
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Sayang jangan jauh-jauh" ucap Varel khawatir saat Vania berjalan mendahuluinya
"Baiklah, Tuan Muda" jawab Vania terkekeh pelan
"Kau ingin sesuatu?"
"Tidak ada, hanya ingin memakan ice cream Varo"
"Baiklah Tuan Putri kita akan kembali ke rumah sekarang. Tunggu sebentar ya baby" ucap Varel seraya mengelus pelan perut sang istri
"Sayang, bagaimana jika tepat di tengah malam nanti kita mengucap selamat ulang tahun untuk Mama dengan hadiah foto USG ini?" usul Vania saat mengingat ulang tahun Mama mertua nya besok
"Usulan yang bagus Sayang, aku akan mengabari Vandi agar mengusahakan pulang malam ini"
"Tentu saja jangan lupakan anak itu" ucap Vania terkekeh pelan.
*****
Saat sedang dalam perjalanan, Varel pun sibuk dengan ponselnya karena ingin memamerkan kepada kedua sahabatnya bahwa ia akan menjadi seorang ayah, siapa lagi kalau bukan untuk Daniel dan Sebastian
Fanbase Sebastian (siapa lagi kalau bukan si Bas yang membuat nama group mereka)
Apa kalian tau? Aku akan menjadi seorang ayah🤫 .-Varel.
Sebastian sedang mengetik...
Kau kan memang sudah menjadi ayah.-Sebastian.
Daniel sedang mengetik...
Kau serius Rel? Vania hamil?-Daniel.
Anak kembar.-Varel.
Gila, bagaimana caranya bisa mendapat anak kembar? Aku juga ingin🤤.-Sebastian.
Kau tidak terlalu hebat untuk melakukannya.-Varel.
Ku doakan anakmu akan mirip denganku.-Sebastian.
Hei itu bibit ku, bagaimana bisa menjadi mirip denganmu?-Varel
*****
Tiba-tiba ponsel Varel berdering menandakan ada panggilan masuk dari siapa lagi kalau bukan dari Daniel
"Apa?"
"Kau tidak bercanda kan?"
"Apa aku terlihat bercanda?"
"Aku ingin berbicara dengan Vania"
Varel pun memberikan ponselnya kepada Vania
"Daniel ingin berbicara kepadamu"
"Ada apa Kak El?"
"Sayang, apa kau sedang hamil?"
"Loh? Bagaimana Kak El tau?" tanya Vania mengerutkan kening seraya menatap Varel heran
"Varel memberitahukannya"
"Iya Kak El, aku sedang mengandung dua keponakan kakak, usianya sekitar 8 minggu"
"Astaga terima kasih Tuhan. Kakak senang mendengarnya"
"Tolong rahasiakan dari Mama dan Papa, Kak, aku akan memberitahu mereka setelah sampai rumah"
"Katakan besok pagi saja karena di sana sudah tengah malam"
Maaf kakak membohongimu padahal Mama dan Papa sedang di Indonesia untuk memberikan kejutan, tapi malah kau yang akan memberikan kejutan untuk mereka.-Daniel
__ADS_1
"Oh iya aku lupa, baiklah besok pagi saja aku menelfon Mama"
"Jaga kandungan mu dan laporkan ke Kak El jika Varel tidak ingin menuruti keinginan kedua keponakan kakak"
"Aku mendengarnya" ucap Varel datar
"Awas saja jika kau tidak menjaga adik ku"
"Tentu saja aku akan menjaga mereka"
"Ku pegang ucapan mu. Vania, malam nanti kakak akan mengunjungimu"
"Baiklah Kak El".
*****
Rumah Utama
"Kau ingin sesuatu selain ice cream, Sayang?" tanya Varel saat mereka telah sampai ke rumah
"Tidak ada Sayang, aku akan ke dapur untuk mengambilnya"
"Tidak, duduklah di taman samping, aku akan membawakannya untukmu sekalian mengajak anak-anak berenang"
"Kau serius?" tanya Vania ragu karena Varel memang jarang-jarang pergi ke dapur
"Tentu saja, Tuan Putri"
"Kau yang terbaik, Sayang" ucap Vania mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan menuju taman samping
Sedangkan Varel berjalan menuju dapur membuat para pelayan dan pengawal yang melihatnya merasa heran karena Varel memang jarang pergi ke dapur
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda?" tanya Pak San menawari bantuan saat melihat Varel mengupas buah
"Tidak Pak, tolong panggilkan anak-anak kemari saja" ucap Varel dengan mata yang tetap fokus mengupas buah untuk istrinya
Tak berapa lama Pak San pun kembali dengan Varo, Lista dan juga Echy
"Ada apa Dad?"
"Ganti baju kalian karena kita akan berenang"
"Daddy serius?" tanya Lista tidak percaya
"Ya, Daddy serius"
"Terima kasih Daddy" teriak ketiganya bersamaan membuat Varel menoleh
"Eh?" ucap Echy menutup mulut karena tanpa sadar menyebut Varel dengan sebutan Daddy juga
"Ada apa cantik? Kau boleh memanggil Om dengan sebutan Daddy" ucap Varel tersenyum
"Om serius?"
