
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Aditya Alvaro Fernandez, lelaki tampan yang bisa memikat hati wanita. Terkenal cuek mengikuti jejak Daddy Varel namun tidak bisa jauh dari Mommy Vania. Karena tuntutan lah yang membuatnya mau tidak mau harus menempuh pendidikan di Amerika, kota Opa Lyno dan Oma Kusuma. Cita-cita nya dari kecil adalah menjadi pemimpin Knipshon Group, perusahaan milik Kakek Aaron, orang tua dari Opa Lyno.
Evalista Amanda Fernandez, gadis dengan paras yang indah bisa membuat lelaki mana pun meliriknya. Gadis dengan ribuan fans yang hampir setiap harinya mendapat berbagai hadiah namun hatinya masih tetap terukir indah nama Dimas, asisten Varel. Ralat, bukan hanya Dimas saja melainkan nama Tian juga ternyata masih terukir indah di hati gadis itu.
Alvino Andreas Fernandez, ini lelaki yang benar-benar mirip dengan Varel. Lelaki yang mencontohi Daddy nya dari segala sisi seperti wajah dingin, arogan, emosional, dan mulutnya yang berkata-kata pedas. Namun, ia tidak bisa sehari saja untuk tidak memeluk Vania. Sepertinya, sifat Varel terlalu banyak menurun pada anak ketiganya.
Elvano Airlangga Fernandez, anak bungsu yang benar-benar kalem dan sangat berbeda dari saat ia masih bayi. Lelaki tampan yang murah senyum dengan kalimat dan perhatian yang membuat siapa saja akan jatuh cinta padanya. Ia benar-benar mewarisi sifat lembut Vania. Lelaki ini bisa mencairkan suasana hanya dengan senyum manisnya saja. Sepertinya, El adalah salah satu lelaki yang menjadi idaman menantu para ibu-ibu kompleks.
*****
“Mami, dimana sayang I?” tanya Joyline ketika tidak melihat batang hidung duplikat Varel tersebut.
Tika menggeleng pelan melihat kelakuan gadisnya yang masih berusia 12 tahun sudah pecicilan seperti itu. “Joy, jangan seperti itu. Kau mau jika dewasa nanti pecicilan seperti Papi?”
Hal yang sama sudah berkali-kali Tika ucapkan kepada sang anak dan jawaban Joyline tetap sama. “Mau, asalkan suami I itu Al.”
Memang, pesona Alvino tidak bisa ditolak eh siapapun termasuk Joyline yang sejak dulu mengagumi ketampanan bocah itu.
“Mommy?!”
Oke. Tuan Putri sudah berteriak yang artinya pasti ada yang berdebat mempermasalahkan apapun.
“Vier memecahkan skincare Cici!”
Anak Daniel itu memang sedikit ceroboh dan selalu bermasalah saat mereka sedang berkumpul hingga membuat seluruh keluarga besar tidak heran lagi jika Lista akan berteriak tiba-tiba hanya karena ulah Xavier.
Mendengar teriakan Lista, akhirnya Daniel beranjak dari tempat duduknya menuju ke ruangan dimana anak-anak mereka bermain bersama.
“Ada apa?”
Lista berlari mendekati Daniel. “Vier benar-benar ceroboh. Ini skincare yang Cici dapatkan dengan merampok Kak Tian, Pa” adu Lista yang membuat Daniel tertawa.
“Vier, sudah meminta maaf dengan Cici?” tanya Daniel yang membuat Xavier mengangguk pelan.
“Aku sudah meminta maaf dan ingin menggantinya namun Cici malah tidak mau.”
“Tentu saja, kan Cici maunya dari kak Tian” celetuk Sheila yang membuat Lista tersenyum.
Daniel hanya bisa menghela nafas berat melihat Lista yang sejak dulu masih mengagumi Tian. Ralat, Tian dan Dimas.
__ADS_1
“Nanti Papa belikan yang baru.”
“No, biarkan aku saja yang memalak Kak Tian” ucap Xavier mantap.
“Astaga, anak ini.”
"Vier benar. Lebih balik memalak Kak Tian dari pada memalak Papa."
"Bukan karena ada alasan lain?" tanya Daniel menyelidik.
Lista terkekeh pelan. "Sedikit."
