
Novel ini bukan hanya tentang Vania dan Varel aja ya. Disini juga akan diceritakan tentang kisah cinta Daniel, Sebastian, Vandi, Casandra, Alea, Angeline, Tika, dan sekretaris Dimas sebagai pemanisnya. Agar pembaca tidak bosan jika semua tentang Varel dan Vania..
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Daniel Efrata, itulah namaku, seorang anak yatim piatu yang ditinggal kedua orang tua saat umurku masih sangat muda. Kedua orang tua ku meninggal karena keracunan makanan yang diberikan oleh saudara dari Ayah yang sangat iri dengan kehidupan kami.
Setelah kehilangan kedua orang tua, aku juga kehilangan rumah yang harusnya menjadi milikku namun diambil paksa oleh saudara Ayahku.
Saat itu aku diusir dari rumah orang tuaku, ingin mencari keluarga Ibu namun tak ada satu pun yang ku kenal karena Ayah dan Ibu menikah tanpa restu keluarga dari Ibu
Setelah berjalan cukup lama, aku menemukan sebuah panti asuhan, Panti Asuhan Pelita namanya.
Ingin rasanya masuk namun aku tidak berani, aku sangat malu hingga akhirnya aku berdiam diri dan duduk menyandar dengan pagar panti asuhan tersebut hingga akhirnya aku tertidur
Hal pertama yang kulihat saat bangun tidur adalah seorang gadis kecil yang duduk di sampingku. Aku mencoba untuk bangun namun tubuhku rasanya sangat lelah.
Akhirnya gadis kecil tersebut menceritakan bahwa aku dibawa ke panti asuhan oleh pemiliknya karena aku sedang demam
Tak lama kemudian datanglah seorang Ibu paruh baya lalu duduk di samping gadis kecil tersebut. Ia menanyakan semuanya kepadaku termasuk nama, keluarga, dan mengapa aku ada didepan panti asuhannya. Aku menceritakan semuanya, tentang keluargaku yang mengusirku dan aku bingung harus mencari tempat tinggal dimana hingga akhirnya sang Ibu menawarkan aku untuk tinggal di panti asuhan
Aku langsung mengiyakan karena memang aku tidak tau harus kemana lagi, kulihat gadis kecil di sampingku sangat bahagia mengetahui bahwa aku akan tinggal di panti asuhan
Hari berganti hari bulan berganti bulan hingga tahun berganti tahun gadis kecil itu selalu menemaniku, mendengarkan keluh kesah ku, menceritakan semua hal kepadaku, bermain denganku, hingga tidur pun aku harus mendongengkan untuknya
Ya, dia adalah Vania, Evivania Amanda. Gadis kecil yang berumur lebih muda dua tahun dariku.
Aku bersekolah disekolah yang sama dengannya, berangkat bersama, pulang bersama hingga belajar pun bersama.
Kemanapun kami selalu bersama sampai-sampai Ibu panti pun sudah hafal jika ia ingin mencari ku, ia tinggal memanggil Vania pasti aku akan berada disampingnya
__ADS_1
Diumur ku yang ke 15 tahun, aku bertemu dengan seorang gadis di sekolahku, ia adalah gadis polos dan imut hingga membuatku tertarik. Dia adalah Susan, Susan Priskila adalah gadis pindahan dari Solo. Sejak pertama bertatapan dengannya, aku merasa bahwa aku sudah jatuh cinta terhadapnya. Ya, aku tau bahwa itu adalah cinta monyet, hanya sebatas cinta anak SMA. Hingga aku memberanikan diri menyatakan cintaku kepadanya dan dewi fortuna ternyata berpihak kepadaku, Susan menerima cintaku dan mengatakan bahwa ia juga sejak lama menyukaiku
Akhirnya, hari-hari yang kujalani sangat indah, bersama Susan yang selalu menemaniku.
Kepada gadis kecilku aku juga menceritakannya, ia bahkan sangat antusias jika aku menceritakan tentang Susan
Dua tahun setelah itu, tiba-tiba ada sepasang suami istri yang sangat ingin mengadopsi ku, mereka adalah Lyno Airlangga dan Kusuma Dwi Ningsih Airlangga.
Awalnya aku ragu, namun Vania meyakinkanku bahwa mereka adalah orang baik hingga akhirnya aku menyetujuinya.
Airlangga nama belakang yang harus aku pegang mulai saat itu
Berpisah dengan gadis kecil sangat membuatku terluka, ternyata kedua orang tua angkat ku mengetahuinya dan mengijinkan ku untuk masih bersekolah di SMA yang sama dengan Vania dan bisa sering-sering mengunjunginya.
