
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Ma, Varel dan Vania berencana untuk mengadopsi anak asuh" ucap Varel saat mereka sedang menyantap sarapan paginya
"Anak asuh?" ulang Mama Melinda mengerutkan kening
"Iya, Lista anak asuhnya Varel di panti asuhan yang Varel kelola itu, Vania juga mempunyai anak asuh, jadi Varel dan Vania akan mengadopsi mereka" ucap Varel menjelaskan
"Jadi kau punya anak asuh juga Sayang?" tanya Mama Melinda terkejut
"Iya, Ma" jawab Vania tersenyum
"Berarti Lista dan Varo tinggal disini ya?" tanya Vandi senang
"Siapa Varo?" tanya Mama Melinda mengerutkan kening
"Itu Ma, anak asuhnya Kak Vania dan Vandi.
Kak Vania sering ke sana mengantar bahan makanan untuk anak-anak panti, Vandi juga sering main sama mereka" jelas Vandi bangga
"Wah berarti kita harus menyiapkan pesta selamat datang ya" ucap Mama Melinda tersenyum
"Harus itu, setelah Vandi selesai kelas nanti Vandi ajak Sandra ya kesini bantuin Mama siapin pesta" ucap Vandi yang sangat antusias
"Yasudah Varel dan Vania berangkat dulu, nanti sore kami kembali, Ma" ucap Varel pamit diikuti Vania
"Vandi juga pamit nih, Ma" ucap Vandi lalu berjalan mengikuti kedua kakaknya yang telah berlalu.
*****
"Sayang ini mobil siapa?" tanya Vania heran
"Wow limited edition nih" celetuk Vandi yang sudah berada di samping Varel
"Mobilmu, jangan pergi bersama taksi atau pun ojek online lagi" tegas Varel memperingati
"Sayang, aku tidak membutuhkannya" tolak Vania halus
"Lalu untuk apa SIM mobil di dompetmu hah?" ketus Varel kesal
Sial dia bahkan tau tentang SIM ku.-Vania
"Apa kau tidak suka?". Diam
"Dim, antar kan semua jenis mobil bermerk kesini dengan berbagai warna"
Apa? Semua jenis mobil? Apa kau gila Tuan Muda?-Vania
"Baik, Tuan Muda" ucap Sekretaris Dim lalu mengambil ponsel dan hendak menelfon seseorang
Hei Sekretaris Dim mengapa kau selalu mengikuti perintahnya? Tidak bisakah kau sekali saja membantah untuk hal yang tidak berguna ini.-Vania
"Tidak, tidak perlu Sekretaris Dim aku akan memakai ini saja" ucap Vania cepat sebelum Sekretaris Dim menelpon seseorang
"Jika kau ingin mengganti jenisnya ataupun warnanya katakan saja kepada Dimas" ucap Varel menatap sang istri
Jangankan untuk mengganti jenis dan warna, untuk menerimanya saja aku enggan.-Vania
"Tidak Sayang, aku menyukainya, navy adalah warna kesukaanku" ucap Vania tersenyum
"Kau yakin?" tanya Varel ragu
"Sangat yakin, terima kasih Sayang" ucap Vania tersenyum manis
"Kerja bagus Dim, aku akan memberikan bonus padamu" ucap Varel menepuk pelan bahu sekretaris Dim
"Terima kasih, Tuan Muda" jawab sekretaris Dim menunduk
"Aku berangkat sekarang, makan siang nanti aku menjemputmu" ucap Varel lalu mencium pucuk kepala sang istri
Sepeninggalnya Varel, Vania hanya mematung tanpa ingin beranjak dari tempatnya berdiri hingga Vandi membuyarkan lamunannya
"Kak Vania" teriak Vandi karena sudah beberapa kali berbicara namun tak direspon sang kakak ipar
"Apa?" ketus Vania kesal
"Kenapa melamun? Kak Vania tidak menyukai hadiah dari kak Varel?" tanya Vandi mengerutkan kening
"Tanpa dijawab kau sudah pasti tau alasannya" ketus Vania
"Vandi benar-benar heran deh sama Kak Vania, tidak pernah mau merepotkan orang lain dari dulu, apalagi sekarang Kak Vania udah jadi istri seorang CEO terkenal tapi tetap saja tidak pernah menuntut minta ini-itu, beda jadi wanita yang lain yang selalu menuntut harta dan kekuasaan pasangannya" ucap Vandi heran
"Jadi Sandra termasuk wanita lain bukan?" goda Vania tersenyum
"Bukan dong, Kak Vania tau aja sifatnya gimana tidak akan mau berfoya-foya dengan harta orang lain termasuk orang tuanya. Selama bertahun-tahun pacaran, apa Kak Vania tau dia cuma pernah minta dibelikan permen kapas aja, itu juga gara-gara dompetnya ketinggalan. Kak Vania, Sandra, Kak Alea, dan Kak Elin tuh kumpulan wanita yang tidak pernah mengutamakan harta dan kekuasaan, Vandi bangga loh bisa kenal kalian" ucap Vandi tersenyum
__ADS_1
"Aku juga bangga bisa bertemu sahabat-sahabat ku termasuk kau, nanti setelah Alea dan Elin kembali kita kumpul lagi ya" ajak Vania yang langsung disetujui oleh Vandi
"Yasudah aku berangkat ke toko dulu" pamitnya lalu memasuki mobil baru pemberian sang suami
"Mobil new" teriak Vandi menggoda kakak iparnya membuat Vania mendengus kesal.
