Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Varo Melawan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Saat Varo berpamitan untuk berangkat ke sekolah, tiba-tiba Varel membuka suara.


"Bisakah Daddy meminjamkan Om Dion dan Om Mike sebentar? Ada yang perlu Daddy bicarakan bersama mereka."


Varo menaruh kecurigaan penuh terhadap gerak gerik Varel, namun ia tidak mempunyai alasan untuk menolak permintaan Daddy nya.


"Silahkan, Dad" ucap Varo yang berusaha terlihat santai.


Varel pun berjalan keluar ruangan bersama Dion dan Mike yang mengikutinya dari belakang. Cukup lama perjalanan itu hingga tibalah mereka di ujung lorong yang bisa dipastikan bahwa tidak ada seorang pun yang melewati tempat itu.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Dengan tangan sendiri, Varel memukul kedua pengawalnya membabi buta.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN TERHADAP ANAKKU?!" teriak Varel penuh emosi.


Baik Dion maupun Mike, keduanya sama-sama diam dan tidak ingin menjawab ucapan Varel. Sejak awal, mereka sudah tau resiko apa yang akan mereka hadapi ketika mereka mengikuti ucapan Varo yang jelas-jelas itu adalah perintah hal buruk.


Sejak awal pun Dion sudah curiga ada yang mengikuti gerak-geriknya sehingga ia sudah yakin bahwa itu adalah anak buah Varel atas perintah Sekretaris Dim atau Bram.


Flashback on


Hari ini, Varo meminta Dion untuk menjemputnya disebuah taman yang dimana sebelumnya ia sudah meminta izin Vania untuk pergi ke taman bersama Tian dan beberapa teman kelasnya.


Dion yang mendengar bahwa Varo sedang berada di taman tanpa pengawal pun segera menyusul karena ia takut jika Aurora bisa saja bertindak jauh terlebih ketika melihat anak Varel tanpa pengawasan.


Dalam perjalanan, Dion memang merasakan bahwa ada orang yang mengikutinya namun itu ia anggap hanya angin lalu saja. Namun, ketika ia sudah sampai di taman, tanpa sengaja ia melihat memang benar ada seorang pria yang mengikuti gerak-geriknya.


Malam itu, ia berdoa bersungguh-sungguh meminta kepada Tuhan agar Varo tidak mengikuti jejak Varel. Memang, alasan Varel melakukan hal itu adalah karena ingin melindungi keluarga dan orang yang ia sayang, namun tetap saja ia memakai cara yang kotor sehingga akhirnya anaknya pun mengikuti jejaknya.

__ADS_1


Flashback off.


Semenjak itulah Dion mempersiapkan diri akan apa yang terjadi selanjutnya. Dan ternyata, hari ini tiba. Ia kira, setelah dirinya mempersiapkan diri semuanya akan baik-baik saja, namun ternyata ia masih tetap sakit saat ia sadar betul bahwa dirinya sudah berkhianat dari Tuan Muda.


Dion tau bahwa apa yang ia lakukan dibelakang Tuan Muda adalah hal yang salah dan pekerjaannya dipertaruhkan dengan ini semua. Namun, ia tetap menerima apapun keputusan yang diambil nantinya.


Bugh


"Berani-beraninya kau menjerumuskan Varo ke dalam dunia mafia!" teriak Varel setelah menendang kuat kaki Dion.


Saat Varel hendak menendang Mike, Dion membuka suara. "Saya yang salah, Tuan Muda. Mike hanya mengikuti ucapan saya" ucap Dion dengan tegas.


Bugh


Seolah tidak mendengar apa yang diucapkan oleh pengawalnya, Varel malah menendang kuat kaki Mike sehingga ia sedikit terhuyung ke belakang.


"Apapun itu tidak bisa menjadi alasan kalian lolos dariku. Bagaimana bisa kalian berbuat hal seperti ini dibelakang ku?!"


Saat hendak kembali memukul keduanya, tiba-tiba Sekretaris Dim berlari menuju kearah mereka.


"Tuan Muda?!"


Teriakan Sekretaris Dim membuat tangan Varel berhenti bergerak.


