Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Rencana Honeymoon


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Saat ini Vania sedang bersama kedua pengawal yang diberikan suaminya didalam mobil menuju kampus Vania


Suasana didalam mobil tentu saja hening karena baik Dika maupun Ziva tidak ada yang bersuara membuat Vania mendengus kesal karenanya


Huh mobil ini angker sekali, mereka mengapa betah tidak berbicara?-Vania


"Mengapa kalian diam saja?"


Akhirnya Vania harus memulai pembicaraan bersama kedua pengawalnya


"Maaf Nona Muda, Tuan Muda melarang kami mengajak Nona Muda berbicara"


ucap Dika sopan


Astaga apa dia sudah gila? Mengapa dia memerintahkan para pengawal untuk tidak berbicara kepadaku? Dan mengapa juga para pengawal ini selalu menurut?-Vania


"Dika umurmu berapa?"


tanya Vania mengalihkan pembicaraan


"26 tahun Nona Muda"


"Kalau Ziva?"


"24 tahun Nona"


"Sebelumnya kau bekerja dimana Dik?"


"Saya seorang pembalap mobil di Brazil Nona Muda"


Astaga? Apa dia serius? Mengapa dia mau menjadi supir pribadiku?-Vania


"Benarkah?"


tanya Vania terkejut


"Iya Nona Muda"


jawab Dika singkat


"Lalu mengapa kau ingin menjadi supir pribadiku?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Ini pekerjaan yang sangat penting Nona Muda. Saya sangat senang bisa menjaga apa yang menjadi milik Tuan Muda"


ucap Dika tersenyum tipis


"Ziva kau sebelumnya bekerja dimana?"


tanya Vania mengalihkan pandangannya


"Saya seorang manager di perusahaan cabang di Irlandia Nona Muda"


Astaga? Lagi-lagi mereka orang penting.-Vania


"Mengapa kalian ingin menjadi pengawal ku? Aku tidak habis pikir"


ucap Vania pelan


"Nona Muda, ini tidak sebanding dengan pekerjaan kami sebelumnya karena kami menjaga istri bagi Tuan Muda kami"


ucap Ziva yang membuat Vania mengerutkan kening


Apa harus mereka menjagaku seperti ini? Memangnya berapa gaji mereka hingga mau menjadi pengawal ku dan meninggalkan pekerjaan penting mereka?-Vania


*****


Parkiran Kampus


"Kalian mau kemana?"


tanya Vania terkejut saat melihat Dika dan Ziva juga turun dari mobil dan mengikutinya


"Ingin menjaga Nona Muda"


jawab Dika singkat


Astaga apa-apaan ini? Aku bukan anak presiden yang harus dikawal bahkan sampai didepan kelas.-Vania


Karena kesal melihat Dika dan Ziva yang terus mengikutinya, akhirnya Vania menelfon Varel


"Halo?"


"Ada apa?"


"Sayang mengapa Dika dan Ziva bahkan mengikuti ku?"


"Tentu saja karena mereka adalah pengawal mu"


"Mereka juga harus mengikuti ku sampai didepan kelas?"


"Tentu saja"

__ADS_1


"Astaga sayang aku tidak memerlukan mereka"


"Aku tidak peduli, mau tidak mau mereka harus mengikuti mu"


Aku harus melakukan apa untuk membujuknya?-Vania


"Sayang bisakah mereka menungguku saja dan tidak mengikuti ku hingga ke kelas?"


"Tidak"


Aku sudah tau dia tidak akan membiarkannya.-Vania


"Yasudah kalau begitu aku mulai sekarang tidur di kamar tamu"


ancam Vania walau sebenarnya ia takut


"Apa? Tidak-tidak"


jawab Varel cepat


"Suruh mereka untuk tidak mengikuti ku ya"


"Mengapa kau mengancam ku?"


ketus Varel kesal


"Terserah"


jawab Vania kesal lalu memutuskan panggilan


Astaga apa aku tadi sedang tidak waras? Mengapa aku berani sekali memutuskan panggilan secara sepihak? Dia pasti menghukum ku. Ah sudahlah memikirkannya nanti saja, aku harus masuk kelas sekarang.-Vania


Vania pun berjalan menuju kelasnya tanpa menghiraukan kedua pengawal yang terus mengikutinya sejak tadi.


