Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Varo Iri


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Hari ini, Varel berjanji akan mengajak keluarga kecilnya jalan-jalan malam seraya menikmati pemandangan Spanyol pada malam hari. Semuanya sedang bersiap-siap meninggalkan Vania yang sedang sibuk menyusui baby Al.


Selama di Spanyol, anehnya baby Al lebih rewel dari baby El sehingga membuat Vania sedikit kesusahan terlebih mereka tidak membawa pengasuh atau pengawal dan benar-benar hanya keluarga mereka saja.


"Sayang, mandilah setelah menyusui Al. Aku akan menjaga mereka" ucap Varel ketika ia sudah bersiap-siap.


Vania sebenarnya tidak ingin keluar apalagi bayi nya masih rewel namun jika mereka tidak jalan-jalan malam ini maka anak-anaknya mengira Varel mengingkari janji.


"Um, bagaimana jika kalian saja yang keluar?" usul Vania yang membuat Varel mengerutkan kening.


"Hei, ada apa? Masalah baby?" tanya Varel sedangkan Vania hanya mengangguk pelan.


"Jika mereka masih rewel, jangan dipaksa keluar. Aku juga tidak ingin hanya jalan-jalan bertiga dengan anak-anak lalu meninggalkan mu disini sendirian" ucap Varel pelan.


Vania menghela nafas. "Jangan membuat anak-anak sedih, Sayang."


"Tidak, mereka akan mengerti. Bukankah kau selalu mengajarkan kepada mereka bahwa segala sesuatu yang dipaksakan akhirnya tidak baik?"


"Rel, aku tidak apa-apa disini bersama anak-anak. Kau pergilah dengan mereka dan mereka sudah bersemangat sejak tadi sore" ucap Vania yang ingin memberikan pengertian kepada sang suami.


Entah kenapa, tiba-tiba baby Al berhenti rewel membuat Vania dan Varel saling tatap.


"Dia juga ingin jalan-jalan" ucap Varel terkekeh.


Akhirnya, mau tidak mau Vania keluar bersama keluarga kecilnya dengan menggandeng tangan Lista sedangkan Varo mendorong kereta bayi bersama Varel.


"Semuanya sudah siap, Sayang?" tanya Varel untuk kesekian kalinya kembali memastikan bahwa peralatan anak-anaknya sudah lengkap.


"Daddy sudah bertanya itu hampir lima kali" ucap Lista kesal karena kembali mendengar pertanyaan yang sama dari mulut Daddy nya.


Varo membuka suara. "Maklum, faktor usia."


"Astaga."


*****


Pemandangan malam di Spanyol ternyata sangat indah membuat keluarga kecil yang sedang jalan-jalan bersama tersebut berdecak kagum melihatnya.


"Wow, sangat indah" ucap Lista senang membuat Varel dan Vania tersenyum tipis.


"Bagaimana jika kita foto bersama?" usul Vania yang membuat semuanya setuju.

__ADS_1


Akhirnya Varel yang bisa berbicara bahasa Spanyol pun meminta tolong kepada pejalan kaki lainnya untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka.


"Um, Dad?" panggil Varo ketika mereka sedang duduk di salah satu taman yang ramai pengunjung.


Varel yang sedang menggendong baby Al pun menoleh. "Why, Son?"


Varo berpikir keras sebelum kembali membuka suara. "Ah, tidak" ucap Varo terkekeh.


"Ada sesuatu yang kau inginkan?" tanya Varel mengerutkan keningnya.


Varo menggeleng seraya tersenyum tipis. Vania yang melihatnya pun memegang lengan sang suami seolah mengatakan bahwa mungkin ada sesuatu yang ingin Varo bicarakan namun menurutnya waktunya tidak pas sehingga ia menunda untuk membuka suara.


"Mommy" bisik Lista yang sedang duduk disebelah Vania.


Vania pun menoleh. "Ada apa, Sayang?"


Lista pun membisikkan sesuatu yang membuat raut wajah Vania berubah seketika dan Varel tidak menyadarinya karena fokus mengajak baby Al mengobrol sedangkan Varo sedang menikmati pemandangan malam.


Vania yang mengetahui situasi sedang tidak bagus akhirnya memilih untuk membawa keluarganya pulang dengan alasan takut kedua bayi nya kedinginan sehingga tidak menaruh kecurigaan pada Varel dan Varo.


"Baiklah, cukup untuk malam ini karena kasihan kedua adik mu kedinginan akibat angin malam" ucap Varel seraya membawa keluarga kecilnya kembali ke hotel.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba Lista melihat ada yang menjual jajanan unik sehingga ia meminta waktu sebentar untuk membeli jajanan tersebut.


"Mom, apa bisa Cici membeli itu?" tanya Lista seraya menunjuk stand jajanan yang sangat ramai.


"Pergilah bersama Daddy, Mommy akan menunggu disini. Kau juga ikut, Ko" ucap Vania.


