
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Satu minggu telah berlalu dan semua orang kembali ke aktivitas masing-masing termasuk Vania yang masih dalam keadaan berduka
Hampir setiap hari disaat ada waktu luang, Vania menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Andri, makam seorang lelaki yang benar-benar berjuang untuknya hingga menyisakan rasa penyesalan dan bersalah dalam hati Vania
Seperti hari ini, Vania menyempatkan diri menuju ke makam keluarga Fernandez untuk berziarah ke makam Andri dan makam Papa mertuanya
Setelah beberapa menit berlalu dan sudah banyak Vania bercerita, akhirnya ia berencana menuju ke toko roti bersama dengan Dika dan Ziva yang selalu menemaninya
Didalam Mobil
"Dika, kita ke toko roti ya"
"Baik Nona Muda"
jawab Dika sopan
"Oh iya, jadi kapan rencana nya kalian akan menikah? Kenapa lama sekali?"
"Setelah penerus Fernandez lahir kami akan memikirkannya, Nona Muda"
jawab Ziva yang membuat Vania mendengus kesal
"Kenapa semua yang bekerja dengan Varel tidak ingin menikah sebelum anak kami lahir? Kalian berdua seperti sekretaris Dim saja bahkan kudengar Bram juga menunda pertunangannya dengan kekasihnya"
"Tuan Muda sangat berharga bagi kami, Nona. Begitu juga dengan Nona Muda dan penerus Fernandez yang ada di perut Nona Muda"
"Ya ya aku juga mendengar alasan itu. Apa Varel mengancam kalian agar tidak menikah dulu?"
"Tidak, tidak Nona Muda. Kami hanya ingin membuktikan pengabdian kami kepada Tuan Muda"
"Hem baiklah. Terima kasih sudah mengabdi kepada keluarga Fernandez dan tidak pernah mengkhianati kami"
ucap Vania tersenyum tipis.
*****
Bakery V&A
"Mba Vania"
"Iya Tik, ada apa?"
"Mba, boleh Tika bercerita?"
"Ke ruangan Mba yuk"
ajak Vania lalu Tika pun mengikutinya
Ruangan Vania
"Ada apa Tik? Sepertinya sangat penting"
tanya Vania seraya meletakkan tasnya di atas meja
"Tika dilamar Mba"
ucap Tika pelan namun terdengar jelas ditelinga Vania
"Apa? Kau serius?"
tanya Vania dengan raut wajah terkejut sedangkan Tika hanya mengangguk pelan
"Dilamar siapa Tika? Apa selama ini kau memiliki kekasih"
__ADS_1
"Tidak Mba, Tika tidak pernah berpacaran"
"Lalu? Siapa pria yang melamar mu?"
"Mas Sebastian"
"APA??!!"
Tentu saja Vania benar-benar histeris mendengarnya terlebih karena Vania tidak pernah melihat kedekatan antara Tika dan Sebastian dan tentunya karena Vania tau bagaimana kehidupan penerus Alexandre Group itu
"Tik, kau tidak salah orang kan? Kak Bas? Pemilik Alexandre Group melamar mu? Bagaimana bisa Tik?"
"Semuanya karena kesalahpahaman, Mba"
"Bisa kau ceritakan detailnya?"