Kedua orang tua angkat ku juga ingin mengadopsi Vania, namun Vania enggan karena ia harus mengejar mimpinya, mimpi yang hanya dia seorang yang tau
Hubunganku dengan Susan semakin bahagia hingga kami sering merencanakan untuk berkuliah bersama, kerja bersama, hingga menikah. Mungkin itu sangat tidak masuk akal di pikiran anak SMA, namun entah kenapa aku hanya menyukai seorang gadis yaitu Susan walaupun banyak para gadis yang mencoba untuk mendekatiku
Namun kabar buruk yang kudapat dua jam setelah Susan mengabari bahwa mereka sedang dijalan, aku mendengar kabar bahwa mobil Susan dan temannya terlindas truk. Tubuhku lemas namun aku berusaha untuk tidak tinggal diam. Bersama kedua orang tuaku, aku pergi ke rumah sakit dimana Susan dibawa. Saat tiba di sana aku melihat kedua pasangan suami istri yang meronta-ronta dan menangis membuatku menjadi ragu untuk melangkah. Aku sangat membenci tangisan itu karena pasti aku akan mendapat kabar buruk. Tepat seperti dugaan, sepuluh menit sebelum kedatanganku Susan menghembuskan nafas terakhirnya
Hatiku hancur, benar-benar hancur aku menangis dan meronta-ronta, aku menarik-narik kerah jas dokter dan bertanya-tanya apa semua ini bercanda namun diamnya dokter membuatku semakin hancur
Mama dan Papa yang melihatnya merasa heran, hingga akhirnya Vania datang ke rumah sakit menjelaskan semua kepada Mama Papa dan ia berusaha untuk menenangkan ku karena ia sudah sangat hafal dengan sikapku
Saat aku sudah benar-benar hancur, aku tidak perlu rasa dan tatapan kasihan dari orang-orang, aku hanya perlu pelukan, pelukan yang hanya kudapat dari Vania, adik kesayanganku
Saat aku sedang ditenangkan oleh Vania, tiba-tiba kakak lelaki Susan mendatangiku dan memberikanku sekotak kecil mengatakan bahwa itu ada didalam tas Susan.
Aku membukanya dan melihat sebuah foto, selembar surat dan sebuah jam tangan.
Aku membaca surat tersebut hingga air mata kembali mengalir deras di pipiku.
Surat itu adalah hasil tulis tangan Susan, ia mengucapkan selamat ulang tahun untukku dan meminta maaf tidak bisa mengatakannya secara langsung karena kedua sahabatnya memaksanya untuk ikut berlibur.
__ADS_1
Ini akan menjadi hari ulang tahun yang sangat menyedihkan bagiku. Hari ulang tahunku tepat hari dimana Susan menghembuskan nafas terakhirnya
Vania menangis saat melihatku dengan keadaan yang sangat kacau. Hingga pemakaman tiba, Vania selalu menemaniku bahkan ia tidur di rumah Mama Papa agar bisa menenangkan ku
Dua minggu setelah meninggalnya Susan, aku benar-benar masih merasa terpuruk. Namun, aku mengingat bahwa sejak kejadian di rumah sakit hingga pemakaman Susan pun kedua sahabatnya tidak ada dan itu membuatku curiga. Aku harus menyelidikinya, ya aku harus menyelidiki itu semua
Dengan meminta bantuan dari Papa, tidak butuh waktu lama aku mendapat semua informasi penting itu. Ternyata itu semua adalah rencana dari kedua sahabat Susan.
Ika dan Susi yang merencanakan semuanya, mereka ingin membuang Susan karena Susi menyukaiku dan Ika yang membantu melancarkan aksinya.
Saat berhenti di supermarket, Ika dan Susi pamit ke toilet dan mengunci pintu mobil membuat Susan pengap dan kekurangan oksigen. Mereka membayar supir truk untuk menyenggol mobil tersebut agar Susan bisa terluka sehingga aku akan pergi dari hidupnya.
Mereka menduga jika Susan hanya akan terluka karena sebuah truk hanya menyenggol mobil itu, tapi mereka tidak menyangka bahwa Susan menghembuskan nafas terakhirnya
Hatiku benar-benar mendidih mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut kotor mereka
Apa cinta bisa membuat orang kehilangan akal sehatnya?
Apa cinta bisa membuat orang menjadi sangat bodoh dan tidak berpikir panjang?
Tanpa menunggu waktu lama, Papa menjebloskan mereka ke penjara selama dua puluh tahun dan berjanji akan mengasingkan mereka di negara yang jauh dari Indonesia setelah mereka keluar dari penjara. Hukuman itu pun tidak sebanding dengan perbuatan mereka yang membuat kekasihku meninggal.
*
*
*
Jangan lupa di like dan vote ya teman-teman😘..
*
*
__ADS_1