*****
Bakery E&A
"Pagi, Tika" ucap Vania saat ia sudah masuk ke dalam toko
"Pagi, Mbak" ucap Tika tersenyum
"Tika, Mbak minta maaf ya kemaren Mbak tidak bekerja, Mama mertuanya Mbak ngajak Mbak pergi" ucap Vania menjelaskan
"Loh yang punya toko kan Mbak Vania kok Mbak minta maaf sih?" tanya Tika terkekeh
"Mbak Vania lucu deh, baru kali ini Iwan ketemu bos yang karena tidak masuk kerja malah minta maaf" ucap Iwan tertawa
"Ya jelas lah baru kali ini, kan kamu baru aja kerja, Wan" ucap Seto menggelengkan kepala
"Tau ih Mas Iwan ada-ada aja" omel Nita yang membuat semuanya tertawa
"Rudi kemana ya?" tanya Vania saat ia belum melihat Rudi, salah satu karyawannya
"Rudi tadi ijin Mbak di grup, ibunya sedang sakit.
Mbak Vania tidak membacanya ya?" tanya Ani kepada Vania
"Benarkah? Apa sakitnya parah?" tanya Vania khawatir
"Kata Rudi hanya demam biasa, Mbak" jawab Iwan
"Besok kita sama-sama menjenguk ibunya Rudi ya, soalnya hari ini Mbak pulang duluan mau jemput Varo" ucap Vania kepada para karyawannya
"Varo tinggal sama Mbak sekarang?" tanya Tika terkejut
"Mulai hari ini tinggal sama Mbak, Tik.
Oh iya, Seto kamu tolong jaga kasir ya, Mbak mau beli sarapan dulu dibantu Tika" ucap Vania kepada Seto
"Oke deh Mbak" jawab Seto mantap
"Kalian semua mau makan apa?" tanya Vania
"Hei tidak masalah kok, Mbak malah senang bisa berbagi dengan kalian, jadi jangan banyak omong dan jangan nolak ya" tegur Vania
"Hm yasudah terserah Mbak aja" jawab Iwan pasrah membuat Vania tersenyum
"Tik, bantuin Mbak ya" ucap Vania menatap Tika
"Dengan senang hati, Mbak" jawab Tika tersenyum.
*****
Didalam Mobil
"Mbak, Tuan Muda romantis ya" ucap Tika bangga
"Romantis bagaimana?" tanya Vania mengerutkan kening
"Ya ampun Mbak tidak melihat ini?" tanya Tika menunjuk foto pernikahan Varel dan Vania yang menggantung di samping cermin yang entah sejak kapan berada disitu
"Itu siapa yang simpan Tik?" tanya Vania terkejut
"Ya ampun Mbak pasti Tuan Muda dong kan Tuan Muda yang memberikan Mbak hadiah mobil ini" jawab Tika terkekeh
"Karena saking kesalnya tadi Mbak sampai tidak sadar dengan foto itu" gumam Vania
"Mbak kesal kenapa?" tanya Tika bingung
"Karena Varel memberikan Mbak mobil bahkan dia menyuruh sekretaris Dim membawakan semua jenis mobil ke rumah" ucap Vania memijit pelipisnya
"Wow benar-benar romantis" celetuk Tika bangga
"Romantis dari mana Tika? Mbak saja dibuat pusing.
