
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Aku tidak rela jika banyak rekan bisnis ku menatapmu karena kau sangat cantik"
ketus Varel dengan wajah kesalnya membuat Vania tak bisa menahan tawa
"Ceh, jangan menggoda ku Tuan Muda"
"Tapi serius sayang, kau terlihat sangat cantik"
"Ya ya ya terserah kau saja. Jadi bagaimana? Apa kita tidak jadi berangkat?"
"Tidak-tidak, jika kita tidak jadi berangkat putri cadel mu akan memusuhiku berbulan-bulan, dia kan sangat pendendam. Tapi kau harus tetap berada di sisiku"
"Baiklah"
"Oh iya mengapa kau tidak mengatakan bahwa kita akan pergi ke pesta?"
"Kau tertidur disaat aku menerima undangannya, jadi aku tidak sempat memberi tahu mu sayang"
"Bagaimana dengan Lista dan Varo?"
"Apa maksudmu?"
"Sayang, kau membawa kami ke pesta rekan bisnismu sedangkan tidak ada yang mengetahui bahwa kita sepasang suami istri bahkan kau membawa kedua anakmu terlebih berita itu belum diselesaikan"
ucap Vania menunduk pelan saat mengingat tentang berita yang sempat membuatnya down walaupun itu sebagian dari rencana suaminya
"Hei sayang, berhentilah memikirkan berita itu"
"Tidak, aku tidak memikirkannya"
jawab Vania lalu mengangkat kepala dan tersenyum tipis
"Dan untuk masalah anak-anak kau juga jangan memikirkannya sayang. Aku sudah mengatasi semuanya"
"Oh baiklah"
jawab Vania pelan
"Sekarang kau sudah siap?"
"Sudah"
"Ayo berangkat"
jawab Varel pelan lalu mengulurkan tangannya
Vania pun tersenyum memegang tangan sang suami dan mereka keluar dari kamar lalu berjalan menuju lantai bawah dimana kedua anaknya sedang menunggu dengan wajah cemberut
"Hei ada apa ini?"
tanya Varel saat baru saja sampai di ruang keluarga
"Oma mengajak kami untuk berangkat bersama tapi Oma belum keluar-keluar dari kamarnya"
ucap Varo dengan wajah ditekuk
"Dan Mommy harus lihat make up Lista akan luntur jika Oma tidak keluar sekarang"
rengek Lista dengan manjanya
"Oma sudah keluar"
Tiba-tiba Mama Melinda sudah berjalan mendekati anak, menantu, dan cucu-cucunya
"Astaga, pantas saja Oma lama sekali ternyata Oma keluar dengan wajah cantik"
ucap Varo tiba-tiba yang membuat Varel tertawa seketika
"Dia benar-benar anak Varel"
gumam Mama Melinda pelan
"Mama sangat cantik"
__ADS_1
"Kau yang terlihat sangat bersinar sayang"
Mama Melinda pun kembali memuji menantunya
"Oma tidak melupakan Lista bukan?"
tanya Lista menatap Mama Melinda
"Tentu tidak sayang"
jawab Mama Melinda disela-sela gelak tawanya sedangkan Vania hanya tersenyum tipis melihatnya
Jangan ditanya dimana yang lain karena Mama Kusuma, Papa Lyno, dan Daniel sudah kembali ke rumah mereka yang ada di kota B tersebut sedangkan Sebastian juga sudah kembali ke apartemennya. Ralat, bukan kembali tapi beberapa orang tersebut sudah berada di pesta sekitar setengah jam yang lalu, pesta yang akan dihadiri oleh Varel sekeluarga
"Oh iya, kak Bas sudah kembali ke apartemen ya?"
tanya Vania lalu menatap suaminya
Astaga Vania, sudah author katakan jangan menanyakan mereka 🤦 //author geleng kepala
"Mengapa kau menanyakan Bas sih?"
tanya Varel menggerutu
"Ceh, Daddy penyemburu sekali"
celetuk Varo tiba-tiba
"Sudah-sudah, ayo cucu Oma kita berangkat duluan saja"
ucap Mama Melinda lalu mengajak kedua cucunya untuk berangkat bersama
"Jangan lupa ajak Pak Adi, Ma"
ucap Varel mengingatkan
"Iya Mama tau"
jawab Mama Melinda malas.
