania hanya tersenyum tipis.
*****
Setelah selesai memeriksa kandungan, Daniel mengajak mereka untuk makan malam diluar karena memang mereka jarang sekali jalan-jalan keluar rumah bersama seperti ini. Terlebih Daniel yang akhir-akhir ini sedang sibuk bekerja
“Varo mau makan apa?”
“Papa, Varo akan memakan semua makanan”
“Varo akan memberikannya kepada Papa”
“Astaga”
“Papa kan selalu menyukai makanan yang tidak enak menurut Varo”
“Padahal semuanya enak”
“Karena Kak El pemakan segalanya”
“Asalkan jangan memakan manusia ya, Pa”
“Kau kira Papa zombie?”
“Siapa tau saja, kan? Tidak lucu jika Papa tiba-tiba menggigit Varo dan Mommy”
“Hei, Papa akan menggigitmu saat kau tidur”
“Baiklah, Varo akan bergadang mala mini”
“Tidak, Papa yang akan bergadang”
“Tidak ada, semuanya harus tidur” ucap Vania yang membuat Daniel dan Varo menghela nafas berat
Padahal mereka hendak merencanakan untuk bergadang bersama karena akan bermain playstation, tapi Vania sudah tau terlebih dahulu rencana mereka.
*****
Malam ini, tiba-tiba Vania kembali ingin mengaktifkan ponselnya sehingga butuh beberapa saat hingga ponselnya aktif
Betapa terkejutnya ia melihat ada banyak panggilan yang ia tunggu-tunggu selama ini,
panggilan dari Varel, suaminya.
__ADS_1
Bukan hanya panggilan tapi ada beberapa pesan yang Varel kirimkan untuknya. Vania sangat ingin membuka pesan tersebut, namun ia tidak sanggup sehingga ia hanya menatap room chat itu tanpa berani untuk membuka pesan dari sang suami
“Mengapa ia tiba-tiba mengirimkan pesan pertama sejak beberapa bulan yang lalu?”
gumam vania bertanya-tanya
Saat sedang sibuk memikirkan kenapa dan apa yang membuat Varel tiba-tiba mengirimkan pesan padanya, ponsel Vania berdering menandakan sebuah pesan masuk dari Tika
Tika
[send a picture]
Mbak, ini undangan pernikahan Tika yang akan dilaksanakan minggu depan. Tika benar-benar berharap mbak Vania bisa menghadiri pernikahan Tika walaupun hanya sebentar. Mbak, Tika sudah hendak menjadi istri orang, Tika ingin berterima kasih banyak kepada mbak Vania yang selama ini sudah mempekerjakan Tika dan menganggap Tika seperti adik kandung mbak. Tika selalu berdoa semoga dimanapun mbak berada, mbak selalu diberikan kebahagiaan. Terima kasih, mbak.-Tika
Vania terdiam, membaca pesan yang Tika kirimkan hanya melalui notifikasi agar Tika tidak mengetahui bahwa ponselnya sedang aktif
Diam-diam Vania tersenyum tipis, pikirannya terbang pada saat kejadian dimana untuk pertama kalinya Tika menceritakan bahwa Sebastian mengajaknya untuk membangun rumah tangga. Ingatan itu juga kembali teringat pada saat dimana Vania yang selalu menggoda Sebastian yang tak sabar menikahi Tika
Tiba-tiba air mata mengalir pelan di wajah cantiknya, Vania merindukan semuanya. Ia rindu semuanya, ia rindu menggoda Sebastian dan Tika, ia rindu mendengar berbagai umpatan kesal Sebastian jika bercerita dengannya dan Varel, ia rindu suasana toko rotinya, ia rindu mendengar curhatan semua karyawannya, ia rindu mendengar perdebatan-perdebatan kecil antara karyawan-karyawan nya.
Vania rindu, rindu semuanya.
*****
Disinilah Vania berada, diluar gedung pernikahan Sebastian dan Tika bersama dengan Varo dan Daniel.
Jika ditanya kenapa Vania bisa hadir dan mendapat izin dari sang kakak, jawabannya adalah karena Varo. Saat Vania sedang meminta izin, Varo juga ikut memberikan pengertian kepada Daniel bahkan berjanji untuk mendatangi pesta tersebut sebentar saja, bersalaman dengan Sebastian dan Tika, lalu pergi tanpa meninggalkan jejak apapun. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Daniel menyetujui itu semua dengan syarat ia akan mendampingi mereka selama di pesta
Vania yang dibalut gaun berwarna navy sedang menggenggam tangan Varo yang juga memakai pakaian yang senada dengannya. Mereka berjalan beriringan dengan Daniel untuk memasuki pesta Sebastian dan Tika
Semoga saja tak terjadi apa-apa.-Vania
Ada begitu banyak orang yang hadir, rekan kerja Sebastian, teman-temannya, bahkan keluarganya yang dari luar negeri semuanya berkumpul untuk mengikuti acara pernikahn tersebut
Vania terdiam menatap sepasang pengantin yang sedang diliputi rasa bahagia, ia diam-diam mengucap syukur karena Tika sudah bertemu dengan jodohnya sehingga tanpa sadar mereka sudah sampai tepat dihadapan pasangan itu
“Mbak Vania?”
“Van? El?”
Kedua pengantin tersebut benar-benar terkejut melihat Vania, Daniel, dan Varo yang ada dihadapan mereka
“Mbak..”
Tika berjalan mendekati Vania dan memeluknya erat
“Tika selalu merindukan mbak”
“Hei, kenapa pengantin menangis?”
tanya Vania terkekeh pelan berusaha untuk menghapus air mata nya yang juga keluar
“Mbak kemana saja? Tika takut jika Tika tidak bisa melihat mbak Vania lagi”
“Ini mbak disini, mbak menepati janji, kan?”
ucap Vania tersenyum tipis
Saat sedang mengobrol dengan kedua pengantin, tanpa sadar Varo berjalan mendekati seorang anak kecil
“Abang Varo?”
“Lista?”
Deg.
*
*
*
__ADS_1