Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kembali Lagi #Daniel


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Ruang VVIP no.1


Setelah kepulangan Anna dan sekretaris Dim, Vania kembali dijenguk oleh ketiga sahabatnya siapa lagi kalau bukan Casandra, Alea, dan Angeline


"Van, kita minta maaf baru sekarang menjenguk mu. Apa kau baik-baik saja?"


tanya Alea yang membuat Vania, Casandra, dan Angeline menatapnya heran seraya mengerutkan kening


"Harusnya aku yang bertanya begitu, apa kau baik-baik saja Le?"


tanya Vania yang membuat semuanya mengangguk setuju sedangkan Alea hanya terkekeh pelan mendengarnya


"Mulai sekarang berhentilah menggunakan elo-gue, cobalah gunakan aku-kamu. Kalian lihat bukan bagaimana kak Varel dan Vania mengobrol biasanya membuat ku jadi ingin menirukannya"


ucap Alea bersemangat


"Oh sial. Aku benar-benar merinding mendengarnya"


ucap Angeline disela-sela gelak tawanya


"Dan itu tidak terbiasa di telinga ku"


tambah Casandra yang membuat semuanya tertawa


Sedangkan Varel dan Vandi yang duduk di sofa tidak mendengar percakapan para wanita tersebut karena mereka sedang sibuk bermain game online


Hingga tiba-tiba tawa para wanita terhenti saat mendengar ponsel Vania berdering berkali-kali


"Mungkin hanya pesan di group. Bisa minta tolong ambilkan untukku Ale?"


"Tentu saja ibu hamil"


ucap Alea terkekeh lalu memberikan ponsel Vania yang ada di atas meja tepat di sebelahnya


Vania pun mengambil ponsel tersebut dari tangan Alea dan mulai membukanya, ternyata notifikasi yang didengar mereka tadi adalah pesan dari Clara yang mengirimkan beberapa berita yang sedang trending, berita apa lagi kalau bukan tentang Dinda


Clara mengirim tiga sampai empat berita dengan bermacam-macam judul dari berbagai sumber. Diakhir pesan Clara pun memastikan Vania dengan menanyakan apakah Dinda yang sedang trending itu mantan kekasih Varel yang seorang model ternama sebelumnya


"Astaga, sayang kemari lah"


ucap Vania terkejut saat membaca pesan dari Clara membuat Varel yang mendengarnya langsung melempar ponsel yang dipegangnya lalu berlari mendekati sang istri


"Wow"


gumam Alea dan Angeline pelan karena mereka kagum melihat tindakan Varel beberapa detik yang lalu


"Ada apa sayang?"


tanya Varel dengan raut wajah khawatir seraya tangannya mengelus pelan pucuk kepala sang istri


"Kau sudah membaca ini?"


tanya Vania menatap Varel intens seraya menyerahkan ponselnya


Terlihat raut terkejut juga dari wajah sang suami yang bisa disimpulkan Vania bahwa Varel juga belum mengetahui berita tersebut


"Apa kau juga terlibat sayang?"


Lagi-lagi Vania bertanya dengan menatap intens sang suami


"Ehm, apa kami harus keluar kak?"


tanya Casandra menyela


"Tidak perlu San"


ucap Varel tersenyum tipis seraya menatap calon adik iparnya tersebut


"Sayang, dengarkan aku, jangan bawa dede bayi untuk memikirkan apapun yang tidak penting. Oke?"

__ADS_1


ujar Varel lalu mengelus perut sang istri


"Tapi aku ha-"


Ucapan Vania terpotong karena Varel langsung membungkam mulutnya dengan ciuman yang membuat Vania membulatkan mata seketika sedangkan Casandra, Alea, Angeline, dan Vandi juga terkejut melihatnya


Tak berapa lama Varel pun melepas ciumannya dan menatap sang istri yang juga menatapnya seakan ingin memakan Varel hidup-hidup


"Hei bernafas lah"


ucap Varel terkekeh pelan yang membuat Vania refleks memukul bahunya


"Astaga, aku ingin pingsan"


bisik Vania pelan


"Berhentilah memikirkan hal itu sayang, aku tidak ingin kau stres"


"Baiklah"


jawab Vania pelan


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan semua orang yang ada didalam ruangan tersebut menatap kearah pintu, ternyata yang masuk adalah Daniel


"Vania sayang, bagai- Susan?"


ucap Daniel terkejut saat matanya menangkap iris mata kecokelatan milik Alea


"Kak El?"


panggil Vania saat melihat Daniel tiba-tiba terdiam


"Eh-ya? Apa sayang?"


tanya Daniel lalu berjalan kearah Vania dan berdiri tepat di sebelah Varel


"Kau baik-baik saja little princess?"


tanya Daniel menatap sang adik


"Kak El baik-baik saja?"


