Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Bas Pengganggu!!!


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Rel apa kau belum menemukan pelakunya?"


tanya Sebastian menatap sahabatnya


"Tidak, Dimas belum menemukannya"


ucap Varel menahan amarahnya


"Oh iya dimalam kau ditusuk apa kau tau siapa one night stand ku?"


tanya Sebastian terkekeh


"Aku tidak peduli dengan siapa kau bercinta"


ucap Varel acuh


"Kau pasti antusias mendengarnya, dia adalah Dinda"


ucap Sebastian santai


"Sialan, Dinda? Kenapa bisa? Bagaimana rasanya?"


tanya Varel antusias yang membuat Sebastian tertawa


"Sa-sayang aku permisi ke kamar keluarga sebentar"


ucap Vania pamit kepada sang suami


"Mau apa?"


"A-ada yang harus ku ambil"


ucap Vania menunduk


"Kau cemburu aku membicarakan Dinda?"


Apa? Cemburu? Tidak!! Aku hanya tidak ingin mendengar cerita dari Tuan mesum seperti kalian!!!!-Vania


"Tidak"


ucap Vania menggeleng cepat


"Jangan kemana-mana tetap di sisiku"


ucap Varel penuh penekanan yang membuat Vania mau tidak mau harus menurutinya


"Lanjutkan Bas, aku penasaran dengan ceritamu"


ucap Varel santai


"Kau yakin Rel? Istrimu tidak akan cemburu saat ini tapi jika aku pulang dia akan memperlihatkan kecemburuannya"


ejek Sebastian terkekeh


Memang itu tujuanku bodoh, aku ingin melihat wajah cemburunya.-Varel


"Tenang saja aku bisa mengatasinya"


ucap Varel tersenyum penuh arti


"Baiklah, kau tadi menanyakan rasanya kan? Biasa saja tidak lebih dari wanita malam yang selalu bercinta denganku, sepertinya dia sudah sering melakukan itu. Dan yang paling membuatku jijik adalah dia sangat agresif Rel, dia sangat liar membuatku menggeleng kepala tidak percaya bahwa itu Dinda"


ucap Sebastian tertawa


"Kau baru tau? Dia memang sering melakukannya"


jawab Varel santai


"WHAT??!! Kau yakin? Dinda? Dinda model terkenal itu?"


tanya Sebastian tidak percaya


"Iya dia simpanan para pengusaha. Untuk membuat namanya semakin dikenal dunia, dia akan melakukan apapun"


ucap Varel santai


"GILA!! Lalu mengapa kau dulu masih bertahan dengannya jika kau mengetahui sifat buruknya?"


tanya Sebastian mengerutkan kening


"Setelah dia pergi bersama Jashon, saat itulah dia memulai kehidupannya yang bebas"


jawab Varel


"Kau tau Bas? Dulu dia pernah menjebak ku"


ucapnya lalu menatap sang istri yang juga terkejut mendengarnya

__ADS_1


"APA??!!"


"Saat aku sedang mabuk, dia mengantarkan ku ke apartemen setelah itu dia mulai menggodaku dan membuka semua pakaiannya di depanku"


"Lalu kau melakukannya?"


tanya Sebastian hati-hati membuat Vania menatap Varel intens namun Varel pura-pura tidak melihat sang istri


"Kau tau kan bagaimana rasanya saat kita mabuk tiba-tiba ada wanita yang menggoda dan menawarkan diri untuk memuaskan kita"


ucap Varel santai


Sial, kau bilang aku yang pertama tapi ternyata kau pernah melakukannya bersama Nona Dinda. Hati tolong tenanglah, kau tidak berhak cemburu.-Vania


"Jadi intinya apa bodoh? Jangan menggantung ceritamu"


ketus Sebastian kesal


Hahaha aku sudah menduga raut wajahnya akan berubah jika aku menyinggung soal Dinda. Kau bisa menutup dari orang lain tapi tidak denganku.-Varel


"Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain istriku"


ucap Varel lalu mencium punggung tangan Vania membuat Vania bahkan Sebastian terkejut


Tuan Muda tolong jangan bersikap seperti ini. Kau menyakiti perasaanku, kau tau aku sudah mengungkapkan perasaanku dan aku tidak ingin berharap kau bisa membalasnya karena aku pun sadar diri.-Vania


"Bagaimana kau menolaknya?"


tanya Sebastian heran


"Sebenarnya saat itu aku masih sadar dan tau perbuatannya, namun aku pura-pura mabuk berat dan meracau, tidak memperdulikan dia yang berusaha untuk membuka pakaianku.