"Tentu saja. Kan Daddy sudah menganggap Echy sebagai anak Daddy juga"
"Terima kasih Daddy" ucap Echy tersenyum bahagia
"Oh iya Varo, Mommy menginginkan ice cream milikmu"
"Baiklah Dad, aku akan mengantar untuk Mommy"
"Tidak perlu, Daddy saja. Kalian bergegas lah berganti baju, Daddy tunggu di kolam"
"Aye-aye captain" teriak ketiganya bersamaan lalu berlari menuju kamar masing-masing untuk berganti pakaian
Varel pun telah selesai memotong buah lalu ia pun berjalan menuju taman samping mengantarkan ice cream dan buah untuk istrinya
"Selamat menikmati, Nona Muda" ucap Varel menunduk sopan membuat Vania terkekeh pelan mendengarnya
"Aku berganti baju dahulu Sayang"
Varel pun pergi menuju ruang ganti yang tak jauh dari tempat Vania duduk setelah mencium pucuk kepala istrinya
"Benar-benar bucin" ucap Vania terkekeh pelan.
*****
"Hello, Mommy ku Sayang" ucap Lista saat mereka baru saja sampai di taman samping
"Hei si kembar Mommy cantik-cantik" ucap Vania tersenyum saat melihat baju renang yang dipakai Lista dan Echy sama
__ADS_1
"Mom, apa boleh Echy juga memanggil Mommy dengan sebutan Mom?" tanya Lista ragu
"Mengapa kau takut bertanya? Mommy tidak marah bahkan Mommy senang jika Echy memanggil Mommy dengan panggilan Mom. Mommy kan sudah menganggap Echy seperti anak Mommy sendiri"
"Terima kasih ya Mommy" ucap Echy malu-malu
"Sini anak-anak Mommy peluk dulu" ucap Vania merentangkan tangannya dan disambut hangat oleh Varo, Lista dan Echy.
*****
"Hello ayo lihat kamera, Mommy akan memotret kalian" ucap Vania bersemangat lalu mengarahkan ponselnya untuk Varel, Varo, Lista, dan Echy yang sedang berenang
"Pemandangan yang indah" gumam Vania terkekeh pelan
"Daddy akan beristirahat, kalian lanjutkan saja" ucap Varel berpamitan lalu naik dari kolam renang dan duduk disebelah istrinya
"Sayang"
"Hem"
"Apa aku boleh memposting foto mu?" tanya Vania seraya menyerahkan ponselnya dengan ragu-ragu
Terlihat lah foto punggung dengan Varel yang sedang melihat ke samping namun tidak terlalu jelas terlihat wajahnya diambil oleh Vania secara diam-diam saat mereka sedang berenang tadi
"Mengapa kau ingin memposting foto yang tidak jelas wajahku?"
"Aku tidak akan membuat para media heboh, Sayang" ucap Vania terkekeh pelan
"Tentu saja kau boleh memposting fotoku kapan saja. Tidak perlu meminta izin"
"Baiklah" ucap Vania bersemangat lalu membuka akun instagram nya dan memposting foto Varel di snap gram nya
Evvna.Amnd "🤫."
"Selesai"
"Mengapa hanya itu?"
"Kau ingin aku menulis caption seperti apa? Aku bukan penyair, Sayang" ucap Vania yang membuat Varel gemas terhadapnya
Varo yang melihat kedua orang tuanya sedang berduaan pun mulai bersuara
"Ehem pacaran mulu nih".
*****
"Ajak Vania turun sekarang, dia pasti akan marah jika kau melarangnya untuk turun terlalu lama" ucap Papa Lyno kepada Varel
Ya, saat ini keluarga Airlangga sedang berada di rumah keluarga Fernandez karena Papa Lyno dan Mama Kusuma hendak memberikan kejutan kepada Vania dengan datang ke Indonesia tanpa pemberitahuan
"Baiklah, Pa" ucap Varel lalu pamit menuju lantai atas dimana Vania sudah menunggunya dengan wajah kesal
Kamar Utama
"Mengapa kau melarang ku turun? Apa tadi ada sekretaris ganjen mu?"
"Hei kau berpikir apa, tidak ada siapa-siapa sayang Bas hanya datang dan menceritakan masalah pria"
"Aku tidak percaya"
"Ayo turunlah agar kau percaya" ajak Varel lalu menggandeng tangan Vania
"Jangan memegang ku"
"Aku hanya memegang baby dengan kau sebagai jembatannya" jawab Varel santai yang membuat Vania semakin kesal
"Aku hanya bercanda, Sayang" ucap Varel terkekeh pelan lalu mencium pucuk kepala istrinya dan melanjutkan perjalanan menuju ruang keluarga
Baru saja Vania turun dari tangga, tiba-tiba langkahnya terhenti dan ia mematung saat melihat siapa yang sedang menunggunya diruang keluarga
"Mama, Papa" ucap Vania pelan dengan air mata yang sudah sukses lolos membasahi wajahnya
"Hai Sayang" ucap Mama Kusuma lalu berlari dan memeluk Vania dengan erat diikuti dengan Papa Lyno dibelakang
"Vania rindu Mama, Vania rindu Papa" lirih Vania pelan disela-sela isak tangisnya
"Mama Papa juga sangat merindukan mu, Sayang" ucap Mama Kusuma yang mengeratkan pelukannya.
*
*
__ADS_1
*