
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Satu minggu kemudian
Pagi ini Vania terbangun pukul 05:00 WIB ia menatap wajah seorang pria yang tertidur disampingnya, siapa lagi kalau bukan sang suami
Dengan seksama ia menatap wajah tersebut, wajah yang sangat tampan bahkan saat tidur pun, wajah dari pria yang saat ini ia cintai.
Setiap hari Vania bersyukur dengan ciptaan Tuhan ini, suami yang dulu sering memperlakukannya kasar, membentaknya, memarahinya sekarang semua sikap itu perlahan mulai pudar. Saat ini Varel mulai bersikap lembut terhadapnya dan selalu memperhatikannya, namun tetap saja sikap emosional tidak pernah lepas darinya
Sebenarnya Vania bingung dengan perasaan Varel, terkadang Vania bisa merasakan cintanya yang luar biasa namun terkadang juga ia merasa bahwa Varel hanya mengasihaninya karena Varel memang tidak pernah mengungkapkan perasaannya terhadap Vania. Itulah yang membuat Vania ragu namun ia selalu meyakinkan hatinya untuk tidak terpengaruh dengan segala perlakuan Varel, ia takut jika disaat ia terbawa suasana ternyata Varel tidak mencintainya
Setelah cukup lama tenggelam dalam pikiran, akhirnya Vania melangkah ke kamar anak untuk membangunkan kedua malaikat kecilnya
Kamar Anak
Setelah sampai di kamar anak, Vania pun membuka tirai jendela membuat kedua anaknya menggeliat namun tak kunjung membuka mata
"Varo bangun nak". Diam
"Sayang"
"Hem"
"Bangun yuk sekolah"
"Iya Mom"
jawab Varo malas lalu mencium Vania dan bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi
"Lista". Diam
"Hei princess nya Mommy bangun yuk"
"Ngantuk Mom"
"Ayo berangkat sekolah, kok malas sih?"
"Hem"
"Tuh abang Varo udah di kamar mandi"
"Iya Mommy, pagi-pagi udah cerewet deh"
ucap Lista terkekeh lalu mencium mommy nya dan menyusul Varo ke kamar mandi.
Sekarang saatnya membangunkan baby besar.-Vania
*****
Kamar Utama
Vania mulai membuka tirai jendela kamarnya membuat cahaya matahari masuk dan mengganggu tidur Varel sehingga Varel menggeliat
Mirip banget seperti anak-anak.-Vania
"Sayang bangun yuk". Diam
"Sayang, apa kau ke kantor hari ini?". Diam
Huh selalu saja susah membangunkannya.-Vania
"Hello Daddy Varo dan Lista"
ucap Vania seraya menunjuk-nunjuk pipi suaminya membuat Varel mengerjap kan mata berkali-kali
"Sayang, bangun yuk"
Bukan Varel namanya jika tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, dengan cepat ia menarik tangan Vania sehingga sang istri terduduk lalu ia membaringkan kepalanya di pangkuan Vania
"Sayang apa kau tidak bekerja?"
tanya Vania seraya mengelus pelan pucuk kepala sang suami sedangkan Varel memeluknya erat
"Hem"
"Apa luka nya masih sakit?"
"Hem"
"Sebentar aku lihat"
Namun Varel tidak melepaskan pelukannya
"Give me a kiss"
ucap Varel dengan manjanya membuat Vania tersenyum lalu mencium singkat bibir sang suami
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Varel pun membalas ciuman Vania di seluruh wajahnya berkali-kali membuat Vania merasa geli
"Sayang geli"
ucap Vania disela-sela tawanya membuat Varel menghentikan aktivitasnya
"Mandi bersama ya"
pinta Varel menatap Vania dengan intens
"Apa?"
"Janji tidak melakukan apapun"
ucap Varel mencium bibir Vania lalu menggendong istrinya menuju kamar mandi
Untuk pertama kalinya Varel menepati janji, mereka tidak melakukan apapun selain mandi ya walaupun tangan dan bibirnya tidak pernah bisa diam.
*****
"Sayang kau bekerja?"
"Hem"
__ADS_1
"Sebentar aku siapkan pakaianmu"
Vania pun berjalan menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian suami dan pakaiannya.
