Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Makam Ayah dan Ibu


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Mommy"


teriak Lista dari dalam kamar


"Ya sayang? Ada apa?"


tanya Vania yang terkejut mendengar teriakan sang anak


"Abang Varo melihat barang Mommy tanpa izin"


Terlihatlah Varo sedang duduk di atas tempat tidur seraya sesekali terkekeh pelan dengan beberapa album di pangkuannya


"Kau mendapatkannya darimana, Nak?"


tanya Vania terkejut


"Maafkan Varo, Mom"


lirih Varo pelan karena ia mengira Mommy nya marah


"Kemari lah"


Tanpa disuruh dua kali Varo pun turun dari atas tempat tidur dan mendatangi Vania


"Mommy tidak marah sayang, hanya saja Mommy terkejut karena itu barang-barang Mommy waktu kecil yang tak pernah Mommy tau dimana tempatnya"


ucap Vania seraya mengelus pucuk kepala anak laki-lakinya dengan penuh kasih sayang


"Tapi Mom, bukankah album ini ada di kotak sana? Varo mendapatkannya dari sana"


ucap Varo heran lalu menunjuk beberapa kotak yang ada di ujung ruangan


"Kotak? Darimana asal kotak-kotak itu?"


"Hei kalian disini rupanya, Daddy mencari kemana-mana"


ucap Varel yang tiba-tiba sudah berada didepan pintu


"Sayang-"


"Ya, aku mendapatkannya"


ucap Varel santai saat tau apa maksud dari sang istri


"Apa kau benar-benar cenayang Tuan? Aku bahkan belum menyelesaikan pembicaraanku"


ketus Vania dengan kesalnya membuat Varel bahkan kedua anaknya terkekeh


"Mommy, kenapa marah? Daddy jahat ya hihihi"


ucap Lista terkekeh pelan


"Daddy itu tidak sopan. Mommy bilang jangan memotong pembicaraan orang lain. Ish ish dasar Daddy nakal sekali"


ucap Varo menggeleng pelan sedangkan Varel hanya melongo melihat sikap anaknya


"Astaga, apa itu?"


bisik Varel pelan sedangkan Vania hanya terkekeh


"Anak-anak ayo siap-siap sekar-"


"Kita akan kemana Mom?"


tanya Lista bersemangat bahkan ia tanpa sadar memotong pembicaraan Vania


"Lista, kau sangat tidak sopan, Mommy mengatakan ke Daddy untuk tidak memotong pembicaraan orang lain"


ucap Varel yang menirukan gerakan Varo tadi


"Astaga Mommy, maafkan Lista"


ucap Lista dengan mata berkaca-kaca lalu berlari memeluk Vania dengan erat


"Tidak apa-apa sayang"


ucap Vania tersenyum tipis


"Lista benar-benar tidak sengaja Mom, Lista terlalu bersemangat"


lirih Lista dengan air mata yang sudah keluar karena ia sangat takut bahwa Vania akan memarahinya


"Cengeng"


Tiba-tiba Varel dan Varo kompak mengeluarkan suara, entah itu disengaja atau tidak


"Huaaaaa Mommyyy"

__ADS_1


teriak Lista yang masih memeluk Vania dengan erat


"Lista sayang, hei dengarkan Mommy ya, Mommy tidak marah, Nak, jadi Lista berhenti menangis ya. Bagaimana kalau Daddy dan Abang kita hukum? Lista malam ini tidur berdua hanya dengan Mommy ya"


ucap Vania yang membuat Varel terkejut bukan main


"Sayang"


rengek Varel yang melebihi manjanya Lista dan Varo


"Kau tidur bersama Varo malam ini"


ucap Vania dingin lalu keluar bersama Lista yang menjulurkan lidahnya kearah Varel dan Varo


"Dad? Kita akan begadang bukan?"


ucap Varo bersemangat yang membuat Varel menggeleng kepala seraya tersenyum tipis.


*****


"Sayang, kita akan kemana?"


tanya Varel saat melihat Vania dan Lista sudah siap


"Mencari makan. Aku tidak sempat berbelanja bahan makanan, jadi malam ini kita makan diluar saja. Tetangga bilang ada warung makan yang baru dibuka"


"Baiklah"


"Bersiap-siap dahulu"


"Apa aku tidak bisa keluar seperti ini?"


tanya Varel mengerutkan kening


"Setidaknya tutupi wajah tampan mu Tuan Muda"


ucap Vania dengan kesalnya membuat Varel gemas


"Istriku sangat cemburuan"


bisik Varel pelan lalu mencium singkat bibir istrinya dan berlari menuju kamar untuk bersiap-siap


"Varo dimana sayang?"


tanya Vania saat mendudukkan dirinya disebelah Lista yang sibuk bermain di iPad nya


"Sepertinya bersama Kakek Adi, Mom"


jawab Lista singkat tanpa menoleh ke Mommy nya


"Menatap foto Om Dimas"


jawab Lista terkekeh pelan.


