
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Siapa yang tidak mengenaliku? Dokter muda tampan yang menjabat sebagai kepala rumah sakit VA&F milik si Tuan Muda Varel Andreas Fernandez yang tak lain adalah sahabatku sendiri
Ya, aku adalah Hendrawan Kusuma yang biasanya sering dipanggil Hen atau dokter Hendra
Aku tinggal di apartemen sendirian karena kedua orang tuaku sudah pergi meninggalkanku dan aku hanya memiliki oma di dunia ini. Oma ku tidak ingin kembali ke Indonesia jika aku tidak menikah sekarang padahal umurku saja baru menginjak 24 tahun
Oma tinggal di rumah besar miliknya yang ada di Irlandia ditemani pengawal pribadinya bernama Ela dan beberapa pengawal pria dan pelayan yang melayani hari-hari Oma.
Aku sering mengajak Oma untuk tinggal bersamaku namun Oma menolak dengan alasan ia tidak ingin bersamaku jika aku belum menikah padahal aku mengerti bahwa berat bagi Oma untuk meninggalkan rumah besar itu rumah dimana cinta Opa dan Oma dirajut bahkan rumah dimana Opa menutup mata dipangkuan Oma
Jika kalian bertanya-tanya mengapa aku belum ingin menikah saat ini jawabannya adalah karena aku tidak percaya cinta, bahkan aku sangat membenci perempuan terkecuali Mama dan Oma.
Mengapa aku benci perempuan? Tentu saia hal itu karena mantan kekasihku yang membawa pengaruh besar untuk hidupku
Dulu, beberapa tahun yang lalu aku pernah mempunyai kekasih seorang calon dokter yang cantik dan pintar. Setiap hariku selalu diwarnai oleh kehadirannya, dia selalu menemaniku, menyemangati ku disaat aku ragu, dan selalu ada saat aku butuh kehadirannya. Namun, hari saat wisuda tiba dimana dia menggandeng seorang pria yang lebih tua dua tahun dariku lalu berjalan mendekatiku. Saat itu aku menyambutnya dengan hangat karena aku mengira bahwa pria itu adalah kakak kandungnya yang menetap di New York, namun perkiraan ku salah disaat dia memperkenalkan pria tersebut sebagai tunangannya
Tunangan? Dia telah bertunangan dengan pria lain saat hubunganku dengannya sudah berjalan selama empat tahun. Saat itu aku hancur, benar-benar hancur perempuan yang selama ini aku perjuangkan dan banggakan ternyata meninggalkanku dengan cara menyakitkan
Saat itu aku meminta waktu berbicara berdua dengannya dan tentu saja hal itu atas seizin dari pria yang menjadi tunangannya.
Aku bertanya apa alasannya untuk menerima pria tersebut dan pergi meninggalkanku yang sudah lama menjalin cinta bersamanya tentu saja alasannya semakin membuatku hancur.
Flashback On
"Mengapa kau menyakitiku?"
"Maaf"
"Apa alasanmu melakukannya? Jelaskan kepadaku Alesya"
bentak Hendra yang membuat tubuh Alesya bergetar hebat karena ini pertama kalinya ia melihat Hendra membentaknya
"Hen aku benar-benar minta maaf"
lirih Alesya pelan
"Jadi alasanmu apa?"
"A-aku-"
"Katakan padaku Alesya"
"Aku tidak ingin hidup miskin bersamamu. Kau tidak punya apa-apa setelah om dan tante meninggal"
Seakan tersambar petir tubuh Hendra melemas seketika saat mendengar penjelasan dari sang kekasih
"Maaf"
lirih Alesya lalu pergi meninggalkan Hendra yang menatapnya sendu
Hanya itu Les? Hanya itu alasanmu meninggalkanku?-Hendra
"Semua sudah berakhir"
gumam Hendra tersenyum gentir saat melihat Alesya merangkul tunangannya.
Flashback Off
Setelah kejadian itu Oma berusaha keras membujukku yang telah berubah menjadi orang yang pendiam bahkan Oma hampir setiap hari memperkenalkan cucu teman arisannya untuk menghiburku namun aku lagi-lagi menolak karena di hatiku masih terukir jelas nama Alesya Anastasya
Butuh waktu bertahun-tahun untukku menghapus perasaanku terhadapnya hingga sekarang aku mulai bangkit dari keterpurukan dan memulai kembali hidupku yang hanya diisi oleh pekerjaan dan Oma.