*****
Saat ini Vania sedang memasangkan dasi untuk Varel dengan Varel yang selalu menciumnya
"Sayang diam lah aku tidak bisa memasangnya"
"Apa? Aku tidak melakukan apapun"
jawab Varel santai lalu melanjutkan aksinya
"Sayang, geli"
ucap Vania tertawa
"Awas saja jika di hari pertamamu kau melirik pria lain"
"Tidak sayang, aku di sana hanya berkuliah bukan untuk mencari pria lain"
"Huh tetap saja aku tidak percaya, siapa tau kan ada banyak pria diluar sana yang diam-diam menyukaimu"
"Apa yang mereka suka dariku? Aku sudah menikah"
"Tapi kau tidak ingin mengungkapkan identitas mu, bagaimana mereka tau kau sudah menikah"
"Sayang bukan maksudku tidak ingin mengungkapkannya, aku hanya ingin kuliah dengan tenang tanpa mendengar ucapan kasar dan sindiran orang-orang yang iri.
Aku juga ingin memiliki teman yang tidak memandang harta dan status"
ucap Vania menjelaskan panjang lebar
"Hem, tapi bagai-"
Dengan seluruh keberanian yang dimilikinya, Vania memotong pembicaraan Varel dengan mencium singkat bibir sang suami membuat Varel terkejut
"Nanti kau terlambat bekerja, ayo turun"
ucap Vania menunduk malu yang membuat Varel tersenyum melihatnya
"Sepertinya aku malas ke kantor"
bisik Varel tepat di telinga Vania
"Sayang ayo"
ucap Vania lalu menarik tangan Varel sedangkan sang suaminya terkekeh pelan.
Kau berani mencium ku tapi setelahnya kau malu. Hahaha lucu sekali.-Varel
*
Sial aku malu sekali, jika saja aku tidak begitu pasti dia tidak akan berhenti mengoceh.-Vania
*****
Kagum, itulah kesan pertama Vania saat menginjakkan kakinya di halaman universitas tempatnya berkuliah selama 1 tahun kedepannya.
Ini benar-benar indah sekali.-Vania
Saat keluar dari mobil, langkahnya terhenti karena ia sedang menikmati pemandangan di universitasnya tanpa ia ketahui segerombolan lelaki sedang menatapnya kagum
"Wow mobilnya limited bro"
"Mahasiswi pindahan tuh gue baru liat mobilnya"
"Siap untuk dijadikan mangsa Rez?"
Tanpa menjawab ocehan teman-temannya, seorang lelaki bertubuh tinggi berwajah putih tampan berjalan mendekati Vania
"Hai lo pindahan ya? Kenalin gue Reza"
"Vania"
"Butuh bantuan?"
"Tidak terima kasih, maaf saya duluan"
ucap Vania sopan lalu pergi meninggalkan Reza yang ditertawakan oleh teman-temannya
Vania memang tidak pernah sok care dengan lelaki asing, apalagi disaat ia sedang sendiri di tempat itu, seperti halnya sekarang. Ia tidak memikirkan untuk mempunyai teman apalagi seorang lelaki, ia hanya memikirkan kuliahnya saja.
*****
Setelah berjalan dan berkeliling cukup lama, akhirnya Vania sampai di ruang dosen
"Selamat siang Pak, saya Evivania mahasiswi pindahan dari Harvard"
Ya, Vania sekarang menjadi mahasiswi pindahan dari Harvard University karena itu semua ide Varel, jadi Vania hanya akan berkuliah selama 1 tahun setelah itu dia akan selesai dan mendapat gelarnya
"Oh kamu ya, kebetulan saya dosen kamu, silahkan ikut saya ke ruangan"
ucap dosen tersebut lalu berjalan diikuti oleh Vania dibelakangnya.
*****
"Selamat pagi semuanya, hari ini dikelas ini ada mahasiswi pindahan dari Harvard University, namanya Evivania dan jika ada yang ingin berkenalan lebih lanjut nanti saja setelah kelas selesai.
Vania kamu duduk di kursi yang kosong"
Vania pun berjalan ke salah satu kursi yang kosong tepat di sebelah seorang lelaki tampan yang seakan tak menanggapi keberadaannya
Waktu pun berlalu dan sekarang kelas hari ini selesai dilanjutkan kelas kedua sekitar satu jam lagi, tiba-tiba datang ketiga perempuan menuju tempat duduk Vania dan melempar sebuah buku catatan tepat mengenai wajah Vania
"Kerjain tugas gue"
Lah? Kok dia nyuruh aku? Astaga dek, kamu tidak sopan sekali dengan yang lebih tua.-Vania
Tanpa menghiraukan, Vania beranjak sari tempat duduknya membuat salah satu perempuan yang melempar buku tersebut emosi lalu mencengkeram lengan Vania
"Lo cuma mahasiswi pindahan jangan belagu"
bentaknya yang membuat seisi kelas terkejut
"Ngomong sama gue?"
tanya Vania menunjuk dirinya
"SHIT!!"
