
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Sebelum Varo Mendatangi Kamar Utama
"Varo, Lista, Mommy dan Daddy kemana?" tanya Vandi saat melihat dua keponakannya turun tanpa Vania dan Varel
"Kata Daddy, Mom dan Dad mau mandi, Ayah" ucap Varo lalu duduk disebelah oma nya
"Mandi?" ulang Vandi lalu tiba-tiba ia mendapatkan ide
"Varo kesini sebentar, Sayang" ucapnya memanggil sang keponakan
Lalu Varo pun berjalan mendekati Ayah nya, Vandi pun membisikkan sesuatu kepada Varo yang membuat Varo tiba-tiba berlari naik lagi menuju lantai atas
"Apa yang kau bisikkan?" tanya Casandra menatap heran sang kekasih
"Tidak ada, hanya urusan lelaki" jawab Vandi terkekeh
"Vandi" tegur Casandra menatapnya tajam
"Hahaha...Aku cuma menyuruhnya melarang Kak Varel dan Kak Vania mandi bersama" jawab Vandi tanpa rasa bersalah
"Lo bilang apa ke dia?" tanya Angeline antusias
"Vandi bilang kalau Kak Varel dan Kak Vania mandi bersama akan berbahaya, Kak Vania bisa lelah" jawab Vandi yang membuat Alea dan Angeline tertawa
"Gila lo, ganggu orang aja" ucap Alea disela-sela gelak tawanya
Sedangkan Mama Melinda dan Casandra hanya menggelengkan kepala melihat kelakukan jahilnya Vandi
Tiba-tiba Varo kembali dengan wajah khawatir
"Mommy dan Daddy tidak menjawab Bunda, gimana dong?" ucap Varo mengadu kepada Casandra
"Varo sayang tenang ya, Mom dan Dad baik-baik aja kok" ucap Casandra berusaha menenangkan
"Benarkah?" tanya Varo menatap Casandra
"Tentu saja Abang Varo" jawab Casandra tersenyum
Tak lama kemudian turun lah Varel dan Vania dari lantai atas
"Mommy, Mommy baik-baik aja kan?" tanya Varo lalu berlari memeluk sang Mommy
"Tentu, Sayang. Mommy baik-baik aja" jawab Vania bingung
"Mommy tidak lelah?" tanya Varo dengan polosnya membuat Vandi tertawa kencang
"Memangnya Mommy melakukan apa sampai lelah?" kali ini Varel membuka suara
"Kata Ayah kalau Mommy dan Daddy mandi bersama nanti Mommy pasti lelah"
"Vandi" ketus Varel kesal
"Just kidding" jawab Vandi santai
"Sudah-sudah nanti Lista terbangun" ucap Mama Melinda yang membuat semua orang menatapnya
Dan benar saja ternyata Lista sudah tertidur di pangkuan sang Oma
"Anteng banget di pangkuan Oma nya" ucap Vandi terkekeh
"Sini Ma, nanti Vania yang menggendongnya dan membawanya ke kamar" ucap Vania hendak berjalan namun Varel menghalanginya
"Biarkan aku saja" ucap Varel lalu menggendong Lista dan membawanya ke kamar atas
"Varo ikut Daddy ya, tidur sebentar nanti Mommy bangunkan saat makan malam" ucap Vania kepada sang anak
"Apa Varo boleh tidur sama Ayah, Mom?" tanya Varo
"Tentu saja, ayo" jawab Vandi lalu membawa Varo menuju kamarnya
Kini hanya tersisa lima perempuan yang sedang duduk di sofa
"Ma, bagaimana jika untuk makan malam Vania saja yang memasak?" usul Vania menatap sang Mama
"Boleh, ayo kita memasak, Mama tidak sabar memasak bersama anak-anak perempuan mama ini" ucap Mama Melinda bersemangat lalu mereka pun berjalan menuju dapur
"Menu kita apa nih?" tanya Alea
"Vania sih ingin memasak nasi goreng ayam dan quinoa" ujar Vania tersenyum
__ADS_1
"Mama akan memasak ikan salmon"
"Sandra masak sup ayam"
"Gue bikin sambal goreng tempe tahu aja"
