
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Tunjukanlah wajah kalian"
ucap Jashon menyeringai lalu dua pria itu mulai melepaskan topengnya dan menatap Vania
Deg
"Daffa? Bimo?"
ucap Vania terkejut sedangkan Daffa dan Bimo hanya diam menatap Vania lekat
"Aku tidak pernah menyangka kalian benar-benar jahat, bagaimana bisa kalian mengkhianati ku dan Clara?"
teriak Vania dengan penuh amarah
"Apa kalian benar-benar tidak punya hati? Aku sudah mempercayai kalian, mengapa kalian seperti ini?"
"Seharusnya kau bertanya itu pada dirimu sendiri Van"
ucap Daffa menatap Vania sendu
"Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak punya hati? Bagaimana bisa kau tidak pernah melihatku?"
"Apa maksudmu, Daffa?"
"Sebentar, tidak akan seru jika wanita disana tidak menyaksikannya"
ucap Jashon lalu berjalan mendekati Clara dan
Plakkkk...
"MENGAPA KAU MENYAKITINYA?"
bentak Bimo menatap Jashon tajam
Tamparan keras kembali melayang di wajah Clara sehingga membuat wanita itu tersentak karena terkejut
"Si-siapa kau?"
"Bangun dan lihatlah pertunjukan disana"
ucap Jashon lalu kembali berjalan menuju kursi untuk melihat pertunjukan dari keempatnya
"Vania? Daffa? Bimo? Apa yang terjadi?"
"Clara"
panggil Vania pelan lalu meneteskan air mata
"Vania, ada apa? Mengapa kita berempat bisa ada disini?"
"Mengapa kalian berdua hanya diam? Jelaskan pada Clara sekarang"
teriak Vania menatap Daffa dan Bimo dengan tajam membuat Clara semakin kebingungan
"Kenapa kalian tidak pernah melihat kami selama ini?"
lirih Daffa pelan
"Apa maksudmu Daffa? Bicaralah dengan jelas"
bentak Clara kesal
"AKU MENCINTAIMU CLARA, DAN DAFFA MENCINTAI VANIA"
teriak Bimo dengan wajah penuh amarah
Deg
Vania benar-benar tidak tau harus mengatakan apa, bagaimana bisa Daffa menaruh hati padanya sedangkan Daffa bahkan mengetahui bahwa Vania sudah menikah bahkan memiliki anak
"Van"
panggil Daffa pelan
"Bagaimana bisa Daf? Kau bahkan tau aku memiliki anak dan suami"
lirih Vania menatap Daffa sendu
"Aku juga tidak mengerti Van, perasaan ini datang begitu saja dan membuatku begitu tersiksa"
ucap Daffa lalu menatap Vania dalam
"Berhenti menatapku seperti itu Van, aku tau cinta bertepuk sebelah tangan memang menyedihkan"
"Daf, aku bahkan sudah menganggap mu dan Bimo seperti kakak ku sendiri. Bagaimana bisa kau menaruh harapan padaku? Pada istri orang?"
"Kita tidak pernah tau bagaimana takdir mempermainkan kita"
"Daf"
__ADS_1
lirih Vania pelan
"Vania, pergilah bersamaku, aku akan membahagiakanmu dan calon bayi yang ada dikandungan mu"
ucap Daffa yang membuat Vania benar-benar terkejut
"Daf, berhentilah sekarang. Kau pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dariku"
"Tapi aku menginginkanmu Van"
"Bagaimana bisa kau tidak berpikir panjang? Kau menginginkan istri orang?"
tanya Vania yang membuat Daffa mengangguk pelan
Setelah Vania kembali berdebat dengan Daffa, tiba-tiba Bimo berjalan mendekati Clara yang menatapnya tajam
"Hiduplah bersamaku dan aku akan menerima Raja seperti anak kandungku sendiri"
ucap Bimo yang sudah berjongkok dihadapan Clara
"Brengsek. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
teriak Clara menatap Bimo dengan tajam
"Ya, aku tau semuanya Clara, aku tau hubunganmu dengan Reza di masa lalu hingga kau hamil dan melahirkan Raja, aku mencari tau semua tentangmu, tentang masa lalu mu. Tapi lihat? Apa aku meninggalkanmu? Aku malah semakin mencintaimu dengan melihat kau tumbuh menjadi wanita yang kuat"
"Kau benar-benar gila"
"Kau benar, aku benar-benar gila padamu, dan kau tau bahwa akulah yang membuat Reza koma hingga hilang ingatan"
ucap Bimo lalu tertawa kencang
"Brengsek"
teriak Clara penuh amarah lalu dengan sekuat tenaga ia menendang Bimo yang lengah
"Sial"
ucap Bimo yang terjatuh seraya menahan amarah lalu kembali berjongkok dan mencengkeram kuat dagu Clara
"Aku menginginkan mu Ra"
lirih Bimo pelan lalu mencium bibir Clara dengan kasar membuat Vania dan Daffa terkejut melihatnya
"Bimo"
teriak Vania sekuat tenaga
"Kau diluar kendali Bim"
lirih Daffa menatap Bimo dengan kecewa
Tangan Bimo sudah menelusuri leher Clara dan mulai masuk ke dalam bajunya bahkan Bimo dengan santainya merobek baju Clara sehingga Clara hanya menutup badannya dengan tank top dan tangannya
Buuuggghhhhh
Bimo jatuh tersungkur karena pukulan keras di wajahnya
"Sial, bagaimana bisa kau masuk?"