*****


Warung Makan


"Astaga Mommy"


pekik Varo dan Lista bersamaan


"Ada apa sayang?"


tanya Vania terkejut


"Mommy tenanglah. Kami akan menjadi penghalang agar Tante-Tante disana tidak melirik ke arah Daddy"


ucap Varo lalu berjalan didepan Varel


"Apa maksudmu sayang?"


tanya Vania yang masih belum mengerti


"Astaga Mommy lihatlah disana, Tante-Tante dengan pakaian yang kurang bahan itu bisa saja tergoda melihat ketampanan Daddy. Mommy tidak mau kan Daddy bersama mereka?"


ucap Lista dengan cadelnya membuat Varel dan Vania terkekeh


"Daddy mempunyai masker lebih?"


tanya Varo tiba-tiba


"Ada di tas Mommy. Untuk apa Son?"


"Aku harus menutupi wajah tampanku. Bisa-bisa mereka menculik ku nanti".


*****


Keesokan harinya, di pagi hari yang cerah keluarga kecil Varel sedang berjalan menyusuri kebun teh milik warga dengan ditemani embun pagi


Tujuan utama mereka pagi ini adalah makam orang tua Vania yang berada lumayan jauh dari rumah peninggalan dan hanya bisa pergi dengan berjalan kaki


"Kebun teh disini sangat banyak"

__ADS_1


ucap Lista terkagum-kagum


"Apa kau menyukainya princess?"


"Sangat suka"


jawab Lista tersenyum tipis


"Sayang, kau tidak akan berencana untuk membelinya bukan?"


bisik Vania menyelidik karena saat mendengar jawaban Lista, Varel juga tersenyum tipis


"Kenapa tidak?"


jawab Varel tersenyum


"Astaga, jangan membuang uang sayang. Bagaimana jika tiba-tiba kau bangkrut?"


ketus Vania karena Varel masih seperti dahulu yang suka membeli sesuatu yang kurang berguna menurut Vania


"Tidak sayang. Uangku masih cukup untuk menghidupi keturunan kita bahkan sampai tujuh turunan"


"Cih sombong sekali"


ketus Vania dengan kesalnya membuat Varel terkekeh lalu merangkul pinggang Vania tiba-tiba


"Sayang, apa semua warga desa ini mengenalmu?"


tanya Varel penasaran


"Ya, semuanya mengenalku karena setiap tahun aku selalu kemari mengunjungi Ayah dan Ibu"


"Lalu? Kau tidur dimana setiap tahunnya saat kemari?"


"Aku tidak pernah menginap. Hanya karena terpaksa atau cuaca tidak mendukung saja dan biasanya aku menginap di rumah Nenek Aidah. Setelah pulang dari makam, kita berkunjung ya"


"Apapun untuk istriku"


jawab Varel tersenyum tipis.


*****


Pemakaman Umum


"Shalom Ayah, Ibu. Vania datang lagi, Vania minta maaf juga ya sudah lama tidak kemari. Oh iya, Vania datang bersama suami dan anak-anak Vania, Yah, Bu, dengan cucu Ayah dan Ibu yang juga di perut Vania"


lirih Vania pelan saat mereka baru saja sampai di makam orang tuanya


"Shalom selamat pagi Ayah dan Ibu. Varel kembali lagi kemari, sekarang Varel kembali bersama Vania dan anak-anak"


ucap Varel tersenyum tipis membuat Vania terkejut mendengarnya


"Sayang, apa maksudmu?"


"Sebelum menikahi mu, aku bersama Dimas kemari untuk meminta restu dari Ayah dan Ibu. Karena menurutku sangat tidak pas jika aku tidak meminta izin dari mereka untuk menikahi putri sulung nya"


ucap Varel tersenyum tipis lalu mengelus perut buncit istrinya


"Anak-anak, ayo sapa dulu Kakek dan Nenek"


"Hai Kakek dan Nenek, ini Lista dan itu Abang Varo cucu Kakek dan Nenek. Lista baru menyadari ternyata wajah cantik Lista juga turunan dari Nenek. Malam tadi bersama Mommy, Lista melihat-lihat foto Nenek yang begitu cantik"


ucap Lista terkekeh pelan


"Kau tidak menyapa Kakek dan Nenekmu, Son?"


"Astaga Daddy, aku baru ingin berbicara"


gerutu Varo yang membuat Varel dan Vania terkekeh


"Hai Kakek dan Nenek, ini namanya Varo anak Daddy yang paling tampan hihihi. Oh iya, Varo punya sesuatu"


ucap Varo lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya


"Varo hanya bisa memberikan ini Kek, Nek. Varo juga minta maaf jika bunga nya jelek"


ucap Varo lalu menyimpan bunga buatannya di makam Kakek dan Nenek


Lalu untuk beberapa jam kemudian baik Varel, Vania, Varo, dan Lista kembali bercerita di depan makam orang tua Vania seraya sesekali bercanda dengan Varel yang menjadi korban mereka.


*


*


*


Masalah akan tiba di part selanjutnya. Diharapkan masih stay ya, author sayang kalian😘..


*


Jangan lupa juga kepoin novel author yang berjudul "Tentang Kesya", klik profil aku ya🥰😍..


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2