"Berarti gue makanan penutup dong, jadi gue bikin salad buah aja"
"Berarti sudah deal kan?" tanya Vania terkekeh
"Ayo berperang" ucap Alea dan Angeline bersamaan yang membuat Mama Melinda tertawa melihatnya
"Mama pasti senang jika Alea dan Elin menjadi menantu Mama" ucap Mama Melinda disela-sela gelak tawanya
"Boleh tuh Ma, kami jomblo kok" timpal Angeline tertawa
"Nanti Mama jodohkan dengan sahabat Varel aja" gurau mama Melinda tertawa
Lalu dapur pun ramai akibat peperangan yang terjadi karena kelima perempuan tersebut, hingga masakan pun telah siap untuk dihidangkan
"Akhirnya bisa masak bareng setelah empat tahun gue masak sendiri" ucap Alea curhat
"Yasudah kita kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap karena sudah hampir makan malam" ucap Mama Melinda
Lalu mereka pun kembali ke kamar masing-masing dengan Alea, Angeline dan Casandra yang kembali ke kamar tamu karena Mama Melinda menyuruh mereka untuk menginap
Kini hanya tersisa Vania yang sedang duduk di meja makan, entah apa yang ada dipikirannya hingga ia enggan berlalu dari dapur hingga Casandra kembali lagi ke dapur untuk mengambil ponselnya yang tertinggal
"Vania?" panggil Casandra membuyarkan lamunan sahabatnya
"Eh-iya apa?" tanya Vania terkejut
"Lo mikirin apa?" tanya Casandra menatapnya heran. Diam
"Van jangan bilang ini tentang pelakor itu?". Diam
Tiba-tiba Casandra memeluk erat Vania dan akhirnya pertahanan Vania runtuh, ia menangis di pelukan sahabatnya membuat Casandra semakin heran dibuatnya
Beberapa saat kemudian setelah memastikan Vania tenang, akhirnya Casandra menanyakan apa yang membuat sahabatnya menangis karena selama ini Vania sangat jarang berbagi kesedihan kepada para sahabatnya. Ia lebih memilih memendam kesedihannya sendiri.
"G-gue bingung" lirih Vania menunduk
"Lo bingung kenapa? Cerita ke gue Van, siapa tau gue bisa bantu" ucap Casandra menenangkan
"Lo ngelakuin apa?"
"Gue nggak mau punya anak dari Varel"
Ucapan yang membuat raut wajah Casandra berubah seketika
"Lo ngomong apa?" tanya Casandra terkejut
"Gue minum pil kontrasepsi"
"Apa alasan lo minum itu?" tanya Casandra berusaha tenang
"Varel nggak pernah cinta sama gue, semua yang dilakukannya dihadapan kalian itu cuma drama. Dia cinta sama Nona Dinda, alasannya menikahi gue pun karena dia ingin membuat Nona Dinda cemburu. Sekarang cintanya telah kembali, untuk apa lagi gue disini?"
"Van, gue bener-bener nggak nyangka Kak Varel bisa setega itu" ucap Casandra pelan
"Dia nggak tega San, gue dijual bibi jadi terserah dia mau ngelakuin apa ke gue" lirih Vania yang lagi-lagi membuat Casandra terkejut
"Ya Tuhan, terus apa yang mau lo rencanakan sekarang?"
"Gue mau pergi tunggu dia menceraikan dan membuang gue"
"Van, lo yang sabar ya, gue selalu ada buat lo" ucap Casandra lalu memeluk erat sahabatnya
"Makasih San, gue agak lega udah berbagi ke lo" ucap Vania tersenyum
"Gue nggak suka senyum palsu lo" ketus Casandra kesal
"Cuman senyum ini yang selalu menemani gue selama 15 tahun" jawab Vania tersenyum
"Gue selalu berdoa semoga lo diberikan kebahagiaan"
Tak berapa lama datanglah Alea dan Angeline
"Hei lo berdua disini ngapain?"