teriak Jashon saat melihat adik sepupunya ikut campur dengan rencananya
"Berhenti sekarang Kak"
ucap seorang pria bertubuh tinggi
"Kau yang disana tidak pantas disebut pria, bagaimana bisa kau tidak melepaskan ikatan dari tangan Vania?"
bentak Andri dengan wajah penuh amarah menatap Daffa dengan tajam
"Berhenti disana. Jangan mendekati Vania"
ucap Daffa lalu membelakangi Vania agar Andri tidak bisa mendekatinya
"Kak Andri awas"
teriak Vania yang membuat Andri membalik badan lalu
Brukkkkk
Andri jatuh tersungkur dengan darah yang keluar deras dari pelipisnya karena Jashon memukul kepala Andri menggunakan balok kayu yang lumayan besar
"Cih menyusahkan saja"
gerutu Jashon kesal lalu menendang keras perut Andri hingga mulutnya mengeluarkan banyak darah
"Daf, tolong Kak Andri"
lirih Vania pelan lalu memberanikan diri menggenggam tangan Daffa dengan kedua tangannya yang terikat
"Van, ini urusannya dengan orang itu"
"Kau tidak lihat Kak Andri terluka dan Clara disana sudah terlihat menyedihkan dengan si brengsek Bimo?"
ucap Vania yang sudah meneteskan air mata
Bimo kembali berdiri dengan menyeka darah yang keluar dari bibirnya lalu berjalan kembali mendekati Clara dengan tatapan penuh nafsu
__ADS_1
"Brengsek, menjauh dariku"
teriak Clara menatap Bimo dengan jijik tanpa menurunkan tangan yang menutupi tubuhnya yang hanya tersisa tank top
"Aku menginginkanmu sayang"
ucap Bimo menyeringai lalu kembali menyerang Clara dengan mencium bibir dan lehernya secara kasar
"Bimo berhenti"
teriak Vania namun Bimo tidak mendengarnya dan lagi-lagi menyerang Clara dengan ganas sedangkan Clara berusaha memberontak namun kekuatannya tidak seperti kekuatan Bimo yang sudah dirasuki hawa nafsu
Prangggg
Tiba-tiba Raja memukul Bimo dengan botol kaca yang dipegangnya dan membuat darah mengucur membasahi wajahnya
Tentu saja itu membuat Bimo murka hingga mencekik Raja dengan kuat membuat anak itu kesusahan bernafas dan wajahnya memerah
Dorrrr
Suara tembakan terdengar lalu ada begitu banyak orang yang masuk ke dalam gudang membuat Bimo melepaskan tangannya dari leher Raja seketika
"Brengsek"
teriak Reza lalu berlari mendekat dan
Bughhhh
Bughhhhh
Bughhhhh
Bertubi-tubi Reza memukul Bimo yang sudah tersungkur dengan darah dan memar di bagian wajahnya
"Reza selamatkan kekasihmu"
teriak Sebastian yang membuat Reza tersadar lalu berlari mendekati Clara dan langsung memeluknya erat
"Ka-Kak Reza"
"Iya sayang, aku disini"
ucap Reza seraya sesekali mencium pucuk kepala Clara yang ada di pelukannya
"A-anak kita Kak, anak kita"
lirih Clara pelan lalu membuat Reza tersadar akan Raja yang hampir pingsan akibat ulah Bimo
Reza pun melepaskan jaket yang ia kenakan dan memasangnya pada Clara lalu berlari mendekati Raja yang menatapnya dalam
"Sayang, kemari lah. Maafkan Papa yang terlambat menjemputmu dan Mama"
ucap Reza dengan air mata yang sudah mengalir membasahi wajahnya sedangkan Raja hanya diam dan memeluk Reza dengan erat
"Jashon, kau harus bertanggung jawab untuk semuanya"
teriak Varel yang menatap Jashon penuh amarah
Bughhhh
Bughhhhh
Bughhhhhhh
Lagi dan lagi Varel yang sedang kalap memukul Jashon yang sudah babak belur. Jika tidak Daniel dan Vandi yang bergerak cepat, maka bisa dipastikan Jashon akan mati ditangan Varel
"Kak Varel, kak Vania membutuhkan Kakak"
teriak Vandi yang membuat Varel tersadar lalu berlari mendekati Vania yang berada di belakang Daffa
"Serahkan istriku jika kau masih ingin hidup"
"AKU MENCINTAINYA"
teriak Daffa dengan wajah penuh amarah
"Kau berani menyentuh milikku, jadi jangan salahkan aku jika kau dan keluargamu akan menerima balasannya"
ucap Varel dingin lalu menendang kuat Daffa hingga terjatuh dan dengan cepat Varel berlari mendekati sang istri yang sudah sangat berantakan
Varel memeluk Vania dengan erat lalu melepaskan ikatan yang mengikat tangan Vania hingga membiru.
Namun tiba-tiba
Dooorrrrr
*
*
*
Cie digantung wkwkwk
*
*
__ADS_1
*