Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Pencarian


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Obat bius tidak mengganggu kehamilannya, kan?"


tanya salah satu dari mereka


"Tidak, kau tenang saja"


"Aku berjanji untuk menculiknya dan tidak untuk menyakitinya dan calon bayi"


ucap pria tersebut lalu pergi membawa Vania yang sudah tak sadarkan diri.


*****


"Mengapa Mommy mu lama sekali?"


tanya Varel dengan raut wajah khawatir


Entah mengapa sejak kepergian Vania yang pamit ke toilet membuat hati Varel tidak tenang hingga ia menawarkan akan mengantar Vania namun tentu ditolak oleh istrinya


"Bi, aku akan pergi ke toilet menyusul Vania"


ucap Varel kepada Bi Ijah


"Nak, Daddy akan menyusul Mommy sebentar ya"


Setelah berpamitan kepada kedua anaknya, Varel pun pergi ke toilet dengan tergesa-gesa karena sudah hampir dua puluh menit sang istri tidak kembali


Sesampainya di toilet, Varel mencari bahkan mendobrak semua pintu toilet dan memastikan bahwa istrinya ada disana. Namun nihil, istrinya tidak ada di dalam pintu toilet manapun membuat Varel langsung dilanda kekhawatiran


Tanpa sengaja Varel melihat ada cctv hingga ia langsung berlari keluar dan mencari pemilik warung makan tersebut


"Istriku menghilang, bisakah aku melihat cctv yang terhubung ke jalan menuju toilet?"


tanya Varel langsung saat bertemu dengan pemilik warung makan


"Baik Pak, tunggu sebentar"


jawab pria tersebut lalu menyalakan komputernya


Terlihatlah disana Vania yang sudah keluar dari dalam toilet bersamaan dengan beberapa pria yang juga keluar dari toilet pria lalu menarik paksa Vania hingga membiusnya


Melihat kejadian itu Varel mengepalkan tangannya dan menahan amarah lalu ia menelfon sekretaris Dim untuk mengerahkan Pak Alex dan Bram menuju desa


"Dim, perintahkan Pak Alex dan Bram sekarang menuju desa"


"Apa terjadi sesuatu, Tuan?"


"Vania menghilang"

__ADS_1


"Tu-Tuan Muda-"


"Apa lagi Dim?"


bentak Varel dengan raut wajah penuh amarah


"Ke-kepala kepolisian baru saja menelfon ku dan mengatakan bahwa Jashon berhasil melarikan diri"


"SHIT!!! Ini pasti ada hubungannya dengan Jashon"


"Aku akan kesana segera"


Varel pun memutuskan panggilan dan menelfon Pak Adi untuk membawa Lista dan Varo dan juga Bi Ijah untuk kembali ke kota


Varel juga mengatakan bahwa istrinya menghilang dan meminta Pak Adi dan Bi Ijah untuk merahasiakan ini dari Varo dan Lista


Tak lupa juga Varel menelfon pengawal yang ia utus bersama ke desa ini, para pengawal tersebut sedang berada di rumah Ayah dan Ibu Vania semua karena memang Varel tidak membawa mereka ke warung makan


Ponsel Varel kembali berdering menandakan sebuah panggilan masuk


"Tenangkan dirimu dan jelaskan secara rinci"


ucap Daniel saat panggilan berlangsung


"Vania meminta izin ke toilet dan dua puluh menit berlalu ia tidak kembali hingga aku memutuskan untuk menyusulnya. Tidak ada siapa-siapa di toilet dan aku mencari pemilik warung untuk melihat cctv yang terhubung ke jalan menuju toilet. Di sana terlihat beberapa pria yang menarik paksa Vania bahkan membiusnya"


lirih Varel pelan yang membuat Daniel diseberang sana mengepalkan tangannya


"Jangan bawa Mama"


"Tidak, Tante Melinda dan Mama akan dirumah ditemani oleh Tante Melia, jadi yang akan kesana hanya aku, Papa, Bas, Dimas, dan Vandi dengan orang-orangmu"


