Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Honeymoon 3# (Pesta Tuan Park)


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Four Seasons Hotel Seoul


18:00 waktu setempat


"Sayang mandilah cepat agar kita tidak terlambat"


ucap Vania yang sejak tadi menyuruh Varel untuk mandi


"Mengapa kau sangat bersemangat hah?"


tanya Varel dengan malasnya


"Aku ingin sekali berjalan-jalan keluar dari kamar ini"


ucap Vania tersenyum senang


"Oh"


jawab Varel singkat


"Sayang mandilah"


Lagi-lagi Vania harus ekstra bersabar menyuruh Varel yang entah kenapa sangat malas beranjak dari tempat tidur


"Huh aku malas mandi"


jawab Varel dengan malas


"Yasudah aku keluar sendiri"


ancam Vania yang sukses membuat Varel menatapnya tajam


"Baiklah aku mandi sekarang"


ucap Varel dingin lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Vania yang sedang merias diri didepan cermin.


*****


18:45 waktu setempat


Saat ini Vania dan Varel sedang berada diperjalanan menuju salah satu hotel milik klien Varel karena ia mengadakan pesta ulang tahun pernikahannya


"Sayang sebenarnya kita mau kemana?"


tanya Vania menatap Varel


"Kukira kau sudah tau melihat bahwa sejak tadi kau cepat-cepat dan bersemangat untuk keluar"


ketus Varel kesal


"Ya itu karena aku sangat bahagia bisa keluar dari kamar terkutuk itu setelah tiga hari terkurung didalamnya"


gumam Vania pelan yang membuat Varel mengerutkan kening


Astaga apa dia bilang? Kamar terkutuk? Apa separah itu aku mengurungnya? Hahaha...Tentu saja dia mengatakan itu kamar terkutuk, aku bahkan tidak pernah istirahat untuk memakannya. Entahlah aku tidak mengerti mengapa sangat bersemangat menerkamnya terlebih kami hanya selalu menghabiskan waktu dikamar. Juniorku tidak bisa tidur dengan nyenyak hihihi-Varel


"Sayang apa kau sakit?"


tanya Vania mengerutkan kening seraya memeriksa kening sang suami dengan punggung tangannya


"Tidak, siapa yang sakit? Mengapa kau menanyakan itu?"


Varel pun terlihat bingung dengan pertanyaan sang istri


"Ya karena aku lihat kau tersenyum sendiri, kukira sedang sakit jiwa"


jawab Vania santai lalu kembali menatap jalan raya


Apa? Dia mengira aku sedang sakit jiwa? Hei kau dasar istri aneh, kau tidak tau apa pikiran mesum sedang hinggap di otakku.-Varel


*


Astaga Nona Muda mengapa anda sangat polos dan jujur. Lihatlah raut wajah Tuan Muda berubah seketika saat mendengar ucapan Nona Muda. Ingin sekali aku tertawa kencang namun aku masih ingin hidup tenang.-Dika


*****


"Sayang"


"Hem"


"Kau belum menjawab pertanyaan ku"


"Aku lupa. Kau menanyakan apa tadi?"


"Huh aku tidak suka mengulangnya"


ketus Vania dengan kesal yang lagi-lagi membuat Varel tercengang sekaligus mengerutkan kening karena bingung dengan sikap sang istri


Astaga apa-apaan dia? Berani sekali mengatakan hal itu kepadaku. Mengapa aku selalu merasa aneh dengan sikapnya akhir-akhir ini?-Varel

__ADS_1


"Kita akan pergi ke hotel Tuan Park klien yang aku temui siang kemarin karena malam ini dia mengadakan pesta ulang tahun pernikahannya"


ucap Varel menjelaskan


"Pe-pesta?"


ulang Vania terkejut


"Iya, mengapa kau gugup sekali?"


tanya Varel heran


"A-aku tidak ingin pergi ke pesta, apa bisa aku tinggal saja?"


tanya Vania seraya menunduk


Loh mengapa Nona Muda menolak untuk pergi ke pesta bersama Tuan Muda? Terlebih aku melihat raut wajah Nona Muda terlihat sangat ketakutan.-Ziva


"Hei mengapa kau ingin tinggal?"


Lagi-lagi Varel mengerutkan kening melihat sikap sang istri yang susah ditebak


"Aku takut jika di sana membuatmu malu"


lirih Vania pelan


"Untuk apa malu? Aku membawa istri sah ku bukan istri orang"


ucap Varel santai


"Hei mengapa kau masih menunduk? Apa yang membuatku malu jika pergi bersamamu?"


"Astaga"


gumam Varel mengusap wajahnya kasar lalu menangkup wajah sang istri yang membuat Vania mengangkat kepalanya


"Lihat aku, aku bertanya kepadamu hal apa yang membuatku malu pergi bersamamu? Apa kau istri orang?"


tanya Varel menatap intens wajah istrinya


Vania pun menggelengkan kepala tanpa bersuara menjawab pertanyaan sang suami


"Apa ada larangan untukku membawa istriku ke pesta?"


Lagi-lagi Vania hanya menggeleng pelan


"Lalu? Yang membuatku malu saat bersamamu apa? Kita masih memakai pakaian lengkap jadi untuk apa malu"


ucap Varel dengan santainya membuat Vania refleks memukul lengan Varel


ringis Varel pelan lalu terkekeh saat melihat rona merah di wajah sang istri


"Sekarang kau tatap aku dan lihat wajahmu dari mataku, kau istriku dan Ibu dari anak-anakku, kau seorang Nona Muda Fernandez jadi aku berhak membawamu kemanapun aku pergi termasuk menemui rekan bisnisku karena kau adalah istriku"


ucap Varel penuh penekanan


"Ta-tapi bagai-"


Cup.


