
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Vandi terus menerus memanggil nama Vania di sepanjang jalan menuju rumah sakit. Perasaan bersalah membuat nya semakin takut untuk kehilangan kakak ipar dan kedua calon keponakan nya
"Astaga, mengapa ambulance ini sangat lambat sekali? Nyawa Nona Muda sedang sekarat"
Lagi dan lagi Vandi mengamuk karena mereka masih belum sampai ke rumah sakit
"Aku harus mengabari semua orang"
gumam Vandi pelan lalu menelfon Varel
Berkali-kali sudah Vandi menelfon nya, namun tak ada satu pun panggilan yang di angkat oleh Varel hingga ia berinisiatif untuk menelfon sekretaris Dim
Tapi sekretaris Dim juga tidak mengangkat panggilan dari Vandi
"Astaga kak Varel kau kemana? Kak Vania sedang membutuhkan mu"
Tak berapa lama Vandi pun menelfon sang Mama hingga dering ke tiga baru lah Mama Melinda mengangkat nya
"Ma"
lirih Vandi pelan
"Iya sayang ada apa?"
"Kak Vania Ma"
"Ada apa dengan Vania nak? Bukan kah kalian akan menghabiskan waktu bersama?"
"Ka-kak Vania kecelakaan"
"A-apa? Apa maksud mu Vandi?"
"Vandi akan jelaskan nanti Ma. Kak Vania sedang di perjalanan menuju rumah sakit kak Varel. Tolong minta siapa pun untuk mencari kak Varel karena kak Varel tidak mengangkat telfon Vandi"
"Baiklah Mama ke sana sekarang".
*****
Ruang Keluarga Fernandez
"Ada apa besan? Mengapa kau sangat terkejut?"
"Va-Vania"
"Ya? Ada apa dengan Vania?"
"Apa berita buruk tante?"
ucap Daniel menyela
"Vania kecelakaan"
"A-APA??!!"
"Astaga, apa yang terjadi dengan putri ku?"
"Vandi mengabari ku bahwa ambulance yang membawa Vania sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit Varel"
"Kita ke sana sekarang"
ucap Papa Lyno lalu berdiri
"El akan membawa mobil sendiri Pa"
"Nak, bisa kah tante minta tolong kepada mu?"
"Tentu saja tan, minta tolong apa?"
"Tolong perintahkan siapa pun untuk mencari Varel karena ponsel nya tidak aktif"
"Baiklah akan Daniel lakukan. Mama, Papa dan tante pergi saja dahulu, Daniel akan menyusul"
Lalu Papa Lyno, Mama Kusuma, dan Mama Melinda pun pergi setelah berpamitan kepada Daniel
"Aku harus menelfon Bas"
Setelah panggilan berkali-kali, akhirnya Sebastian pun mengangkat telfon Daniel
"Ada apa Tuan Airlangga?"
"Bas, apa kau sedang sibuk?"
"Hem, sepuluh menit lagi aku akan menghadiri rapat besar"
"Bisa kah aku meminta tolong?"
__ADS_1
"Apa kau merindukan ku? Tenang saja sore nanti aku pulang ke rumah Varel"
"Berhenti bertingkat Bas. Aku ingin kau pergi ke kantor Varel dan katakan bahwa istri nya kecelakaan"
"A-apa? Kau bercanda Daniel?"
"Aku tidak bercanda dan sekarang aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit"
"Astaga, bagaimana bisa Vania kecelakaan?"
"Aku tidak tau pasti Bas. Tolong cari lah Varel sekarang"
"Baiklah"
ucap Sebastian lalu memutuskan panggilan bersamaan dengan sang sekretaris yang memasuki ruangannya
"Sepuluh menit lagi rapat besar akan di mulai Tuan Sebastian"
"Jeck, siapkan mobil untuk ku"
"Apa? Tuan Sebastian ingin kemana?"
"Aku ada urusan mendadak dan ini sangat penting"
"Tapi Tuan bagaima-"
"Kau bisa ku andalkan. Gantikan aku memimpin rapat besar ini"
*****
Gedung Fernandez Group
Sebastian sudah sampai di halaman gedung Varel, ia pun berjalan untuk masuk ke dalam namun sebelumnya ia bertemu mang Johan, satpam kantor Varel
"Tuan Bas?"
"Mang Johan, apa Varel ada di kantor?"
