
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Tiba-tiba Sekretaris Dim merasakan bagian perutnya hangat dan ternyata
“Tuan Kecil Al mengompol, Nona Muda”
“Astaga, benarkah?” ucap Vania terkejut.
“Tolong kemari kan, Sekretaris Dim.”
Sekretaris Dim pun segera memberikan baby Al yang sudah kembali berceloteh kepada Vania. Untung saja Vania selalu menyediakan keperluan bayi dalam kereta sehingga ia tak bolak balik ke kamar untuk mengambil pakaian baby Al.
Vania pun dengan segera mengganti pakaian baby Al sedangkan Sekretaris Dim hanya diam namun matanya menatap lekat apa yang sedang Vania lakukan.
“Ada apa, Sayang?”. Tiba-tiba suara berat Varel terdengar.
“Ah, baby Al mengompol di jas Uncle nya. Sayang, bisa kah kau meminjamkan pakaian kepada Sekretaris Dim?”
“Tidak perlu, Nona Muda. Saya mempunyai nya di dalam mobil” tolak Sekretaris Dim halus karena memang benar ia selalu membawa setelan jas di mobil.
“Ganti dulu, Dim.” Dengan segera, Sekretaris Dim pamit untuk mengganti pakaiannya.
“Hei, mengapa kau nakal sekali? Mengompol di jas Uncle mu” ucap Varel seraya menggendong baby Al yang sudah berganti pakaian.
Vania terkekeh. “Mungkin saja Al kesal karena melihat wajah datar Uncle nya. Apa kau tau ketika aku memintanya mengajak Al mengobrol dan Sekretaris Dim hanya mengatakan selamat pagi dengan sopan.”
Tentu saja hal itu membuat Varel tertawa seketika. “Bagaimana dia mengajak anaknya mengobrol nanti?”
“Mungkin akan membahas dasar-dasar bisnis” jawab Vania tertawa.
*****
Setelah selesai dengan kejadian mengompol di jas, sekarang Vania sudah berada di rumah sakit milik suaminya dengan Ziva dan Dika yang setia menemaninya. Tak lupa juga dengan Bi Ijah yang memang akan menemani kemana pun Vania pergi dengan kedua bayinya.
Ruangan Dokter Ryan
“Selamat pagi, Nona Muda” sapa dokter Ryan sopan.
“Selamat pagi, dok. Bagaimana kabarnya?” tanya Vania basa-basi.
“Sangat baik, Nona Muda. Baiklah, apa akan diperiksa sekarang?”
Setelah mengalami berbagai macam pemeriksaan dengan baby El yang tentu saja akan cerewet, akhirnya dokter Ryan memberikan izin untuk Vania agar bisa membawa kedua bayi nya mengikuti perjalanan jauh.
__ADS_1
“Tetap bawakan semua peralatan yang penting agar bayi tetap merasa aman dan nyaman. Juga ketika tiba-tiba bayi mengalami susah tidur atau sangat rewel saat sampai di sana, Nona Muda tidak perlu terlalu khawatir karena biasanya bayi akan mengalami kegelisahan akibat perubahan cuaca. Jika tidak memungkinkan untuk keluar, tolong tetap di ruangan saja karena bayi akan sangat rewel jika merasa gelisah yang berkepanjangan. Jangan lupa juga untuk tetap memantau perkembangannya dengan dokter disana” ucap dokter Ryan setelah memeriksa kedua bayi Vania.
“Ah, baiklah kalau begitu terima kasih banyak, dok” ucap Vania tersenyum tipis.
“Sepertinya yang bungsu sangat aktif” ucap dokter Ryan terkekeh.
“Iya, El sangat aktif dan sangat sensitive. Akan susah untuk tidur kembali jika sudah terbangun.”
