Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Anak Genius


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


04.20 waktu Amerika Serikat


Varo terbangun dari tidurnya dan menatap wajah seorang wanita yang masih tertidur nyenyak disampingnya, siapa lagi kalau bukan Vania


Ditatapnya lama wajah wanita itu, wanita yang mau merawat dan membesarkannya, wanita yang selalu mengajarkannya untuk berbuat baik kepada sesama manusia, wanita yang ia anggap Ibu kandungnya sendiri


"Mom, Varo akan menjadi anak yang hebat agar bisa membanggakan Mommy"


lirihnya pelan seraya tangannya mengelus wajah Vania


Tatapan Varo terhenti pada perut buncit sang Mommy, membuat tangannya tidak bisa diam hingga ia pun mengelus pelan perut Vania


"Dede bayi jangan nakal ya, jangan bikin Mommy susah"


Lalu ia berhati hati turun dari atas tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Varo dengan jubah handuk berwarna cream berjalan menuju lemari pakaian untuk memakai pakaian dan bersiap turun kebawah.


*****


Dapur


Varo turun ke lantai satu dan berjalan ke dapur membuat semua pekerja yang ada di dapur sangat terkejut karena melihat Tuan Kecil itu sudah bangun pagi pagi sekali


"Selamat pagi Tuan Kecil"


ucap para pekerja bersamaan


"Ah selamat pagi semuanya"


balas Varo tersenyum hangat


"Apa yang membawa Tuan Kecil pagi pagi buta terbangun dan turun ke dapur ini?"


tanya salah satu pekerja dengan sopan


"Aku hanya terbangun dan susah untuk melanjutkan tidur ku jadi aku ingin menghabiskan pagi ku di perpustakaan Papa"


ucap Varo dengan semangatnya membuat para pekerja terkejut sekaligus bangga melihat anak sekecil Varo sangat bersemangat berada di perpustakaan


"Aku harus menyiapkan sarapan ku"


gumamnya pelan lalu berlari mendekati meja makan untuk mengambil roti dan ingin memanggangnya di oven


"Tuan, biarkan saya saja yang menyiapkan sarapan Tuan Kecil"


"Ah tidak perlu Bi, aku sudah besar, terima kasih tawarannya"


ucap Varo lalu mulai menyiapkan sarapannya


Varo hanya menyiapkan roti panggang, beberapa potong buah yang disiapkan oleh pekerja dan segelas susu coklat


Setelah selesai, ia pun pamit kepada para pekerja lalu berjalan ke lantai atas menuju perpustakaan Daniel


Perpustakaan Daniel


"Wah indah sekali"


gumam Varo pelan saat baru saja membuka pintunya

__ADS_1


"Aku harus mulai dari mana ya membacanya?"


ucapnya setelah menyimpan sarapan di atas meja


Lalu Varo pun mulai menelusuri setiap lemari buku yang ada disana, ada begitu banyak buku dari yang tipis hingga yang paling tebal, bahkan buku sejarah dunia saja ada di perpustakaan itu. Benar benar perpustakaan yang sangat lengkap


Mata Varo tertuju pada sebuah buku yang sedikit tebal, buku tentang dasar dasar memulai bisnis yang entah kenapa di matanya sangat tertarik untuk ia baca


Varo pun mulai mengambil buku itu dan berjalan ke arah meja untuk membaca nya dengan tenang seraya ditemani sarapan pagi buatannya sendiri.


*****


Rumah Keluarga Fernandez


Terdengar suara tangisan yang begitu keras di ruang keluarga dan seorang wanita paruh baya yang terlihat kesusahan untuk meredakan tangisan anak itu


Siapa lagi kalau bukan Lista yang menangis sejak tadi saat melihat tidak ada sang Mommy di rumah membuat Mama Melinda terheran kenapa cucu perempuannya menangis begitu keras padahal mereka tau bahwa Vania pergi ke toko kue bersama Varo


"Sayang, harus berapa kali Oma katakan bahwa Mommy dan Varo pergi ke toko kue"


ucap Mama Melinda pelan


"Tidak, mereka tidak pergi ke toko kue, Oma. Jika mereka pergi kenapa sampai sore ini tidak kembali? Mommy meninggalkan Lista?"


tanya anak itu dengan mata berkaca-kaca


Apa yang terjadi? Mengapa Lista terlihat aneh sekali? Apa terjadi sesuatu yang buruk? Aku harus menelpon Varel.-Mama Melinda


"Baiklah kalau Lista tidak percaya, kita menelpon Daddy?"


tawar Mama Melinda yang membuat tangis Lista terhenti


"Ayo Oma, telpon Daddy dan tanyakan dimana Mommy, Lista ingin pergi menemui Mommy"


ucap Lista bersemangat yang membuat Mama Melinda terkekeh pelan lalu menelpon Varel


"Ada apa, Ma?"