*****
Pagi ini Vania bangun dari tidurnya ketika mendengar teriakan pagi dari Lista. Semua orang sudah bisa menebak bahwa si kembar pasti yang menjadi alasan teriakan pagi tersebut.
“Astaga, ada apa dengan mereka?” gumam Vania pelan.
Ia pun segera beranjak dari tempat tidur untuk turun ke lantai bawah melihat keadaan yang sedang terjadi.
“Mommy, lihat mereka benar-benar tidak waras” ucap Lista lalu berlari dan bersembunyi di belakang Vania.
Vania mengerutkan keningnya heran. “Apa ada dengan adik-adikmu?”
“Mommy, tolong bawa mereka keluar. Mereka seperti zombie” bisik Lista yang membuat Vania semakin heran.
“Cici mengirim surat cinta untuk Kak Tian.” Oke, Alvino mulai mengibarkan bendera perang.
“Tidak! Al berbohong!”
“Al benar, Mom. Isi suratnya mengatakan bahwa Kak Tian sangat tampan.” Tiba-tiba Elvano membuka suara membuat Lista benar-benar kesal dengan kedua adiknya.
“Oh ya? Lalu, apa masalahnya?” tanya Vania dengan santai.
“Mommy tidak memarahi Cici? Dia masih kecil tapi sudah berpacaran saja. Tidak malu mengatakan lelaki tampan.”
Jangan lupakan bahwa anak kembar tersebut mempunyai gen Varel.
“Yup, benar. Koko yang lebih tua saja tidak berminat pacaran.”
“Mommy, bukan seperti itu. Cici tidak mengirimkan apa-apa” ucap Lista membela diri.
“El melihat di buku harian Cici.”
“Astaga, Nak. Itu bukan mengirimkan surat tetapi Cici hanya menulis tentang perasaannya di buku harian. Mommy tanya, mengapa El menyentuh barang milik orang lain?”
“Maaf, Mommy. El tidak sengaja menjatuhkan buku itu dan halaman terakhir terbuka jadi El membacanya.”
__ADS_1
“Bukannya hal tersebut tidak sopan?” tanya Vania yang membuat Elvano mengangguk pelan.
“Lain kali jangan seperti itu. Cici mempunyai privasi dan El pun begitu.”
“I am sorry, Mommy.. I am sorry, Cici..” ucap kedua anak kembar bersamaan.
*****
“Hei, ada apa?” tanya Varel seraya merentangkan tangannya meminta peluk dari wanita yang baru saja masuk ke kamar utama.
Vania terkekeh pelan. Walaupun pernikahan mereka sudah bertahun-tahun, namun Varel masih tetap sama seperti dulu dimana setiap harinya ia selalu meminta peluk dengan sang istri.
“Si kembar membaca buku harian Cici” ucap Vania singkat.
Cup.
“Mau bermain satu ronde?”
Plak.
“Astaga, ingat umur, Tuan Muda” gerutu Vania dengan kesalnya.
Bagaimana bisa pikiran mesum sang suami hinggap pada pagi ini? Bahkan disaat ia baru saja bangun dari tidurnya, bukannya beranjak mandi agar segera ke kantor bisa-bisanya malah meminta jatah. Ah, Vania sejak dulu memang tidak bisa memahami jalan pikiran suaminya.
“Sayang, aku masih kuat untuk membuatmu tidak bisa berjalan.”
Plak.
“You always love my touch.” (Kau selalu menyukai sentuhanku.)
“But not this morning. Kau harus pergi ke kantor.”
“Are you sure you can hold it?” (Apakah kau yakin bisa menahannya?)
Tangan Varel bergerak untuk menyentuh tubuh istrinya membuat Vania menatapnya tajam dan menepis kasar tangan sang suami. Namun, bukan membuat Varel berhenti malah membuat pria itu semakin tertantang pagi ini.
“I will make you fly.” (Aku akan membuatmu terbang.)
Tangan kekar itu masih memeluk Vania hingga membuat wanita itu memiliki ruang gerak yang cukup sempit. Benda pusaka Varel terasa menonjol di bawah membuat Vania benar-benar kesal sekarang. Ia harus menyiapkan sarapan dan suaminya malah mengurungnya di kamar pagi ini. Sialnya, ******* Vania tidak bisa tertahan lagi.
“You always drive me crazy.” (Kau selalu membuatku gila.)
*
*
*
__ADS_1