
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Ini, ambillah" ucap Varel yang lagi-lagi memberikan black card kepada Vania
"Tidak perlu Sayang, aku tidak membutuhkannya"
Vania pun lagi-lagi menolak pemberian sang suami
"Ambil dan gunakan untuk keperluan mu" ucap Varel penuh penekanan
"Ambil saja Kak Vania nanti buat traktir Vandi juga boleh" celetuk Vandi terkekeh
"Keperluanku?" gumam Vania
"Beli semua yang kau inginkan, jika perlu beli juga mulut Vandi yang berisik agar Pak San dengan senang hati menggorengnya lalu memberikannya kepada tetangga" ketus Varel lalu menatap tajam sang adik
"Beli semua?" lagi-lagi Vania hanya bergumam
"Kak Vania beli anak anjing saja" usul Vandi yang membuat Varel mengerutkan kening
"Bolehkah Sayang? Aku sangat ingin merawat anjing" pinta Vania menatap sang suami
"Beli lah, tapi jangan kau yang merawatnya" ucap Varel yang membuat Vania mendengus kesal
"Untuk apa aku membelinya jika bukan aku yang merawatnya?" tanya Vania malas
"Suruh pelayan saja merawatnya" jawab Varel santai
"Tidak, aku tidak mau" tolak Vania cepat
"Huh yasudah kau boleh merawatnya" jawab Varel malas
"Terima kasih Sayang" ucap Vania tersenyum
"Um Sayang, apa boleh aku mengajaknya tidur bersamaku?" tanya Vania menampilkan puppy eyes nya
"Tidak tidak, lalu aku bagaimana menurutmu hah?" bentak Varel frustasi
"Bawa saja Sayang agar Varel tidur di kamar tamu" usul Mama Melinda tertawa
"Kak Varel lebay deh, dulu saja sebelum menikah tidur sendiri sekarang kok frustasi" ejek Vandi
"Makanya kau cepat selesaikan kuliahmu agar kau tau bagaimana rasanya tidur ditemani oleh wanita mu" ucap Varel menatap kesal sang adik
"Memang rasanya bagaimana?" tanya Vandi menerawang
"Bayangkan saja saat kau sedang sibuk dengan laptop mu ada yang selalu menunggu dan menemanimu, selalu memasangkan dasi untukmu, dan yang paling penting kau selalu bisa memeluk dan mendapat morning kiss darinya" ucap Varel santai sedangkan Vania menunduk malu karena ulahnya
"Vandi jadi tidak sabar nih" ucap Vandi bersemangat yang membuat Casandra juga menunduk malu
"Untuk hal yang begitu saja kalian sangat bersemangat" ketus Mama Melinda yang membuat kedua putranya tertawa
"Oh iya habis ini kita kemana, Ma?" tanya Vandi menatap sang Mama
"Terserah lah kalian mau kemana" jawab Mama Melinda
"Bagaimana kalau kita pergi bermain?" usul Vandi bersemangat
"Hei kau itu sudah 20 tahun pikiranmu masih seperti anak kecil saja" ketus Varel
"Tidak tidak, jika kalian ingin bermain tunggu kalian double date saja, apa kalian mau meninggalkan Mama sendirian duduk di kursi" ketus Mama Melinda mendengus kesal
__ADS_1
"Tadi Varel mengusul mau ajak mang Johan tapi Mama yang tidak mau" ejek Varel terkekeh
"Ajak saja sana bawa dia kemari jika kau ingin melihat istrimu bersanding dengan Bas di pelaminan besok" ancam Mama Melinda
"Mama selalu saja mengancam" ketus Varel kesal
"Jadi kita kemana sekarang?" tanya Vandi malas
"Mama ingin pulang saja, kalian jalan-jalan lah saja" ucap Mama Melinda
"Mama dijemput supir?"
"Iya"
"Sepertinya Varel dan Vania pamit duluan" ucap Varel kepada semuanya
"Kau mau kemana?" tanya Mama Melinda
"Biasa Ma tidak mau jauh dari istri, Mama sih sukanya ngancam Kak Varel" cibir Vandi terkekeh
"Oh yasudah berhati-hatilah dan jaga Vania awas saja jika dia lecet Mama akan menghukum mu" ancam Mama Melinda yang membuat semuanya tertawa kecuali Varel yang menatap malas sang Mama
"Apa cuma Varel yang merasa bukan anak kandung Mama?" cibir Varel kesal
"Posisi Kak Varel sudah digantikan Vania" ejek Casandra tertawa
"Tidak masalah jika Mama sangat menyayangi Vania, yang akan menjadi masalah itu jika Vandi tiba-tiba ikut menyayanginya" ketus Varel menatap sang adik
"Apa masalahnya? Ini kan Kakak perempuannya Vandi" cibir Vandi lalu merangkul bahu Vania
"Hei, berani sekali kau" bentak Varel yang membuat Mama Melinda dan Casandra tertawa
"Sayang sudahlah jangan marah-marah, wajar kok aku dan Vandi memang sudah lama berteman dan sekarang kami sudah menjadi keluarga" ucap Vania berusaha menenangkan Varel yang sedang menatap Vandi dengan tajam sedangkan Vandi menjulurkan lidah dihadapannya
"Ya tergantung sikap kak Varel kepada kak Vania aja" ejek Vandi disela-sela tawanya.