"Lista menangis dan ingin bertemu Vania, apa Vania masih di toko roti atau bersama mu di kantor?"


Deg


Apa yang harus aku katakan pada Lista?-Varel


"Nak, kau masih disana?"


tanya Mana Melinda saat tidak mendengar jawaban apapun dari Varel


"Ma, aku tidak pulang hari ini. Minta Nike membantu Mama menjaga Lista"


"Mama tidak bertanya kau pulang atau tidak, Varel. Apa terjadi sesuatu?"


Terdengar helaan nafas berat di seberang sana


"Entahlah"


"Apa maksudmu? Dimana Vania?"


ucap Mama Melinda sedikit mengecilkan suara nya agar Lista tidak mendengar percakapan mereka


"Aku tidak tau. Sudahlah, Ma. Pekerjaan ku masih banyak"


Tanpa menunggu jawaban sang Mama, Varel pun memutuskan panggilan secara sepihak


"Mengapa kau mencari mereka, Nak?"


gumam Varel pelan lalu menatap layar ponsel nya dengan wallpaper foto keluarga kecilnya

__ADS_1


"Ck aku tidak pernah memikirkan hal menjijikkan ini. Bagaimana bisa mereka bermain di belakangku?"


*****


06.22 waktu Amerika Serikat


Vania terbangun dari tidur lelap nya dan merasakan tidak ada sang putra di sebelahnya


"Loh? Varo kemana pagi pagi sekali?"


tanya Vania pelan lalu menatap jam di dinding


"Ah mungkin sudah berada di perpustakaan Kak El"


Vania pun bangun dari tidurnya, membuka jendela kamar dan menghirup udara pagi yang segar di Amerika lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Tak lama kemudian setelah semuanya selesai, Vania pun turun ke lantai bawah agar membantu para pekerja menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Airlangga


Bukannya membantu, Vania yang baru saja menginjakkan kaki di dapur langsung di minta untuk kembali karena Papa Lyno sangat melarang Vania untuk terlalu lelah


"Pa, Vania bahkan belum 5 menit masuk dapur"


gumam Vania pelan yang membuat Papa Lyno dan Mama Kusuma tergelak


"Kau pasti ingin membantu menyiapkan sarapan"


"Vania tidak tau harus melakukan apa di pagi hari jadinya Vania berinisiatif untuk membantu para pekerja"


"Ingat bayi kembar mu, jangan terlalu lelah atau Papa akan melarang mu melakukan apapun"


"Astaga"


ucap Mama Melinda mendengus kesal


"Oh ya, apa Varo sudah berada di perpustakaan Kak El?"


"Sejak pukul setengah 5 tadi"


"Astaga"


pekik Vania terkejut


"Kata Bibi, Varo turun sekitar pukul setengah 5 menyiapkan sarapannya sendiri lalu pamit ke perpustakaan El dan sampai sekarang belum turun juga. Papa sudah mengawasinya dari cctv dan terlihat sepertinya hampir 4 buku sudah di baca nya"


"Astaga anak itu, kenapa bisa pagi pagi sekali membaca buku"


"Bagaimana jika Varo tertarik di bisnis? Apakah kau akan setuju jika Papa mengajaknya ke kantor pagi ini?"


"Tidak masalah, Pa. Itu hal positif yang bisa dilakukannya"


"Tapi apakah mungkin dia akan ikut? Anak genius itu baru saja berumur 6 tahun kenapa tidak memikirkan mainan nya?"


"Jangan heran, dia cucu Papa, Ma"


ucap Papa Lyno yang membuat Mama Kusuma dan Vania terkekeh


*


*


*


Akhirnya author bisa kembali lagi.. Terima kasih buat para readers yang masih mau menunggu Vania dan Varel 😍..


*


*

__ADS_1


__ADS_2