*****


"Vania, kedua orang didepan sana pengawal lo?"


tanya Bimo saat Vania baru saja menduduki kursinya


"Lo tau dari mana Bim?"


tanya Vania terkejut


"Gue tadi gak sengaja liat mereka ngikutin lo mulu"


jawab Bimo santai


Huh sudah kuduga pasti ada saja mahasiswa yang mengetahui dan memperhatikannya.-Vania


*****


"Astaga berani sekali dia memutuskan panggilan secara sepihak?"


ketus Varel kesal


"Ada apa Tuan Muda?"


tanya sekretaris Dim mengerutkan kening


"Vania memarahiku karena aku mengirimkan pengawal untuknya"


jawab Varel singkat


Tentu saja Nona Muda marah bahkan pengawal itu anda suruh untuk selalu mengikuti kemanapun Nona Muda pergi dan melarang mereka untuk mengajak Nona Muda berbicara padahal Nona Muda sosok yang sangat ceria. Bagaimana tidak Nona Muda kesal? Astaga mengapa Tuan Muda sangat bodoh sekali?-Sekretaris Dim


"Jangan menyumpahi ku Dim"


ucap Varel tegas


"Tidak Tuan Muda"


ucap sekretaris Dim cepat


"Dim menurutmu bagaimana ini? Mengapa dia marah?"


tanya Varel mengerutkan kening


"Tuan Muda, kita semua tau bahwa Nona Muda tidak suka kehidupan yang serba mewah terlebih Nona Muda tidak pernah menuntut kekayaan bahkan status terhadap Tuan Muda"


jawab sekretaris Dim


"Lalu aku harus bagaimana?"


lagi-lagi Varel mengerutkan kening karena ia bahkan tidak mengerti dengan sikap istrinya


"Menurut saya sebaiknya Tuan Muda jangan menunjukkan kekesalan Tuan dihadapan Nona Muda karena itu akan membuat Nona Muda semakin marah. Saat Nona Muda marah, Tuan Muda jangan memarahinya kembali"


"Maksud tujuanmu kau ingin aku menurutinya dan meminta maaf kepadanya?"


Nah itu Tuan Muda tau.-Sekretaris Dim


"Hei aku tidak pernah bertekuk lutut terhadap orang lain"


"Tapi Tuan Muda, dia adalah Nona Muda istri Tuan Muda bukan orang lain"


ucap sekretaris Dim mengingatkan


"Astaga mengapa wanita sangat susah ditebak?"

__ADS_1


tanya Varel mengusap kasar wajahnya


Ya mana saya tau Tuan, saya saja tidak pernah berhubungan dengan makhluk yang bernama WANITA.-Sekretaris Dim


"Tuan Muda bagaimana jika Tuan Muda mengajak Nona Muda untuk pergi berbulan madu?"


usul sekretaris Dim yang membuat Varel mengerutkan kening


"Bulan madu? Hem sepertinya itu hal yang bagus Dim. Baiklah atur semuanya dan urus pekerjaanku selama dua minggu ke depan. Kami akan berangkat bulan madu lusa"


Astaga mengapa aku mengusulkan bulan madu? Lihatlah aku juga yang akhirnya harus mengurus semua. Huh sabarlah Dim.-Sekretaris Dim


"Jangan lupa bawa beberapa pengawal karena aku tidak ingin ada hal yang mengganggu perjalanan bulan madu kami"


Tanpa diberitahu pun aku sudah pasti akan memerintahkan mereka Tuan.-Sekretaris Dim


"Baik Tuan Muda"


*****


Kamar Utama


"Apa? Lusa?"


teriak Vania terkejut saat Varel mengatakan rencana honeymoon mereka


"Mengapa kau meneriaki ku?"


bentak Varel kesal


"Sayang mengapa kita pergi berbulan madu? Kita bahkan bukan pengantin baru"


ucap Vania yang berusaha menolak


"Kau ingin pergi kemana? Apa kita harus keliling dunia?"


Apa? Keliling Dunia? Astaga mengapa kau menghabiskan uang untuk hal yang tidak perlu Varel?-Vania


"Tidak, itu tidak perlu"


jawab Vania menggeleng cepat


"Lalu?"


"Sayang bisakah kita tidak pergi berbulan madu? Aku sedang sibuk di toko"


lagi-lagi Vania berusaha untuk menolak namun ia tidak memikirkan bahwa ucapannya membuat Varel bertingkah lebih


Varel mengambil ponselnya dan menelfon seseorang


"Dim kirim beberapa orang untuk membantu mengurus toko istriku selama kami pergi berbulan madu"


"Baik kak"


Panggilan terputus


"Selesai. Apa lagi alasanmu menolaknya?"


Huh aku bahkan tidak memiliki alasan lain.-Vania


"Hem sayang bagaimana dengan kuliahku?"


"Dimas akan mengurusnya"


Astaga lagi-lagi aku selalu membuat sekretaris Dim repot karena ulah Tuan Muda ini.-Vania


"Bagai-"


"Anak-anak akan tinggal di rumah, ada Mama dan yang lain akan mengurus mereka.


Yeontan akan diurus Pak San"


Hahaha apalagi alasanmu untuk menolaknya?-Varel


*


Ternyata dia bisa membaca pikiranku.-Vania


"Baiklah"


jawab Vania malas


"Kita akan pergi ke Korea selama dua minggu"


ucap Varel yang membuat Vania membulatkan mata


"Benarkah?"


"Hem"


"Terima kasih sayang"


ucap Vania bersemangat lalu tanpa sadar telah memeluk suaminya dengan erat


Huh tadi saja kau menolak, sekarang saat aku mengatakan ingin ke Korea kau bersemangat sekali.-Varel


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2