
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Kak Vania, Yeontan dimana? Aku ingin bermain dengannya" ucap Vandi saat mereka sudah menyelesaikan makan malamnya
"Dia di taman belakang, yasudah kita ke sana aku juga akan memberinya makan" jawab Vania tersenyum
"Sayang, aku ingin memberi makan Yeontan dahulu" ucapnya pamit kepada sang suami
"Pergilah, aku akan menyelesaikan pekerjaan di ruangan kerja ku" ucap Varel mencium pucuk kepala istrinya
Lalu Vania dan Vandi pun berjalan menuju taman belakang tepatnya di dekat kolam renang dimana kandang Yeontan berada
"Lucu banget sih" ucap Vandi gemas lalu menggendong Yeontan
"Iya dong lucu seperti Mommy nya" ucap Vania tersenyum bangga
"Huh iya deh Mommy nya Yeontan" ejek Vandi tertawa
"Sayang, makan dulu ya" ucap Vandi lalu menaruh kembali Yeontan di kandangnya
"Vandi, aku boleh berbagi cerita?" tanya Vania lalu duduk di dekat kandang Yeontan diikuti Vandi yang duduk di sebelahnya
"Aku sudah tau alasan Varel menikahi ku karena apa" lirih Vania menunduk membuat raut wajah Vandi berubah
Deg
Jantungnya terasa ingin lepas saat Vania mengatakan itu. Bagaimana tidak? Vandi sangat tidak suka jika Vania tersakiti dan tersiksa, sudah cukup selama 15 tahun ia merasakan kesakitan. Terlebih Vandi sudah mengenal Vania jauh sebelum Vania menjadi kakak ipar nya, dimana Vandi selalu menjaga dan menemani Vania bahkan ia sudah menganggap Vania sebagai kakak perempuannya
Namun yang membuatnya sangat tidak enak terhadap Vania sejak pernikahan itu adalah saat Varel, kakak kandungnya malah menikahi Vania, kakak perempuannya hanya untuk menjadikan Vania sebagai pelarian dari masa lalunya saja. Vandi tidak ingin kakak perempuannya kembali tersakiti terlebih yang menyakitinya adalah kakak kandung dari Vandi sendiri
"Varel menikahi ku hanya untuk membuat Nona Dinda cemburu" ucap Vania tersenyum masam
"Emang Kak Vania tau dari mana?" tanya Vandi berusaha tenang
"Nona Dinda yang memberitahu ku" ucap Vania menatap Vandi intens
"Kak Vania jangan percaya, Dinda itu wanita licik" ucap Vandi kesal
__ADS_1
"Sebelumnya aku sudah bertemu Nona Dinda sebelum aku tau fakta bahwa ia mantan kekasih Varel dan sebelum Nona Dinda tau bahwa aku istrinya Varel, disitulah Nona Dinda menceritakan semuanya tentang hubungannya dengan Varel dan alasan Varel menikahi istrinya" ucap Vania menjelaskan
"Kak Vania jangan menyimpulkan semuanya dahulu" ucap Vandi yang berusaha agar Vania tidak mempercayai kata-kata Dinda
"Dan juga di pesta ulang tahunnya, Nona Dinda mengatakan bahwa Varel hanya menjadikan ku sebagai pelarian dan hanya akan membuatnya cemburu, terlebih aku sama sekali bukan tipe wanita untuk Varel. Dan kau tau? Varel hanya diam tidak membantah sekalipun itu sudah menjadi bukti yang kuat bahwa alasan Varel menikahi ku memang jelas" lirih Vania menunduk berusaha menahan tangisnya
Sudah kubilang jangan pernah menaruh harapan terhadapnya.-Vania
Lalu Vandi pun memeluk kakak iparnya dan tangis Vania tumpah di pelukan Vandi saat itu juga
"Kak Vania udah ya jangan nangis, kita tidak tau alasan Kak Varel yang sebenarnya tapi yang Vandi lihat dia sudah mulai mencintai Kak Vania" ucap Vandi yang berusaha menenangkan Kakak iparnya
"Van, aku boleh minta satu hal?" ucap Vania menatap Vandi sedangkan Vandi hanya mengangguk tersenyum kecil
"Tolong bujuk Varel untuk menceraikan ku" lirihnya disela-sela isak tangis
"Apa?! Bercerai?!" tanya Vandi terkejut
"Cintanya sudah kembali, jadi apa gunanya lagi aku disini? Setelah Varel membuang ku pun aku masih bisa hidup, jika nantinya tidak ada yang ingin menjadi pasangan ku karena aku sudah pernah menikah, itu tidak masalah karena menikah bukan tujuan utama hidup ku" ucap Vania melepaskan pelukannya lalu tersenyum kepada sang adik ipar
"Hei Kak Vania jangan ngomong seperti itu, untuk masalah jodoh Tuhan telah menentukan karena tulang rusuk dan pemiliknya tidak akan pernah tertukar" ucap Vandi menatap intens kakak iparnya
"Untuk masih bisa bernafas pun aku bersyukur Van, tidak pernah terpikir di benak ku bisa menikahi seorang CEO yang bahkan hampir sempurna, tapi aku tidak pernah menaruh harapan terhadap pernikahan ini terlebih aku hanya perempuan bodoh dan miskin. CEO mana yang mau mencintai seorang perempuan yang yatim piatu, miskin dan hanya lulus SMA" lirih Vania tersenyum masam
"Apa sih" ketus Vania membuang muka
"Cie ada yang malu-malu nih" ejek Vandi karena ia sempat melihat wajah merona nya Vania
"Oh iya, anak kita apa kabarnya Kak?"
