Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Rapuh


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Sebastian


Mereka baru saja mendarat di bandara Indonesia.


Varel hanya diam tanpa bereaksi apapun saat membaca pesan singkat dari Sebastian namun tangannya mengepal hebat sehingga ujung tangannya memutih menandakan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja atau sedang menahan emosi


Dimana?-Varel


Aku kehilangan jejak, Rel. Tapi bisa ku pastikan bahwa mereka masih di kota ini.-Sebastian


Bas.-Varel


Aku tunggu di tempat biasa.-Sebastian


Sebastian tau bahwa Varel sedang membutuhkannya, setidaknya jika Varel tidak ingin bercerita, ia masih percaya bahwa dirinya tidak sendirian dan Sebastian akan selalu menemaninya.


Saat mendapat pesan, Varel bersiap keluar ruangan untuk bertemu Sebastian di “tempat biasa” yang akan mereka kunjungi saat sedang stress dengan masalah yaitu Sky Black Evil.


Bar terkenal milik Zaka, sepupu jauh Sebastian yang kapan pun akan menerima kehadiran mereka di ruang VVIP milik Varel


Varel melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata dengan tatapan tajam yang lurus kedepan tanpa ekspresi namun tangannya mencengkeram kuat kemudi mobil


“Aaarrrggghhh sial”


Nafas Varel memburu saat berada di jalan raya dengan kecepatan yang masih diatas rata-rata bahkan ia tidak sadar bahwa dirinya sudah melanggar aturan hukum


“Vania, bagaimana bisa kau membuatku hampir gila? Bahkan saat mendengar kau kembali kesini setelah beberapa bulan pun aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak mencari mu”


Ada jeda yang cukup panjang disertai dengan helaan nafas berat yang seolah mengatakan bahwa dirinya benar-benar sedang tidak baik-baik saja saat ini


“Aku sungguh tidak tau harus melakukan apa. Kepala ku hampir pecah hanya untuk memikirkan mu bahkan saat ini aku ingin melihatmu, jika aku tidak bisa memelukmu makan izinkan aku menatapmu walau hanya dari jauh”


“Ku mohon.. Kembali lah padaku.. Pada kita.”


*****


Sky Black Evil


Setelah mengabari calon istrinya dan mengatakan bahwa mungkin malam ini dirinya tidak kembali ke apartemen mereka. Mereka? Ya, sekarang Tika dan Sebastian sudah tinggal bersama di apartemen Sebastian namun tidak untuk tidur bersama karena Tika memang tidak ingin melakukannya sebelum sah menikah terlebih mendapat dukungan dari Mami dan Papi Sebastian yang memang berencana ingin menghukum anak tunggal mereka


Kembali ke dimana Sebastian sedang menunggu Varel di ruang VVIP, duduk sendiri setelah seorang pelayan wanita mengantarkan minuman pesanannya. Bukan hanya mengantar, pelayan wanita tersebut bahkan hendak menggoda Sebastian namun pria itu benar-benar sudah bertobat dari masa lalunya yang kelam.


Jangankan untuk tergoda, untuk meliriknya saja Sebastian ogah karena di pikirannya sekarang hanya tertuju kepada calon istrinya. Pelayan wanita itu pun pamit pergi setelah mengatakan bahwa bos nya lah yang memintanya untuk menggoda Sebastian

__ADS_1


****. Aku akan menyumpahimu semoga menjadi perjaka tua, Zak.-Sebastian


Tak lama pintu ruangan pun terbuka membuat Sebastian yakin bahwa itu adalah Varel, namun dugaannya salah karena yang masuk adalah lagi-lagi pelayan wanita yang Sebastian yakini permintaan sepupu nya lagi


Belum sempat pelayan tersebut duduk, Sebastian menatapnya dengan kesal


“Katakan kepada bos mu untuk berhenti atau akan ku buat usaha nya hancur”. Glek


Pelayan wanita itu menelan ludah kasar lalu pamir undur diri dari hadapan Sebastian


Astaga, dia sungguh mengerikan dari pada bos.-Pelayan Wanita


Beberapa saat kemudian, pintu pun terbuka lagi namun yang masuk lagi-lagi bukan Varel tetapi sepupu nya, pemilik dari Sky Black Evil


“Apa?!”


“Hei, aku baru saja ingin menyapa mu. Santai lah, aku hanya bercanda”


“Shit. Kau ingin Jerry ku di potong Tika sebelum masuk sarang?”