Varel hanya diam tanpa tau menjawab apa karena dipikirannya saat ini adalah keadaan Vania dan calon buah hati mereka


"Rel, tenangkan dirimu. Vania akan baik-baik saja"


"Bagaimana kau bisa memastikannya? Istriku sedang hamil besar"


teriak Varel dengan emosi yang meluap-luap


Jashon, nama itu terngiang-ngiang di telinga Varel bahkan ia bersumpah jika terjadi apa-apa dengan Vania dan buah hati mereka, akan dipastikan bahwa Jashon yang bertanggung jawab dengan nyawa nya sendiri


"Para pengawal akan lebih dahulu sampai dan mulai menelusuri desa dengan menggunakan helikopter. Kau tunggu kami di rumah Ayah dan Ibu"


ucap Daniel lalu memutuskan panggilan


Varel melangkah gontai dari dalam ruangan pemilik warung dan berjalan menuju mobilnya, disana sudah ada dua pengawal yang menunggunya, mereka adalah Dion dan Mike


"Mengapa kalian disini? Carilah istriku"


ucap Varel dingin


"Kami ingin bersama Tuan Muda, jika Tuan Muda sendiri akan mudah bagi penculik itu juga akan menculik Tuan Muda"

__ADS_1


ucap mereka sopan


Dion dan Mike memiliki keberanian untuk membantah perkataan Varel karena baru saja sekretaris Dim menelfon mereka agar selalu bersama Varel bahkan jika Varel mengancam untuk memecat mereka


Sekretaris Dim juga mengatakan bahwa tujuan utama penculikan ini bukanlah Vania, melainkan Varel. Jadi akan sangat mudah bagi mereka jika melihat Varel sendiri tanpa ditemani para pengawal


"Masuklah Tuan Muda. Kita kembali ke rumah orang tua Nona Muda"


ucap Dion sopan setelah membuka pintu mobil untuk Varel


Tanpa menjawab, Varel pun masuk ke dalam mobil dengan raut wajah sedih.


*****


"Dim, berhenti sebentar, aku akan turun dan menanyakan alamat rumah Ayah dan Ibu dengan warga"


ucap Daniel saat ia melihat Bapak-Bapak yang sedang duduk di pos jaga


"Selamat malam Pak. Saya ingin bertanya alamat rumah Alm.Bapak Ferry dan Ibu Rafika"


ucap Daniel sopan


"Oh rumah Pak Ferry. Lurus terus Mas sampai bertemu perempatan belok kiri, maju sedikit ada rumah yang berpagar hitam itu rumah Pak Ferry. Hanya rumah Pak Ferry yang dipagari. Ngomong-ngomong rumah itu sudah dijual Mas, ada perlu apa ya?"


"Itu yang beli suaminya anak Pak Ferry, Pak. Saya sahabatnya ingin berkunjung"


"Oh suami Mba Vania ya?"


tanya Bapak tersebut yang membuat Daniel mengangguk pelan


"Oh iya Pak, saya ingin bertanya lagi, apa ada sesuatu yang mencurigakan masuk ke desa ini? Seperti mobil besar yang menurut Bapak aneh?"


"Tadi ada Mas, satu mobil hitam yang mencurigakan berhenti didekat rumah Pak Ferry lalu kami mendekat karena mau ronda malam keliling desa. Tapi mobil itu melaju ke ujung desa di atas bukit"


"Apa disana ada gudang atau rumah kosong Pak?"


"Ada banyak gudang kosong didekat bukit Mas, hanya ada satu gudang kosong yang tepat berada di atas bukit jadi sangat susah untuk pergi kesana"


"Apa ada warung makan yang baru dibuka sekitar sini, Pak?"


"Ada Mas, jalan yang dilewati mobil misterius tadi, jalan yang mengarah ke bukit ada warung makan yang baru dibuka"


Jashon pasti mengurung Vania disana.-Daniel


"Baiklah terima kasih banyak infonya Pak"


ucap Daniel lalu pamit pergi.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2