Tidak ada lagi cinta dan tidak ada lagi kencan. Hidupku benar-benar membosankan
Lihatlah seperti pagi ini lagi-lagi aku menjalani hidup yang membosankan, di pagi hari berangkat ke rumah sakit, jika tidak ada jadwal padat malam harinya aku kembali ke apartemen. Setiap hari aku selalu menjalani hari-hari yang membosankan
__ADS_1
Kadang dua kali dalam sebulan aku terbang ke Irlandia untuk hanya sekedar menjenguk Oma dan ziarah ke makam Opa. Hanya itu yang bisa aku lakukan saat aku berada di Irlandia
Pagi ini saat menuju ke rumah sakit aku berhenti di sebuah kedai untuk membeli cokelat panas namun kesialan menimpaku, aku bertemu seorang perempuan galak yang tiba-tiba menabrak ku dan tentu saja ia menumpahkan cokelat panas di kemejaku. Benar-benar sial
Flashback On
"Kau punya mata?"
ketus Hendra kesal seraya menatap seorang perempuan yang menunduk membersihkan tumpahan cokelat panas di kemejanya
"Duh sorry gue buru-buru"
"Apa kau tidak punya mata?"
"Gue udah minta maaf kok lo nyolot sih?"
Loh dia yang salah mengapa dia yang memarahiku?-Hendra
"Kemejaku basah dan aku harus berangkat ke rumah sakit sekarang"
"Duh gue benar-benar minta maaf ya"
pinta perempuan itu dengan wajah memelas
"Huh sudahlah"
ketus Hendra lalu pergi meninggalkan perempuan tersebut yang menatap kepergiaannya.
*****
Ruang Kepala Rumah Sakit
"Sial sial sial sial"
umpat Hendra yang berjalan bolak-balik seraya menggantikan kemejanya
Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk, lalu dengan malasnya ia mengangkat panggilan itu
"Kak Hen kau dimana?"
tanya Vandi diseberang sana
"Di rumah sakit"
"Kak aku ada di cafe seberang jalan rumah sakit, kemari lah kita sarapan bersama"
"Apa aku terlihat seperti orang kesepian hingga sarapan pun tidak?"
"Hahaha...Aku tau kak Hen selalu melewatkan sarapan pagi"
"Van apa kau menyukaiku?"
"Astaga kak Hen aku masih normal dan aku sudah memiliki Sandra"
"Jangan terlalu perhatian denganku karena nanti akan menimbulkan salah paham saat orang lain mendengarnya"
"Ya ya ya terserah kau saja kak. Cepat kemari aku tunggu"
ucap Vandi lalu memutuskan panggilan
Beberapa menit kemudian Hendra pun pergi menuju ke cafe dimana Vandi sudah menunggunya.
*****
"Apa aku disini hanya dijadikan obat nyamuk?"
ketus Hendra saat melihat Vandi dan Casandra sudah menunggunya
"Tentu saja tidak kak-"
Belum selesai Vandi berbicara tiba-tiba
__ADS_1
"Duh sorry gue telat tadi gue gak sengaja nabrak cowok ganteng tapi judes ba-"
"Lo?"
ucap Angeline terkejut saat melihat Hendra yang berbalik menghadapnya
"Kau?"
"Lo ngapain disini?"
ketus Angeline dengan wajah kesalnya
"Kau yang sedang apa disini?"
ucap Hendra tak kalah ketusnya
"STOPP!! Jangan bilang orang yang Elin tabrak itu kak Hen?"
tanya Vandi menghentikan perdebatan mereka
"Eh Van lo bilang mau kenalin ke gue dokter Hendra yang tampan, mana dia?"
tanya Angeline mengalihkan pembicaraan membuat Vandi dan Casandra menahan tawa karena Angeline dengan polosnya bertanya dihadapan Hendra, orang yang ia cari
"Itu dokter Hendra nya Elin"
ucap Casandra terkekeh membuat Angeline terkejut
"Apa? Dia? Ya kali ada kepala rumah sakit kaya dia"
cibir Angeline yang menatap Hendra tajam
"Duh penyakit bar-bar Elin udah keluar"
gumam Casandra pelan
Hendra yang mendengarnya hanya menampilkan wajah datar seraya mengeluarkan kartu namanya dan melemparnya pelan tepat dihadapan Angeline yang membuat perempuan itu terkejut bukan main
"Jadi dia yang mau kalian jodohin ke gue?"
tanya Angeline yang membuat Hendra membulatkan mata
"Apa? Van-"
"Bukan dijodohkan kak, hanya perkenalan"
ucap Vandi memotong ucapan Hendra seraya terkekeh
"Aku tidak mau berkenalan dengannya"
ketus Hendra
"Heh gue juga ogah"
"Dasar wanita bar-bar"
"Kau bilang apa? Dasar pria judes"
ucap Angeline tak mau kalah
"Bar-bar"
"Judes"
Lagi-lagi mereka memperdebatkan masalah kecil hingga membuat Vandi dan Casandra menggeleng kepala melihat tingkah mereka.
*
*
*
__ADS_1