Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Pulang


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Mba itu kok Tuan Revan nya genit ya? Gak tau aja mba Vania udah nikah sama Tuan Muda"


ucap Tika yang sejak tadi menahan kesal


"Tau tuh berani banget dia godain mba padahal dia aja kerja di rumah sakit milik suami nya mba"


celetuk Rudi


"Udah udah kita disini mau bahas dekorasi pesta atau ngegosip Tuan Revan sih?"


tanya Vania berusaha menenangkan karyawan nya yang kesal


"Terbawa esmosi mba"


timpal Seto yang membuat semua orang tertawa


"Jadi gimana nih? Rudi dan Seto apa tema nya?"


"Nah Rudi dan Seto kan tidak tau mba, tidak pernah juga mendekorasi pesta"


"Gimana kalau kita ngikut tema kue ulang tahun nya aja mba? soalnya Tuan Revan juga langsung pesan kue ulang tahun di toko kita"


"Apa tema nya Tik?"


"Frozen mba"


"Bagus ide kamu Tik, kita ikut tema kue ulang tahun nya aja, jadi dekorasi pesta nya tema Frozen juga, untuk pernak-pernik, hiasan-hiasan mba serahkan ke kalian bertiga, beli yang warna biru dan putih aja.


Oh iya mba juga gak bisa deh ke lokasi minggu depan soalnya minggu depan mba udah masuk kuliah"


"Mba Vania lanjut kuliah?"


"Iya Rudi, mba lanjut kuliah ngambil jurusan manajemen kuliner, biar nanti kalau ada rejeki mba bisa beli ruko di sebelah toko kita untuk dijadikan restoran"


"Wah bagus banget mba Vania masih punya niat kuliah"


"Iya mba harus dicapai cita-cita nya selagi ada kesempatan"


"Makasih ya kalian sudah kasih semangat untuk mba"


"Kita udah anggap mba seperti keluarga, mba Vania baik sama kita, udah kasih pekerjaan padahal kita gak ada pengalaman, cuma lulus SMA dan putus kuliah"


"Mba juga udah anggap kalian seperti keluarga mba, kalian selalu ada disaat susah senang nya bangun toko, kalian selalu kasih solusi dan motivasi saat mba down.


Pokoknya mba sayang deh sama kalian"


"Kita juga sayang banget sama mba"


"Kok jadi mellow sih?"


celetuk Rudi tiba-tiba yang membuat semua nya tertawa


"Mas Rudi ih dasar ganggu suasana aja"


timpal Tika disela-sela gelak tawanya


"Mba bagaimana kabar Tuan Muda? Kok bisa masuk rumah sakit?"


"Varel baik-baik aja malahan udah bisa pulang hari ini, cuma sakit biasa kok"


ucap Vania tersenyum


"Semoga Tuan Muda cepat sembuh ya mba"


"Amin. Oh iya mba pamit duluan ya kasihan Varel sendirian di ruangannya. Untuk urusan dekorasi mba bisa kok mampir ke toko tapi gak setiap hari seperti dulu lagi makanya mba serahkan ke kalian"


"Iya mba hati-hati ya nyebrang nya. Gak masalah mba, untuk urusan toko bisa di handle sama kita"


"Makasih ya"


ucap Vania lalu pamit pergi.


*****


Ruang VVIP No.1


"Loh ada anak-anak? Ada sekretaris Dim juga?"


tanya Vania saat masuk ruangan melihat Varo dan Lista yang sedang asyik menonton sedangkan sekretaris Dim sedang duduk di sofa berkutik dengan laptopnya


"Tadi Nona Kecil dan Tuan Kecil minta diantar kesini Nona Muda"


"Iya tadi kesini sama Dimas, sudah selesai urusannya?"


"Sudah sayang"


"Tuan Muda, apa diurus kepulangannya sekarang?"


"Dim berhentilah bicara formal, kita tidak sedang bekerja"

__ADS_1


ucap Varel mendengus kesal


"Tapi sekarang masuk jam kerja Tuan"


"Dim kau sudah ku anggap seperti adikku, jika kita tidak bekerja jangan berbicara sebagai asisten dan atasan terhadapku"


"Tap-"


"Jika tidak aku akan memecat mu"


ancam Varel yang membuat sekretaris Dim maupun Vania terkejut


"Baiklah kak"


ucap sekretaris Dim cepat


"Kalau tidak diancam pasti tidak mau"


gumam Varel terkekeh


"Bagaimana kak? Apa diurus sekarang?"


"Hem"


Sekretaris Dim pun pergi keluar untuk mengurus kepulangan Varel


"Hei anak-anak Mommy, kok Mommy tidak dipeluk sih?"


