
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Hei apa yang kau lakukan, Sayang?" tanya Varel heran saat melihat Vania mengumpulkan piring saat mereka telah selesai makan malam
"Aku akan mencucinya, Sayang" jawab Vania tanpa menoleh kearah suami
"Biarkan pelayan saja" jawab Varel dingin
"Sayang, aku hanya ingin mencuci piring"
"Kak Varel biarkan saja Kak Vania mencucinya" ujar Vandi
"Iya Kak kami akan membantu"
"Untuk apa aku menggaji pelayan jika istriku yang mencuci piring?" ketus Varel kesal membuat Vania tersenyum kecil
Aku tau sekarang, Kak Varel sepertinya mempunyai perasaan terhadap Vania namun ia tidak tau bagaimana mengutarakan perasaannya dengan kata-kata atau tindakan. Lihatlah ia bahkan memarahi Vania karena rasa sayangnya, aku bisa melihatnya dari sorot mata Kak Varel.-Casandra
Lalu malam itu keempat sahabat tersebut mencuci piring seraya bergosip ria sedangkan Varel, Vandi, Varo, Mama Melinda, dan Lista duduk bersama di ruang keluarga seraya menonton televisi
"Sayang, apa Oma harus menonton itu juga?" tanya Mama Melinda saat melihat tontonan yang sedang ditonton kedua anak cucunya
"Oma, mereka keren sekali" ucap Lista kagum
Sedangkan Mama Melinda hanya menatap mereka dengan heran, mungkin untuk Varo dan Lista masuk akal saja karena mereka masih anak kecil yang sangat menyukai cartoon, namun bagaimana untuk Varel dan Vandi? Bagaimana bisa seorang CEO Fernandez Group dan seorang calon dokter bisa dengan seriusnya menonton cartoon Toy Story? Mungkin itu yang ada dipikiran Mama Melinda
Hingga keempat sahabat yang tadinya mencuci piring ikut berkumpul pun mereka masih fokus menonton cartoon Toy Story membuat Vania menatapnya heran, Alea dan Angeline menahan tawa sedangkan Casandra biasa saja karena ia sudah tau bahwa itu adalah cartoon kesukaan kekasihnya
Vandi sangat menyukai cartoon Toy Story, ia selalu menonton film nya beruang kali. Di kamarnya tertempel berbagai poster Toy Story dan bahkan ia memiliki banyak miniatur dari cartoon tersebut.
Namun yang membuat mereka sangat heran adalah saat melihat Varel yang sedang benar-benar fokus menonton, jangankan mereka Vania sebagai istrinya saja juga terkejut karena ia baru mengetahui bahwa Varel menyukai cartoon Toy Story
Pantas saja aku melihat miniatur cartoon itu di dekat televisi kamar, ternyata ia sangat menyukainya.-Vania
"Sayang, apa kau melamun?" tanya Varel membuyarkan lamunan Vania
"Tidak-tidak" jawab Vania menggeleng cepat lalu duduk di sebelah sang suami, Casandra duduk di sebelah Vandi, sedangkan Alea dan Angeline duduk lesehan di lantai bersama Varo dan juga Lista
"Oh iya Van, tiga bulan lagi gue buka butik, semua harus datang ya di acara peresmiannya" ucap Alea bersemangat
"Pasti dong, kalo Elin jadi buka salon?" tanya Vania antusias
"Jadi dong, kalau lo sama Kak Varel mau bikin pesta pernikahan yang kedua boleh kabari gue, urusan wedding organizer biar gue aja, untuk gaun penganten kan ada Ale" ucap Angeline terkekeh
Sedangkan Varel dan Vania hanya menanggapinya dengan senyuman
"Oh iya Varo mau tidak tidur sama Ayah?" tanya Vandi menatap Varo
"Kapan-kapan ya Ayah, soalnya malam ini Varo dan dede tidur sama Daddy dan Mommy" jawab Varo bersemangat sedangkan Varel mendengus kesal
"Wow bagus dong, sering-sering aja ya tidur sama Mommy dan Daddy" ucap Vandi tersenyum mengejek Varel
"Eh tidak boleh" jawab Varel cepat
"Kenapa Daddy?" tanya Lista dengan cadelnya
"Sayang, Mommy dan Daddy harus dekat-dekat tidak boleh jauh-jauh" ucap Varel dengan santainya
"Itu kan Daddy dan Mommy udah dekat duduknya" ucap Varo dengan polosnya membuat Vandi tertawa sedangkan Varel menggaruk keningnya
"Gini Nak, Mommy dan Daddy itu harus tidur bersama karena Mommy dan Daddy kan udah menikah" jawab Varel yang membuat Varo dan Lista percaya
"Oh begitu ya Dad, oke deh Varo dan dede tidak sering-sering tidur sama Mommy dan Daddy" ucap Varo yang membuat Varel tersenyum.
