
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Masih di Pantai Haeundae, Busan
"Hei sayang tunggu aku"
teriak Varel saat Vania berlari lebih cepat darinya bahkan hampir tidak terlihat
Saat Varel sedang berhenti karena kelelahan, tiba-tiba datanglah seorang wanita muda yang sedang hamil besar berjalan mendekati Varel
"Maaf Tuan apa saya boleh minta tolong?"
tanya wanita muda tersebut seraya menatap Varel tanpa berkedip
"Maaf saya sedang sibuk"
ucap Varel dingin dan hendak pergi namun wanita muda tersebut menahan lengannya sehingga langkah Varel terhenti
"Tuan tolong elus perut saya, sepertinya saya sedang mengidam"
ucap wanita muda tersebut memohon
"Hah?"
"Bayi saya ingin sekali dielus oleh anda"
"Nyonya, saya sedang sibuk"
Varel pun hendak berjalan meninggalkan wanita muda itu, namun lagi-lagi langkahnya terhenti karena seorang pria paruh baya menegurnya
"Hei mengapa kau berani meninggalkan istrimu yang sedang hamil? Dia hanya mengidam dan kau harus menurutinya karena itu juga anakmu"
ucap pria paruh baya yang membuat Varel mengerutkan kening dan hendak menjelaskan kepada pria paruh baya tersebut namun
Tiba-tiba
"A-apa?"
Varel mengenal suara itu, ya itu adalah suara Vania istrinya dan saat Varel berbalik, ia menatap iris mata abu-abu milik sang istri
Flashback On
Vania berlari cukup jauh dan ia merasa bahwa Varel tak lagi mengikutinya, setelah berhenti beberapa menit akhirnya Vania berbalik arah untuk kembali mencari sang suami namun yang ia lihat adalah sang suami sedang berada disebelah seorang wanita muda yang sedang hamil besar dan Vania juga samar-samar mendengar ucapan seorang pria paruh baya yang mengatakan bahwa wanita muda yang sedang hamil tersebut adalah istri dari Varel, suami sahnya
Tentu saja hal itu membuat Vania terkejut bukan main bahkan Vania dengan refleksnya bersuara yang membuat Varel berbalik menatapnya
Flashback Off
"Sayang"
ucap Varel terkejut
Tanpa mengatakan apapun Vania langsung berbalik arah dan berlari sekuat mungkin meninggalkan Varel
"Sayang tunggu, kau salah paham"
teriak Varel yang berusaha mengejar Vania namun lagi-lagi si wanita ular alias wanita muda yang sedang hamil memegang lengannya sehingga langkah Varel terhenti
Cih jika dia tidak hamil sudah ku tepis tangannya dengan kasar. Dasar wanita ular, wanita penggoda. Jika ada Dimas disini aku yakin bahwa hidupmu pasti akan menderita.-Varel
"Nyonya, saya sedang sibuk karena saya ingin mengejar istri saya yang sedang marah dan salah paham"
ucap Varel yang berusaha menahan amarahnya terhadap wanita muda dihadapannya
"I-istri?"
ulang wanita muda itu terbata
"Ya, saya sudah menikah dan dia istri saya yang sedang hamil anak kami yang ke tiga"
ucap Varel penuh penekanan membuat si wanita muda itu diam tanpa berani bersuara
__ADS_1
"Permisi"
Tak butuh waktu lama akhirnya Varel pergi meninggalkan wanita itu dan berlari mencari sang istri yang sudah menghilang dari pandangannya.
*****
Pantai Haeundae, Busan
Vania berjalan pelan menyusuri pantai terkenal di Busan dengan air mata yang keluar membanjiri wajah cantiknya
Lagi-lagi kau dengan mudahnya menyakitiku Rel dan aku? Tentu saja seperti orang bodoh yang terus menangisi mu.-Vania
"Huh untuk apa aku harus berkali-kali mengeluarkan air mataku untuknya lagi?"
lirih Vania pelan seraya menggigit bibir bawahnya agar para pengunjung pantai tidak mendengar isak tangisnya
Sedangkan ditempat lain
"Sayang kau kemana? Astaga mengapa aku tidak membawa Dika dan Ziva tadi untuk menemani kami?"