"Anak? Anak kalian? Maksudnya apa?" bentak Varel yang tiba-tiba berjalan mendekati Vania dan Vandi
"Anak asuhnya Vandi dan Kak Vania" jawab Vandi santai
"Sayang, kau hutang penjelasan kepadaku" ucap Varel mencium pipi istrinya sedangkan Vania hanya menunduk malu
"Hei Yeontan ini Daddy" ucap Varel yang tiba-tiba mengambil Yeontan dari kandang dan menggendongnya
Lalu Vandi menatap Vania penuh arti seakan mengatakan lihatlah kak Varel mencintaimu sedangkan Vania menatapnya tajam, kau jangan percaya akting Tuan Muda, mungkin seperti itulah arti dari tatapan Vania.
*****
__ADS_1
Sebelum Varel Mendatangi Vandi dan Vania
Ruang Kerja
"Apa Mama boleh masuk?" tanya Mama Melinda saat membuka pintu ruang kerja anaknya
"Masuklah, Ma" ucap Varel yang fokus menatap laptop
"Ada apa, Ma?" tanyanya saat melihat sekilas sang mama duduk di sofa
"Nak, apa kau mencintai istrimu?" tanya Mama Melinda to the point
"Mengapa Mama menanyakannya?" tanya Varel mengerutkan kening
"Tadi Vania menyuruh Mama membujuk mu untuk menceraikannya" ucap Nama Melinda menatap putranya
"Apa?! Bercerai?!" ulang Varel meninggikan suara
"Mengapa dia melakukan itu, Ma?" tanya Varel memijit pelipisnya
"Dia tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu sayang, karena Dinda telah kembali otomatis kau dan Dinda akan bersama lagi, dia bahkan tau alasanmu menikahinya" ucap Mama Melinda menjelaskan
Huh beraninya dia, bahkan untuk menceraikannya saja aku tidak pernah terpikir.-Varel
"Ma, perintah kan dia belajar agar tidak bodoh" ucap Varel santai
"Hei kau ini" ketus Mama Melinda lalu berjalan mendekati sang anak
"Sayang, jika kau sudah mulai membuka hati dan mencintainya perlakukan lah dia dengan semestinya" ucap Mama Melinda menepuk pelan bahu Varel
Cinta? Makanan seperti apa itu?-Varel
"Mama mengerti bagaimana perasaan Vania sekarang, sejak awal menikah saja kau selalu kasar terhadapnya terlebih lagi Dinda kembali dan ingin merebut mu, bagaimana ia bisa percaya dan mempertahankan pernikahan kalian. Mama juga tau saat ini kalian sama-sama ragu, kau ragu akan perasaanmu terhadapnya dan Vania ragu akan cintamu" ucap Mama Melinda menjelaskannya
"Varel butuh waktu Ma, tidak mudah untukku" ucap Varel menunduk
"Pikirkanlah baik-baik tentang perasaanmu, jangan sampai kau kehilangan lagi. Apapun keputusanmu Mama selalu mendukungmu, yasudah Mama kembali ke kamar" ucap Mama Melinda lalu pamit pergi kembali ke kamarnya.
Kehilangan? Huh aku bahkan tidak mengerti perasaanku sendiri.-Varel
*
__ADS_1
*
*