“Bayi memang begitu, Nona Muda. Ada banyak sekali keragaman mereka. Oh iya, saya sarankan lebih baik disunat masih bayi karena akan ada banyak manfaat yang didapat, salah satunya adalah agar menghindari trauma psikis terhadap anak”
“Saya juga ada membaca artikel jika memang lebih baik ketika masih bayi. Tapi, apakah itu tidak masalah, dok? Karena kan mereka masih sangat kecil”
“Memang ada banyak orang tua yang mengkhawatirkan tentang itu tapi jika anak disunat sebelum umur enam bulan maka sel-selnya akan tumbuh dengan cepat sehingga proses penyembuhan pada luka pun semakin cepat” jawab dokter Ryan menjelaskan.
“Jadi, alangkah baiknya dilakukan sebelum umur enam bulan ya, dok?”
“Paling baik ketika sang anak belum bisa tengkurap”
“Ah, terima kasih banyak, dok. Akan saya bicarakan dengan Varel nantinya”
“Terima kasih kembali, Nona Muda.”
*****
Barcelona El Prat International Airport
Benar saja yang dikatakan dokter Ryan bahwa ketika mereka baru saja menginjakkan kaki di bandara Spanyol, baby El langsung menangis dan rewel membuat Vania sedikit kesusahan karena bandara sangat ramai karena ada banyak orang yang juga memilih penerbangan malam seperti mereka.
Varel yang menjadi suami super siaga tersebut langsung menggendong baby El dan menepuk pantatnya berkali-kali agar anaknya diam seraya mengajak Vania dan keluarga kecilnya berhenti di sebuah restoran yang ada di bandara.
Restoran
Untung saja restoran tersebut tidak terlalu ramai sehingga Vania dengan segera menyusui baby El tentu saja dengan ditutupi kain yang sudah disediakan Varel.
“Wow, it’s amazing” ucap Lista yang membuat Varel terkekeh.
Sedangkan Varo langsung memotret pemandangan restoran dan segera mengunggahnya di media sosial miliknya.
alvrfrndzz “After a long journey.”
Lista yang melihatnya pun segera mengerutkan kening. “Kau ingin terlihat estetik?”
“Kau yang tidak mengerti tentang seni, diam saja.”
Varel dan Vania yang mendengarnya hanya tertawa karena mereka tau mengapa Lista bertanya seperti itu. Akun sosial media Varo yang memiliki banyak pengikut memperlihatkan foto pemandangan saja tanpa foto pemilik akunnya bahkan ia menggunakan foto Yeontan sebagai profilnya. Berbeda dari Lista yang selalu memposting semua hal yang ia lakukan seperti sedang berada di kamar, di taman, di kantor, bahkan di bandara.
“Kau itu, apa-apa selalu di posting” gerutu Varo kesal.
“Apa masalahnya dengan Koko? Aku memposting hal yang membuatku senang” ucap Lista membela diri.
__ADS_1
“Sangat alay.”
“Cih, bilang saja jika kau iri.”
“Untuk apa aku iri? Tidak ada gunanya.”
“Maka tutup mulut mu rapat-rapat jika tidak ingin ku gigit.”
“Tuhan menciptakan mulut untuk berbicara. Kau siapa memerintahkan ku untuk menutup mulut?”
“Tuhan tidak menciptakan mulut untuk selalu mengomentari kegiatan orang lain.”
“Aku tidak mengomentari, hanya berbicara.”
“Kau seperti itu karena iri.”
“Alay.”
“Iri.”
“Alay dan sangat alay.”
“Jangan iri dengki.”
“Silent please..”
Tentu saja kedua bocah itu segera diam.
“Kalian tidak ingin berdiam diri di hotel ketika Mommy dan Daddy berjalan-jalan, kan?” tanya Varel tegas yang membuat kedua anaknya langsung menunduk.
“Sorry, Dad.”
“Apa yang kalian ributkan kali ini?”
“Koko selalu mengomentari sosial media Cici.”
“Dia selalu memposting sesuatu setiap saat.”
“Lalu, apa masalahnya, Ko?” tanya Varel mengerutkan kening.
“Bukannya Mommy selalu mengatakan bahwa kita harus mengadu pada Tuhan, bukan pada sosial media?”
“Astaga.”
*
*
*
__ADS_1