“Hahaha.. Jadi kakak ipar sudah berhasil membuat Sebastian si manusia aneh yang tidak percaya cinta dan selalu bercinta dengan perempuan mana pun menjadi bucin?”


“Siapa yang kau sebut kakak ipar?!”


Belum sempat Zaka menjawab, masuklah Varel dengan membanting pintu membuat Zaka benar-benar terkejut hingga tanpa sadar menginjak kaki Sebastian dengan cukup keras


“Kau menginjak ku, bodoh”


Zaka berlari keluar ruangan membuat Sebastian menggeleng kepalanya heran melihat tingkah sepupunya yang benar-benar seperti anak kecil


“Bas”


“Minumlah”


Sebastian menyodorkan gelas vodka kepada sahabatnya yang terlihat sangat kacau


“Bagaimana keadaan perusahaan?”


“Ck, kau bertanya perusahaan disaat aku terlihat sangat kacau seperti ini?”


“Itu hanya basa-basi karena aku mencari topik sebelum kau mengamuk”


“Sial.”


Lalu keduanya berlarut dalam pikiran masing-masing seraya meminum vodka yang ada di hadapan mereka. Varel yang terdiam dengan pikiran yang tertuju pada Vania dan Sebastian yang menghela nafas berat karena merindukan calon istri yang baru sekitar tiga jam ia tinggali di apartemen mereka


“Bas..”


Seketika Sebastian menoleh tanpa menjawab


“Apa dia akan menceraikan ku?”

__ADS_1


Deg.


Sebastian menatap Varel dengan penuh tanda tanya seolah bertanya "apa maksud dari kalimat yang baru saja ia lontarkan?" sedangkan Varel hanya diam menghela nafas berat seraya tangannya bermain diatas gelas vodka miliknya sendiri


“Apa aku tidak bisa melihat hasil bibit yang aku tanam? Apa aku tidak bisa menemaninya melahirkan? Apa aku tidak bisa melihat Varel-Vania kecil? Apa aku..”


“..apa aku tidak bisa dimaafkan?”


Sebastian menghela nafas berat saat mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya. Bukan ucapan yang selalu memakinya atau ucapan yang selalu mengejeknya, tapi itu ucapan yang bahkan membuat hati Sebastian sakit terlebih Varel mengatakannya dengan bergetar seolah sedang menahan diri untuk tidak menangis dihadapan Sebastian


“Bas..”


“Rel, tenanglah.. Aku yakin Vania tidak akan setega itu”


“Dia bisa saja tega dengan orang sepertiku, yang selalu memarahinya, yang selalu membentaknya, yang tidak bisa mengontrol emosi dan bahkan tak jarang menamparnya..”


Sebastian terdiam dan benar-benar tidak tau harus menjawab apa hingga akhirnya


“Bagaimana jika besok pagi ada surat cerai yang terkirim? Haha.. Aku tidak pantas untuk sekedar mendapat cinta dari wanita yang begitu tulus dan hampir sempurna sepertinya, Bas. Aku memang dilahirkan menjadi orang jahat yang tidak punya perasaan”


Ada bulir air mata yang terjatuh yang ia tahan begitu kuat namun tetap terlihat jelas membasahi wajah tampannya membuat Sebastian tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menunduk karena ia tak bisa melihat Varel yang semenyedihkan dan sekacau ini


“Bas, apa dosa yang aku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga membuatku merasakan kehilangan lagi? Dan ini..ini ketiga kalinya, Bas”. Hening


“Apa sekarang semesta menertawakan ku?”. Hening


“Aku sangat takut dengan kata “kehilangan” bahkan rasanya kembali sakit.. disini sakit sekali”


Varel tersenyum tipis seraya menunjuk dadanya lalu menunduk dan mengepalkan tangan


Pranggggg


“SHIT?!”


Sebastian benar-benar terkejut saat melihat Varel yang melempar gelas vodka ke lantai hingga membuatnya bergerak mendekati Varel dan memegang tangan sahabatnya yang bergetar hebat


Di hadapan Sebastian sekarang bukan lagi Varel si pemilik Fernandez Group yang dikenal dingin dan acuh namun dihadapannya sekarang terlihat Varel, sahabatnya yang sedang rapuh dengan penampilan yang begitu kacau dan tatapan yang memohon untuk meminta semesta menghentikan semua ini.


*


*


*


Maaf ya hari ini author cuma bisa update satu bab soalnya lagi ada kegiatan kampus hihi..


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2