"Lagi malas berdiri Mom"


"Film nya seru"


"Ya sudah kalau begitu Daddy saja yang peluk Mommy"


ucap Varel lalu mendekati Vania dan memeluknya erat


"NO!!!"


teriak Lista lalu berlari kearah Vania


"Ini Mommy Lista"


rengek nya saat Varel tak mau melepas pelukannya


"Daddy lepas"


"Aw"


ringis Varel saat Lista menggigit lengannya


tanya Vania lalu mengelus pucuk kepala sang putri


"Daddy jahat ambil Mommy Lista"


ucap Lista memeluk Mommy nya erat


"Kasihan loh Daddy sakit, minta maaf ya sama Daddy"


tegur Vania


"Daddy, Lista minta maaf"


ucap Lista acuh


"Tidak mau"


jawab Varel tak mau kalah


"Sayang, minta maaf yang benar"


"Daddy, Lista minta maaf ya"


ucap Lista lalu mencium bekas gigitannya


"Tidak"


jawab Varel acuh


"Mommy, lihat Daddy tidak mau maafin Lista"


rengek Lista manja


"Daddy"


tegur Vania


"Iya-iya Daddy maafin"


jawab Varel malas yang membuat Lista menjulurkan lidah dihadapannya sedangkan Vania hanya menggeleng kepala melihat kelakuan ayah dan anak tersebut.


*****


"Daddy kan bisa jalan kenapa peluk-peluk Mommy?"


protes Lista saat mereka sedang berjalan menuju depan rumah sakit dengan tangan Varel yang selalu merangkul Vania

__ADS_1


"Kamu iri de? Sini peluk abang"


ucap Varo merangkul bahu Lista


"Daddy manja ya"


"Iya bang, Daddy manja padahal udah sembuh"


"Daddy dengar dari sini"


ucap Varel yang membuat kedua anaknya cengengesan


Tiba-tiba


"Nona Vania?"


"Tuan Revan?"


"Kau mengenal istriku?"


Apa? Istri? Ja-jadi Nona Vania sudah menikah dan suaminya adalah Tuan Muda? Pemilik rumah sakit ini?-Dokter Revan


"Tuan Revan pelanggan yang aku temui pagi tadi"


ucap Vania menjelaskan


Mati aku jika Nona Vania mengatakan bahwa aku tadi menggodanya, bisa-bisa percuma kuliah di luar negeri jika tidak dapat pekerjaan karena bermain dengan miliknya Tuan Muda.-Dokter Revan


*


Tenanglah aku bukan tipe orang yang selalu mengadu kepada suami dan tolonglah Tuan Revan jangan terkejut karena Varel bisa curiga dengan raut wajahmu.-Vania


"Oh ya?"


"Tuan Revan kami permisi dulu"


"Si-silahkan Tuan Muda dan Nona Vania"


Lalu Varel sekeluarga melanjutkan perjalanannya hingga sampai depan rumah sakit dimana sekretaris Dim sedang menunggu


*****


Kamar Utama


"Apa dia menggoda mu tadi?"


"Tidak"


"Mengapa dia terkejut melihatmu bersamaku?"


Sudah kuduga Varel bisa melihat wajah terkejutnya.-Vania


"Entahlah"


"Huh awas saja jika dia berani macam-macam"


"Sayang sudahlah dia juga tidak menggodaku"


"Tapi aku bisa melihat tatapan kecewa dari matanya saat melihatmu bersama pria lain, dia pasti menyukaimu"


"Itu tidak mungkin karena kami baru pertama kali saja bertemu itu pun untuk urusan pekerjaan"


"Bagaimana jika dia memang menyukaimu?"


"Itu urusan dia, memangnya salah jika dia menyukaiku?"


tanya Vania mendengus kesal karena Varel selalu saja marah-marah


"Jelas salah karena dia menyukai istri orang"


Istri orang yang tidak pernah dicintai suaminya. Hem miris sekali hidupku, suamiku saja menerima ku hanya karena kasihan.-Vania


"Mengapa kau diam? Kau menyukainya juga?"


Selalu saja mencurigai ku padahal dia tidak mencintaiku.-Vania


"Tidak, untuk apa aku mencintainya?"


Awas saja jika kau berani menyukainya atau menyukai pria lain. Hanya aku saja yang boleh kau cintai.-Varel


"Sudahlah kau selalu membuatku marah"


Apa-apaan dia? Mengapa aku disalahkan? Padahal dia yang selalu membuat masalah.-Vania


"Aku mau tidur"


ucap Varel lalu membaringkan kepalanya di pangkuan Vania


Huh katanya aku selalu membuatnya marah tapi aku juga yang harus menidurkannya. Dasar Tuan aneh.-Vania


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2