Lalu Tika pun menceritakan semuanya sejak awal pertemuannya dengan Sebastian hingga awal datangnya kesalahpahaman
Flashback On
Setelah pertemuan pertama saat telah selesai pesta Varel, Sebastian mencari tau semua tentang Tika dan bisa dibilang bahwa Sebastian selalu mengikuti Tika kemanapun
Sebenarnya bisa saja Sebastian meminta pengawalnya untuk mencari tau semua tentang Tika, namun ia senang jika bisa bertemu langsung dengan gadis yang membuat perasaannya campur aduk
Hingga tiba dimana Sebastian memberanikan diri memunculkan wajahnya didepan Tika yang saat itu baru saja selesai bekerja
Sebastian mengajaknya makan malam yang langsung disetujui oleh gadis itu, malam itu mereka banyak berbagi cerita hingga Sebastian semakin tertarik dengan segala hal tentang Tika
Dua hari setelah makan malam mereka, kedua nya pun tampak semakin akrab hingga tiba dimana sore itu mereka sedang berjalan-jalan di taman, Sebastian mendapat telpon dari Mami yang mengatakan bahwa Mami nya berada di apartemen Sebastian. Tentu saja Sebastian gelagapan dan benar-benar tak habis pikir dengan Mami dan Papi nya yang secara tiba-tiba berada di Indonesia
Sebastian pun mengajak Tika ke apartemennya untuk menemui Mami dan Papi nya lalu setelah itu ia akan mengantar Tika pulang karena dari taman menuju apartemen Sebastian memang tidak jauh
Disinilah awal kesalahpahaman terjadi dimana saat mereka sampai di apartemen, Mami Sebastian mengira bahwa gadis yang dibawa anaknya itu adalah calon menantunya hingga Papi Sebastian juga salah paham akan hal itu
Sebastian dan Tika memang sudah menyangkal bahwa mereka memang tidak memiliki hubungan, tapi Mami Sebastian tidak percaya bahkan mereka berencana secepatnya akan melamar Tika
Malam itu setelah mengantar Tika pulang, Sebastian kembali ke apartemen dengan ditunggu oleh kedua orang tuanya dan disinilah Sebastian berada di meja makan karena dirinya ingin menjelaskan semua kepada Mami dan Papinya
Namun Mami dan Papi Sebastian tetap kekeh dan mengatakan bahwa mereka akan menerima Tika menjadi menantu mereka
"Mami tidak perduli dengan latar belakangnya, yang Mami perdulikan saat ini adalah tatapan cinta yang bisa Mami lihat saat kau menatapnya"
"Ya, Papi juga setuju karena ini pertama kalinya Papi melihat jagoan Papi benar-benar mencintai seorang wanita"
"Mi, Pi, Bas saja belum mengerti dengan perasaan Bas"
"Kau sudah tua dan jangan memikirkan pacaran. Mami harap kau akan melamarnya besok"
"Ini terlalu cepat, Mi"
"Lebih baik cepat daripada kau kehilangannya"
Akhirnya malam itu Sebastian memantapkan hati untuk melamar Tika besok dengan segala nasihat yang diberikan oleh kedua orang tuanya.
Flashback Off
"Wow, Kak Bas luar biasa"
"Mba, Tika belum yakin dengan perasaan Tika"
"Tapi Kak Bas sudah menceritakan masa lalu nya untukmu dan kau menerima baik dan buruk masa lalunya, bukan?"
tanya Vania yang membuat Tika mengangguk pelan
"Aku mengerti perasaanmu dan aku rasa Kak Bas akan berubah saat bertemu dengan gadis yang tulus mencintainya seperti mu"
"Tapi bagai-"
"Tika, Kak Bas mencintaimu dengan segala kekuranganmu dan lihat Mami dan Papi nya juga menerima mu, kan? Mereka tidak mempermasalahkan status sosial yang berbeda karena aku tau Mami dan Papi Kak Bas orang yang baik"
__ADS_1
"Terima kasih nasihatnya, Mba"
"Jika Kak Bas menyakitimu, katakan padaku maka aku akan meminta anak buah Varel untuk membuatnya masuk rumah sakit"
ucap Vania yang membuat Tika tertawa seketika
"Nona Muda Fernandez sangat galak"
ucap Tika disela-sela gelak tawanya
"Dan calon Nona Muda Alexandre juga harus begitu"
timpal Vania terkekeh pelan.
*****
Kamar Utama
"Sayang"
teriak Vania saat Varel baru saja pulang dari kantornya
"Tumben sekali"
gumam Varel pelan
"Kau tidak suka aku memelukmu?"
ketus Vania lalu melepaskan pelukannya
"Tidak-tidak, sini peluk lagi"
"Tidak mau, kau bau. Mandi sana"
ketus Vania lalu mendorong Varel untuk masuk ke dalam kamar mandi
Beberapa menit kemudian, saat Vania sedang duduk di balkon kamar dengan membaca majalah tiba-tiba ia merasakan tangan kekar memeluknya dari belakang
Hanya dengan mencium wanginya saja Vania sudah pastikan bahwa itu adalah suami tercintanya
"Ibu hamilku sedang membaca apa hem?"
tanya Varel seraya mencium pipi istrinya
"Duduk sini, aku ingin bercerita"
pinta Vania lalu dengan cepat Varel duduk disebelahnya
"Apa kau sudah mendengar cerita Kak Bas?"
"Aku tidak tertarik dengan cerita Bas"
"Sayang, Kak Bas akan menikah"
Dan ucapan Vania sukses membuat Varel tersedak karena dirinya sedang meminum jus Vania
"Hei hati-hatilah"
ujar Vania khawatir
"Kau bilang apa tadi? Bas nikah?"
"Itu hukuman karena meminum jus orang lain tanpa minta izin"
gerutu Vania yang membuat Varel terkekeh pelan
"Maafkan aku ya, sayang"
*
__ADS_1
*
*