*****
"Sayang?"
panggil Vania yang membuat Varel menoleh kearahnya
"Ehm, tidak jadi"
ucap Vania ragu lalu memalingkan wajahnya menatap pemandangan luar
Varel tau bahwa istrinya sedang ragu untuk mengutarakan isi hatinya. Isi hati tentang keraguannya mengikuti pesta yang diketahui diadakan oleh rekan bisnis sang suami. Varel juga tau alasan dibalik keraguan istrinya menghadiri pesta-pesta besar bersama Varel, dimana tidak ada rekan bisnis Varel yang mengetahui bahwa dirinya menikahi putri Airlangga, itu yang membuat Vania ragu karena ia takut hal itu bisa membuat bisnis Varel maupun Papa Lyno akan hancur
"Hei tatap aku"
ucap Varel memegang dagu sang istri agar Vania menatap mata elangnya
"Apa aku harus mengulang semua perkataan ku saat kita berada diperjalanan menuju pesta Tuan Park?"
tanya Varel seraya tangannya mengelus wajah Vania
"Ehm, apa kau masih mengingatnya? Kurasa ingatanmu semakin memburuk"
gumam Vania menahan tawa membuat Varel langsung melongo mendengarnya
"Ceh, kau mengganggu momen romantis saja"
ucap Varel lalu terkekeh pelan
"Sekarang jangan kau ganggu lagi, dengarkan semua perkataan ku dan jangan bersuara jika aku belum menyuruhmu bersuara"
"Sayang, bisakah kau langsung mengatakan pada intinya saja? Kau berbicara seperti itu seakan-akan membuatku jadi tersangka"
"Tapi kau benar-benar tersangka disini, kau dilaporkan sudah mencuri hati Tuan Muda Varel"
ucap Varel dengan wajah serius membuat Vania bahkan sekretaris Dim yang sedang duduk di kursi kemudi pun menatap Varel heran
"Apa kau sudah tidak waras?"
ketus Vania dengan kesalnya
__ADS_1
"Astaga sayang, aku serius"
rengek Varel dengan manja
"Ya ya ya terserah kau Tuan Muda"
ucap Vania lalu memalingkan wajahnya karena ia merasa wajahnya memerah karena malu mendengar perkataan si Tuan Muda.
*****
Hotel VA
Tak lama kemudian sampailah Varel dan Vania disebuah hotel dengan begitu banyak mobil yang sudah terparkir dan tentunya dengan pengamanan yang ketat
"Ayo turun"
ucap Varel lembut saat sekretaris Dim sudah membuka pintu mobil
"Sayang, mengapa banyak sekali orang disini?"
bisik Vania pelan seraya menggandeng lengan sang suami
"Ini hotel sayang bukan gedung bekas, jelas saja banyak orang"
ucap Varel terkekeh pelan membuat Vania mendengus kesal mendengarnya
"Sekarang kita masuk ya"
Varel dan Vania pun mulai masuk ke dalam dengan sekretaris Dim yang berjalan di depan mereka mengarahkan jalan menuju aula tempat pesta berlangsung
"Astaga"
gumam Vania lalu menutup mulut
Bagaimana tidak? Di aula tersebut sudah banyak orang yang sedang berbincang-bincang, entah berapa orang yang diundang oleh pemilik pesta namun jumlah orang-orang tersebut begitu banyak lebih banyak dari rekan bisnis Varel dan Paman Bram saat mendatangi pesta pernikahan Varel dan Vania
Vania terkejut bukan karena tidak pernah ke pesta dengan melihat banyak orang, saat di Seoul di pesta Tuan Park juga ada begitu banyak orang yang datang namun ini pestanya diadakan di kota B, kota dimana semua orang mengenal mereka
"Mama dan yang lainnya dimana sayang?"
bisik Vania pelan
"Mereka disana, ayo kita kesana"
ucap Varel lalu merangkul pinggang sang istri dan berjalan mendekati meja dimana semua orang terdekat mereka sudah berkumpul
"Vania, duduk disini sayang"
ucap Mama Kusuma meminta Vania duduk disebelahnya
Vania pun mulai duduk setelah Varel menggeser kursi untuknya dan tentu saja hal itu dilihat oleh semua orang yang ada di dalam ruang aula
Semua orang menatap Vania heran, banyak yang berpikir apa hubungan Vania dan Varel terlebih saat melihat perut buncit Vania membuat semua rekan bisnis Varel menerka-nerka apa yang terjadi
"Tuan Muda"
panggil sekretaris Dim lalu membisikkan sesuatu
Varel pun beranjak dari tempat duduknya dan pamit sebentar kepada sang istri
"Sayang, kau disini dulu bersama Mama dan yang lain ya, aku ada urusan sebentar, tidak akan lama"
ucap Varel lalu mencium pucuk kepala istrinya dan berjalan menjauh.
*****
"Apa sekarang Tuan?"
tanya sekretaris Dim sopan
"Matikan lampu sekarang Dim"
ucap Varel memerintah.
*
*
*
__ADS_1