*****
Didalam Mobil
"Sayang, kita mau kemana?" tanya Vania bingung saat melihat mobil Varel berlawanan arah ke jalan rumah mereka
"Diam lah aku masih kesal terhadapmu" bentak Varel yang membuat Vania bungkam
Beberapa saat kemudian mobil terhenti di depan sebuah toko hewan peliharaan
"Sayang, mengapa kita kesini?" tanya Vania bingung
"Membeli anak anjing" jawab Varel singkat lalu turun dari mobil diikuti Vania dibelakangnya
"Kau tidak perlu repot-repot mengantarku, Sayang" ucap Vania saat mereka sudah masuk ke dalam toko
"Jangan berisik dan cepatlah pilih" ucap Varel dingin
Lalu Vania pun mulai berjalan melewati kandang anak anjing satu per satu hingga tatapannya terhenti pada seekor anak anjing berwarna hitam bercampur cokelat yang sangat imut menurutnya
"Kau pilih yang mana?" tanya Varel yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya
"Aku ingin ini" ucap Vania dengan senangnya
"Mengapa kau menyukainya?" tanya Varel mengerutkan kening
"Karena dia mirip sekali dengan Yeontan" ucap Vania tersenyum
"Apa? Bekantan? Hewan apa itu?" tanya Varel heran
__ADS_1
"Yeontan Sayang bukan bekantan, Yeontan adalah anjing kecil milik V" ucap Vania menjelaskan
"V apa lagi? Apa sejenis makanan? Atau dia mantanmu? Atau bahkan selingkuhan mu?" bentak Varel kesal
"Bukan, V adalah anggota boyband asal korea yang sangat terkenal, V adalah nama panggung dari Kim Taehyung, dia memiliki anjing kecil yang sangat mirip dengan ini dan nama anjingnya Kim Yeontan" ucap Vania menjelaskan dengan sangat sabar sedangkan Varel semakin heran dibuatnya
"Tau ah ribet, beli sana cepat" ketus Varel lalu berjalan menuju kasir dan Vania pun mengikutinya setelah ia memberitahu kepada salah satu pegawai yang berada didekatnya tadi
"Sayang, biar aku saja yang membayarnya, kau sudah memberikan black card tadi" bisik Vania kepada Varel yang disebelahnya
"Berapa semua?" tanya Varel kepada sang kasir tanpa merespon ucapan Vania
"Total semuanya 25 juta, Tuan Muda" ucap sang kasir menunduk sopan
Lalu Varel pun mengeluarkan kartu atm nya dan membayar anak anjing yang sudah di gendongan Vania.
*****
Di Dalam Mobil
"Mulai sekarang namamu Yeontan ya" ucap Vania berbicara kepada anak anjing
"Kau mengikuti nama anjing milik selingkuhan mu itu" ketus Varel yang membuat Vania menoleh sebentar lalu sibuk dengan anak anjing barunya
"Yeontan harus pintar ya sama Mommy" ucap Vania mencium anak anjingnya
"Hei dia itu anak anjing bukan bayi" bentak Varel
"Dia imut sekali, Sayang" ucap Vania tersenyum
"Bilang saja kau bangga karena memiliki anak anjing mirip punya selingkuhan mu" ketus Varel
"Ya ampun Sayang, V bukan selingkuhan ku, dia bahkan tidak pernah melihatku" ucap Vania
"Bisa saja kan kalian bertemu diam-diam" bentak Varel
"Sayang, V adalah artis yang menetap di Seoul dan tidak mungkin aku bertemu dengannya, sudah ya jangan marah lagi" ucap Vania berusaha menenangkan
"Tetap saja aku tidak suka kau mengagumi lelaki lain selain diriku" ketus Varel kesal
Bisa gila aku menjelaskan padanya, penyebab ini semua adalah V.-Vania
"Lihat, kau tidak menjawab ku pasti kau sedang memikirkannya" ketus Varel menampar pelan stir mobil
Apa-apaan dia? Dengan V saja marah-marah, lucu sekali.-Vania
"Tidak tidak, aku tidak memikirkan apa-apa" jawab Vania tersenyum
"Yeontan, kau lihat Daddy marah-marah" bisik Vania dengan isengnya
"Huh aku tidak sudi menjadi Daddy nya" ketus Varel namun menahan senyum
Bagaimana ia memperlakukan anak anjing seperti bayi? Menggemaskan sekali.-Varel
"Tidak apa-apa sayang, jika Daddy tidak menganggap mu Mommy saja yang menjaga dan merawat mu sepenuh hati" ucap Vania lalu mencium anak anjingnya
Seketika hening, tak ada yang bersuara hingga tiba-tiba Varel dan Vania tertawa bersama dengan sangat kencangnya
"Baiklah Yeontan Daddy akan menganggap mu" ucap Varel disela-sela gelak tawanya lalu mengelus pucuk kepala Yeontan.
*
*
*
__ADS_1