
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
”Mommy, mengapa melamun?” tanya Varo heran ketika Vania tidak mengucapkan apa-apa.
Vania tersenyum tipis dengan tangan yang masih mengelus pucuk kepala kedua anaknya. “Maafkan, Mommy karena jarang memperhatikan kalian.”
Tentu saja ucapan yang keluar dari mulut Vania membuat anak lelakinya langsung protes. “Mommy tidak bersalah jadi jangan meminta maaf” ucap Varo tegas.
Hal itu sudah menjadi kebiasaan sang anak ketika Vania meminta maaf yang membuat Varo langsung menatapnya dan berkata dengan tegas bahwa ia tak harus meminta maaf jika tidak melakukan kesalahan.
“Mommy merasa bersalah karena jarang menemani kalian bermain”
“No, Mommy kan harus menemani baby karena mereka masih sangat kecil”
“Dan Mommy sudah melakukan yang terbaik”
“Tolong jangan merasa bahwa kalian sendiri atau merasa bahwa Mommy dan Daddy pilih kasih dengan kalian. Semuanya sama, anak-anak Mommy dan Daddy yang pintar. Tidak ada yang dibeda-bedakan”
“Tenang saja, Mommy ku. Koko sudah besar jadi Koko mengerti”
“Yup, Cici juga. Mommy kan selalu mau mendengar cerita Cici jadi Cici tidak merasa bahwa Mommy pilih kasih”
“Wajar jika Al dan El diberikan perhatian yang banyak karena mereka belum mengerti apa-apa”
“Dan mereka bahkan masih harus tidur bersama Mommy dan Daddy”
Benar, bukan? Anak-anak Vania sungguh luar biasa dengan umur yang muda diberikan pemikiran yang dewasa.
“Mom, jangan terlalu dipikirkan. Ketika Mommy tidak punya waktu untuk Koko dan Lista karena mengurus Al dan El, jangan berpikir bahwa Koko dan Lista merasa tidak adil, itu semuanya salah. Bukankah memang tugas seorang Ibu untuk mengurus dan merawat anak-anaknya? Lalu, ketika Mommy merawat Al dan El, apa Koko harus marah? Mengapa tidak membantu Mommy saja mengurus mereka?” ucap Varo yang membuat Vania benar-benar tertegun
“Dan Mommy itu sudah menjadi Mommy yang luar biasa karena mengurus anak-anak dengan tangan sendiri”. Lista pun ikut menanggapi.
Seketika, air mata Vania mengalir tanpa permisi membasahi wajah cantiknya saat kedua anaknya berbicara panjang lebar terhadapnya.
__ADS_1
“Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah begitu dewasa untuk mengerti Mommy” ucap Vania mengeratkan pelukannya.
Varo tersenyum tipis seraya membuka suara. “Koko memang sudah dewasa”
“Orang dewasa mana yang selalu minta peluk dengan Mommy?” gerutu Lista dengan kesalnya karena Varo selalu merasa bahwa dirinya sudah dewasa padahal ia akan selalu meminta pelukan Vania setiap saat.
“Daddy? Dan aku yang mewarisinya”
Astaga, mereka kembali berdebat.
Bukan Varo dan Lista namanya jika tidak berdebat setiap saat karena walaupun sudah saling berbaikan pun mereka akan kembali berdebat setelahnya seolah ada-ada saja topik yang harus mereka perdebatkan.
*****
Siang ini, Bryan merasa sangat bosan dirumah. Bagaimana tidak? Semua orang benar-benar meninggalkannya dan Vania serta kedua bayi yang masih kecil dengan Varel yang berangkat ke kantor, Vandi yang harus bolak-balik kampus dan rumah sakit karena kewajibannya, Mama Melinda yang sedang menghadiri acara bersama teman-temannya. Dan anak-anak? Mereka semuanya sedang berada di sekolah.
Entah kenapa, Bryan tiba-tiba kepikiran untuk menyusul Varel ke kantornya namun ia ragu-ragu untuk mengatakan hal itu kepada Vania mengingat dirinya berada disini untuk menemani Vania menjaga baby Al dan baby El.
“Apa kau bosan?” tanya Vania berjalan mendekat.
Bryan segera duduk untuk memberi tempat bagi Kakak iparnya agar bisa duduk. “Kak, apa aku boleh mendatangi Kak Varel?” tanya nya ragu.
“Hanya saja karena aku disini untuk menemani Kak Vania menjaga mereka, jika Kak Varel marah aku kesana, aku akan menjawab bahwa Kak Vania mengizinkanku” ucap Bryan yang membuat Vania tertawa seketika.
“Apa kau sedang merindukan Varel?”
“Hanya ingin mengganggunya bekerja”
“Astaga, baiklah. Pergi bersama Dika dan jangan mengganggu pekerjaannya jika terlihat sangat serius karena kakak tidak ingin perusahaan bangkrut seketika” ucap Vania tertawa.
“Benarkah? Apa aku bisa pergi dengan pembalap itu?” tanya Bryan bersemangat yang membuat Vania tersenyum tipis seraya mengangguk pelan.
“Yes! Terima kasih, Kak. Apa Kak Vania ingin sesuatu? Aku bisa membelinya ketika pulang nanti”
Vania berpikir keras. “Bisakah membeli hidangan penutup dari restoran? Kakak sangat ingin memakannya.”
“Oke, aku akan membelinya. Aku bersiap-siap dulu”
Bryan segera berlari menuju lantai atas dimana letak kamarnya berada sedangkan Vania dengan segera meminta tolong kepada Pak San untuk memberitahukan Dika agar bersiap-siap mengantar Bryan ke kantor Varel karena memang para pekerja Varel kebanyakan tinggal di perumahan yang sama termasuk Sekretaris Dim, Dika, dan juga Ziva. Sedangkan Pak San dan Bi Ijah juga Pak Adi memang tinggal di rumah utama tersebut.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, disinilah Bryan berada didalam mobil yang akan membawanya ke gedung Fernandez Group.
Wow, rasanya menyenangkan satu mobil dengan pembalap.-Bryan.
Mobil menyusuri jalan dengan kecepatan rata-rata yang membuat Bryan sedikit bosan.
“Kak, bawalah seperti balap mobil” ucap Bryan kepada Dika.
“Maaf, Tuan. Itu melanggar peraturan Tuan Muda”
Tentu saja hal itu membuat Bryan mendengus kesal lalu mendapatkan ide cemerlang.
“Kak Varel memintaku segera ke kantor untuk membawa pesanan Kak Vania”
“Tuan Bryan, saya minta maaf dan tolong berpeganglah”
Ide Bryan sangat cemerlang hingga membuat mobil tersebut melaju secepat kilat.
“Wow, ini benar-benar gila” teriak Bryan dengan raut wajah yang senang.
Tak lama kemudian, mobil pun sampai di halaman kantor yang membuat Bryan lagi-lagi mengagumi Dika.
“Kak, ajari aku nanti ya” ucapnya lalu keluar dari mobil.
Saat baru saja ia hendak melangkah masuk, tiba-tiba Bryan berlari kembali ke mobil yang membuat Dika mengerutkan kening.
“Ada apa, Tuan Bryan?” tanya Dika heran.
Bryan yang masih dengan nafas terengah-engah pun terdiam sebentar untuk mengatur nafasnya. “Astaga, Kak Dika tidak melihatnya? Ada banyak wanita disana”
“Lalu?” tanya Dika yang semakin heran.
“Apa Kak Dika mempunyai masker? Aku harus menutupi wajah tampanku.”
“Astaga.”
*
*
__ADS_1
*