ucap Varel pelan seraya berjalan menyusuri pantai untuk mencari sang istri
Flashback On
"Sayang apa kita nanti akan membawa Dika dan Ziva ke pantai?"
tanya Vania saat dirinya dan Varel sedang bersiap-siap untuk pergi ke pantai
"Tentu saja, untuk apa aku membayar mereka jika mereka tidak bekerja dengan serius?"
ucap Varel seraya memakai baju kaos polos
"Menurutku tidak perlu membawa mereka. Berikan saja mereka ijin sehari agar mereka juga bisa berlibur bersama. Aku ingin ke pantai berdua bersamamu"
ucap Vania tersenyum menggoda
"Kalau begitu berikan aku ciuman"
ucap Varel memanyunkan bibirnya
tolak Vania mendengus kesal
Tiba-tiba Varel mendekati sang istri dan memeluknya erat
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
"Varel"
teriak Vania kesal
"Apa sayang?"
tanya Varel terkekeh pelan
"Dasar mesum"
ketus Vania dengan kesalnya lalu keluar dari kamar hotel diikuti oleh Varel dibelakangnya.
Flashback Off
Vania menghentikan langkahnya dibawah pohon untuk beristirahat sejenak menenangkan pikiran dan perasaannya
Baru saja rasanya ia duduk tiba-tiba hatinya kembali sakit mengingat kejadian menyakitkan yang tepat didepan matanya dan tentu saja lagi-lagi air mata tersebut keluar dan lolos membasahi wajah cantiknya
Hingga beberapa menit kemudian tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan didepan Vania membuatnya mendongakkan wajahnya menatap orang tersebut
Dia adalah Kwon Hyuk, seorang pria yang berasal dari Hongeun-dong yang sedang berlibur di Busan dan saat sedang menyusuri pantai tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita mungil yang tak lain adalah Vania yang sedang menangis
__ADS_1
"Hapus air matamu, kau ingin jika pantai seindah ini melihat kesedihanmu?"
ucap Kwon Hyuk lalu tiba-tiba duduk disebelah Vania seraya menyodorkan sapu tangan
"Terima kasih"
ucap Vania tersenyum kecil lalu mengambil sapu tangan tersebut dan mulai menghapus air matanya
"Kau sendirian?"
tanya Kwon Hyuk seraya menatap Vania yang sedang menghapus air matanya
"Menurutmu? Apa aku sedang bersama seseorang? Atau mereka yang tidak terlihat?"
ucap Vania terkekeh pelan
"Ternyata kau masih bisa tersenyum"
gumam Kwon Hyuk tersenyum
"Oh ya kenalkan namaku Kwon Hyuk"
"Vania"
"Kau pasti bukan Warga Negara Seoul, kan?"
tanya Kwon Hyuk mengerutkan kening membuat Vania mengangguk pelan
"Apa kau sedang berlibur?"
"Ya, aku sedang berlibur"
Bahkan aku berbulan madu disini. Tapi, ah sudahlah tidak perlu dipikirkan lagi.-Vania
*****
Setelah mengobrol beberapa menit akhirnya Kwon Hyuk berpamitan karena teman-temannya sudah menunggunya
"Semoga kita bertemu kembali"
ucap Kwon Hyuk lalu berpamitan pergi meninggalkan Vania sendirian dengan sapu tangan yang diberikannya
"Sayang"
Tiba-tiba Vania mendengar suara seseorang yang ia kenal, siapa lagi kalau bukan Varel suaminya
"Kau disini rupanya, aku mencari mu sejak tadi"
ucap Varel pelan seraya tangannya masih memeluk Vania dengan erat
"Aku ingin kembali ke hotel"
lirih Vania pelan
"Kau kemana saja? Aku harus menjelaskan padamu"
"Tidak, aku ingin kembali ke hotel sekarang"
"Sayang kau perlu mendengar penjelasan ku agar kau tidak salah paham"
"Rel tolonglah, aku saat ini hanya perlu kembali ke hotel"
lirih Vania pelan lalu menunduk tanpa sadar membuat air matanya kembali mengalir membasahi wajahnya
"Kita kembali bersama ya"
pinta Varel lembut seraya ibu jarinya mengusap air mata Vania diwajahnya
Dan mereka pun bersama berjalan menyusuri keindahan pantai Haeundae menuju ke hotel.
*
*
*
__ADS_1