"Tuan Muda sedang mengadakan rapat Tuan Bas, dan Tuan Muda melarang siapa pun untuk menemui nya selama dua jam ke depan"
"Baiklah aku akan menunggu di ruangannya"
"Baiklah Tuan Bas"
Sebastian pun masuk ke gedung Varel namun tidak menuju ruangan Presdir melainkan menuju ruang rapat yang ternyata di jaga ketat oleh beberapa pengawal
Varel benar-benar sudah gila.-Sebastian
"Apa Varel ada di dalam?"
"Aku ingin menemui nya"
"Maaf Tuan Bas, Tuan Muda melarang siapa pun untuk menemui nya selama dua jam ke depan"
jawab pengawal dengan sopan
"Tapi aku membawa berita penting"
"Sekali lagi maafkan saya Tuan Bas"
Sebastian pun berusaha untuk masuk ke dalam ruang rapat namun para pengawal menahan nya
"SHIT!! BERHENTI MENAHAN KU"
teriak Sebastian dengan kesal lalu berusaha untuk membebaskan diri
Sedangkan di dalam ruang rapat
"Ada apa Dim?"
tanya Varel pelan saat melihat sekretaris Dim menatap lapar iPad dengan mengerutkan kening nya
"Tuan Alexandre sedang berada di luar Tuan Muda"
jawab sekretaris Dim sopan
"Bas?"
"Sepertinya Tuan Alexandre ingin masuk dan bertemu Tuan Muda namun para pengawal menahannya sehingga Tuan Alexandre meronta-ronta"
"Keluar dan berbicara lah dengan Bas, Dim sepertinya ada berita penting"
"Baik Tuan Muda"
ucap sekretaris Dim lalu pamit keluar untuk menemui Sebastian.
*****
"Tuan Dimas"
ucap para pengawal menunduk sopan saat melihat sekretaris Dim keluar dari ruangan rapat
__ADS_1
"Lepaskan Tuan Alexandre"
ucap sekretaris Dim dingin
Lalu para pengawal pun melepas tangan Sebastian
"Kalian boleh pergi"
Tanpa diperintahkan dua kali, para pengawal langsung pergi setelah berpamitan
"Ada apa kak Bas?"
"Varel dimana Dim?"
"Tuan Muda sedang memimpin rapat"
"Aku harus menemui nya"
"Tapi Tuan Muda melarang siapa pun untuk bertemu dengan nya kak"
"Dim, Vania kecelakaan"
"A-apa?"
"Katakan kepada Varel sekarang. Vania sedang menuju perjalanan ke rumah sakit milik nya"
ucap Sebastian menahan kesal lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari sekretaris Dim
Sekretaris Dim pun menatap kepergian Sebastian dan tak berapa lama ia masuk lagi ke dalam ruangan rapat
"Tuan Muda"
ucap sekretaris Dim pelan
"Katakan jika itu berita penting"
jawab Varel dingin
"No-Nona Muda kecelakaan"
"A-APA??!! Kau berbicara apa Dim?"
tanya Varel terkejut lalu menatap sekretaris Dim sehingga membuat orang-orang berhenti berbicara
"Sekarang sedang menuju rumah sakit Tuan"
ucap sekretaris Dim menunduk sopan
Tanpa menjawab apapun, Varel langsung berlari keluar dari ruang rapat
"Pak Deri tolong dilanjutkan rapatnya"
ucap sekretaris Dim sebelum keluar dari ruang rapat untuk menyusul Varel
*****
Halaman Gedung Fernandez Group
"Apa Tuan Muda sudah keluar mang?"
tanya sekretaris Dim kepada mang Johan
"Sudah Tuan Dimas, Tuan Muda berlari tergesa-gesa"
"Baiklah terima kasih mang"
ucap sekretaris Dim lalu menuju parkiran mobil untuk menyusul Varel ke rumah sakit
Sedangkan Varel yang sedang berada di perjalanan
"Astaga sayang mengapa kau bisa kecelakaan?"
gumam Varel pelan dengan wajah khawatir seraya tangan nya sibuk mencari kontak Vandi
"Vandi tolong angkat lah"
Tak berapa lama Vandi pun mengangkat telfon nya
"Katakan bagaimana keadaan istri ku?"
"Kak, kak Vania masih berada di ruangan UGD"
"Vandi, bagaimana bisa Vania kecelakaan?"
"Kak Varel kemari lah sekarang akan Vandi ceritakan di sini. Sebelumnya, Vandi benar-benar meminta maaf karena ini salah Vandi yang terlambat menjemput kak Vania"
"Jangan menyalahkan dirimu Van. Pantau keadaan istri ku dan kabari kakak. Aku sedang berada di perjalanan"
"Berhati-hatilah kak"
*
__ADS_1
*
*