"Mengapa kau bertanya kembali?"


"Wajah kak El sangat pucat dan tadi kak El menyeb-"


"Sayang"


tegur Varel memotong ucapan Vania karena melihat perubahan raut wajah Daniel


"Eh-maaf kak. Ehm, kak El tidak pergi ke kantor?"


tanya Vania mengalihkan pembicaraan


"Kau sangat payah mencari topik sayang"


ucap Daniel terkekeh pelan


"Kak El bahkan tidak menghadiri pertemuan penting untuk kemari"


jawab Daniel lalu berjalan menuju sofa dan duduk di sebelah Vandi yang sedang sibuk menonton film di laptop yang ada di depannya


"Sayang, kak El baik-baik saja? Apa yang terjadi?"


bisik Vania kepada Varel seraya menatap ke arah Daniel


"Wajah Alea mirip dengan Susan"


jawab Varel pelan


"APA??!!"


"Kau ingin aku mencium mu sekarang hem?"


bisik Varel yang membuat Vania refleks menutup mulut dengan tangannya

__ADS_1


Seketika Varel pun tertawa melihat tingkah polos sang istri lalu berjalan ke arah sofa untuk berkumpul bersama para pria


"Van, kakak mu astaga tampan sekali"


ucap Angeline tiba-tiba


"Ingat-ingat dokter Hendra"


ucap Casandra mengingatkan


"Oh iya aku belum mendapat penjelasan tentang itu. Dan Elin tolong jelaskan padaku"


"Mereka sedang berkencan dalam tahap pendekatan"


ucap Alea terkekeh pelan


"Astaga benarkah? Bagaimana bisa?"


tanya Vania kegirangan membuat Angeline hanya bisa diam karena menahan malu


"Dan Elin masih mempunyai urat malu?"


goda Alea yang membuat Angeline menjitak kepalanya


"Aku dan Hendra tidak ada hubungan apa-apa"


jawab Angeline pelan


"Benarkah? Mengapa aku tidak mempercayainya?"


"Vania berhentilah menggodanya, Elin masih malu karena dokter Hendra belum memberikan kepastian tentang hubungan mereka"


ucap Casandra disela-sela gelak tawanya


"Kalian sudah memiliki pasangan, lalu aku bagaimana?"


tanya Alea tiba-tiba


"Kau ingin yang seperti apa? Vania bisa mencari teman kak Varel"


ucap Angeline yang membuat semuanya tertawa


"Kecuali sekretaris Dim dan dokter Hendra, kau bisa memilih yang lainnya seperti kak El dan kak Bas"


goda Vania yang membuat Alea refleks menatap kearah Daniel yang juga menatap kearahnya


"Sepertinya ada yang jatuh cinta pandang pertama"


bisik Angeline pelan sedangkan Alea langsung memutuskan tatapan tersebut


Sedangkan di perkumpulan para pria, Varel terus menggoda Daniel bahkan menjodohkannya dengan Alea membuat Daniel ingin menerkamnya hidup-hidup


"Berhenti lah Rel"


"Kau tidak berniat melanjutkan hidupmu?"


tanya Varel menatap Daniel serius


"Dengan bernafas saja aku bisa melanjutkan hidup"


jawab Daniel santai yang membuat Varel memukul kepalanya karena kesal


"Sial, mengapa kau memukul ku?"


"Aku bertanya serius bodoh"


"Dan aku menjawabnya dengan serius"


"Terserah"


ketus Varel kesal


Mengapa masa lalu kembali lagi? Hanya dengan menatap iris matanya membuatku langsung mengingat Susan. Tapi aku sadar mereka berbeda, dari cara bicara, tatapan teduhnya, bahkan senyumannya. Hanya wajah dan iris mata kecokelatan yang membuat mereka mirip.-Daniel


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2