*****
Jam menunjukkan pukul 21:00 WIB, setelah mengobrol dan bercanda tawa cukup lama akhirnya Vania dan Varel pun pamit untuk kembali ke kamar atas karena Varo dan Lista sudah menguap sejak tadi
__ADS_1
"Anak Daddy udah ngantuk ya? Ayo kita keatas, Nak" ucap Varel lalu menggendong Varo sedangkan Vania menggendong Lista
"Varel dan Vania ke atas duluan ya Ma, semuanya kami ke atas ya" pamit Varel lalu berjalan ke atas diikuti Vania yang juga berpamitan.
*****
"Wah kamar Daddy dan Mommy besar banget" ucap Varo kagum
"Ayo sini naik, kita tidur besok Varo dan Lista kan harus sekolah" ucap Vania lalu mereka pun mulai naik ke atas tempat tidur
"Mommy mau tidak cerita untuk Lista?" pinta Lista menatap sang Mommy
"Cerita apa, Sayang?" tanya Vania
"Cerita tentang Mommy dan Daddy aja" usul Varo tersenyum sedangkan Varel yang sedang duduk di sofa memeriksa berkas pun diam-diam memperhatikan anak dan istrinya
"Apa yang mau kalian tau tentang Mommy dan Daddy?" tanya Vania seraya mengelus pucuk kepala kedua anaknya
"Menurut Mommy, Daddy ganteng tidak?"
"Ganteng dong"
Diam-diam Varel tersenyum kecil mendengarnya
Eh kok keceplosan sih?-Vania
"Daddy jahat tidak dengan Mommy?"
Jahat sayang, Daddy kalian benar-benar jahat sama Mommy.-Vania
"Tidak Sayang, Daddy tidak pernah jahat sama Mommy"
"Mom, Daddy pernah tidak jalan sama perempuan lain? Varo pernah nonton film itu Mom, orang itu sudah menikah tapi dia jalan sama perempuan lain"
Apa yang harus ku jawab? Aku bahkan tidak tau urusannya diluar sana, entah itu dia memiliki wanita lain atau apa.-Vania
"Tidak Sayang, Daddy tidak pernah seperti itu, Daddy Varo kan orang baik" jawab Vania tersenyum
"Karena Mommy dan Daddy saling cinta "
Bukan, itu bukan suara Vania. Varel lah yang menjawabnya lalu berjalan mendekati keluarga kecilnya dan berbaring disebelah Varo
"Cie cie" goda Varo dan Lista
"Sudah-sudah sekarang semuanya tidur ya" ucap Vania lalu mengelus pucuk kepala kedua anaknya
"Selamat tidur, Mommy Daddy" ucap Varo dan Lista bersamaan
"Selamat tidur, Sayang"
"Berdoa ya sebelum tidur, selamat tidur penyemangat nya Mommy" ucap Vania tersenyum
Lalu beberapa saat kemudian ia dan Varel pun menyusul kedua anaknya ke alam mimpi.