"Mancing" jawab Casandra acuh
"Gila lo, eh Van lo hebat banget loh bisa menaklukkan hati seorang Varel Andreas Fernandez" ucap Angeline kagum
"Gue denger-denger dia acuh dan dingin tapi sama Vania dan anak-anak dia penyayang banget" jawab Alea tersenyum
__ADS_1
"Gue bener-bener kagum sama sahabat gue ini, dulu jaman SMA aja susah didekati cowok, eh pas beberapa tahun tau-tau udah nikah sama Kak Varel, CEO terkenal lagi, siapa yang nggak kenal Fernandez Group, perusahaan terkenal dan terbesar ke-2 di Asia"
"Lo tau darimana, Ale?" tanya Casandra menatap heran Alea
"Tadi gue cari di mbah google, ada juga loh artikel media yang penasaran sama wanita yang beruntung menikahi Kak Varel" jawab Alea bersemangat
Tiba-tiba Mama Melinda datang dan berjalan mendekati mereka
"Loh sudah kumpul disini rupanya, Vania panggil Varel nak, Sandra juga panggil Vandi" perintah Mama Melinda lalu Vania dan Casandra pun berjalan menuju lantai atas.
*****
Kamar Anak
Vania membuka pintu lalu melihat pemandangan Varel yang tertidur memeluk sang putrinya membuat Vania tersenyum tanpa sadar hingga akhirnya ia berjalan dan membangunkan suami dan anaknya
"Sayang bangunlah" ucap Vania menggoyangkan lengan Varel
"Sayang"
"Hem"
"Bangunlah kita makan malam" ucap Vania mengelus pucuk kepala sang suami
Bukannya menjawab, Varel malah menarik tangan Vania hingga membuatnya terjatuh tepat di atas Varel
"Rasanya aku enggan untuk bangun" ucap Varel yang masih memejamkan mata
"Sayang, yang lain sudah menunggu" ucap Vania berusaha melepaskan pelukan suaminya
"Hem" ucap Varel lalu tiba-tiba mencium bibir istrinya membuat Vania terkejut
"Hei, kau tidak ingin bangun?" tanya Varel membuyarkan lamunan Vania
Lalu dengan tergesa Vania turun dan membangunkan sang putrinya
"Anak Mommy bangun yuk"
"Iya, Mom" jawab Lista pelan dengan suara khas bangun tidur
"Kita makan malam ya" ucap Vania lalu menggendong Lista dan berjalan keluar mengikuti langkah suaminya.
*****
Meja Makan
"Varo, kenapa kau terlihat sangat bahagia?" tanya Varel heran menatap sang putra yang berseri-seri
"Tadi Ayah mau disiram, Dad"
"Disiram?" ulang Vania mengerutkan kening
"Habisnya nggak mau bangun-bangun, Varo aja sekali dibangunin langsung bangun eh Vandi malah tidur mulu" ketus Casandra kesal
"Mengapa tidak kau siram saja tadi?" tanya Varel heran
"Dia sudah bangun duluan Kak sebelum ku siram" jawab Casandra terkekeh
"Tadi Bunda sudah bawa air Dad makanya Ayah langsung bangun" ucap Varo tertawa membuat yang lainnya pun tertawa
"Oh iya, sekolah Varo dan Lista bagaimana?" tanya Mama Melinda disela-sela makan malam mereka
"Sudah ku urus semua Ma, besok Varo dan Lista sekolah di tempat yang sama, Pak Adi akan mengantar-jemput dan Bi Ijah akan menemani mereka" jawab Varel santai
"Baiklah jika sudah siap" ucap mama Melinda tersenyum
"Berarti Lista sekolah sama Abang Varo ya, Dad?" tanya Lista bersemangat
"Tentu saja, Sayang" ucap Varel tersenyum
"Terima kasih Daddy dan Mommy" jawab Varo dan Lista bersamaan
"Sayang, biarkan aku besok ikut mengantarkan mereka" ucap Vania menatap sang suami
"Pergilah" jawab Varel tersenyum
Bisa-bisanya Kak Varel memainkan drama menjijikkan ini.-Casandra
*
*
Jangan lupa di like, vote, dan comment ya😘..
*
__ADS_1