Saat ia hendak melayangkan tangannya ke wajah Vania, tiba-tiba seorang lelaki yang duduk di sebelah Vania berdiri dan menahan tangannya
"Daffa, lo apa-apaan sih?"
__ADS_1
ketus perempuan tersebut
"Lo yang apa-apaan? Bisa gak sih sehari aja jangan cari masalah, risih gue dengarnya"
"Daf, lo bentak gue?"
"Karena lo pantas dibentak, keluar atau gue adu ke dosen"
Dengan perasaan marah, perempuan tersebut melangkahkan kakinya pergi diikuti kedua temannya
"Sorry ya Kasih memang suka cari masalah gitu apalagi lo mahasiswi pindahan"
"Yap gue ngerti, makasih ya lo udah bantuin gue"
"Gue Daffa"
"Vania"
Mereka berdua pun berjabat tangan
Sebenarnya Vania enggan berbicara maupun sok akrab dengan lelaki asing tapi lelaki didepannya sudah menolongnya jadi Vania harus berterima kasih kepadanya
"Daf kantin yuk"
tiba-tiba datanglah seorang lelaki dan seorang perempuan mendekati mereka
"Eh lo bukannya anak dari pengusaha terbesar di Amerika?"
tanya perempuan tersebut terkejut
Sial, baru hari pertama kuliah saja sudah ada yang mengenalku.-Vania
"Eh iya lo Evivania kan? Gue Bimo"
"Kalau gue Clara"
"Vania"
"Lo udah kenal dia?"
"Daffa?"
"Eh tumben nih si Daffa duluan memperkenalkan diri ke cewek, ternyata lo masih normal ya Daf"
"Apa sih?"
"Ya udah kita ke kantin yuk, lo bareng kita aja"
Ingin rasanya Vania menolak namun karena ia melihat ketiga orang didepannya seperti orang yang baik-baik, akhirnya Vania pun menyetujui dan mereka berjalan bersama menuju kantin.
*****
Vania, Daffa, Clara dan Bimo saat ini sedang mengobrol ringan seraya memakan pesanan mereka hingga tiba-tiba seorang lelaki yang bertemu dengan Vania di parkiran berjalan mendekati dan duduk tepat di sebelah Vania membuat Daffa, Bimo, dan Clara menatapnya tajam
Dasar buaya, ketemu cewek cantik aja langsung diembat.-Bimo
*
Pertama kali masuk aja udah dilirik kak Reza.
Van please jagan tergoda, gue gak mau lo ngerasain kejadian yang pernah gue alami.-Clara
*
Bajingan, jijik gue liat lo.-Daffa
"Hai kita ketemu lagi"
ucap Reza ramah sedangkan Vania hanya tersenyum kecil
Apa sih sok akrab? Dasar playboy.-Vania
"Pulang nanti bareng gue aja yuk"
"Maaf tadi kan udah liat gue bawa mobil"
"Oh iya lupa"
ucap Reza cengengesan
Hahaha mau modus tapi gagal. Bagus Van, tolak aja.-Clara
"Malam nanti ada waktu gak? Kita nongkrong"
"Sorry kak, kami udah janji mau kumpul bareng"
celetuk Clara
"Oh ya? Gue ikut boleh gak?"
"Sayangnya gak bisa"
jawab Vania tersenyum membuat Daffa, Clara, dan Bimo menahan tawa
Bagaimana mereka tidak menahan tawa, seorang Reza yang punya banyak pacar dan banyak fans ditolak oleh mahasiswi pindahan?
"Oh ya udah kalau gitu kapan-kapan aja ya"
ucap Reza tersenyum lalu pergi meninggalkan Daffa, Clara, dan Bimo yang meledakkan tawanya
"Lo kok gak mau terima ajakan cowok populer sih?"
tanya Clara disela-sela gelak tawanya
"Udah ketahuan pasti playboy"
jawab Vania terkekeh
"Tumben ya ada cewek yang nolak Reza, mungkin lo udah punya kali"
goda Bimo sedangkan Vania hanya tersenyum
Aku bahkan sudah punya suami yang jauh lebih tampan darinya.-Vania
*
*
*
Maaf ya author baru bisa up sekarang🙏ada masalah sedikit dan Puji Tuhan sudah
terselesaikan🤗..
*
__ADS_1
*