Ucapan Vania terhenti saat Varel tiba-tiba membungkam mulut Vania dengan bibirnya yang sontak membuat Vania melotot karena terkejut hingga tak lama Varel pun melepas ciumannya dan menatap sang istri yang sedang menunduk malu


"Jika kau berani mengucapkan satu kata sekalipun aku akan membungkam mulutmu"


Tentu saja ancaman Varel yang itu sukses membuat Vania diam seribu bahasa dengan wajah yang ditekuk karena masih kesal terhadap Varel.


*****


Park's Hotel


19:23 waktu setempat


Varel dan Vania yang sudah sampai di hotel milik Tuan Park salah satu klien Varel dari Korea Selatan pun berjalan masuk diikuti Dika dan Ziva dibelakang mereka


Hingga sampailah mereka disebuah ruang aula dimana pesta sedang berlangsung, tentu saja saat melihat kedatangan Varel semua orang menunduk sopan.


Siapa yang tidak mengenal Varel Andreas Fernandez? Bahkan di Korea Selatan pun nama Varel disanjung tinggi sebagai pengusaha muda tersukses di Asia


"Tuan Varel"


Langkah Varel, Vania maupun kedua pengawal terhenti saat ada yang memanggil nama Varel dan ternyata itu adalah Tuan Park pemilik hotel sekaligus yang sedang mengadakan pesta


"Suatu kehormatan bagi kami karena Tuan Varel bisa menyempatkan waktu bulan madunya untuk menghadiri pesta kecil kami"


ucap Tuan Park menunduk sopan


"Terima kasih atas sambutannya Tuan dan Nyonya Park"


jawab Varel datar


"Maaf Tuan jika saya lancang bertanya, apa wanita yang disebelah Tuan ini adalah istri anda?"


tanya Tuan Park hati-hati


"Ya ini istri kesayangan saya. Sayang kenalkan ini rekan bisnisku"

__ADS_1


ucap Varel seraya merangkul pinggang Vania


"Perkenalkan saya Vania, Tuan Nyonya"


"Nama yang sangat indah seperti kejadian luar biasa yang akan terjadi di hidup anda Nona"


ucap istri dari Tuan Park yang membuat Vania bahkan Varel mengerutkan kening


"Nona maafkan istri saya, dia selalu berbicara spontan"


ucap Tuan Park menundukkan kepala


"Astaga Nona saya benar-benar meminta maaf karena mulut saya yang tidak bisa direm"


ucap Nyonya Park


"Tidak masalah Nyonya, jangan meminta maaf"


ucap Vania tersenyum


"Sekali lagi saya meminta maaf Nona"


Lagi-lagi Nyonya Park menunduk karena merasa bersalah


"Nyonya Park jangan seperti ini, aku sungguh tidak mempermasalahkan ucapan mu. Jika boleh bertanya, apa anda memiliki kekuatan yang jarang dimiliki orang lain?"


tanya Vania hati-hati


"Tidak semua orang mempercayakan ucapan saya Nona"


ucap Nyonya Park tersenyum kecut


"Anggap saja aku orang yang mempercayai ucapan mu"


ucap Vania tersenyum senang


"Sayang bisakah aku meninggalkanmu sebentar? Aku ingin membicarakan pekerjaan dengan Tuan Park dan rekan bisnisku lainnya"


ucap Varel memotong pembicaraan Vania dan Nyonya Park


"Pergilah sayang"


"Aku akan kembali. Dika dan Ziva jaga Nona Muda"


ucap Varel lalu mencium pucuk kepala Vania dan mulai berjalan menjauh bersama Tuan Park


"Nyonya ayo lanjutkan"


ucap Vania yang sangat antusias


"Nona apa anda percaya hal ini?"


"Entahlah, aku akan mempercayainya jika benar-benar terjadi dan begitu pun sebaliknya tapi walau pun begitu kita harus tetap menghargai dan menghormati kepercayaan orang lain"


"Anda benar-benar wanita yang sangat baik Nona, saya bisa melihat bahwa akan terjadi hal yang sangat luar biasa di kehidupan anda. Anda dikelilingi dengan cinta yang luar biasa, cinta Tuan Varel terhadap anda sangat besar"


Cinta? Apa benar? Tapi Varel tidak pernah mengatakannya.-Vania


"Saya tau dan saya mengerti mengapa anda meragukan cinta Tuan Varel yang tak pernah ia sampaikan dan katakan kepada anda"


Astaga apa dia bisa membaca pikiranku?-Vania


"Ya Nona, saya bisa membaca pikiran orang lain"


ucap Nyonya Park tersenyum kecil


"Astaga kau benar-benar luar biasa"


ucap Vania kagum


"Oh iya untuk hal tersebut apa kau bisa menebak hal apa yang akan terjadi?"


"Saya tidak bisa mengatakan apapun untuk itu Nona, saya juga tidak memaksa anda untuk mempercayai ucapan saya"


"Begitu? Baiklah"


"Jika saya mengatakan anda akan memiliki banyak anak, apa anda percaya Nona?"


"Anak?"


gumam Vania pelan


"Saya melihat dimasa depan anda sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak-anak anda"


ucap Nyonya Park tersenyum


"Astaga benarkah? Aku tidak sabar menunggu hal itu"


gumam Vania tersenyum kecil tanpa sadar tangannya mengusap perut ratanya


Berbahagialah Nona, ini takdir anda, ini jalan anda dan ini kebahagiaan anda.-Nyonya Park.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2