Mungkin karena tidak mendapat respon baik dariku, dia langsung pergi"


jawab Varel menjelaskan


"Kau benar-benar ya, kau tau aku dulu sempat mengira kau dan Daniel tidak normal karena setiap aku memberikan wanita malam kalian selalu menolak"


"Karena hanya kau pria brengsek"


ucap Varel yang membuat Sebastian tertawa


Varel dan Daniel sudah sering menasehati Sebastian, dari kata-kata yang manis hingga kasar, bahkan mereka selalu mengatakan bahwa Sebastian adalah pria brengsek.


Yang membuat Sebastian bingung sekaligus bersyukur adalah saat mereka tau sifat buruknya namun mereka masih mau bersahabat dengannya


"Bas menikahlah, kau sudah tua"


"Sial, aku hanya tua satu tahun darimu bodoh.


ucap Sebastian tersenyum kecut


"Makanya kau harus berhenti sialan"


ketus Varel kesal


"Aku tidak tau bisa berhenti atau tidak, namun aku sudah candu Rel, satu minggu saja tidak bermain dengan wanita aku menjadi uring-uringan"


jawab Sebastian lemah


"Kau saja yang tidak ingin berhenti"


"Sayang, jangan memaksa Tuan Bas untuk langsung berhenti karena itu memang tidak mungkin. Jika sudah kecanduan akan susah berhenti langsung, pelan-pelan saja dan jika suatu saat Tuan Bas bertemu jodohnya, aku yakin Tuan Bas akan bisa menjadi lebih baik"


ucap Vania tersenyum kecil


"Hem sepertinya istriku benar, pelan-pelan saja Bas yang pasti kau ada niat keluar dari lingkaran setan itu"


jawab Varel santai


"Aku memang sudah ingin berhenti karena jika aku melangkah lebih dalam, aku takut akan menyakiti diriku sendiri. Karma akan berlaku padaku karena aku sudah banyak menyakiti wanita"


ucap Sebastian lemah


"Kami akan selalu mendukung keputusan terbaikmu"


ucap Varel tersenyum lalu menepuk pelan pundak sahabatnya


"Bas bisakah kau pulang? Aku ingin mandi"


"Tidak aku ingin tidur disini"


jawab Sebastian santai lalu berjalan dan membaringkan tubuhnya di sofa membuat Varel mendengus kesal


"Dasar kau pengganggu"


ketus Varel kesal


"Jangan melakukannya disini bodoh, ini rumah sakit bukan hotel"


jawab Sebastian santai


"Aku hanya ingin mandi"

__ADS_1


kilah Varel menatapnya tajam


"Silahkan"


"Tuan Bas, maaf saya tutup dahulu tirai nya"


ucap Vania sopan


"Jangan memanggilku Tuan, panggil Bas saja"


"Rasanya tidak sopan"


tolak Vania halus


"Yasudah panggil kak Bas saja"


"Baiklah Tuan eh-kak Bas"


jawab Vania menunduk.


Lalu Vania pun menutup tirai dan mulai membasuh tubuh suaminya sedangkan Varel hanya diam dan menatap Vania intens lalu ia mendapat ide


"Sayang tangannya jangan nakal dong"


ucap Varel dengan suara agak keras membuat Vania tersenyum dan menggeleng pelan


Ya, Varel mendapat ide untuk membohongi Sebastian, padahal Vania sedang membasuh wajahnya namun ucapan Varel seakan-akan tangan Vania sedang bermain di atas tubuhnya


Bodoh, kau kira aku percaya?-Sebastian


"Nah kan jadi bangun, tangannya sih nakal"


Lagi-lagi Varel bersuara dengan agak keras


"Sayang"


tegur Vania


"Kita lihat ekspresinya nanti"


ucap Varel terkekeh


"Kau kira aku percaya hah?"


teriak Sebastian membuat Varel mendengus kesal


"Diam kau dasar pengganggu"


ketus Varel kesal


Beberapa menit kemudian Varel sudah merasa segar karena tubuhnya sudah dibasuh


"Hei kau tidak ingin pulang?"


ketus Varel saat melihat Bas dengan bermain dengan ponselnya


"Tidak, aku ingin tidur disini"


"APA??!! TIDAK-TIDAK!!! Aku tidur dengan istriku"


ucap Varel menggeleng cepat


"Aku tidur di kamar keluarga bodoh"


jawab Sebastian santai


"Kenapa kau ingin tidur disini?"


tanya Varel curiga


"Aku bosan di apartemen"


"Kembali saja ke negara kelahiran mu"


"Aku bahkan lupa aku lahir di London"


ucap Sebastian tertawa


"GILA!!"


ketus Varel kesal sedangkan Vania hanya tersenyum dan menggeleng pelan mendengar perdebatan-perdebatan kecil antara Varel dan Sebastian.


Bagaimana mereka bisa bersahabat padahal mereka semua saja tidak akur.-Vania


*


*


*


Jangan lupa di like dan vote ya teman-teman😘..


*

__ADS_1


*


__ADS_2