*****
TK Mentari
"Apakah anda Nona Muda? Orang tua dari Tuan Kecil Aditya Alvaro dan Nona Kecil Evalista Amanda?" tanya Pak Ardy, kepala sekolah TK Mentari
Ya, Pak Ardy mengetahui bahwa Varo dan Lista adalah bagian dari keluarga Fernandez, lebih tepatnya anak Varel Andreas Fernandez seorang CEO muda yang tampan dan terkenal
"Bagaimana Bapak bisa tau?" tanya Vania mengerutkan kening
"Maaf Nona Muda, nama saya Pak Ardy saya kepala sekolah disini, Tuan Dimas sudah memberitahukan kepada saya bahwa kedua anak Tuan Muda akan bersekolah disini" jawab Pak Ardy menunduk sopan
"Siapa saja yang mengetahui bahwa Varo dan Lista anak kami, Pak?" tanya Vania terkejut
"Hanya saya, Nona Muda"
"Oh syukurlah, Pak tolong simpan rapat-rapat rahasia ini, saya tidak mau semua orang mengetahui bahwa Varo dan Lista adalah anak Varel"
__ADS_1
"Maaf Nona Muda, apa boleh saya bertanya apa alasan Nona Muda menutupinya?" tanya Pak Ardy mengerutkan kening
"Saya tidak ingin orang tua siswa di sekolah ini akan menganggap remeh hasil pencapaian kedua anak saya karena mereka mengira kekuasaan ayahnya lah yang membuat mereka mendapat nilai tinggi. Jadi saya sangat meminta tolong kepada Bapak untuk jangan mengatakan apapun tentang keluarga kami, perlakukan lah Varo dan Lista seperti murid lainnya agar tidak mengundang kecurigaan orang lain"
"Nona Muda, tapi bagaimana dengan Tuan Muda?" tanya Pak Ardy sedikit takut
"Tenanglah Pak, saya sudah memberitahu kepada suami saya dan ia setuju" ucap Vania tersenyum
Flashback On
"Sayang?"
"Hem"
"Apa di sekolahnya Varo dan Lista ada yang mengetahui bahwa kau ayahnya?"
"Hem"
"Siapa?"
"Kepala sekolah"
"Sayang, bolehkah aku meminta satu hal?"
"Katakan"
"Sebaiknya kita tutup saja tentang bahwa mereka adalah anakmu"
"Memangnya kenapa?"
"Aku hanya ingin mereka bebas dan bermain seperti anak seusia mereka, jika ada yang mengetahui bahwa mereka adalah anak dari seorang CEO terkenal, semua hasil belajar mereka pasti dianggap remeh"
"Jika ada yang menganggap hasil belajar anak-anakku remeh, aku akan membuat hidup mereka tidak nyaman"
"Sayang jangan, kau tidak perlu melakukannya. Aku hanya ingin agar Varo dan Lista bebas"
"Hem"
"Bolehkah?"
"Ada syaratnya"
"Apa?"
Tiba-tiba Varel bangun dan menggendong Vania menuju kamar mandi
"Ka-kau mau apa?"
"Aku ingin memakan mu"
"Sa-sayang tapi aku mengantuk"
"Sebentar saja"
Lalu mereka pun bermain bersama malam itu tanpa takut diganggu karena kedua anaknya sudah tertidur. Untuk urusan itu Varel tidak pernah menepati ucapannya karena hampir dua jam ia dan Vania berada di kamar mandi.
Flashback Off
"Syukurlah jika begitu, Nona Muda" ucap Pak Ardy bernafas lega
"Baiklah saya permisi sekarang, Pak"
"Sayang ingat kata-kata Mommy tadi ya, harus pintar-pintar, jangan melawan dengan guru, Varo harus jaga dede nya, dan jika ada orang asing yang mengajak pulang jangan mau, nanti ada Pak Adi yang menjemput kalian, Bibi Ijah juga ada disini kok jagain Varo dan Lista di luar kelas" ucap Vania kepada kedua anaknya
"Iya, Mommy" jawab Varo dan Lista bersemangat
"Yasudah Mommy pulang ya, Nak" pamit Vania lalu mencium kedua anaknya.
*
*
__ADS_1
*