Oh iya kita nanti mampir ke supermarket ya, mba mau beli bahan makanan, susu formula dan snack"
"Untuk siapa Mbak?" tanya Tika mengerutkan kening
"Untuk anak-anak di panti" jawab Vania tersenyum.
*****
Panti Asuhan Pelita
"Bunda" teriak seorang anak lelaki yang berlari menghampiri Vania yang baru saja sampai di panti asuhan tersebut bersama sang suami dan tentunya ditemani juga oleh si Sekretaris Dim
__ADS_1
"Halo jagoannya Bunda" ucap Vania tersenyum lalu menggendong Varo
"Bunda kenapa lama tidak kesini? Varo kangen sama Bunda, oh iya mana Ayah? Dan om ini siapa Bunda?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut kecil Varo
"Sayang nanya nya satu-satu dong Bunda susah jawab nih" ucap Vania mencubit gemas hidung Varo
"Ayah sedang sekolah sayang, maaf ya Bunda jarang jenguk Varo, oh iya kenalin ini Om Varel" ucap Vania memperkenalkan Varel
"Hai ganteng" ucap Varel mengelus pucuk kepala Varo
"Hai Om" balas Varo lalu mencium tangan Varel
"Jangan panggil Om ya, mulai sekarang Varo panggil Daddy dan ini Mommy" ucap Varel tersenyum
"Daddy? Mommy?" ulang Varo mengerutkan kening
"Sayang, ini suaminya Bunda-eh Mommy, jadi Varo panggil Daddy ya"
"Jadi ini ayahnya Varo ya Bun-eh Mom?" tanya Varo senang
"Iya dong gimana ganteng kan?" tanya Varel lalu mengambil alih menggendong Varo
"Ganteng dong kaya Varo" ucap Varo tertawa
"Varo mau tidak tinggal sama Mommy dan Daddy?" tanya Varel
"Mau Daddy mau banget" ucap Varo bersemangat
"Mulai hari ini Varo tinggal sama Mommy dan Daddy ya, di rumah Daddy ada oma Melinda, ada ayah Vandi juga" ucap Varel tersenyum
"Tapi gimana dengan sekolahnya Varo?" tanya Varo sedih
"Varo nanti sekolah juga kok, nanti Daddy cari sekolah untuk Varo ya, oh iya Varo nanti punya teman namanya dede Lista"
"Dede Lista? Dia tinggal sama kita juga ya Dad?"
tanya Varo menatap intens Varel
"Iya Sayang, nanti Varo tidurnya bareng dede Lista"
"Varo nanti dede Lista nya ditemani ya" pinta Vania menatap Varo
"Aye-aye captain" ucap Varo hormat
"Siapa yang ajarin?" tanya Vania heran
"Ayah Vandi" jawab Varo cengengesan.
*****
Panti Asuhan Kasih
"Sayang kita jemput dede Lista dulu ya" ucap Varel saat mereka sudah sampai di halaman panti asuhan yang dikelolanya
"Iya Daddy" jawab Varo senang lalu mereka pun turun dari mobil dan mulai masuk ke dalam panti asuhan
"Selamat siang, Tuan Muda" ucap penjaga panti menunduk hormat
"Tuan Muda ingin mengadopsi Lista, Nyonya" ucap sekretaris Dim sopan
"Silahkan masuk Tuan Muda, saya panggilkan Lista dulu"
Beberapa menit kemudian kembali lah Nyonya Mei bersama seorang gadis kecil
"Daddy" teriaknya lalu berlari memeluk Varel
"Hai cantik" ucap Varel membalas pelukan Lista
"Daddy benar ya kata ibu Mei Daddy mau jemput Lista untuk tinggal sama Daddy?" tanya Lista dengan cadelnya
"Iya Sayang, kenalin ini Mommy nya Lista dan ini abang Varo kakaknya Lista ya" ucap Varel memperkenalkan Vania dan Varo
"Jadi Lista punya abang ya Dad?" tanya Lista senang
"Iya dong nanti Lista main sama abang Varo ya" ucap Vania tersenyum
"Aye-aye captain" jawab Lista bersemangat
"Kau tau darimana kata-kata itu?" tanya Varo terkejut
"Daddy"
"Tidak jauh beda dari Vandi" gumam Vania pelan.
*
*
*
__ADS_1