
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađ„°đ...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysđ„°đ!!!!
*****
âKalian saling mengenal?â tanya Vania heran.
âKak, ini Nike yang selalu Dewi ceritakanâ
âLoh?! Nike ini sudah lama tinggal bersama Kak Vaniaâ
âAstaga, dunia memang benar-benar sempitâ
âApa Paman boleh menggendongnya?â
âTentu saja. Nike, tolong berikan ke Pamanâ
Nike pun memberikan baby Al kepada Paman Bram.
âIni siapa?â
âAl, yang paling tuaâ
Vania pun meminta agar bisa menggendong baby El namun suaminya melarang.
âWow, mereka benar-benar miripâ
âBagaimana cara membedakannya?â tanya Bibi Tya tanpa sadar karena menatap kagum baby Al dan baby El secara bergantian.
âAh, maafâ. Bibi Tya langsung meminta maaf ketika ia sadar bahwa pertanyaan tiba-tiba keluar dari mulutnya.
Vania tersenyum tipis ketika Bibi nya menatap kagum kedua bayinya.
Tuhan, semoga dengan kehadiran baby Al dan baby El membuat hubunganku dengan Bibi Tya akan semakin membaik.-Vania
Doa yang tulus ia ucapkan dalam hatinya. âJika yang sering menangis berarti itu baby Elâ
âSayangâ tegur Vania yang membuat Varel terkekeh pelan.
âApa hanya melihat dengan rambut?â
Paman Bram yang penasaran pun ikut bertanya karena melihat rambut baby Al begitu lebat dibandingkan baby El.
âBaby Al mempunyai mata yang sangat sipit dengan rambut yang begitu lebat sedangkan baby El mempunyai mata yang mirip dengan Mommy nya dengan rambut yang sedikit tipis dari abangnyaâ
âAl yang tertua?â. Lagi, Bibi Tya bertanya tanpa sadar.
âIya, Bi. Alvino yang tertuaâ ucap Vania tersenyum tipis.
âLalu, bagaimana memanggil mereka, Kak?â tanya Dewi antusias.
__ADS_1
Vania terkekeh pelan melihat sang adik yang sangat antusias mengenai bayi kembarnya.
âVaro ingin dipanggil Koko dan Lista ingin dipanggil Cici, jadi Kak Vania berencana ingin memanggil Al dengan sebutan Abang dan El dengan sebutan Adekâ
âBukan bontot?â
Tiba-tiba Varo berjalan mendekat dan berdiri disebelah Vania setelah mencium pipi Mommy nya.
âHei, ucapkan salam dahulu kepada Kakek Bram dan Nenek Tyaâ ucap Vania yang membuat Varo langsung menurutinya.
Bibi Tya benar-benar senang ketika melihat anak Vania yang begitu sopan terhadapnya terlebih ketika ia menatap wajah baby Al dan baby El membuatnya ingin sekali menggendong cucunya namun ia sangat malu mengingat perlakuan buruknya terhadap Vania selama ini.
âApa Varo tidak ingin bersalaman dengan Aunty?â celetuk Dewi saat Varo tidak menghiraukan keadaannya.
âVaro kira Aunty Dewi sudah bosan bersalaman dengan Varoâ ucapnya polos yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.
Varo memang sering bertemu Dewi apalagi ketika ia mengambil ekskul basket dengan lapangan basket yang berada di dekat sekolah Dewi hingga ketika anak SMU pulang sekolah, ia selalu bertemu dengan Aunty nya tersebut.
âNenek tidak ingin menggendong bontot?â tanya Varo ketika melihat hanya baby Al yang digendong oleh Paman Bram.
âEh?â
âSayang, berikan El kepada Bibi. Biarkan Bibi menggendongnyaâ ucap Vania tersenyum tipis.
Lalu Varel pun memberikan baby El ke Bibi Tya dan disambut dengan bahagia oleh sang Bibi bahkan Dita pun ikut senang ketika menatap wajah bayi kembar itu dari dekat.
âAyo abadikan momen iniâ
âNice. Jika ingin membayar, silahkan ke depanâ ucap Billy yang membuat semuanya tertawa.