"Baiklah, Daddy akan mengantar Cici dulu" ucap Varel pamit.


Ucapan tiba-tiba dari Varo membuat langkah Varel terhenti. "Jangan menggoda wanita, ingat sudah punya empat ekor."


"Astaga, anak ini."


*****


Setelah Varel pergi membawa Lista ke stand makanan, Vania meminta Varo untuk duduk didekatnya membuat sang anak segera menurutinya.


"Mommy ingin memeluk Koko, boleh?" tanya Vania yang membuat Varo menatapnya heran.


"Mengapa harus bertanya, Mom?" tanya Varo yang masih mengerutkan kening namun segera memeluk Vania dengan erat.


Vania terkekeh pelan lalu membalas pelukan hangat dari sang anak. "Apa ada yang mengganggu pikiran Koko?" tanya Vania pelan seraya mengelus pucuk kepala Varo.


"Um, ada sedikit" ucap Varo pelan.


Vania tersenyum karena tebakannya memang benar. Varo mungkin bukan anak yang aktif dan selalu ceria seperti Lista namun dia masih harus diberikan ruang untuk berbagi cerita walaupun jarang sekali untuk bisa memulai sebuah pembicaraan.


Hal inilah yang membuat Vania harus bisa lebih peka melihat keadaan sekitar agar anaknya tidak memendam semuanya sendiri karena berbeda anak juga berbeda sifat dan karakter.

__ADS_1


"Ingin bercerita dengan Mommy? Daddy dan Cici pasti akan sedikit lama" ucap Vania tersenyum tipis.


Varo mengangguk seraya bersandar pada bahu Vania dengan tangannya yang mengelus kaki baby El lembut.


"Koko hanya sedikit iri" ucapnya pelan.


Vania yang mendengarnya pun membuka suara. "Iri? Dengan siapa, Sayang?" tanya Vania lembut.


"Tian.."


"Ada apa dengan Tian?"


"Dia bisa memamerkan keluarganya pada semua orang namun Koko tidak berani. Koko tau apa yang akan terjadi dan resiko apa yang akan terjadi mengingat Daddy orang yang sangat berpengaruh di kota, maka dari itu Koko hanya diam dan tidak ingin berani bertanya" ucap Koko menjelaskan membuat Vania menghela nafas.


Vania segera menggenggam tangan Varo yang membuat anaknya menatapnya. "Kenapa tidak berani bertanya? Anak Mommy kan pemberani" ucap Vania tersenyum.


Varo menggeleng pelan. "No, Mommy. Varo tau batasan" ucap Varo yang membuat Vania mengerutkan kening.


"Hei, batasan apa maksudnya?"


Varo menghela nafas sebelum kembali berbicara. "Koko hanya anak yang diasuh Mommy bukan seperti Al dan El yang memang keluar dari perut Mommy. Sangat lancang jika Koko ingin pamer keluarga"


"No, Koko tetap anak Mommy dan Daddy. Koko seperti Al dan El yang anak-anak kesayangan Mommy. Mommy dan Daddy tidak pernah membedakan kalian, Nak. Kalian semuanya sama."


Varo tersenyum. "Koko tau, Mom. Hanya pikiran Koko saja"


Ah, Vania sedikit merasa tidak terima karena anaknya sudah tumbuh dewasa.


Vania kembali menggenggam tangan Varo dengan erat seraya tersenyum tipis. "Mommy dan Daddy tidak pernah melarang mu jika ingin memamerkan keluarga kita" ucap Vania.


"Bagaimana dengan netizen dan media berita? Ah, Koko tidak membayangkan apa yang akan terjadi" ucap Varo pelan.


"Koko ingat apa yang Cici katakan ketika Koko dan Cici ribut gara-gara postingan di instagram? Bukankah Cici mengatakan bahwa kita memposting semua yang membuat kita senang? Jika Koko bahagia memposting keluarga kita, untuk apa takut? Urusan netizen dan media, biarkan saja mereka. Mommy dan Daddy mengizinkan kalian mempunyai sosial media sendiri untuk memposting hal yang membuat kalian senang, bukan hal yang akan membuat orang lain senang."


Ucapan Vania membuat Varo terdiam.


"Jangan takut jika ingin bertanya hal apapun yang mungkin mengganggu pikiran Koko. Dan, Mommy akan marah jika Koko masih berpikir tentang batasan tadi" ucap Vania yang membuat Varo mengangguk pelan.


"Ah iya, apa Lista juga memikirkan hal yang sama?" tanya Vania ketika mengingat sosial media Lista memang tidak pernah memposting tentang kebersamaan mereka.


Varo mengangguk pelan. "Koko menasehati nya."


"Astaga."


Tak lama kemudian, Varel dan Lista pun sudah kembali dari stand makanan membuat mereka juga harus kembali berjalan-jalan menuju hotel.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2