"Biarkan saya yang menyelesaikannya" ucap Sekretaris Dim dengan sopan.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Berkali-kali Sekretaris Dim memukul Dion dan Mike secara bergantian. Ia benar-benar memukul keduanya membabi buta bahkan membuat wajah kedua pengawal itu babak belur.


"WHAT ARE YOU DOING??!!"


Teriakan Varo yang tiba-tiba membuat Sekretaris Dim membeku seketika.


Varo berlari dengan segera dan melindungi Dion juga Mike yang sudah babak belur.


"Uncle, are you crazy?! How can you hit an innocent person?! Jika ingin marah, marahi saja aku. Aku yang meminta Om Dion dan Om Mike untuk membantuku!"


Varo menatap Sekretaris Dim dengan tatapan tajamnya. Sungguh, saat ini ia benar-benar marah terhadap perlakuan Sekretaris Dim yang dengan seenaknya memukul Dion dan Mike.

__ADS_1


"Daddy! Bukankah Daddy yang selalu mengajari ku untuk melindungi orang yang aku sayang?! Bukankah Daddy yang mengatakan bahwa aku harus membalas perbuatan orang yang menyakiti keluargaku?! What are you doing now?! Daddy bahkan menyakiti orang yang tidak bersalah!"


Varo membalikkan badannya menatap kedua pengawal yang babak belur karena ulahnya. Perlahan, ia menggenggam tangan Dion dan Mike.


"Om Dion, Om Mike. Maaf, karena mengikuti ucapan ku, kalian menjadi terluka" ucap Varo yang benar-benar menyesal.


Keduanya hanya diam tanpa ingin membuka suara.


Melihat hal itu, Varo kembali membalikkan badannya menatap Varel yang juga ternyata sedang menatap kearahnya.


"Sebelum melakukan hal seperti ini, aku sudah memikirkan resiko apa yang terjadi nantinya. Aku tidak peduli apakah Daddy akan membuang ku setelah ini, namun jika ingin menghukum perbuatan ku, tolong hukum aku saja. Om Dion dan Om Mike tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua. Teror, skandal, semua informasi penting tentang wanita menjijikkan itu ku dapat sendiri tanpa bantuan Om Dion dan Om Mike. Mereka hanya membantu ku untuk mengancam wanita itu dengan mengirimkan skandal yang akan merusak hidupnya saja."


"Aditya Alvaro Fernandez!"


Hanya dengan mengucapkan itu, semua orang yang ada disana tau bahwa Varel sudah benar-benar marah.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan?!" tanya Varel dengan wajah dinginnya.


"Sadar."


"Umur mu masih sangat kecil untuk masuk ke dunia kotor itu. Tanpa kau berbuat apa-apa pun, Daddy akan tetap melindungi kalian."


"Apa setelah melihat wanita itu menargetkan kedua adikku yang masih sangat kecil membuatku hanya diam saja?!". Hening.


"Wanita ku diteror berkali-kali yang membuatnya sangat ketakutan. Dan sialnya, dia malah menargetkan kedua adikku. Bagaimana bisa aku diam saja dan tidak melakukan apa-apa disaat semuanya tersakiti?!". Hening.


"Aku tidak pernah memikirkan untuk masuk ke dunia mafia. Hanya saja, aku membalaskannya dengan perbuatan yang ia lakukan. Ia meneror Mommy, aku kembali menerornya. Ia bermain-main dengan orang yang tidak tahu menahu tentang ini, aku balik meneror keluarganya."


Ucapan Varo benar-benar membuat semuanya terkejut. Ini tidak seperti yang dipikirkan oleh Varel. Bagaimana bisa anak kecil sepertinya bisa meneror hingga membawa-bawa keluarga?


"Dimana dia sekarang?"


"Gudang yang ada di ujung kota."


Varel hanya bisa menghela nafas berat mendengar ucapan sang anak.


"Lepaskan Om Dion dan Om Mike karena mereka tidak bersalah. Aku yang akan menanggung semua akibat dari perbuatan ku."


"Kau sadar jika perbuatan mu menandakan bahwa kau terlihat mirip dengannya?"


"Yup, aku tau. Aku memang melakukan tindakan seperti yang dilakukannya. Orang seperti itu akan merasa sangat malu ketika dibalas dengan perbuatan yang sama."


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2