âKak Billy..â
âWhy?â
âMommy mengajari untuk tidak mencari kesempatan dalam kesempitanâ
âAstaga, anak Uncle Varel tidak bisa diajak bercanda.â
*****
Vania saat ini sedang menemani Varel untuk menyapa beberapa tamu dan tetangga tak lupa juga dengan anak-anak panti yang saat ini sedang bermain bersama.
Baru saja Varel mendorong kursi roda Vania untuk mendekati keluarga besarnya yang sedang berkumpul bersama keluarga Paman Bram juga, tiba-tiba tangisan baby Al terdengar membuat semua orang terkejut lalu Varel mengambil baby Al dalam pelukan Papa Lyno dan memberikannya kepada Vania. Untung saja Varel selalu siaga dengan membawa kain untuk menutupi istrinya saat istrinya sedang menyusui anak-anaknya.
Saat Vania sedang menyusui sang anak, tiba-tiba
âVania?â
Ada suara yang memanggilnya membuat Vania seketika menoleh. Ia benar-benar terkejut ketika melihat orang yang dihadapannya adalah keluarga Paman Tono yang pernah baik kepadanya saat ia kabur ketika ulang tahun Vandi. *Eps.53 Menghilang.
âAstaga, Bibi Merry?! Paman Tono?!â ucap Vania terkejut.
Sungguh, sangat lama sejak kejadian itu Vania belum mengunjungi Paman Tono dan Bibi Merry, hanya beberapa kali berkirim pesan.
__ADS_1
âBagaimana kabar, Bibi dan Paman? Maaf, Vania belum sempat berkunjung lagiâ
âBibi dan Paman baik, Nak. Bagaimana denganmu? Bibi mendengar kabar kau hamil dan ternyata sudah melahirkan saja. Bibi benar-benar terkejut karena waktu ternyata sangat singkatâ
âMaaf, Bi. Vania tidak sempat memberitahu Bibi dan Paman.â
âSelamat ya, Nak. Semoga anak-anakmu menjadi anak yang pintarâ
âDan juga selamat atasmu yang sudah menjadi seorang Ibuâ ucap Paman Tono menanggapi.
âTerima kasih banyak Bibi dan Paman. Ah, iya dimana Gara?â tanya Vania saat melihat Gara tidak bersama mereka.
âAnakmu yang tertua langsung mengajaknya bermain saat bertemu didepan pintu tadiâ ucap Paman Tono terkekeh.
Vania pun dengan segera mengenalkan Paman Tono dan Bibi Merry kepada seluruh keluarga yang sedang berkumpul dan mereka semua menyambut hangat kedatangan keluarga Paman Tono tersebut.
Tak lupa juga Varel kembali mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongan Paman Tono kepada istrinya dulu dan atas kebaikan keluarga Paman Tono yang mengizinkan istrinya menginap karena Varel memang belum mengucapkan terima kasih secara langsung.
Tak lama kemudian, Varo membawa Gara mendatangi mereka
âKak Vaniaâ ucap Gara seraya mencium tangan Vania yang sudah ia anggap sebagai Kakak perempuannya.
âHai, bagaimana dengan sekolahmu?â
âTidak ada perubahanâ
âMom, Koko berkenalan dengannya dan ternyata Uncle Gara kenal dengan Kak Nikeâ
âOh ya? Dimana kau bisa mengenali Nike?â tanya Vania antusias seraya menatap Gara untuk mendapatkan jawaban.
âKak Nike pernah menjadi Kakak kelasku saat menengah pertamaâ
âAh, begituâ
âDan Mommy tau? Kak Billy sepertinya cemburuâ bisik Varo yang membuat Gara tertawa.
âBilly? Apa yang terjadi?â
âKak Billy menolak ketika Koko meminta tolong untuk memotret kami lalu pergi dengan wajah dinginnyaâ
âApa anak itu jatuh cinta terhadap Nike?â gumam Varel pelan yang membuat Vania memukul pelan lengannya.
âHei, mereka masih anak-anak.â
âNo, Mommy. Anak-anak juga wajar jatuh cinta.â
Astaga, dia benar-benar anak Varel.-Vania
*
*
*
__ADS_1